Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Rabu, 30 September 2026

Pemkab Tebo Bawa PSN ke Tebo, Dukungan Pembangunan Capai Rp1 Triliun

Bupati Tebo Agus Rubiyanto, didampingi Kadis Dikbud/foto: dok Diskominfo Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Terbatasnya kemampuan fiskal daerah tidak menjadi alasan bagi pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo untuk berhenti bergerak. Dibawah kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, bersama Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, Pemkab Tebo terus melakukan strategi jemput bola ke pemerintah pusat memperjuangkan dukungan pembangunan bagi masyarakat.

Berbagai kebutuhan pembangunan daerah dibawa langsung ke kementerian dan lembaga pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan sebagai strategi untuk memperluas sumber pembiayaan pembangunan, sehingga program-program strategis yang membutuhkan anggaran besar tetap dapat diperjuangkan meskipun ruang fiskal APBD Kab Tebo terbatas.

Upaya tersebut membuahkan dukungan melalui sejumlah program pembangunan berskala besar, khususnya di bidang pendidikan. Di antaranya proyek strategis nasional untuk sekolah nasional terintegrasi (SNT), program sekolah rakyat (SR), serta program revitalisasi satuan pendidikan.

Jika dihitung berdasarkan nilai dukungan dari sejumlah program pembangunan yang diperjuangkan melalui pemerintah pusat, nilainya mencapai sekitar Rp1 triliun, khususnya dari dua program pendidikan berskala besar, yakni SNT dan Sekolah Rakyat.

Salah satu dukungan strategis yang diperjuangkan Pemkab Tebo adalah program SNT dengan nilai sekitar Rp300 miliar. Program tersebut diproyeksikan menghadirkan fasilitas pendidikan terpadu dengan sarana dan prasarana yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Kab Tebo.

Kehadiran program berskala besar ini jadi bagian dari upaya Pemda memperkuat pembangunan sumber daya manusia.

Pembangunan daerah, menurut Pemkab Tebo, tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan infrastruktur fisik. Investasi terbesar untuk masa depan daerah juga harus diarahkan pada peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan yang berkualitas dan akses pendidikan yang semakin luas.

Masuknya program berskala nasional menjadi tambahan dukungan penting bagi Kab Tebo, sekaligus membuka ruang pembangunan yang tidak sepenuhnya bergantung pada kemampuan APBD.

Selain SNT, Kab Tebo mendapatkan dukungan melalui program SR dengan nilai sekitar Rp700 miliar. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memberikan dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Nilai dukungan yang mencapai ratusan miliar rupiah tersebut menunjukan bahwa kebutuhan pembangunan Kab Tebo terus diperjuangkan pada tingkat pemerintah pusat.

Jika nilai dukungan SNT sekitar Rp300 miliar dan program SR sekitar Rp700 miliar digabungkan, nilainya mencapai sekitar Rp1 triliun.

Angka ini menggambarkan besarnya peluang pembiayaan pembangunan yang berhasil dibuka melalui strategi jemput bola Pemda ke pemerintah pusat.

Dukungan pemerintah pusat terhadap sektor pendidikan Kab Tebo juga di perkuat melalui program revitalisasi satuan pendidikan. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan kelayakan sarana serta prasarana sekolah yang telah ada.

Dengan demikian, pembangunan pendidikan di Kab Tebo tak hanya berbicara mengenai pembangunan fasilitas baru berskala besar, tapi bagaimana sekolah-sekolah yang selama ini digunakan masyarakat mendapatkan lingkungan belajar yang semakin layak.

Revitalisasi menjadi penting karena kualitas pendidikan tak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran, tapi tersedianya lingkungan sekolah yang aman, nyaman dan mendukung aktivitas belajar mengajar.

Melalui dukungan tersebut, sarana dan prasarana pendidikan di Kab Tebo di harapkan semakin memadai sehingga peserta didik maupun tenaga pendidik dapat memperoleh lingkungan belajar yang lebih baik.

Rangkaian program SNT, SR dan revitalisasi satuan pendidikan pada akhirnya saling melengkapi. Ada pembangunan fasilitas baru, ada perluasan akses pendidikan, dan ada peningkatan kualitas fasilitas pendidikan yang sudah tersedia.

Rangkaian dukungan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Tebo dalam menghadapi keterbatasan fiskal daerah.

Pemkab Tebo menyadari, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan kemampuan APBD. Karena itu, Pemda Tebo terus membuka komunikasi, membangun koordinasi, memperjuangkan kebutuhan pembangunan daerah melalui berbagai program kementerian dan lembaga pemerintah pusat.

Bupati Agus Rubiyanto bersama Wabup Nazar Efendi membawa kebutuhan pembangunan Kab Tebo ke tingkat pusat dan memperjuangkan agar dukungan tersebut dapat hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Strategi jemput bola tersebut jadi salah satu upaya untuk memastikan kebutuhan pembangunan daerah tidak berhenti pada tahap perencanaan.

Bagi Pemkab Tebo, dukungan anggaran dari pemerintah pusat bukan sekadar persoalan besarnya angka. Yang lebih penting adalah bagaimana dukungan tersebut diterjemahkan menjadi pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pendidikan yang lebih layak, fasilitas lebih memadai, lingkungan belajar lebih baik dan akses pendidikan semakin luas merupakan tujuan akhir dari berbagai dukungan pembangunan tersebut.

Di tengah keterbatasan APBD, Pemkab Tebo berupaya mencari dan membuka berbagai sumber dukungan pembangunan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi. Melalui dukungan pemerintah pusat yang terus diperjuangkan, Pemkab Tebo berupaya memperkuat pembangunan sumber daya manusia sebagai bagian dari perjalanan menuju Tebo Cerdas 2030.

Redaksi

Inspektorat Tebo Pastikan Hasil Pemeriksaan dan Investigasi DD Sungai Rambai, Ada Temuan, Begini Penjelasannya

Kepala Inspektorat Kab Tebo Nafri Junaidi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Inspektorat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi memastikan hasil pemeriksaan terhadap pelaksanaan dana desa (DD) Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, tahun 2025 ada temuan. 

Hal tersebut ditegaskan oleh Inspektur Kab Tebo, Nafri Junaidi, bahwa sampai saat ini kita sudah melakukan investigasi dan tinjauan lapangan serta memeriksa beberapa alat bukti kemudian memanggil orang yang diduga terkait bisa untuk di mintai keterangan. 

Dan pada akhirnya kita menyimpulkan dan prosesnya saat ini sedang berjalan untuk penyusunan berkas laporan," ungkap Nafri Junaidi, ditemui media ini diruang kerjanya, Rabu 30 September 2026.

Besarnya nilai temuan tersebut, ujar Nafri, saya tidak bisa berandai-andai, karena nanti itu akan ada tertuang dihasil laporan yang akan kami sampaikan. 

" Kalau untuk temuan terhadap hasil pemeriksaan dan investigasi, dipastikan ada temuan,"tegas Nafri. 

Lanjutnya, karena ini sedikit banyak sudah ada dasarnya,"kata Nafri.

Lebih jauh Nafri mengungkapkan, karena ini merupakan limpahan dari penyidik kepolisian, nanti hasilnya di sampaikan kepada Polres Tebo, dan akan kembali kita ekspose bersama. " Mana tau ada hal yang kurang atupun lebih. 

Ditegaskan Nafri, kita hanya menindak lanjuti limpahan dari Polres Tebo, karena memang sudah dekat waktunya makanya ditindaklanjuti dan saya tidak tau itu yang tahun berapa, hasilnya nanti sesuai mekanismenya diekspos, berkas akan di kembalikan apabila sudah dianggap lengkap. 

" Yang jelas sekarang sedang dilakukan penyusunan, itupun mungkin banyak masukan, dipastikan seperti itu. 

Selanjutnya setelah berkas disampaikan ke Polres, mungkin pihak Polres yang akan berkoordinasi dengan Bupati atau Sekda," ucap Nafri meyakini. 

Reporter
ARDI

Status Siaga Karhutla di Kab Tebo di Perpanjang Untuk Yang Ketiga Kalinya

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menyebutkan, perkembangan titik hotspot sampai dengan kemarin dan malam tadi Selasa 29 Sep 2026 sudah dirilis oleh badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) terpantau di beberapa Kecamatan. 

" Yaitu Kec Tebo Tengah, Sumay dan Muara Tabir, namun kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan sudah dilakukan penanganan dititik hotspot tersebut dan ground chek," kata kepala BPBD Kab Tebo, Joko Ardiawan, Rabu 30 Sep 2026.

Bilang Joko, kalau hari ini seandainya masih di temukan titik hotspot dilakukan pemadaman sekaligus pendinginan. 

" Terkait dengan keadaan yang sekarang dan beberapa hari kedepan, berdasarkan informasi BMKG Jambi, prakiraannya akan ada hujan di Kab Tebo, untuk tiga hari mulai dari hari ini besok dan lusa.

" Kita tetap meningkatkan kewaspadaan dan menghimbau jangan melakukan pembukaan dengan cara membakar, buanglah sampah pada tempatnya, agar terhindar dari potensi kebakaran," imbau Joko. 

Potensi akan terjadinya potensi hujan ungkap Joko, yang ini merupakan informasi dari BMKG, memang beberapa waktu lalu sudah melakukan operasi modifikasi cuaca, juga merupakan upaya untuk pemadaman terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Prov Jambi. 

Lanjut Joko, kita tetap mengamati itu untuk tetap berkoordinasi dengan BMKG terhadap potensi cuaca di Kab Tebo, hari ini maupun kedepan. 

Joko juga menegaskan, untuk perpanjangan kedua status siaga Karhutla di Kab Tebo sampai hari ini,hasil koordinasi kami dengan BMKG dan BPBD Prov Jambi, kami perpanjang untuk tahap ketiga, dari awal bulan Oktober s/d akhir Oktober 2026.

Namun apabila nanti ada situasi yang stabil di pertengahan masa status siaga darurat Karhutla akan kami koordinasikan dan minta petunjuk kembali dengan BMKG untuk penetapan status selanjutnya,"tutup Joko. 

Reporter
ARDI

Selasa, 29 September 2026

Menyangkut Harga Diri, Ketua BPD Teluk Langkap Tolak RJ Terdakwa Heriyanto, Sidang di PN Tebo Berlanjut

Korban Amri Firdaus jalani mediasi sebelum sidang dilanjutkan di PN Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Sidang perdana yang digelar oleh pengadilan negeri (PN) Tebo dalam agenda mediasi untuk mencapai restorative justice (RJ) dengan terdakwa Heriyanto (44) dalam perkara tindak pidana pengancaman dan penganiayaan terhadap korban yang di ketahui merupakan seorang ketua badan permusyawaratan desa (BPD) Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Amri Firdaus, ditolak, Selasa 29 September 2026.

Mediasi diruang Cakra PN Tebo, tersebut majelis hakim berupaya untuk RJ namun pihak korban Amri Firdaus, bersikukuh menolak tawaran dan tetap melanjutkan proses persidang berjalan sebagaimana mestinya. 

Amri Firdaus, usai sidang kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa saya meminta kasus ini tetap berjalan meskipun majelis hakim tadi telah menawarkan upaya RJ. 

" Yang namanya kesalahan, kita sama-sama manusia tetap kita maafkan tapi proses hukum harus tetap berjalan," tegasnya.

Sementara itu dalam keterangan lima orang saksi yang hadir dalam sidang tadi, ungkap Firdaus, mengarah tentang awal mula kejadian, disitu saya sampaikan kalau RJ mungkin bagi kami berat karena ini sudah menyangkut harga diri. 

" Tadi sudah saya sampaikan karena harga diri kita tidak bisa diukur dengan duit," tegasnya. 

" Nanti kita tanyakan, duitnya dikit di jengkalin orang, banyak dikira menekan, jadi harga diri tidak bisa diukur dengan duit jalanilah proses hukum yang ada," imbuh Firdaus. 

Dikatakan Firdaus, agenda berikutnya belum tau, tadi tidak disampaikan oleh pengadilan karena hari ini sidang perdana mungkin akan ada sidang selanjutnya. 

" Iya yang menawarkan RJ, tadi hakim bukan dari kami,"tutupnya.

Diketahui sebelumnya bahwa perkara pengancaman dan penganiayaan yang dilakukan oleh terdakwa ini sampai berlanjut ke persidangan berawal adanya penolakan aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) pada Minggu-Senin (12-13) Juli 2026 lalu, hingga berujung penyerangan rumah ketua BPD Teluk Langkap pada Selasa 14 Juli 2026 lalu, sempat viral di berbagai media online, TV dan media sosial. 

Reporter
ARDI

DPRD Gelar Rapurna Penyampaian Nota Pengantar Ranperda APBD 2027

Rapurna Penyampaian Nota pengantar Ranperda APBD 2027/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dewan perwakilan rakyat daerah (DRPD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi rapat paripurna (Rapurna) penyampaian nota pengantar rancangan peraturan daerah (Ranperda) anggaran pendapat belanja daerah (APBD) tahun 2027, Senin 28 September 2026.

Rapurna dipimpin oleh ketua DPRD Tebo, Khalis Mustiko, didamprat wakil ketua (Waka) I DPRD Ihsanuddin, Waka II DPRD, Sahendra dan dihadiri anggota dewan lainnya sesuai quorum. 

Hadir dalam kesempatan tersebut wakil bupati (Wabup) Tebo, Nazar Efendi, staf ahli dan asisten Setda Tebo, Forkopimda, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup pemerintah daerah (Pemda) Tebo, instansi vertikal dan undangan lainnya. 

Dalam penyampaiannya Wabup Nazar Efendi, memaparkan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah tidak menjadi alasan bagi Pemerintah Kabupaten Tebo untuk berhenti memperjuangkan pembangunan. Di tengah kebutuhan pembangunan yang terus meningkat, Pemkab Tebo memilih memperluas ruang fiskal dengan aktif mencari dukungan pembiayaan dari pemerintah pusat.

Di bawah kepemimpinan Bupati Tebo Agus Rubiyanto, bersama Wakil Bupati Tebo Nazar Efendi, strategi jemput bola terus dilakukan dengan membawa langsung kebutuhan prioritas pembangunan Kabupaten Tebo ke pemerintah pusat.

Langkah tersebut ditempuh karena kebutuhan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan fasilitas pelayanan kesehatan, membutuhkan anggaran yang cukup besar dan tidak seluruhnya dapat ditopang melalui APBD Kabupaten Tebo.

Redaksi


Senin, 28 September 2026

Menhut Raja Juli Kunjungi PIKG di Muara Sekalo, Sekda Tebo: Selain Paparan Project Protect Bukit Tigapuluh, Resmikan Tempat Pakan Gajah

Menhut Raja Juli Antoni didampingi Sekda Tebo, Sindi/foto: Setda Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Menteri kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni di dampingi Gubernur Jambi Al Haris, dan penasehat Menhut kunjungi pusat informasi konservasi gajah (PIKG) di Muara Sekalo, Kecamatan Sumay Kabupaten Tebo, Senin 28 Sep 2026.

Sekda Tebo, Sindi usai menyambut kedatangan Menhut, mengatakan, inti kunjungan tersebut mendengarkan paparan project protect bukit tigapuluh dan peresmian area penanaman pakan gajah yang ada di PIKG. 

Kegiatan dilatar belakangi dari landscape bukit tigapuluh dimana ekosistem seluas 6.605 hektar yang melintasi Prov Jambi dan Riau ini menjadi rumah bagi sekitar sekitar 10 persen populasi gajah yang ada di Sumatera, dan diperkirakan estimasinya 90 s/d 120 ekor,"ujar Sindi. 

Gajah tersebut kalau tidak dirawat, di carikan tempatnya atau dikembalikan kepada habitatnya menjadi ancaman bagi gajah itu sendiri. " Lanjut Sindi, yaitu adanya perubahan tutupan lahan tingginya okupasi oleh aktivitas manusia hingga temuan jerat listrik mengancam dan mempersempit jalur gajah serta jalannya gajah menuju ke habitat intinya.

" Tadi sudah dibicarakan supaya gajah-gajah yang ada saat ini berkeliaran di kebun masyarakat supaya kembali ke habitatnya. Selain itu ungkap Sindi, tadi sudah dimusyawarahkan bersama Menhut, dalam waktu dekat desa-desa penyangga yang ada dibukit tigapuluh, ada 12 desa, 11 desa sudah di komunikasikan, tinggal 1 desa adalah Sungai Keruh. 

Sindi melanjutkan, gajah yang ada di kebun-kebun masyarakat, nanti akan ada koridornya dan jalan ini jangan diganggu dan itu harus ada solusi berkelanjutan. Program ini yang membiayai adalah konsorsium dari perusahaan asia pulp & paper (APP), PT ABT, LSM warung info (Warsi) dan lainnya,"kata Sindi. 

Kemudian tadi juga diresmikan tempat pakan gajah oleh Menhut, sekitar 2,5 hektar yang sudah ditanam, saran dari Menteri supaya ditanami lamtoro, kaliandra, dan tanaman tembesi karena memang disukai gajah. 

" Masyarakat nantinya bekerjasama dan dibina oleh konsorsium agar juga dapat menanam pakan gajah tersebut, pada akhirnya nanti dari sisi pendapatan bisa meningkat. balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) Prov Jambi akan mengkoordinasikan seluruh kegiatan ini dan bekerjasama dengan Pemprov dan Pemda,"ucap Sindi meyakini. 

Reporter
ARDI

Kecewa Terhadap Aktivitas PETI, Warga Blokir Jalan Perbatasan Teluk Langkap-Puntikalo, Tebo-Jambi

Jalan yang diblokir warga Puntikalo/foto: dok warga

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Aksi blokir jalan Padang Lamo dilakukan oleh warga Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo dengan menggunakan timpukan tanah tersebut sebagai bentuk kekecewaan terhadap aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) mesin dompeng yang saat ini telah memasuki desa Puntikalo. 

Menurut masyarakat desa Punti Kalo yang berada di lokasi, menyebutkan, blokir jalan dilakukan lantaran warga kecewa dengan janji yang waktu itu du sampaikan oleh Bupati Tebo, untuk menurunkan petugas dari TNI-Polri terhadap penyelesaian konflik PETI di lokasi tersebut. 

Masyarakat masih menunggu tindak lanjut Pemda atas persoalan yang selama ini terjadi.

Namun kami kecewa persoalan ini belum juga selesai. Diketahui pada sebelumnya Bupati Tebo, menyatakan permasalahan antara Desa Puntikalo dan Teluk Langkap, terkait aktivitas dompeng yang masuk ke wilayah Puntikalo, akan ditindaklanjuti,” imbuh warga, Senin 28 Sep 2026.

Sementara itu Kades Puntikalo Fahrizal membenarkan, bahwa warga Puntikalo melakukan aksi blokir jalan terkait kekecewaannya terhadap aktivitas dompeng,"tulisnya melalui pesan whatsapp, Senin 28 Sep 2026. 

Reporter
ARDI

Tindaklanjuti RDP dan Rapurna DPRD, Pemkab Tebo Tegaskan Maksimal Angkutan CPO PT SMS 16 Ton, Melanggar Ada Sanksi

Wabup Tebo, Nazar Efendi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah daerah (Pemda) Tebo tindaklanjuti rapat dengar pendapat (RDP) Komisi III DPRD bersama dengan dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) yang menjadi catatan dan sorotan serius dari seluruh fraksi dalam Rapurna DPRD beberapa waktu lalu. 

Pembahasan tindaklanjut RDP Komisi III dan Rapurna tersebut di lakukan di ruang rapat anggrek di pimpin oleh wakil bupati (Wabup) Tebo, Nazar Efendi, didampingi Asisten II, Kadis LH Hub, Kesbangpol, Kabag Pemerintahan, Kabag PSDAAP, Camat Rimbo Ilir, Senin 28 September 2026.

Dijelaskan Nazar, bahwa kita baru saja selesai melakukan pemanggilan pihak perusahaan pt selaras mitra sarimba (SMS) dan dinas terkait terhadap beberapa catatan RDP dengan DPRD. 

" Yang jelas sudah kita tegaskan minta kembali kesaran izin, pertama muatan harus sesuai dengan maksimal tonase (MST) yaitu 16 ton,"tegas Nazar. 

Kedua, muatan buah sawit yang masuk ke pabrik PT SMS harus di lengkapi jaring pengaman, supaya tidak jatuh dan sebagainya. Berita acara hasil rapat tersebut sekarang sudah ditanda tangani. 

Selanjutnya untuk dapat sama-sama mengawasi, saya lihat kemarin sore, ujar Nazar, memang sudah menggunakan mobil kecil, mudah-mudahan kedepan PT SMS dapat saling mematuhi berita acara yang telah di tandatangani dan kita selalu rutin melakukan pengawasan. 

Terkait pengalihan jalan yang sedang di upayakan untuk dilewati angkutan crude palm oil (CPO) PT SMS, ungkap Nazar, opsi itu sudah kita sampaikan, dan mereka sudah kaji sendiri, dari kajiannya memang biayanya besar karena harus merawat dan sebagainya, kita tidak jadi persoalan. 

" Tapi yang paling penting kalau PT SMS lewati jalan yang kita punya dibangun oleh Pemda, harus sesuai aturan, maksimal 16 ribu liter. 

Apabila PT SMS melanggar kesepakatan berita acara yang telah disepakati, tentu bakal ada sanksinya sampai kepada perizinan yang terberat,"tegas Nazar. 

" Intinya kami sudah sampaikan jangan sampai kepentingan umum terganggu, jalan ini kan kita bangun untuk masyarakat, jangan sampai jalan rusak karena mereka yang melanggar," pungkas Wabup Tebo, Nazar Efendi. 

Reporter
ARDI

Minggu, 27 September 2026

Progres Pengerjaan Jalan Riged Beton Dibiayai Dari Pinjaman Utang Pemkab Tebo Diklaim Dinas PU Sudah 38 Persen

Batchingplane PT SRA/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Progres pekerjaan pengecoran jalan reged beton dibiayai dari pinjaman utang pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo melalui pt sarana multi infrastruktur (SMI) senilai Rp46 milyar, dikerjakan oleh rekanan selaras restu abadi (PT SRA) diklaim sudah mencapai 38 persen," ujar kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Tebo melalui Kabid Bina Marga, Nusa Suryadi, Jum'at 25 September 2026.

Ungkap Nusa, pekerjaan masih berlanjut namun potensi untuk kenaikan progres pekerjaan, kemarin ada kendala suplai pasir, dikarenakan debit air sungai Batanghari terlalu surut, dalam sehari suplai pasir cuma dapat beberapa mobil saja, tapi tidak berpengaruh terhadap pekerjaan. 

Selain pasir sambung Nusa, batu split juga sedikit mengalami kendala dari Muara Bungo, ternyata selama ini mereka juga menyuplai untuk Provinsi tetangga, meski demikian sampai saat ini masih lancar, meski begitu kita harus antisipasi untuk mencari vendor lain. 

Sejauh ini pengecoran jalan riged beton masih dikerjakan sebelah, dengan sistem buka tutup agar tidak terjadi kemacetan keluar masuk kendaraan. Rencananya akan dilakukan join pekerjaan didekat penurunan, sekitar 300 meter ke arah SMP Sari Mulya, Kec Rimbo Ilir. 

Sementara itu cor jalan riged beton yang di simpang tugu Blok E Alai Ilir sampai ke simpang Sadermo, Nusa bilang, proses pekerjaannya tinggal sedikit lagi selesai. 

" Dua titik cor jalan riged beton yang sedang dikerjakan sebelah kanan dari arah Paal 12 hingga ke simpang tugu Blok E, diperkirakan perhari Kamis 24 Sep 2026 kemarin sudah mencapai 5300 meter,"kata Nusa. 

Nusa melanjutkan, mengingat dalam seminggu terakhir ini sudah dua kali terjadi hujan, antisipasi kita tidak mungkin kerja, namun saat hujan reda harus digedor, kalau perlu lembur tinggal melihat progres perhari itu kalau minus harus tambah waktu kerja. 

Dalam pengerjaan ini diakui Nusa, kontraktor sudah mengambil down payment (DP) sebesar 20 persen atau sekitar Rp9 milyar, karena beberapa waktu lalu pihak PT SMI turun ke Tebo, namun sekarang belum ada termyn lagi karena ada beberapa administrasi yang harus kami lengkapi kalau nanti sudah lengkap, akan ditransfer ke badan keuangan daerah (Bakeuda) Tebo. 

Reporter
ARDI

Status Siaga Karhutla di Kab Tebo Segera Berakhir, BPBD: Diperpanjang Atau Tidak Akan Dievaluasi Kembali

Foto: dok BMKG Jambi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Status siaga darurat bencana kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) tahap kedua di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, bakal segera berakhir pada 30 September 2026 ini.

Berkaitan dengan itu kepala pelaksana (Kalaksa) badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Joko Ardiawan, mengatakan, bahwa untuk status siaga darurat Karhutla di Kab Tebo memang telahmemasuki tahap kedua, yaitu mulai dari awal September 2026 hingga akhir bulan ini. 

" Namun nanti kita akan evaluasi kembali apabila ada kemungkinan untuk di perpanjang ke bulan berikutnya," lanjutnya. 

Tapi kami tetap berkoordinasi dengan seluruh forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda), badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) dan BPBD Prov Jambi,"kata Joko, ditemui dikantornya, Jum'at 25 Sep 2026.

Sementara itu ucap Joko, bahwa kita tetap melakukan pemantauan diposko - posko yang ada di beberapa wilayah di Kab Tebo, itu sudah ada penempatan dari TNI-Polri, BPBD dan regu pemadam kebakaran (RPK) yang ada di setiap perusahaan masing-masing,"katanya.

Reporter
ARDI

Sabtu, 26 September 2026

Laka Maut Forklift-Honda Beat, di Simpang Asem Cikande, Serang Banten, Pasutri M*n*ngg*l di Lokasi

Kondisi Forklift sesaat setelah terjadi kecelakaan/foto: dok Raefudin

SERANG,DUASATU.NET- Kecelakaan melibatkan antara unit TCM forklift dengan nomor polisi (Nopol) B 9918 SE, dengan sepeda motor jenis Honda Beat A 6850 IH, terjadi di jalan raya Serang-Tangerang persimpangan desa Cikande Kecamatan Cikande, menuju Desa Songgom Jaya, Kabupaten Serang Provinsi Banten, Sabtu 26 September 2026 sekira pukul 08.00 Wib pagi. 

Menurut keterangan warga setempat kronologinya berawal sepeda motor yang dikendarai oleh Mukri berboncengan dengan isterinya tersebut melaju dari arah Rangkasbitung Tangerang. Saat akan berbelok ke kanan di Simpang Asem, forklift yang dikemudikan oleh Saham Gultom datang dari arah Serang Tangerang, mungkin jarak yang sudah terlalu dekat tak terkendalikan lagi terjadilah tabrakan depan-samping yang tak terhindarkan.

Dalam peristiwa tersebut Mukri dan istrinya Ima merupakan warga Kp. Pinggirawa, Desa Songom, Cikande dalam kondisi meninggal dunia di lokasi. 
 
Sementara itu penanganan laka maut dilakukan oleh Polsek Cikande, Satlantas Polres Serang untuk mengevakuasi korban berikut kendaraan, dan pengaturan lalu lintas arus kembali normal setelah proses selesai.

Sedangkan kasusnya ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Serang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Reporter
RAEFUDIN

Seorang Pegawai ASN DLH-Hub Kab Tebo Dijatuhi PTDH, Satu Lagi Diberhentikan Sementara

Gbr: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Sama-sama tersandung Indisipliner, dua orang pegawai aparatur sipil negara (ASN) pada dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terancam di pecat. 

Kepala badan kepegawaian pelatihan dan sumber daya manusia (BKPSDM) Kab Tebo, melalui Kabid pengadaan pembinaan dan penilaian kinerja aparatur (P3KA), Ariyanto menjelaskan, bahwa terkait permasalahan Eko Waluyo, pegawai ASN DLH-Hub, saat ini kita sedang menunggu hasil pemeriksaan dari penyidik Polres Tebo. 

" Karena surat penetapan dia sebagai tersangka sudah keluar, sehingga kita tindaklanjuti untuk dilakukan proses pemberhentian sementara menjelang inkrahnya keluar,"ujar Aryanto, Jum'at 25 Sep 2026.

Surat pemberhentian sementara Eko Waluyo sudah diserahkan untuk ditanda tangani Bupati. 

Sementara itu untuk Adi Berta, surat pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) tinggal menunggu tandatangan Bupati, karena yang bersangkutan sudah melanggar disiplin berat,"tegas Aryanto. 

Aryanto mengungkapkan, terkait dengan Eko Waluyo, masih melihat prosesnya yang sedang ditangani oleh pihak Polres Tebo, sampai dimana keputusan akhirnya kita menunggu itu makanya harus dilakukan pemberhentian sementara. 

Gaji kedua ASN ini, dijelaskan Aryanto, terhadap Adi Berta gajinya sudah distop sedangkan Eko Waluyo, karena dia di berhentikan sementara, dibayarkan 50 persen tapi kita masih menunggu SK nya. 

" Kalau Eko Waluyo kita pilah dulu, karena sebelumnya dia tersandung Indisipliner dan itu baru diproses tahapannya di OPD, ternyata muncul lagi masalah lain, karena itu lebih awal kita hargai keputusan dari Polres sampai akhir nanti seperti apa" kata Aryanto. 

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional