Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Minggu, 20 September 2026

Laka Tunggal, Dump Truk Fuso Sruduk Warung Bakso di Samping Rumah Dinas Bupati Tebo

Mobil dump truk fuso yang Sruduk warung bakso manunggal rasa, disamping rumah Dinas Bupati Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kecelakaan tunggal dialami mobil dump truk fuso warna putih bernomor polisi (Nopol) F 9672 FD, menabrak warung bakso, di jalan lintas Tebo-Bungo KM 3, tepatnya disamping rumah dinas Bupati Tebo, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Minggu 20 September 2026, sekira pukul 17.00 Wib sore. 

Sebelum kejadian mobil dump truk fuso tersebut menabrak tempatnya, Sutardi mengatakan, bahwa awalnya saya bersama istri dan anak sedang menyiapkan barang dagangan. 

" Tiba-tiba sebuah mobil dump truk fuso nyelonong menabrak warung, beruntung tidak ada korban jiwa,"ujarnya.

Sutardi mengaku belum tau berapa jumlah kerugian yang dialaminya, akibat peristiwa tersebut. 

Sementara itu Suroso, sopir dump truk fuso menjelaskan, bahwa mobil yang di kendarainya dalam keadaan kosong akan menuju Rimbo Bujang, saat dalam perjalanan mendadak stir mengalami trouble. 

" Saya kehilangan akal dan panik sempat menabrak bak mobil dump truk di depan, namun mobil yang didepan langsung kabur. 

Diakui Suroso, bahwa stir sudah tidak bisa di belokan lagi, padahal mesin dalam kondisi hidup tapi laju mobil sudah tak dapat dikendalikan meskipun sudah dilakukan pengereman, setelah menabrak bak mobil dump truk didepan kemudian menyasar ke lampu variasi taman depan rumah dinas Bupati dan warung bakso.

Meski demikian kecelakaan tunggal tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa. Tampak sejumlah petugas kepolisian dari Satlantas Polres Tebo langsung melakukan penanganan dengan mengevakuasi mobil dump truk yang masih tersangkut di warung bakso milik Sutardi. 

Reporter
ARDI

Kesbangpol Sebut Penerima Bantuan Parpol di Kab Tebo 7 Sudah Tersalur 2 Lagi On Proses

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Bantuan keuangan hibah dari pemerintah daerah (Pemda) melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2026 untuk 9 partai politik (Parpol) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, 7 sudah tersalurkan sementara 2 lagi sedang dalam proses. 

Kepala badan (Kaban) kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Kab Tebo, Sugiyarto, mengatakan, bahwa bantuan Parpol tahun 2026 diantaranya 7 Parpol sudah tersalur 2 lagi partai lagi sedang dalam proses. 

" Karena dua Parpol tersebut ada terjadi pergantian pengurus jadi agak terlambat, karena menunggu surat keputusan (SK) dan pelantikan pengurus, namun begitu permohonannya sudah naik ke Bupati dan di disposisikan ke Kesbangpol untuk diproses,"kata Sugiyarto, Jum'at 18 September 2026.

" Nilai yang diterima oleh setiap Parpol masih sama seperti tahun sebelumnya, yaitu Rp5671,39 x jumlah perolehan suara bagi Parpol yang punya kursi di DPRD Tebo, untuk tertinggi penerima bantuan tersebut masih partai Golkar. 

Sementara itu dua Parpol lagi yang saat ini sedang dalam proses untuk dicairkan adalah PAN dan PKB. 

Reporter
ARDI

Sabtu, 19 September 2026

Dinas dan Instansi Teknis Terkait, Tindaklanjuti Pengaduan Ormas Gematipikor

Kaban Kesbangpol Kab Tebo, Sugiyarto, SP/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Menindak lanjuti surat pengaduan dari Ormas Gematipikor terkait dugaan dalam pelaksanaan dana desa (DD) Kandang, Kecamatan Tebo Tengah, Bupati Tebo mendisposisikan ke badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol), karena tidak punya kewenangan, difasilitasi ke dinas pemberdayaan masyarakat desa (PMD) untuk melakukan rapat bersama sejumlah dinas terkait di ruang rapat Sekda, Jum'at 18 September 2026.

Kaban Kesbangpol Kab Tebo, Sugiyarto, usai rapat diruang Sekda, menjelaskan, bahwa kita menindaklanjuti surat dari Ormas Gematipikor, dalam pengaduan menyebutkan ada dugaan pelaksanaan DD Kandang, tahun 2022 s/d 2025, tidak terbuka dan surat pertanggung jawaban (SPJ)nya tidak lengkap. 

" Yang jelas kata Sugiyarto, mereka minta dilakukan audit investigasi. 

Sugiyarto, menuturkan, untuk tindaklanjut nanti tim teknis PMD selaku pembina desa akan bersurat ke desa, kemudian Inspektorat sebagai instansi pengawas akan memberikan jawaban apa yang sudah dan belum dilakukan pembinaan terhadap desa tersebut. 

Ditanya dugaan kerugian yang dilaporkan oleh Ormas Gematipikor, Sugiyarto menyebutkan, laporannya tidak spesifik, jadi kalau bahasa Inspektorat tadi, sebuah laporan itu bisa ditindaklanjut kalau memenuhi 4W 1H,"katanya.

" Sebenarnya dalam pengaduan itu di generalisasi saja secara umum tahun 2022 s/d 2025, jadi mungkin kita tunggu saja nanti apa jawaban teknis dari Inspektorat. Kesbangpol hanya meramu dari instansi teknis terkait dalam hal ini PMD dan Inspektorat. 

Reporter
ARDI

Begini Penjelasan Kadis PMD Kab Tebo Soal SP3 Kades Sungai Rambai dan Pematang Sapat

Kadis PMD Kab Tebo, Abdul Malik/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Hingga saat ini audit terhadap dana desa (DD) tahun anggaran 2025 desa Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, masih berproses di Inspektorat, sebagaimana diketahui audit ini berkaitan dengan surat peringatan ketiga (SP3) Kades yang telah ditanda tangani oleh Bupati. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, Abdul Malik, mengatakan, bahwa kita masih menunggu sesuai hasil rapat tim dan audit Inspektorat. 

Sejauh mana perkembangan audit dari Inspektorat, saya tidak tau, kalau hasil audit itukan tidak disampaikan kepada PMD," kata Malik, Jum'at 18 Sep 2026.

Sementara itu terkait pasca dilayangkan SP3 terhadap Kades Pematang Sapat, Kec Rimbo Bujang, Malik menegaskan, akan segera ditindaklanjuti, tinggal menunggu rapat tim, saat ini sedang kita koordinasikan kapan ada waktu luang anggota-anggota timnya. 

" Kita akan segera koordinasikan kapan kesiapannya, karena tim inikan, kalau ada ketua, tapi yang lain tak hadir tidak bisa juga,"ujarnya singkat. 

Reporter
ARDI

Jumat, 18 September 2026

BPBD Kab Tebo: Terjadi Kebakaran Lahan Diperbatasan Antara Kebun Masyarakat Dengan PT TAL

Lahan yang terbakar diklaim antara perbatasan masyarakat dan PT TAL/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Lagi-lagi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi yang diklaim diantara areal perkebunan kelapa sawit milik pt tebo alam lestari (PT TAL) dengan lahan milik masyarakat desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Kamis 17 Sep 2026 siang kemarin. 

Berdasarkan video viral disosial media menyebutkan, telah terjadi kebakaran di areal perkebunan sawit PT TAL. Disebut oleh perekam video, yang terbakar bukan kebun masyarakat, jadi jangan salah informasikan. " TAL ini menyebut kebakaran dari lahan masyarakat, ini patoknya, itu kebunnya,"ucap perekam dalam video. 

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, melalui sekretarisnya, Ahmad Rony, mengatakan, kemarin memang kami mendapat laporan terjadinya kebakaran diperbatasan antara kebun masyarakat dengan PT TAL. 

Sampai saat ini masih menunggu info, yang jelas dari sisi pemadaman, kawan-kawan dari PT TAL melalui tim regu pemadam kebakaran (RPK) mereka berusaha melakukan pemadaman untuk lokasi yang terbakar,"ucap Rony, jum'at 18 Sep 2026 di temui dikomplek perkantoran pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo. 

Diakui Rony, bahwa sampai saat ini kami belum menerima data lapangan terkait luasan yang terjadi kebakaran. " Untuk penyebab kebakaran lanjut Rony, masih belum dapat diketahui, yang jelas sampai saat ini kita belum menerima data kebakaran tersebut. 

Memang kemarin mendapat info dari kepala pelaksana (Kalaksa) terkait kebakaran di areal perbatasan, beliau mengatakan, RPK PT TAL sudah lakukan pemadaman terkait dengan kondisi dilapangan,"ucap Rony. 

Terpisah dihubungi via telpon, manajer PT TAL, Harris Sibuea, menyebut, ada beberapa titik lahan yang terbakar yaitu di dekat lahan warga desa Muara Sekalo dan perbatasan areal pt lestari asri jaya (PT LAJ) di afdeling 5 yang berbatasan dengan lahan masyarakat. 

" Dari afdeling 5 dan dekat dengan afdeling 3 tapi lahan masyarakat bukan di lahan PT," sambung Harris, Jum'at 18 Sep 2026.

Kebakaran sudah langsung dipadamkan, namun untuk luasan lahan terbakar ucap Harris, belum masuk dalam laporan karena kejadiannya kemarin. 

Harris mengaku kewalahan, untuk mengecek lahan masyarakat yang terbakar. Sementara kebakaran tersebut terjadi kemarin siang sekitar jam 13.40 Wib, saya dapat laporan. 

Haris melanjutkan, upaya pemadaman lahan masyarakat yang terbakar kemarin, kita menurunkan tiga tim RPK PT TAL. " Kita kemarin sudah koordinasi, lapor dengan Satgas, tapi karena bisa dikendalikan, cukup dari PT TAL dibantu bersama Polsek Sumay..

Reporter
ARDI

Diduga SPBU 14.212.259 Tanjung Seri Batu Bara Jadi Sarang Pelangsir, Layani Truk Tumpukan Jerigen Tengah Malam

Foto: dok Ifnu Sungkowo

BATUBARASUMUT,,DUASATU.NET- Dugaan adanya praktik nakal penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi terjadi di Kabupaten Batu Bara di SPBU 14.212.259 Desa Tanjung Seri, Kecamatan Sei Suka, melayani pengisian tak sesuai standar operasional prosedur (SOP) Pertamina dan aturan BPH Migas.

Penelusuran media ini pada Selasa 16 Sep 2026 pukul 02:55 Wib dini hari, terlihat sebuah truk box berwarna putih sedang melakukan pengisian di area dispenser solar. Di sekitar dispenser tampak tumpukan jerigen berwarna kuning yang diduga telah dan akan diisi BBM subsidi jenis Solar.

Padahal, sesuai peraturan BPH Migas No6/2015, pengisian BBM menggunakan jerigen untuk kebutuhan tertentu wajib dilengkapi surat rekomendasi resmi dari desa/kecamatan/dinas terkait yang masih berlaku. Selain itu, sistem barcode MyPertamina melarang pengisian berulang melebihi kuota harian.

Informasi yang dihimpun di lapangan, SPBU ini diduga kerap melayani pengisian di luar batas kapasitas barcode dan tetap melayani jerigen meski surat rekomendasi diduga sudah kadaluarsa.

Praktik tersebut jelas merugikan masyarakat kecil, nelayan, hingga sopir lintas yang berhak mendapatkan solar subsidi. Sementara BBM subsidi diduga justru mengalir ke para penimbun.

Seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya mengaku kegiatan tengah malam seperti itu kerap terjadi hampir setiap malam.

"Kalau malam-malam begini memang sering ada truk besar, truk sedang, mobil pickup L300 dan panther melakukan pengisian secara berulang, sementara yang membawa jerigen juga banyak. Kami yang mau isi susah," ungkap warga kepada .

Hingga berita ini ditulis, manajemen SPBU 14.212.259 Tanjung Seri belum memberikan keterangan resmi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Masyarakat mendesak Pertamina dan aparat penegak hukum (APH) segera inspeksi mendadak (sidak), memeriksa rekaman CCTV pada 16 September 2026 pukul 02:55 Wib dan memberi sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional jika terbukti melanggar.

Reporter
IFNU SUNGKOWO

Pasca Viral Video Warga, Proyek Jalan Poros Desa Diawasi Ketat Pemdes Tuo Ilir, Kab Tebo

Proyek Jalan Poros desa Tuo Ilir, Kec Tebo Ilir, dikerjakan CV Anugrah/foto: Ist

TEBO,JAMBI,DUASATU.NET- Proyek pembangunan jalan poros desa di pastikan bakal diawasi secara ketat oleh
pemerintah Desa (Pemdes) Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengawas lapangan dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kab Tebo terhadap standar kualitas pekerjaan ujar kepala desa (Kades) Tuo Ilir, Eli Suhaili. 

Pemdes sempat meminta dihentikan sementara untuk penyelarasan teknis, memastikan kualitas jalan optimal dan berumur panjang,"jelasnya, Kamis 17 Sep 2026.

Lanjutnya, kami cuma ingin pengawasan pembangunan berjalan baik agar kualitas jalan maksimal, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. 

Catatan teknis yang disampaikan meliputi pemerataan permukaan jalan lama (scrap) sebelum pengecoran agar ketebalan beton 20 cm merata, penyesuaian besi tulangan sesuai beban jalan poros, serta kejelasan volume pekerjaan.

Sementara itu pelaksana lapangan CV Anugrah, Yusri, mengakui ada kekhilafan teknis saat pengerjaan cor jalan tanpa baru split dimalam hari videonya viral di media sosial. 

" Ungkap Yusri, kami akui salah, coran tanpa batu. Waktu itu materialnya habis, makanya langsung saya hentikan pekerjaan malam itu. 

Setelah penghentian itu, tegas Yusri, pihaknya langsung lakukan perbaikan di lapangan. Di pastikan semua pengerjaan untuk selanjutnya mengacu pada spesifikasi teknis dan RAB dari Dinas PUPR.

Komposisi beton mutu K-175, kata Yusri, menggunakan takaran 1:3 yang disesuaikan dengan paket takaran di lapangan. Sementara untuk besi tulangan ukuran 6 mm dan 8 mm, menurutnya sudah sesuai gambar rencana.

Proyek jalan poros dengan volume panjang 450 meter, lebar 4 meter, dan tebal 20 cm tersebut saat ini dilanjutkan lagi dan sudah masuk tahap akhir penyelesaian setelah adanya perbaikan dan koordinasi bersama.

Reporter
ARDI

Kamis, 17 September 2026

Begini Penjelasan Dinsos P3A Kab Tebo, Penerima Bansos Berdasarkan Desil, Data Bersifat Dinamis

Kabid Dayasos, Dinsos P3A Kab Tebo, Muhamad Faisal/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Masyarakat yang berhak dan berpeluang menerima manfaat bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah pusat maupun daerah terdiri dari beberapa Desil yang berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN). 

Berdasarkan DTSEN 16 Sept 2026, warga yang masuk kedalam Desil 1 dan 2 berpeluang menerima bantuan berupa sembako, program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT) Kesra dan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas),"ujar kepala dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A) Kab Tebo melalui Kabid pemberdayaan sosial (Dayasos), Muhamad Faisal, Kamis 17 Sep 2026.

Faisal melanjutkan, Desil 3 s/d 5 juga berhak menerima Bansos, seperti BPJS Kesehatan dan penerima bantuan iuran (PBI) maupun jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dari Provinsi dan Kabupaten. 

" Data ini bersifat dinamis atau dapat berubah," lanjut Faisal. 

Sejauh ini ungkap Faisal, terkait dengan perubahan Desil, hal itu dikarenakan ketika di lakukan pengecekan tidak sesuai kondisi dilapangan dengan Desil yang mereka terima di aplikasi. 

" Ada dua macam versi yang di siapkan oleh pemerintah, pertama pembaharuan Desil atau data melalui aplikasi. 

" Kedua melalui operator desa, karena kondisi dilapangan aparat desa lebih tau, dengan menyiapkan data-data yang mereka siapkan seperti data rumah, penghasilan dan lainnya hal ini untuk mendukung membantah agar mereka memang benar Desil atau kehidupannya tidak bertambah. 

Selain itu ada juga melalui aplikasi mandiri, ini sebenarnya ada kemungkinan ketika pembaharuan melalui aplikasi namun kebanyakan apakah mungkin akan jujur dengan pribadi kita. " Karena pernah ada kejadian Desilnya bertambah naik karena dianggap tidak jujur dalam formulir isian melalui aplikasi mandiri. 

Reporter
ARDI

Proyek Pembangunan Jalan di Kec Tebo Ilir Dikerjakan CV Anugrah, Diprotes Warga Tuo Ilir

Proyek jalan dikerjakan CV Anugrah yang diprotes warga/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Proyek pembangunan jalan poros di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, senilai hampir Rp1 miliar tahun anggaran 2026, dikerjakan oleh CV Anugrah diprotes warga. 

Di lapangan, jalan poros dibangun dengan standar jalan lingkungan. Padahal secara teknis, peruntukannya beda jauh. Jalan poros adalah jalan utama antar desa dengan beban berat. Setiap hari dilalui kendaraan pengangkut sawit dengan beban hingga 12 ton. Sementara spesifikasi jalan lingkungan hanya dirancang untuk beban ringan.

"Ini jalan poros, kenapa dibangun pakai spesifikasi jalan lingkungan. Jelas kekuatan dan ketebalannya berbeda," kata seorang warga Tuo Ilir, Rabu 16 September 2026.

Warga menilai kesalahan spesifikasi ini akan membuat jalan cepat hancur dan merugikan keuangan negara. Warga disana juga menyoroti teknis pembesian yang diduga tidak sesuai permintaan.

Warga menilai jika tulangan besi behel ukuran 10 mm lebih memungkin menahan beban berat. Namun yang dipasang pelaksana hanya besi ukuran 6 mm.

Selisih 4 mm ini krusial. Besi 6 mm tidak mampu menahan beban tekan dan tarik untuk lalu lintas 12 ton. Risiko retak dan patah beton jauh lebih tinggi.

Saat diprotes, pelaksana beralasan anggaran terbatas. Bahkan warga mengaku diancam alokasi anggaran akan dipindahkan ke desa lain jika tidak menerima kegiatan pembangunan disana.

Warga mendesak Dinas PUPR Kabupaten Tebo turun langsung dan mengaudit teknis proyek ini sebelum serah terima.

"Percuma dibangun kalau sebulan dua bulan hancur. Ini buang anggaran," kata warga tersebut.

Reporter
ARDI

Beredar Video Warga, Hasil Cor Jalan Lingkungan Desa Tuo Ilir, Kab Tebo, Begini Kondisinya

Kondisi cor jalan lingkungan desa Tuo Ilir, Kec Tebo Ilir, Kab Tebo/foto: Ist

TEBOJAMBI,DIASATU.NET- Beredar video hasil pengecoran jalan lingkungan di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo mengungkap dugaan pelanggaran mutu beton f’c = 14,5 MPa (K175). Proyek Dinas PUPR Tebo senilai Rp953 juta lebih itu terlihat tidak menggunakan batu split.

Padahal untuk pekerjaan 1 M³ mutu beton rendah f’c = 14,5 MPa (K175) pun, standar SNI mewajibkan komposisi 1:2:3. Artinya 3 bagian wajib batu split sebagai penahan beban tekan.

Video yang direkam warga pada malam hari, adukan yang dituang ke bekisting hanya berupa campuran semen dan pasir halus yang sangat encer. Tidak terlihat satu pun agregat kasar batu pecah 10-20mm. Di detik 17, warga bahkan dengan mudah membenamkan tangan ke dalam adukan.

“ Praktis ini cuma adonan pasir semen, bukan beton. Mana split-nya? Kalau tidak ada split, K175 dari mana? Ini untuk jalan poros beban 12 ton,” kata warga.

Sementara kondisi adukan yang encer mengindikasikan kelebihan air (water-cement ratio tinggi) yang akan membuat beton keropos dan retak dalam hitungan minggu.

Hingga berita ini ditulis, PPTK kegiatan berinisial Feb, Rabu 16 September 2026 via pesan WhatsApp, sepertinya belum berkenan untuk menjelaskan hilangnya batu split tersebut dan volume rigid yang dihasilkan dari anggaran Rp953 juta.

Reporter
ARDI

Rabu, 16 September 2026

Ka BKSDA Jambi: K*m*tian Anak Gajah di Kab Tebo Dalam Penyelidikan Balai Gakkumhut Sumatera

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Seekor anak gajah ditemukan sudah dalam kondisi mati mengenaskan, di desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Agustus 2026 yang lalu. 

Terkait hal itu di hubungi melalui sambungan telpon, Kapolsek Sumay, AKP Irvan Pane, yang turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) enggan mengomentari terhadap kematian anak gajah di desa Muara Sekalo. 

" Itu kewenangan balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) kami tidak bisa berkomentar,"katanya singkat, Rabu 16 September 2026.

Sementara itu kepala balai KSDA Prov Jambi, Himawan Sasongko, dalam pernyataan resminya via pesan whatsapp, Rabu 16 September 2026, menyatakan bahwa kematian gajah sudah dilakukan nekropsi dan pengambilan sampel serta uji lab utk EEHV (hasilnya negatif), namun masih ada uji toksikologi sedang berlangsung. 

Sudah di laporkan sejak tanggal 24 Agustus 2026, cek lapangan dan Nekropsi atau pengambilan sampel pada tanggal 25 Agustus lalu. 

Sedangkan untuk proses penyelidikannya dilakukan oleh balai penegakkan hukum kehutanan (Gakkumhut) Sumatera," tulis Himawan Sasongko, singkat. 

Reporter
ARDI

Kemarin Terpantau 184 Titik Hotspot Tersebar di Kab Tebo, Sebagian Besar di Kec Sumay

Titik hotspot perhari Selasa 15 Sept 2026 kemarin/foto: dok BPBD Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Laporan dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) yang kami terima, kemarin pada Selasa 15 September 2026 di Kabupaten Tebo, terpantau sebanyak 184 titik hotspot tersebar di beberapa Kecamatan, "ujar kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Tebo, Joko Ardiawan, Rabu 16 September 2026.

" Yang terbanyak titik hotspot tersebut memang di Kec Sumay, dan ada beberapa titik yang terus kami pantau," kata Joko. 

Ungkap Joko, saat ini kami masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar di desa Sumber Agung, Kec Rimbo Ilir, ini akan terus di lakukan pemantauan. 

Lanjut Joko, kita sedang menunggu informasi terakhir yang di Kec Muara Tabir, juga kami pantau termasuk titik hotspot hari kemarin, tadi dapat laporan adanya titik api namun sudah berhasil dikendalikan. 

" Titik hotspot perhari kemarin sebagian besar berada di Kec Sumay, statusnya sudah padam, meski begitu kita masih terus melakukan pemantauan dan dilakukan pendinginan untuk dibeberapa tempat yang sudah terpantau. 

Sedangkan untuk jumlah luas lahan yang terbakar, masih kami lakukan crosscheck di lapangan, tetap dilakukan penghitungan sementara di lahan terbakar perhari kemarin. 

" Namun sampai saat ini status luas lahan total yang terbakar di Kab Tebo, seluas 315, 71 hektar,"tandasnya.

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional