Dirjen KSDAE Kunjungi PIKG Muara Sekalo, Dalam Waktu Dekat Menhut Juga Akan Kelokasi Yang Sama, Begini Penjelasan Sekda Tebo
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Direktur jenderal (Dirjen) konservasi sumber daya alam dan ekosistem (KSDAE) pada kementerian kehutanan (Kemenhut) di sambut Sekda Tebo, Sindi bersama jajaran perangkat daerah terkait saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke pusat informasi konservasi gajah (PIKG) yang berlokasi di wilayah Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu 22 Agustus 2026.
Sekda Tebo Sindi mengatakan, bahwa kedatangan Dirjen KSDAE ke PIKG Muara Sekalo merupakan langkah awal dan hasil kunjungan itu akan di laporkan ke Kemenhut. " Karena dalam waktu dekat Menhut akan berkunjung ke PIKG Muara Sekalo,"sambung Sindi, dikonfirmasi via telpon, Minggu 23 Agustus 2026.
Ungkap Sindi, yang selama ini lanskap bukit tiga puluh hanya soal gajah, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan program protect tiga puluh. Bagaimana pengelolaan lanskap berkelanjutan, cara merawat alam dan lingkungan secara bersama-sama untuk melindungi ke anekaragaman hayati, menjaga fungsi ekosistem, meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat lokal tanpa merusak sumber daya masa depan,"ujar Sindi.
Program ini punya prinsip pengelolaan Lanskap bukit tiga puluh, pertama keterpaduan tata ruang, menyatukan fungsi kawasan lindung, area produksi, dan wilayah tempat tinggal secara seimbang.
" Selama ini gajah hidup di hutan produksi (HP), tapi secara berkala tiga-seminggu sekali keluar, di area yang bukan fungsi kawasannya bahkan melewati bukan lahan HP, tapi ujar Sindi, yang sudah ditempati oleh penduduk dan ini tidak bisa dicegah karena memang ada sungai dan lainnya.
Kedepan nanti kata Sindi, masyarakat akan diberdayakan biayanya bekerja sama pemerintah pusat dan perusahaan pemegang konsesi disitu. Selain itu akan ada hamparan rumput untuk pakan gajah dan masyarakat di berdayakan untuk mendapat penghasila.
" Prinsip utama kedua, kolaborasi multi pihak melibatkan pemerintah,warga lokal, LSM, dan swasta dalam pengambilan keputusan nantinya. Prinsip utama ketiga ialah keseimbangan ekologi dan ekonomi memastikan kegiatan perkebunan ramah lingkungan tidak merusak habitat satwa.
Spot-spot yang dilewati gajah sudah milik warga, kalau bisa jalan itu jangan di ganggu. " Karena gajah jalannya hanya satu tidak berpindah-pindah dia cuma lewat saja paling hanya beberapa meter, supaya kehidupan dan lingkungan terjaga sebab sifat gajah seperti itu,"imbuh Sindi.
Kemudian manfaat keanekaragaman hayati, pertama menjaga habitat asli, mencegah fragmentasi hutan agar satwa liar punya jalur jelajah yang aman, kedua mengurangi resiko kemudahan, info dari Dirjen KSDAE ada satwa terbesar mamalia yang hidup disitu, gajah, harimau, orang utan, tapir, beruang jika di bandingkan dengan taman nasional lain.
"Makanya di bukit tiga puluh banyak NGO, ada penangkaran orang utan dan itu yang harus dijaga atau protect. Yang terakhir jelas Sindi, menstabilkan iklim mikro, memelihara kesehatan tanah dan daur air yang menopang kehidupan flora fauna, harus dipelihara baik oleh pemerintah dan masyarakat sekitar termasuk perusahaan.
Sedangkan manfaat bagi warga ialah ketahanan pangan dan air, selain iti juga meningkatkan pendapatan, dan peluang usaha, seperti ekowisata, hasil hutan, pertanian dan ekologis. Sindi juga bilang ada kegiatan mitigasi bencana, seperti di ketahui bersama jalan biasa dilalui gajah, kanan kirinya saat kemarau ini terjadi kebakaran lahan, program protect ini yang harus segera dijalankan.
Reporter
ARDI

















