Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Jumat, 21 Agustus 2026

DD 2026 Gagal Salur Lantaran Silpa Lebih Dari 30℅ Belum Dibalikin, Kades Pematang Sapat Terancam SP3

Kadis PMD Kab Tebo, Abdul Malik, S.Pt, ME/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dilansir duasatu.net sebelumnya, bahwa gagal salurnya dana desa (DD) Pematang Sapat, Kecamatan Rimbo Bujang, tahun 2026, selain kepala desa (Kades) telah di kenakan berupa surat teguran tertulis kedua (SP2) oleh tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintahan desa Kabupaten Tebo, ternyata terdapat Silpa atau sisa dana anggaran tahun 2025 lalu belum di kembalikan. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, Abdul Malik di konfirmasi duasatu.net, Jum'at 21 Agustus 2026, menjelaskan, DD Pematang Sapat tahap 1 tahun 2026 ini gagal salur karena sesuai ketentuan peraturan menteri keuangan (PMK) bahwa Silpa tidak boleh lebih dari 30 persen. 

Desa Pematang Sapat saat ini ungkap Malik, Silpa nya di atas 30 persen, sehingga tidak bisa di salurkan salah satu syarat tidak terpenuhi untuk penyaluran DD,"tegasnya.

" DD tahap 1 tidak cair, untuk tahap 2 tentu juga tidak bakalan cair karena persyaratan untuk pencairan tahap 2 itu tahap 1 harus dapat di realisasikan minimal 70 persen,"lanjut Malik. 

" Untuk DD Pematang Sapat tahun 2026 memang tidak bisa di salurkan, tapi sambung Malik, kemarin ada staf kita masih berkoordinasi menindaklanjuti zoom meeting kemarin dengan Kemendes, sedang koordinasi dengan kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN) nanti seperti apa. 

Terkait nanti dilaksanakannya sisa yang 30 persen tahun sebelumnya bisa di salurkan apa tidak, kita masih menunggu itu, "imbuh Malik. 

Ungkap Malik, bahwa tahapan secara keseluruhan DD Pematang Sapat yang di salurkan tahun sebelumnya masih menjadi Silpa 30 persen. 

Sementara terkait dengan SP2 Kades Pematang Sapat, Malik menuturkan sebelumnya sudah disampaikan kepada Kades yang bersangkutan, saat ini tinggal menunggu SP3. 

" Mungkin dalam beberapa hari kedepan kalau tidak di tindaklanjuti oleh Kades, kita akan berikan SP3. Setelah SP3 kita akan rapat tim, karena pemberhentian sementara maupun permanen Kades itu harus di bahas dalam tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintahan desa," tutup Malik. 

Sementara itu Camat Rimbo Bujang, Siti Fatimah melalui pesan singkat menyatakan, bahwa rekomendasi tidak di berikan karena masih ada kewajiban Kades Pematang Sapat mengembalikan Silpa yang belum tertunaikan,"tulisnya singkat. 

Reporter
ARDI

Polres Tebo Musnahkan 10 Unit Rakit Tambang Emas Ilegal

Rakit tambang emas ilegal yang dimusnahkan Polres Tebo/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Polres Tebo tertibkan aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) di sejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dengan cara membakar rakit dan mesin dompeng yang beraktivitas di sungai. 

Kapolres Tebo melalui Kabag Ops AKP Jecky Arman Putra menegaskan, atas perintah pimpinan, kami telah melakukan penertiban aktivitas PETI atau ilegal mining. 

Jecky mengungkapkan, penertiban dan penindakan PETI yang dilakukan dengan cara membakar tersebut kita lakukan di sepanjang aliran sungai Batanghari melibatkan enam Polsek yaitu Tebo Ilir, Tengah Ilir, Sumay, VII Koto Ilir, VII Koto dan Tebo Ulu. 

" Saat penindakan, mereka para pelaku PETI, kebanyakan pada melarikan diri,"tegas Jecky, Kamis 20 Agustus 2026.

Kata Jecky, penindakan dan penertiban aktivitas PETI ini kita laksanakan secara rutin. Sementara dalam penindakan yang telah dilakukan lebih kurang ada 10 rakit yang di musnahkan dengan cara di bakar," ucapnya meyakini. 

Reporter
ARDI

Grand Launching KERATON UMKM Lebak Ruhay Resmi Dibuka Bupati, Jadi Wadah Penguatan Ekonomi Pelaku UMKM

Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- KERATON UMKM Lebak Ruhay resmi dilaunching pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lebak, Haji Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Lebak, Dandim Lebak, serta sejumlah unsur pemerintahan.

Grand launching tersebut turut dihadiri para tokoh ulama, tokoh pemuda, masyarakat, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor.

Kehadiran KERATON UMKM Lebak Ruhay digagas sebagai wadah untuk menampung, memfasilitasi, sekaligus memperluas akses pemasaran produk-produk UMKM Kabupaten Lebak.

Dalam sambutannya, Abah Elang Mangkubumi yang mewakili pihak KERATON UMKM Lebak Ruhay menyampaikan bahwa Kabupaten Lebak memiliki potensi besar di sektor UMKM. Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapatkan ruang dan fasilitas yang representatif agar mampu berkembang serta memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

“Para pelaku usaha di Lebak ini sangat berpotensi. Karena itu kami menggagas KERATON UMKM Lebak Ruhay sebagai wadah untuk menampung dan memfasilitasi para pelaku UMKM,” ujar Abah Elang Mangkubumi dalam sambutannya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 170 lebih pelaku UMKM yang telah terdaftar dan siap menjalankan aktivitas transaksi serta pemasaran produk di KERATON UMKM Lebak Ruhay.

Menurut Abah Elang Mangkubumi, keberadaan pusat UMKM tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan usaha hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Bupati Apresiasi KERATON UMKM Lebak Ruhay

Sementara itu, Bupati Lebak Haji Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengapresiasi hadirnya KERATON UMKM Lebak Ruhay. Ia menilai pelaku UMKM merupakan salah satu motor penggerak perekonomian daerah yang perlu terus mendapatkan dukungan dari seluruh pihak.

Menurut Bupati, pembangunan ekonomi daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Pelaku usaha, masyarakat, generasi muda dan berbagai elemen lainnya harus terlibat secara bersama-sama.

“UMKM merupakan motor penggerak ekonomi, termasuk di Kabupaten Lebak. Karena itu kami mengapresiasi hadirnya KERATON UMKM Lebak Ruhay ini,” kata Hasbi.

Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor UMKM. Menurutnya, kegiatan ekonomi berbasis UMKM bukan hanya menjadi ruang bagi kalangan orang tua, tetapi juga harus menjadi bagian dari gerakan generasi muda.

“UMKM bukan hanya untuk kaum tua. Kaum muda juga harus ikut bersama-sama membangun perekonomian melalui sektor UMKM,” tegasnya.

Bupati Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Premanisme

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hasbi juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyatakan akan menegakkan aturan secara tegas serta memastikan para pelaku UMKM dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan aman dan nyaman.

Apabila terdapat tindakan yang mengarah pada kekerasan, gangguan ataupun praktik premanisme terhadap pelaku usaha, Bupati meminta agar segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH).

Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelaku UMKM yang sedang berupaya menggerakkan perekonomian daerah, termasuk di kawasan KERATON UMKM Lebak Ruhay.

“Kalau ada pelaku UMKM yang merasa terganggu oleh tindakan kekerasan atau premanisme, segera laporkan kepada aparat penegak hukum. Kita akan tindak tegas,” ujarnya.

Bupati Tinjau Langsung Produk UMKM

Usai rangkaian seremoni grand launching, Bupati Lebak kemudian meninjau langsung lokasi KERATON UMKM Lebak Ruhay.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati berinteraksi dengan para pelaku UMKM dan melihat secara langsung berbagai produk yang dipasarkan. Kehadiran para pelaku usaha dari berbagai sektor menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat di Kabupaten Lebak.

Grand launching KERATON UMKM Lebak Ruhay diharapkan menjadi momentum baru bagi pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lebak.

Dengan dukungan pemerintah, Forkopimda, tokoh ulama, tokoh pemuda, masyarakat dan para pelaku usaha, KERATON UMKM Lebak Ruhay diharapkan mampu menjadi salah satu sentra perdagangan sekaligus promosi produk lokal Lebak, serta membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Reporter
A ABDULROHIM

Semangat Hari Juang Polri, Kapolres Lebak Dorong Personel Berikan Pelayanan Terbaik

Kapolres Lebak AKBP, SH, S.IK, M.Si/foto: dok Polres Lebak

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Kapolres Lebak AKBP Arninsi, pimpin upacara peringatab Hari Juang Polri yang di laksanakan di Lapangan Mapolres Lebak, Jum’at 21 Agustus 2026.

Upacara tersebut di ikuti oleh Wakapolres Lebak Kompol Eddy Prastyo, para Pejabat Utama (PJU) Polres Lebak, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Lebak.

Dalam pelaksanaan upacara, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap sejarah perjuangan serta pengabdian insan Bhayangkara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Lebak AKBP Arninsi dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk mengenang nilai-nilai perjuangan, pengabdian dan pengorbanan para pendahulu Polri.

“Peringatan Hari Juang Polri bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk meneladani semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu Polri. Nilai-nilai tersebut harus terus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar AKBP Arninsi.

Kapolres juga menekankan kepada seluruh personel agar terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadikan semangat Hari Juang Polri sebagai motivasi untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Laksanakan tugas dengan humanis, profesional, bertanggung jawab dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, AKBP Arninsi mengajak seluruh personel Polres Lebak untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas, serta memperkuat sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lebak.

“Semoga semangat perjuangan para pendahulu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan hadir sebagai Polri yang Presisi, humanis serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Reporter
A ABDULROHIM

Kamis, 20 Agustus 2026

Ka Bakeuda Tebo: KUA PPAS Telah di Sepakati, Saat Ini Sedang Nunggu Input RKA Untuk RAPBD 2027

Kepala Bakeuda Kab Tebo, Hendry Nora/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Diketahui
bahwa badan anggaran (Banggar) DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi telah merampungkan dan menyepakati hasil dalam rapat pembahasan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS), namun berapa angka rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) tahun 2027 untuk saat ini belum bisa di ketahui. 

Berkaitan dengan hal itu kepala badan keuangan daerah (Bakeuda) Kab Tebo, Hendry Nora di hubungi via telpon menjelaskan, bahwa untuk KUA PPAS 2027 sudah di sepakati pada Selasa 11 Agustus 2026 kemarin. 

Meski KUA PPAS 2027 sudah di sepakati antara tim Banggar DPRD bersama TAPD Kab Tebo, Hendry Nora menegaskan, bahwa untuk angka RAPBD finalnya kita masih menunggu tahap penginputan terhadap rencana kerja anggaran (RKA) organisasi perangkat daerah (OPD) yang saat ini sedang dalam proses. 

Saat ini kata Hendry Nora, kita sedang menunggu input dari OPD, kalau sudah selesai baru bisa kita ketahui angka RAPBD untuk tahun 2027,"ujarnya.

" Kita tunggu tahapan input RKA untuk RAPBD selesai minggu depan. Setelah itu baru angka RAPBD nya muncul," pungkas Hendry Nora singkat. 

Reporter
ARDI

DD Tahun 2026 Gagal Salur, Dinas PMD Kab Tebo: Kades Pematang Sapat di Sanksi SP2

Kabid Pemdes Kel, Kab Tebo, Prayitno/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Desa Pematang Sapat, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, di jatuhi sanksi surat peringatan kedua (SP2) lantaran dana desa (DD) tahun 2026, gagal salur. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, melalui Kabid pemerintahan dan kelembagaan desa (Pemdes Kel), Prayitno, membenarkan, bahwa dari 122 desa hanya 1 desa yang gagal salur DD di tahun 2026 yaitu Pematang Sapat. 

Prayitno menyebutkan, penyebab desa Pematang Sapat gagal salur DD tahun 2026 ini Camat tidak mau memberikan rekomendasinya,"ujarnya via telpon, Kamis 20 Agustus 2026.

" Syarat salur DD ungkap Prayitno, adalah surat rekomendasi dari Camat, apabila Camat merekomendasikan, dinas PMD siap untuk memprosesnya,"tegasnya.

Lebih lanjut Prayitno menjelaskan, apabila tahap satu gagal salur otomatis tahap dua juga gagal karena syarat salur tahap dua berdasarkan laporan realisasi tahap satu. 

" Sebenarnya sekarang ini DD tahun 2026 tersebut sudah masuk tahap dua," lanjutnya. 

Dengan gagal salurnya DD, sejak 29 Juli 2026, kepala desa (Kades) Pematang Sapat sudah di kenakan sanksi berupa SP2,"ucap Prayitno. 

Sementara hingga berita ini di tulis, Kades Pematang Sapat, Ridwan di konfirmasi melalui sambungan telpon maupun pesan whatsapp, belum berkenan memberi tanggapannya. 

Reporter
ARDI

Rabu, 19 Agustus 2026

Kebakaran Lahan di Mengupeh, Telago Mudo, Jalan 21 Unit 1 dan di Stadion Berhasil Ditangani Damkarmat Kab Tebo

Penanganan kebakaran lahan pemukiman warga, di stadion Sri Maharaja Batu, Tebo Tengah oleh petugas Damkarmat Kab Tebo/foto: dok Damkarmat

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Puncak fenomena El Nino, musim kemarau ekstrem yang terjadi saat ini, masyarakat, perusahaan perkebunan dan pemegang konsesi di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi untuk berhati-hati pasalnya hingga saat ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) hampir setiap hari terjadi. 

Kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Kab Tebo, melalui Kabid Damkarmat, Habibie, mengungkapkan, bahwa selama dua hari ini, Selasa 18 - Rabu 19 Agustus 2026, telah menangani pemadaman kebakaran lahan di empat Kecamatan berbeda. 

Habibie mengatakan, kemarin pada Selasa 18 Agustus 2026 ada dua kejadian kebakaran lahan, pertama di desa Mengupeh Kec Tengah Ilir dan yang kedua di desa Telago Mudo Kec Tebo Ulu. 

Sekira pukul 12.39 Wib mendapat laporan telah terjadi kebakaran lahan di desa Mengupeh di pemukiman pondok pesantren (Ponpes) berkat kesigapan dapat kita tangani dengan luasan sekitar 2 hektar," jelas Habibie, Rabu 19 Agustus 2026.

" Untuk kebakaran lahan yang terjadi di desa Telago Mudo, lanjut Habibie, kita mendapat laporan sekira pukul 4.00 Wib sore kemarin, juga berhasil di tangani dengan luas sekitar 1 hektar. 

Sedangkan untuk hari ini Rabu 19 Agustus 2026, ungkap Habibie, sekira pukul 01.15 Wib siang ini kita kembali mendapat laporan kebakaran lahan di jalan 21 unit 1 Kec Rimbo Bujang. 

Armada kita yang berada di pos Rimbo Bujang langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman dan lahan yang terbakar lebih kurang 1 hektar tersebut sudah dalam status hijau,"kata Habibie. 

Kemudian yang terakhir sekira pukul 02.00 Wib siang tadi, kita dapat laporan telah terjadi kebakaran lahan lebih kurang 20 tumbuk dekat pemukiman warga di Gor/stadion Sri Maharaja Batu, Kec Tebo Tengah, berhasil di padamkan. 

Sementara penyebab kebakaran lahan yang terjadi sejak kemarin sampai hari ini masih dalam penyelidikan. " Kami selalu berpesan kepada masyarakat di musim panas sekarang ini untuk selalu berhati-hati terutama saat membakar sampah di dekat areal lahan hendaknya diperhatikan dan di awasi,"pinta Habibie. 

Reporter
ARDI

Galaag Sumatera XII Muara Tebo Imbau Warga dan Pemegang Konsesi Berhati-Hati Memasuki Puncak El Nino

Dan Ops Sumatera XII Muara Tebo, Tatak Jalurariva/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Puncak El Nino yang sedang terjadi saat ini kepada masyarakat dihimbau untuk lebih berhati-hati dan waspada yang berhubungan dengan api apalagi membakar sampah dan pembukaan lahan,"ujar komandan operasional (Dan ops) Manggala Agni (Galaag) Sumatera XII Muara Tebo, Selasa 18 Agustus 2026.

" Kita tidak bisa menghitung dan merencanakan karena tiba-tiba bisa membesar tanpa di sadari,"sambung Tatak. 

Tatak mengungkapkan, tentunya kalau untuk mitra-mitra stakeholder dari pemegang konsesi atau perkebunan, tentunya secara aturan dan undang-undang wajib memiliki regu pemadam kebakaran berikut sarana dan prasarana (Sarpras) nya. 

" Karena semua punya tanggungjawab untuk bidang pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),"tegas Tatak. 

Reporter
ARDI

Selasa, 18 Agustus 2026

BPBD Kab Tebo Bilang, Lahan Mitra PT Bajabang Yang Terbakar Sekitar 7 Hektar

Kebakaran lahan perkebunan karet mitra PT Bajabang di Muara Kilis, Kec Tengah Ilir/foto: dok BPBD Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Sekitar pukul 1.00 Wib siang kami mendapat laporan bahwa lahan perkebunan karet, mitra PT Bajabang di Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Sabtu 15 Agustus 2026 terjadi kebakaran,"ujar kepala BPBD Tebo, Joko Ardiawan, Senin 17 Agustus 2026.

" Kami dengan Satgas Karhutla Kab Tebo BPBD, TNI-Polri, regu pemadam kebakaran PT Bajabang dan masyarakat setempat melakukan pemadaman hingga menjelang magrib," kata Joko. 

" Luas lahan yang terbakar 7 hektar merupakan area pengguna lain (APL)," lanjutnya. 

Proses pemadaman mengalami kendala karena lokasi lahan berbukit dan curam sehingga sulit untuk di akses, namun begitu lahan mitra PT Bajabang tersebut berhasil di padamkan, "sebut Joko. 

Reporter
ARDI

Manggala Agni Daops Sumatera XII/Muara Tebo, Status Sementara Lahan Terbakar di Muara Sekalo APL

Pemadaman lahan di desa Muara Sekalo, Kec Sumay oleh petugas Manggala Agni Daops Sumatera XII/Muara Tebo/foto: dok Galag Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Manggala Agni Daops Sumatera XII/Muara Tebo, berhasil melakukan pemadaman kebakaran lahan yang terjadi pada Sabtu 15 Agustus 2026, di desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi. 

Komandan Daops Sumatera XII/Muara Tebo, Tatak Jalurariva, membenarkan, telah menindaklanjuti pemadaman darat di desa Muara Sekalo, Kec Sumay, Kab Tebo, pada tanggal 15-16 Agustus 2026.

" Kami mendapat informasi dari kepala seksi (Kasi) konservasi balai KSDA Prov Jambi, untuk tindaklanjuti pemadaman darat. Pemadaman kami laksanakan selama dua hari dengan luas terbakar kurang lebih 2,5 hektar dengan berhasil di padamkan oleh tim Satgas Kab Tebo, 0,75 hektar,"ungkap Tatak, ditemui di kantornya, Selasa 18 Agustus 2026.

" Untuk kondisi terakhir pada tanggal 16 Agustus 2026, sudah kami laporkan padam total,"ujar Tatak. 

Tatak menegaskan, lahan yang terbakar untuk status sementara kami laporkan, area pengguna lain (APL), jadi secara spesifik mungkin itu yang kami laporkan," tegasnya.

Reporter
ARDI

Senin, 17 Agustus 2026

BKSDA: Kebakaran Lahan di Desa Muara Sekalo, Tebo-Jambi Berdampak Pada Pergerakan Gajah

Kawanan gajah dekat lokasi lahan yang terbakar di desa Muara Sekalo, Kec.Sumay /foto: dok warga

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terus meningkat, terutama di daerah rawan seperti di Kecamatan Sumay, dan salah satunya desa Muara Sekalo, di lahan area penguna lain (APL) yang bersinggungan dengan habitat jalur lintasan gajah. 

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan mengatakan, bahwa kami mendapat laporan di desa Muara Sekalo Kec Sumay, di hari dan jam yang sama pada saat kami monitoring, Sabtu 15 Agustus 2026, kita sudah berkoordinasi dengan Manggala Agni yang memadamkan di areal tersebut dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektar. 

Status lahan di areal tersebut sudah padam dan ini merupakan kerjasama yang baik dengan seluruh tim Satgas, TNI-Polri dan TRC Manggala Agni,"kata Joko, Senin 17 Agustus 2026.

" Dari total jumlah lluas lahan terbakar sampai saat ini di Kab Tebo, sudah mencapai 48, 26 hektar,"ungkapnya.

Kebakaran lahan yang bersinggungan dengan lintasan gajah di desa Muara Sekalo ini, Joko menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan dari balai konservasi sumber daya alam (BKSDA), kami juga memantau itu, agar jangan sampai satwa gajah terdampak dan ini harus segera kita lakukan pemadaman. 

" Saat ini lahan yang terbakar tersebut sudah padam, Joko berharap semoga tidak mengganggu habitat gajah.

Joko menambahkan, lahan yang terbakar merupakan lahan masyarakat yang berada di desa Muara Sekalo,"ucapnya meyakini.

Sementara itu Dan Ops Manggala Agni, Kab Tebo, Tata Jalurariva, melalui sambungan telpon membenarkan, pihaknya telah melakukan pemadaman kebakaran lahan APL, di desa Muara Sekalo. 

" Luas lahan yang berhasil di tangani Manggala Agni sekitar 2,5 hektar," jelasnya singkat. 

Terkait dengan kebakaran lahan di Muara Sekalo yang diduga berdampak terhadap habitat gajah, Kasi Wilayah BKSDA Kab Tebo, Ito Martialis, berujar, bahwa lokasi kebakaran lahan yang terjadi beberapa hari lalu itu berada di APL, berdekatan dengan bina usaha pemanfaatan hutan (BUPH) dan areanya memang disitu salah satu titik migrasi atau pergerakan gajah. 

" Tapi kalau status konservasi disitu area APL, jadi tidak ada kawasan konservasi berbatasan dengan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) lestari asri jaya (LAJ) dan posisi BUPH nya itu dalam kawasan hutan produksi (HP) namun itu masih di luarnya tapi berdekatan. 

Ito memastikan, kebakaran lahan yang terjadi kemarin pastinya terkendala dan berdampak dengan pergerakan gajah, selalu ada hambatan dalam bermigrasi, meski bisa melewati tapi beresiko bagi gajah terutama anak dan induknya. 

" Kalau kebakaran kemarin tidak segera di antisipasi dapat meluas dan sangat berdampak terhadap pergerakan gajah," ucap Ito. 

Reporter
ARDI

Oknum Kades Intervensi Terhadap Kerja Jurnalis Saat Peliputan, SMSI Kab Lebak Angkat Bicara

Ketua SMSI Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Deni Ismayadi/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Deni Ismayadi, angkat bicara terkait insiden yang terjadi pada Minggu 16 Agustus 2026 di Kecamatan Malingping. Insiden tersebut menyangkut dugaan sikap arogansi seorang kepala desa (Kades) yang melakukan intervensi terhadap kerja jurnalis saat melakukan peliputan.

Menurut Deni, tindakan menantang dan bersikap arogan kepada siapapun, terlebih kepada insan pers, merupakan sikap yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.

“Sikap seorang Kades tidak pantas menunjukan arogansi apalagi menantang berkelahi kepada siapapun, terlebih insan pers yang bekerja untuk mengungkap kasus,” ujarnya, Senin 17 Agustus 2026.

Deni menilai, ketika ada persoalan yang di sorot media, seharusnya Kades mengedepankan sikap bijaksana. Hak jawab dan klarifikasi adalah jalur yang benar ketika di konfirmasi wartawan.

“ Ketika terjadi masalah sebaiknya Kades lebih bersikap bijaksana dan mengedepankan hak jawab atau klarifikasi ketika dikonfirmasi wartawan,” kata lagi.

Deni meminta agar setiap persoalan di selesaikan sesuai prosedur hukum dan tidak dengan intimidasi.

“ Apabila ada persoalan mengenai dugaan penyelewengan anggaran pekerjaan seharusnya sampaikan penjelasan yang objektif, jangan malah melakukan intervensi. Itu terlalu arogan, tidak pantas sikap kepala desa seperti itu. Negara ini negara hukum, semua ada prosedurnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, Deni mengutuk keras tindakan oknum kepala desa tersebut dan meminta yang bersangkutan segera menyampaikan klarifikasi atau hak jawab di media.

“ Saya minta yang bersangkutan segera klarifikasi dan minta maaf. Jangan sampai kepercayaan publik kepada pemerintah desa justru rusak karena ulah oknum,” pungkasnya.

Hingga berita ini di tulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kades yang bersangkutan terkait insiden tersebut.

Reporter
A ABDULROHIM

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional