Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Senin, 02 November 2026

Begini Penuturan Tiga Kepala OPD Penerima Banpres Untuk Penanganan Karhutla di Kab Tebo

Gbr: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Joko Ardiawan, mengatakan, bahwa berdasarkan hasil rapat zoom yang kami ikuti pada Jum'at 30 Oktober 2026 kemarin, bahwa untuk penggunaan bantuan presiden (Banpres) disesuaikan dengan surat edaran menteri dalam negeri (SE Mendagri) tertanggal 23 Oktober 2026.

Penggunaan Banpres tersebut untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di Kab Tebo, untuk mengalokasikan atau menggunakan dana tersebut yang intinya sesuai dengan SE, untuk operasional penanggulangan Karhutla, pengadaan Sarpras, alat pelindung diri (APD) atau pakaian pemadam kebakaran,"ujar Joko, ditemui dikantornya, Senin 2 November 2026.

" Kemudian lanjut Joko, pengadaan selang ada juga kendaraan operasional yang kita adakan untuk penanganan Karhutla di Kab Tebo pada tahun ini. Selain itu power suplay atau water tank, kemudian mobil juga kendaraan roda dua untuk patroli dan monitoring penanganan Karhutla serta antisipasi dapat digunakan buat tahun-tahun mendatang. 

BPBD sendiri sudah diperintahkan untuk menganggarkan dengan alokasi dana sekitar Rp6,6 milyar, kita harapkan sesuai surat perintah atau SE yang sudah di edarkan dengan harapan dapat menangani kejadian Karhutla di Kab Tebo dalam waktu singkat dan cepat serta tetap mengutamakan keselamatan keamanan dari personil yang ada terkait penanganan Karhutla di Kab Tebo,"ucap Joko. 

Sementara itu selain BPBD, kepala dinas (Kadis) pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat), Riswan Pasaribu menuturkan, terkait Banpres untuk Kab Tebo ada beberapa OPD yang dapat bantuan, salah satunya ialah Damkar. 

" Untuk kita dinas Damkar, dialokasikan sebesar Rp2,3 milyar, dari anggaran itu ungkap Riswan, akan dibelikan satu unit armada water suplay, kendaraan bermotor roda dua, dan alat-alat yang di perlukan untuk dilapangan seperti selang dan lain-lain. 

Riswan menegaskan, bahwa Damkar juga masuk dalam Tim Satgas Karhutla Kab Tebo, jadi memang kita siaga selalu untuk menangani Karhutla disamping tugas kita diluar permukiman. 

" Kalau untuk realisasi Banpres harus selesai dalam tahun ini, tidak boleh lagi ada pembayaran di tahun 2027, harus di selesaikan dan kita upayakan dalam dua bulan ini,"tegas Riswan. 

Selain BPBD dan Damkarmat Kab Tebo, penerima Banpres untuk penanganan Karhutla, ialah dinas kesehatan (Dinkes) Kab Tebo. Kadinkes Tebo Riana Elizabeth menjelaskan, bahwa untuk Dinkes kita mendapatkan anggaran Banpres sebesar Rp1 milyar yang akan kita gunakan untuk membeli obat-obat inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kemudian vitamin, tabung oksigen beserta  regulator dan selang oksigennya. 

" Kita juga akan beli oksigen yang fortable bisa langsung dipakai dan di bawa kemana-mana. Riana berharap semoga dengan adanya bantuan ini kebutuhan masyarakat terpenuhi, karena memang kemarin kasus ISPA kita sempat meningkat. 

Dengan adanya bantuan ini kita beli obat-obat ISPA, tabung oksigen, harapannya kebutuhan masyarakat terpenuhi. Namun untuk pelaksanaan Banpres ini, kami masih menunggu petunjuk setelah pergeseran ini menunggu petunjuk selanjutnya, pada prinsipnya kami siap," pungkas Riana. 

Reporter
ARDI

Hearing Bersama OPD Bahas APBD 2027, Waka DPRD Tebo Bilang TKD Tahun Depan Berkurang Lagi

Wakil ketua I DPRD, Ihsanuddin, SP/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) hari ini Senin 2 November 2026 melakukan hearing dengan Komisi 1, 2 dan 3 dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) dalam rangka pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) tahun 2027.

Melalui Wakil Ketua (Waka) 1 DPRD Tebo, Ihsanuddin menjelaskan, bahwa hari ini merupakan hari pertama kita melakukan pembahasan APBD Tebo tahun 2027, yang akan dilaksanakan selama dua hari. 

Meski demikian anggarannya masih dalam kondisi efisiensi namun kawan-kawan OPD tetap serius mengikuti untuk mendalami pembahasan APBD 2027, karena ini terkait dengan kebutuhan masyarakat,"imbuh Ihsanuddin. 

Ihsan menyebutkan bahwa transfer ke daerah (TKD) dari pusat masih sama seperti tahun sebelumnya mengalami penurunan diangka 30 s/d 40 persenan," ungkapnya. 

Lanjut Ihsan, meski TKD menurun, yang jelas untuk pelayanan publik kepada masyarakat harus tetap berjalan, kita juga menekankan kepada OPD tetap berjalan seperti biasa jangan gara-gara efisiensi pelayanan terhadap masyarakat berkurang. 

" Walaupun TKD dari pusat berkurang, namun seperti dalam bentuk fisik melalui dana dari APBN cukup besar juga yang masuk ke Kab Tebo,"kata Ihsan. 

Reporter
ARDI

Inspektorat Kab Tebo Ekspose Internal Hasil Audit DD Sungai Rambai Tahun 2025

Inspektur Kab Tebo, Nafri Junaidi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Hasil audit investigasi yang dilakukan oleh Inspektorat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terhadap dana desa (DD) Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, tahun anggaran 2025, dipastikan telah rampung. 

Berkaitan dengan hal tersebut kepala Inspektorat Kab Tebo, Nafri Junaidi, usai mengikuti hearing organisasi perangkat daerah (OPD) di gedung dewan perwakilan rakyat (DPRD) Tebo, menyatakan, bahwa audit DD Sungai Rambai telah rampung. 

" Untuk permasalahan desa Sungai Rambai, internal kita di Inspektorat sudah melakukan ekspose dan saat ini tinggal melakukan beberapa perbaikan dari hasil ekspose tersebut,"ujar Nafri Junaidi, Senin 2 November 2026.

Nafri Junaidi melanjutkan, setelah di lakukannya ekspose ini, untuk penyempurnaan laporan, dalam waktu dekat kita akan ekspose lagi dengan pihak Polres Tebo,"tegasnya.

Sambung Nafri, hasil audit yang di lakukan oleh Inspektorat ini adalah DD Sungai Rambai tahun 2025,"pungkasnya singkat.

Reporter
ARDI

Rp10 Milyar Banpres Sudah di RKUD Kab Tebo Saat Ini Sedang Proses Pergeseran Ke OPD Penerima

Kepala Bakeuda Kab Tebo, Hendry Nora/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tebo, Provinsi Jambi melalui badan keuangan daerah (Bakeuda) memastikan bantuan presiden (Banpres) untuk penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) senilai Rp10 milyar sudah berada di rekening keuntungan umum daerah (RKUD). 

Kepala Bakeuda Kab Tebo Hendry Nora melalui pesan whatsapp, Senin 2 November 2026, memastikan bahwa Banpres untuk penanganan Karhutla keuangannya sudah masuk senilai Rp10 milyar ke RKUD. 

Namun untuk saat ini keuangan Banpres tersebut sedang dalam proses untuk di lakukan pergeseran ke OPD penerima Banpres. Antara lain BPBD, Damkarmat dan Dinkes,"tulis Hendry Nora singkat. 

Reporter
ARDI

Minggu, 01 November 2026

Pemkab Tebo Bakal Legalkan Peti Melalui WPR, Tapi Tunggu Setelah Kab Merangin Kelar

Kaban Kesbangpol Kab Tebo, Sugiyarto/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo, mengklaim sudah berwacana bakal melegalkan penambangan emas tanpa izin (Peti) yang dilakukan oleh masyarakat untuk menjadi wilayah pertambangan rakyat (WPR). 

Hal tersebut diungkap oleh Pemkab Tebo melalui kepala badan (Kaban) kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol), Sugiyarto, kepada sejumlah wartawan di temui dikantornya, Jum'at 30 Oktober 2026, bahwa secara regulasi Bupati sudah mengeluarkan surat edaran. 

" Kemudian kita juga sudah ada wacana untuk mengurus WPR nya, cuma info yang kami dapat saat ini yang sedang berproses itu di Kab Merangin,"kata Sugiyarto. 

" Info terakhir, kalau Merangin kelar kita Kab Tebo juga akan menyusul mengikuti itu,"kata Sugiyarto lagi. 

Titik lokasi yang bakal di legalkan lanjut Sugiyarto, pada prinsipnya di setiap Kecamatan akan diusulkan, tapi nanti akan ditentukan terlebih dahulu oleh tim mana yang layak dan memenuhi syarat. 

" Kalau menurut kacamata kita dan tim itu tentu berbeda, selama ini lokasi pertambangan itu dekat jalan umum dan dusun, mungkin kalau secara analisis dampak lingkungan (Amdal) itu tidak akan di izinkan karena mengancam jalan dan dusun itu sendiri yang letaknya dekat dengan daerah aliran sungai (DAS)," tegas Sugiyarto. 

Reporter
ARDI

Kab Tebo Terima Banpres Rp10 Milyar Untuk Penanganan Karhutla, Begini Kata BPBD

Kepala BPBD Kab Tebo, Joko Ardiawan/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kabupaten Tebo menerima bantuan dari presiden (Banpres) sebesar Rp10 milyar pada Oktober 2026, untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) 

Banpres tersebut merupakan bagian alokasi tahap kedua senilai Rp40 milyar yang dikucurkan pemerintah pusat untuk empat Kabupaten di Prov Jambi, Selasa 27 Oktober 2026, dikutip dari Antara. 

Sementara itu penyaluran tahap kedua ditujukan kepada empat Kabupaten lainnya yakni, Kab Merangin, Muaro Jambi, Tebo dan Bungo. 

Diketahui sebelumnya wakil gubernur (Wagub) Jambi H Abdullah Sani juga pernah menyampaikan walaupun tidak merinci secara detail kepada sejumlah wartawan usai mengikuti rapat paripurna istimewa hari ulang tahun (HUT) Kab Tebo ke 27, pada Senin 13 Oktober 2026, bahwa Tebo mendapat bantuan dari pusat untuk penanganan Karhutla. 

Meski enggan menyampaikan secara terbuka, kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan, kepada sejumlah wartawan, Jum'at 30 Oktober 2026, mengatakan, berdasarkan hasil rapat koordinasi (Rakor) Karhutla yang kami ikuti kemarin dengan wakil bupati (Wabup) Tebo, beberapa hari lalu di Jambi, memang untuk penanganan di Kab Tebo masih menunggu petunjuk dan arahan dari Pusat, adanya Banpres. 

Joko melanjutkan, kami tetap berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk dapat melakukan penyerapan seluruhnya dan digunakan untuk penanganan Karhutla di wilayah Kab Tebo,"imbuhnya.

Ditanya soal Banpres tersebut berupa apa, Joko bilang, kami tetap menunggu aturan lebih lanjut dan surat edaran yang ada, apabila nanti kami diminta untuk melakukan penganggaran kami siap melakukan itu, dan sekarang masih berproses terkait dengan itu, melaksanakan sesuai dengan petunjuk yang ada. 

" Pasca Rakor Karhutla di Prov Jambi, di akui Joko, sudah ada Rakor di Kab Tebo, karena ini menyesuaikan dengan petunjuk yang sudah diterima dan tetap berkoordinasi kepada pihak-pihak terkait seperti badan keuangan daerah (Bakeuda), dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) dan OPD terkait yang menggunakan atau di alokasikan dana tersebut,"pungkasnya.

Reporter
ARDI

Sabtu, 31 Oktober 2026

Kebakaran Meluluhlantakkan Pasar Unit 6 Desa Tirta Kencana, Kab Tebo, 4 Unit Armada Dikerahkan

Pasar unit 6 Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Empat unit armada dinas pemadam kebakaran dan penyelamat (Damkarmat) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, diantaranya dua unit Pos Rimbo Bujang, satu unit dari Pos Mako dan satu Pos Tebo Ulu, dikerahkan untuk berjibaku memadamkan kebakaran yang meluluhlantakkan kawasan Pasar unit 6, desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, sekira pukul 20.30 Wib malam, Sabtu 31 Oktober 2026.

Api yang berkobar dan membumbung tinggi mengundang perhatian warga setempat berupaya melihat langsung proses pemadaman kebakaran yang di lakukan oleh petugas Damkarmat agar tidak meluas dan merembet ke bangunan lainnya. 

Melalui pesan whatsapp, kepala dinas Damkarmat Kab Tebo melalui Kabid Damkarmat, menyebutkan, bahwa empat unit armada diantaranya dua unit dari Pos Rimbo Bujang, satu unit Pos Mako dan satu lagi dari Pos Tebo Ulu, di kerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut," tulisnya. 

Hingga berita ini ditulis Damkarmat Kab Tebo belum dapat menyampaikan keterangannya terkait dengan penyebab kebakaran maupun kerugian para korban, petugas masih berupaya melaksanakan pemadaman dilokasi," tutupnya.

Reporter
ARDI

Peduli Warga dan Lingkungan, Hallonews Gelar Tiga Aksi Sosial di Pandeglang

Foto: Ist

PANDEGLANG,DUASATU.NET- Kepedulian terhadap masyarakat dan kelestarian lingkungan diwujudkan Hallonews bersama Dompet Dhuafa melalui serangkaian aksi sosial di Kampung Kadu Jogja, Desa Carita, Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, Jumat (30/10/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja (Raker) Hallonews 2026 tersebut meliputi penanaman 200 bibit pohon buah, pembagian ratusan paket sembako, serta pelayanan pengobatan gratis bagi sekitar 200 warga.

Tiga kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian Hallonews terhadap persoalan lingkungan sekaligus kebutuhan sosial dan kesehatan masyarakat.

Penanaman pohon menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. 

Aksi penghijauan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memperindah lingkungan, tetapi juga sebagai upaya menjaga keseimbangan alam dan membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya merawat lingkungan.

Pemimpin Redaksi Hallonews Sumber Rajasa Ginting mengatakan, penanaman pohon merupakan investasi lingkungan yang manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Menurut dia, pohon yang ditanam hari ini bukan sekadar tanaman, melainkan simbol harapan, kehidupan, dan tanggung jawab bersama terhadap kelestarian alam.

"Pohon yang kita tanam hari ini bukan sekadar tanaman yang ditancapkan ke tanah. Pohon ini merupakan simbol harapan, kehidupan, dan tanggung jawab kita terhadap masa depan," ujar Ginting.

Dia menegaskan, keberhasilan penghijauan tidak cukup diukur dari banyaknya bibit yang ditanam. Komitmen untuk merawat dan memastikan pohon tumbuh dengan baik juga menjadi bagian penting dari gerakan tersebut.

"Jangan sampai kita hanya bangga menanam, tetapi lupa memelihara," tegasnya.

Selain penghijauan, Hallonews bersama Dompet Dhuafa juga menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat setempat.

Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi keluarga penerima manfaat.

Camat Carita Marda mengapresiasi kegiatan sosial yang digelar Hallonews bersama Dompet Dhuafa. 

Menurut dia, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga Kampung Kadu Jogja yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

“Atas nama masyarakat Kecamatan Carita, kami mengucapkan terima kasih. Ini merupakan kesempatan yang sangat baik bagi masyarakat, khususnya warga Kampung Kadu Jogja, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” kata Marda.

Dia berharap kolaborasi antara media, lembaga sosial, pemerintah, dan masyarakat dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak warga yang merasakan manfaatnya.

Marda juga mengapresiasi kegiatan penanaman pohon dan mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga bibit yang telah ditanam.

Menurut dia, penghijauan harus disertai pemeliharaan agar pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang.


Salah seorang warga, Juminten (56), mengaku bersyukur menerima bantuan sembako sekaligus mendapatkan kesempatan mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis.

Dia mengatakan, kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung karena warga bisa memperoleh bantuan kebutuhan pokok dan memeriksakan kondisi kesehatan tanpa dipungut biaya.

"Saya tadi melakukan pengecekan darah dan penyakit yang dialami. Obat yang diberikan ada lima jenis. Saya senang mendapatkan sembako lengkap dan gratis," kata Juminten.

Dia berharap kegiatan pengobatan gratis dapat kembali dilaksanakan karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan.

"Harapannya pengobatan gratis ini jangan hanya sekali saja. Kalau bisa sebulan dua kali diadakan di sini," ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, sekitar 200 warga mendapatkan pelayanan pemeriksaan kesehatan dan obat-obatan secara gratis. 

Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari lanjut usia (lansia), ibu-ibu hingga balita.

Rangkaian aksi sosial tersebut melibatkan jajaran pimpinan Hallonews, perwakilan Dompet Dhuafa Banten, unsur pemerintah daerah, kepolisian, perangkat desa, serta tokoh masyarakat.

Melalui rangkaian Raker Hallonews 2026 ini, Hallonews ingin memperluas peran media agar tidak hanya menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga hadir melalui kegiatan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Penanaman pohon, pembagian sembako, dan pengobatan gratis menjadi tiga wujud kepedulian yang saling melengkapi, mulai dari menjaga kelestarian alam, membantu kebutuhan masyarakat, hingga meningkatkan akses pelayanan kesehatan.

Kolaborasi bersama Dompet Dhuafa tersebut diharapkan dapat memperkuat semangat gotong royong dan mendorong lebih banyak pihak untuk terlibat dalam kegiatan sosial serta pelestarian lingkungan.

Reporter
A ABDULROHIM

Dinas PUPR Tebo: Progres Jalan Reged Beton Dibiayai Pinjaman Daerah Dari PT SMI Sudah 57 Persen

Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kab Tebo, Nusa Suryadi/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kepala dinas (Kadis) pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, melalui Kabid bina marga Nusa Suryadi, memastikan progres pekerjaan jalan reged beton dibiayai pinjaman daerah dari pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) dikerjakan oleh PT SRA, jelang akhir tahun 2026 sudah mencapai 57, 38 persen," ujarnya, Kamis 29 Oktober 2026, ditemui dikantornya. 

Progres pekerjaan tersebut rencananya 56 persen, jadi ada plus 0,82 persen sampai minggu ke 18 pada tanggal 25 Oktober 2026 kemarin,"lanjut Nusa. 

" Nanti memasuki minggu ke 19, hari Minggu 1 November 2026 nanti akan kembali di Opname atau proses pemeriksaan, pengukuran dan pencatatan hasil pekerjaan fisik di lapangan,"ungkap Nusa. 

Sesuai schedule pekerjaan jalan reged beton dibiayai PT SMI senilai Rp46 milyar akan berakhir hingga 19 Desember 2026.

Sementara untuk jalan reged beton penyebrangan desa Benteng Kurung, Kec VII Koto Ilir, ungkap Nusa, baru selesai lelang, di menangkan oleh CV Rasuan Jaya. Saat ini tinggal menunggu kontrak, dengan nilai Pagu Rp2,7 milyar, sumber dana APBD P 2026, dengan panjang jalan yang bakal di kerjakan sekitar lebih kurang 750 meter,"tutupnya.

Reporter
ARDI

Masih Berpotensi, Status Siaga Darurat Karhutla di Kab Tebo Diperpanjang Hingga Akhir November 2026

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi kembali dilakukan perpanjangan hingga akhir bulan November 2026 mendatang. 

Hal tersebut disampaikan oleh kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan, kepada duasatu.net bahwa berdasarkan informasi badan meteorologi klimatologi geofisika (BMKG) dan BPBD Prov Jambi, kita menetapkan status siaga darurat kembali perpanjangannya sampai November 2026.

" Kita tetap siaga dan waspada dengan potensi Karhutla yang ada di Kab Tebo," lanjut Joko, Jum'at 29 November 2026.

Joko menegaskan, hal ini berdasarkan informasi cuaca dan kewaspadaan terhadap Karhutla dari BMKG. 

Selain itu Joko membeberkan data luas lahan yang terbakar sampai Oktober 2026 yaitu sejumlah 517, 72 hektar, yang terdata namun kami tetap menunggu laporan hasil pengukuran dilapangan, ground chek berjalan dan kita tetap melakukan patroli maupun monitoring di wilayah Kab Tebo,"katanya.

" Kami mengimbau kepada perusahaan dan masyarakat, untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, jika menemukan titik api segera melaporkan kepihak berwajib yang terdekat untuk dilakukan penanganan,"tegas Joko. 

Reporter
ARDI

Pembangunan Gedung Serbaguna di Desa Perintis Jaya Miliki Azas Manfaat Besar dan Berdasarkan Proposal Warga Tahun 2024

Pembangunan gedung Serbaguna di desa Perintis Jaya Kecamatan Rimbo Bujang/dok Pemdes Perintis Jaya

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Saat ini, tengah dilaksanakan pekerjaan pembangunan gedung Serbaguna di desa Perintis Jaya Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo yang dananya bersumber dari APBD Provinsi Jambi tahun 2026.

Pj Kades Perintis Jaya, Abdul Aziz membenarkan hal itu. Ia mengapresiasi adanya alokasi APBD Provinsi Jambi dalam bentuk fisik berupa pembangunan gedung Serbaguna di desa yang saat ini sedang ia pimpin.

" Berdirinya Gedung Serbaguna di jalan Lesmana ini nantinya punya azas manfaat yang cukup besar untuk masyarakat desa Perintis Jaya, baik itu warga maupun para pelajar bisa memanfaatkan gedung Serbaguna ini untuk kegiatan olahraga dan lainnya," ujar PJ Kades ini.

Azis pun mengungkapkan bahwa adanya alokasi pekerjaan gedung Serbaguna di desa Perintis Jaya ini berdasarkan pengajuan proposal yang diajukan oleh masyarakat dusun Karya Jaya desa Perintis Jaya tahun 2024 ke Kemenpora melalui anggota DPRD Provinsi Jambi fraksi partai Demokrat KH Rifai SH.M.H.

" Pengajuan Proposalnya (Gedung Serbaguna,red)  dibuat oleh masyarakat desa Perintis Jaya tahun 2024 lalu dan ternyata tahun 2026 ini baru terealisasi," terang Azis lagi.

Terakhir ia menyampaikan harapannya kepada masyarakat agar ke depan bersama - sama dapat menjaga dan merawat gedung Serbaguna ini.

Merujuk pada pengajuan proposal pembangunan Gedung Serbaguna yang diajukan oleh masyarakat dusun Karya Jaya desa Perintis Jaya Kecamatan Rimbo Bujang pada 2024 silam dan saat ini sedang dalam tahap pekerjaan, artinya mulai dari tahap perencanaan, penempatan hingga realisasinya memang benar di Dusun Karya Jaya desa Perintis Jaya dan tidak ada kaitannya dengan pemindahan program tersebut dari daerah lain.

Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026

Mediasi Penegasan Batas Desa di Kab Tebo, 51 Desa Naik Ke Tingkat Kabupaten

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Sejumlah desa melakukan mediasi penegasan batas desa tingkat Kecamatan, yang di lakukan oleh tim topografi kodam (Topdam) Sriwijaya di aula kantor dinas pemberdayaan masyarakatnya desa (PMD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Senin 27 Oktober 2026.

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa(PMD) melalui Kabid pemerintahan desa dan kelembagaan desa (Pemdes Kel) Prayitno, dikantornya, Kamis 29 Oktober 2026, menerangkan, terkait dengan batas desa dari 95 desa yang dilakukan penegasan berjumlah 51 desa naik ke tingkat Kab untuk mediasinya. 

" Apabila mediasi tingkat desa dan Kecamatan tidak selesai maka 51 desa tersebut naik ke tingkat Kabupaten. 

Ungkap Prayitno, nanti untuk teknis dan penyelesaiannya difasilitasi oleh tim topografi kodam (Topdam) Sriwijaya, di hadiri oleh tim penegasan batas desa tingkat Kabupaten apapun hasilnya nanti. 

Mediasi penegasan batas desa beberapa hari lalu adalah tingkat Kecamatan, cuma kemarin itu mereka hanya meminjam ruangan aula dinas PMD,"ujar Prayitno. 

Prayitno menuturkan, sebenarnya tidak ada permasalahan didesa, cuma begini seperti antara desa Teluk Rendah Pasar (TTP) dengan Kelurahan Sungai Bengkal. TRP mengklaim batasnya ini Sungai Bengkal ini, dimediasi tingkat Kecamatan tidak putus dan selesai, naik ketingkat Kabupaten, itu salah satunya.

Lalu yang kedua sambung Prayitno, masalah Betung Bedarah Timur (BBT) dengan Betung Bedarah Barat (B3) salah satu desa ini tidak mau mengalah akhirnya juga naik ketingkat Kabupaten. 

" Kemudian satu lagi Rimbo Ilir yang di permasalahkan ialah Tugu, oleh desa Karang Dadi dengan desa Pulung Rejo, tapi kemarin dimediasi ada titik temu dan mereka sepakat tidak naik ketingkat Kabupaten,"kata Prayitno. 

Total mediasi penegasan batas desa yang naik ketingkat Kabupaten berjumlah 51 desa. Mediasi tingkat Kabupaten sedang dijadwalkan terlebih dulu sambil menunggu waktu luang Sekda Tebo dan tim lainnya. 

Proses mediasi penegasan batas desa sesuai pengalaman sebelumnya kata Prayitno, selesai dalam satu hari. Karena yang diklaim desa A dan B, ini nanti ada solusinya dari Tim, data-data yang akurat lalu diproses dan langsung di jadikan peraturan bupati (Perbup),"tutupnya.

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional