Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Selasa, 27 Oktober 2026

Sengketa Batas TRP-Sungai Bengkal Diserahkan ke Pemkab Tebo, Warga Bilang Kami Sudah Nyaman Disini

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Polemik usulan penetapan batas wilayah seluas 1.739 hektare oleh Pemerintah Desa Teluk Rendah Pasar (TRP), Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, mendapat perhatian masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal, khususnya warga RT 17 Simpang Semangko, Kelurahan Sungai Bengkal, Tebo Ilir.

Persoalan tersebut dibahas dalam mediasi yang difasilitasi unsur Topografi Kodam II/Sriwijaya (Topdam), Senin (26/10/2026), sekitar pukul 19.00 WIB, di aula Kantor Dinas PMD Tebo.

Mediasi yang melibatkan Pemerintah Desa TRP, Pemerintah Kelurahan Sungai Bengkal, tokoh masyarakat, dan tokoh adat itu menghasilkan kesepakatan kedua pihak untuk menyerahkan penyelesaian batas wilayah kepada Pemerintah Kabupaten Tebo.

Usai mediasi, Ketua RT 17 Simpang Semangko, Suparman, meminta Pemkab Tebo tidak hanya mempertimbangkan garis batas administratif, tetapi juga kepentingan masyarakat, terutama kemudahan akses pelayanan pemerintahan.

"Warga Simpang Semangko selama ini sudah nyaman berada di Kelurahan Sungai Bengkal. Kantor lurah lebih dekat dan pelayanan mudah dijangkau. Jangan sampai perubahan batas justru membuat masyarakat harus menempuh perjalanan lebih jauh, mengeluarkan biaya tambahan, dan kesulitan mengurus administrasi," ujar Suparman.

Menurutnya, wilayah seluas 1.739 hektare yang diusulkan Pemdes TRP tidak hanya mencakup lahan yang berkaitan dengan koperasi, kelompok tani, dan perusahaan, tetapi juga banyak kebun milik pribadi masyarakat Kelurahan Sungai Bengkal, bahkan sebagian besar telah bersertifikat Hak Milik (SHM).

Suparman juga menyebut, berdasarkan pengetahuannya, tidak terdapat kebun maupun lahan pribadi milik warga Desa Teluk Rendah Pasar di wilayah yang diusulkan tersebut.

"Lagian, tidak ada kebun atau lahan milik saudara-saudara kami warga Teluk Rendah Pasar di wilayah yang mereka usulkan. Jadi, saya kira tidak ada dampak buruk bagi saudara-saudara kami di TRP apabila wilayah tersebut tetap berada dalam administrasi Kelurahan Sungai Bengkal," tegasnya.

Ia menegaskan, masyarakat Simpang Semangko, umumnya kelurahan sungai bengkal tetap menjaga hubungan baik dengan warga TRP. Persoalan tersebut bukan menyangkut hubungan antar masyarakat, melainkan kepastian wilayah dan kemudahan pelayanan publik.

Selain mempertimbangkan kepentingan warga, Suparman meminta Pemkab Tebo mengkaji sejumlah dokumen hukum dan riwayat administrasi wilayah.

Di antaranya, SK Gubernur Jambi Nomor 501 Tahun 1988, yang menurut dokumen rujukan masyarakat tidak mencantumkan Kelurahan Sungai Bengkal sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Desa TRP.

Kemudian, izin prinsip dan izin lokasi perkebunan Koperasi Leban Rindang Sakti yang bermitra dengan PT Citra Mulia Manunggal (CMM), surat penyerahan lahan warga Desa Teluk Leban, Kabupaten Batanghari, kepada PT CMM yang diketahui Lurah Sungai Bengkal, serta sejumlah SHM kebun masyarakat yang terbit sebelum 2022 dan mencantumkan Kelurahan Sungai Bengkal sebagai lokasi administratif.

Dokumen tersebut, menurutnya, perlu diteliti bersama peta bidang tanah, koordinat, dan riwayat penguasaan lahan.

Suparman juga menyoroti Perbup Tebo Nomor 169 Tahun 2022, yang menetapkan batas Desa Kunangan dengan Kelurahan Sungai Bengkal pada sisi dan koordinat wilayah terkait. Ia meminta agar usulan batas baru tidak bertentangan dengan ketetapan sebelumnya tanpa melalui prosedur perubahan yang sah.

Selain itu, terdapat kesepakatan batas tanggal 6 Mei 2026 antara Pemerintah Kelurahan Sungai Bengkal bersama tokoh masyarakat, agama, dan pemuda dengan Pemerintah Desa Teluk Leban, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari. Kesepakatan tersebut juga diminta menjadi bahan kajian dan diselaraskan dengan peta serta koordinat resmi.

"Semua dokumen itu harus diperiksa secara objektif. Jangan sampai pemerintah mengambil keputusan baru yang bertentangan dengan ketetapan sebelumnya atau justru menimbulkan sengketa baru," katanya.

Terkait kewenangan pemerintah, Suparman mengingatkan Permendagri Nomor 45 Tahun 2016, khususnya Pasal 19 ayat (1), mengenai penyelesaian perselisihan batas desa melalui mekanisme yang difasilitasi pemerintah daerah dan penyelesaian oleh Bupati melalui Peraturan Bupati apabila tidak tercapai kesepakatan, sesuai ruang lingkup ketentuan tersebut.

Karena itu, ia meminta Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa Kabupaten Tebo berhati-hati, transparan, serta melibatkan pemerintah desa, kelurahan, pemilik lahan, tokoh masyarakat, dan tokoh adat sebelum mengambil keputusan.

Ia juga menegaskan bahwa perubahan batas administratif tidak menghapus hak kepemilikan tanah, tetapi dapat berdampak terhadap jarak tempuh, biaya, dan kemudahan pelayanan masyarakat.

"Kami menghormati hasil mediasi dan menyerahkan keputusan kepada Pemkab Tebo. Tetapi jangan hanya melihat garis koordinat di atas peta. Pertimbangkan juga hak masyarakat, riwayat administrasi, serta kenyamanan warga yang selama ini sudah menjadi bagian dari Kelurahan Sungai Bengkal," ujarnya.

"Kami sudah nyaman di Sungai Bengkal. Harapan kami, pemerintah mengambil keputusan yang adil, memberikan kepastian hukum, dan mempermudah pelayanan masyarakat, bukan justru mempersulitnya," pungkas Suparman. 

Sementara itu, Sekda Tebo, Dr. Sindi, S.H., M.H., selaku Ketua Tim Penetapan dan Penegasan Batas Desa Kabupaten Tebo, belum memberikan tanggapan terkait polemik batas wilayah TRP dan Kelurahan Sungai Bengkal saat dikonfirmasi media ini melalui WhatsApp.

Hingga berita ditulis belum ada respons yang diterima. Media ini tetap membuka ruang klarifikasi demi menjaga keberimbangan pemberitaan. 

Redaksi

Penjelasan Plt Kepala SMKN 1 Tebo Terkait Siswanya Yang Diduga Terlibat Geng Motor Beberapa Waktu Lalu

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Diketahui pada sebelumnya tim gabungan Polres Tebo bersama Polsek Tebo Tengah berhasil mengamankan siswa diduga Gengster, di SMKN 1 Tebo, sekira pukul 10.30 Wib pada Jum'at 23 Oktober 2026.

Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tebo, Joni Aprizal, menjelaskan, sebenarnya pihak kepolisian yang belakangan, setelah kami mendapat video viral di salah satu lebih link media sosial tiktok pihak sekolah langsung memanggil siswa dan orang tuanya. 

Lanjut Joni Aprizal, kemudian diberi pembinaan, pemahaman dan sebagainya kepada siswa tersebut meskipun dilakukan pada malam hari atau diluar jam sekolah tetapi dia tetap berstatus sebagai siswa SMKN 1 Tebo. 

" Setelah diberikan pembinaan ungkap Joni Aprizal, kami meminta kepada siswa tersebut untuk menjemput kerumahnya senjata tajam (Sajam) yang digunakan sesuai dalam video viral itu untuk dapat di kumpulkan disekolah. 

" Kemudian siswa dan orang tuanya di berikan surat peringatan berupa perjanjian, apabila perbuatan tersebut dilakukan kembali maka pihak sekolah akan merekomendasikan siswa yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sekolah,"tegas Joni Aprizal, kepada sejumlah wartawan, Selasa 27 Oktober 2026.

Joni Aprizal melanjutkan, setelah selesai di lakukan pembinaan terhadap siswa kemudian pihak kepolisian datang ke SMKN 1 Tebo, melakukan pembinaan. 

Ditegaskan Joni Aprizal, pada awalnya bukan pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan di sekolah tapi pihak SMKN 1 Tebo lebih dulu, setelah semua Sajam terkumpul mungkin ada salah seorang guru memberitau ke Polsek Tebo Tengah kemudian pihak kepolisian datang mengambil tindakan lebih lanjut berupa pembinaan. 

Ungkap Joni Aprizal, siswa yang di berikan pembinaan berjumlah 9 orang diantaranya kelas 1 dan 2 sementara kelas 3 tidak ada. Menurut pengakuan siswa setelah dilakukan pembinaan, yang mengajak mereka adalah bekas siswa SMKN 1 Tebo, namunw sudah di berhentikan,"pungkasnya.

Reporter
ARDI

Senin, 26 Oktober 2026

Disprindag Melalui UPTD Metrologi Legal Kab Tebo, Hari Ini Sidang Tera UTTP di Pasar Tanjung Bungur Muara Tebo

Petugas UPTD Metrologi legal Disprindag Kab Tebo melakukan pengujian alat UTTP di pasar Tanjung Bungur, Muara Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dinas dinas perindustrian dan perdagangan (Disprindag) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi melalui unit pelaksana teknis dinas (UPTD) Metrologi Legal melakukan sidang tera alat ukur takar timbangan dan perlengkapannya (UTTP) di Pasar Tanjung Bungur, Kelurahan Muara Tebo, Kecamatan Tebo Tengah, Senin 26 Oktober 2026.

Kepala UPTD Metrologi Legal, Hery Laksono menjelaskan, bahwa hari ini kta melaksanakan sidang tera ulang di Pasar Tanjung Bungur, Kec Tebo Tengah, Kab Tebo. 

Lanjutnya, disini kita akan melaksanakan pelayanan terhadap pedagang-pedagang dan pelaku usaha yang ada di Pasar Tanjung Bungur serta masyarakat yang ada di sekitarnya. Jadi diharapkan untuk pedagang-pedagang dan pelaku usaha di sekitar Pasar dapat kelokasi untuk dapat dilaksanakan tera, tera ulang alat-alatnya. 

Sejauh ini ungkap Hery, kita akan melaksanakan untuk di Pasar Tanjung Bungur ini hanya satu hari sampai sore hari nanti, namun diharapkan waktu yang singkat ini bisa maksimal. 

Terhadap tera, tera ulang hari ini ujar Hery, baru sekitar 20 timbangan, yang baru diantar dari pedagang selain itu ada juga ada tenaga dan staf kami sedang keliling Pasar, untuk melakukan pengecekan di lokasi. 

Untuk pelaksanaan tera, tera ulang ini kita fokuskan yang berada di tempat, karena kalau untuk pedagang kalangan kebetulan dia ada momen atau hari-hari tertentu di pasaran. Tapi kalau untuk saat ini adalah pedagang yang rutin  berjualan di Pasar Tanjung Bungur,"kata Hery. 

Ungkapnya, Hery mengimbau, untuk pedagang yang alat-alatnya yang di tera, tera ulang nanti kita kasih himbauan dan peringatan dan surat edaran supaya mereka untuk selalu rutin melaksanakan peneraan terhadap alat-alatnya. 

Diketahui sebelumnya, sidang tera akan dilakukan oleh UPTD Disprindag Kab Tebo, Prov Jambi pada 26 Oktober 2026 di Pasar Tanjung Bungur, Kecamatan Tebo Tengah, tanggal 27 Oktober 2026 di Pasar Sarinah Kecamatan Rimbo Bujang dan tanggal 28 Oktober 2026 di Pasar Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir. 

Reporter
ARDI

Dampak Karhutla, ISPA di Kab Tebo Terus Meningkat Hingga Kini Tercatat 25.066 Kasus

Kabid P2P Dinkes Kab Tebo, Ari Setiawan, SKM, MKM/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mencatat per Oktober 2026 ini jumlah kasus inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA) berjumlah 25.066 kasus. 

Kepala dinas (Kadis) kesehatan Kabupaten Tebo melalui kepala bidang (Kabid) pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Ari Setiawan, mengatakan bahwa untuk penyakit yang keterkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yaitu ISPA, sampai dengan per hari ini Senin 26 Oktober 2026, terdapat 25.066 kasus. 

" Jumlah tersebut terbagi di seluruh wilayah Puskesmas di Kab Tebo," lanjutnya.

Ari menyebutkan, bahwa sejauh ini untuk laporan dari jumlah 25.066 kasus ISPA ini belum ada yang di rawat di Puskesmas maupun rumah sakit. 

Tingginya jumlah penderita ISPA ini ungkap Ari, di karenakan kondisi udara di Kab Tebo, sejak beberapa bulan yang memburuk karena hampir tiap hari terjadi. 

Oleh karena itu Dinkes Kab Tebo tetap mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas fisik di luar rumah bagi kelompok rentan terutama penggunaan masker guna menghindari paparan debu partikel terutama PM2,5 dan PM10 yang tinggi tingkat polutannya. 

Sementara sampai saat ini ujar Ari, untuk koordinasi dengan lintas sektor kami melalui Dinkes Provinsi Jambi untuk suport obat-obatan terutama terkait dengan kondisi Karhutla, juga suport untuk kekurangan masker. 

Lanjut Ari, begitu juga kordinasi dengan tim lain atau organisasi perangkat daerah (OPD) terutama BPBD, kami melakukan kordinasi terutama untuk pemeriksaan petugasnya, setelah melaksanakan tugasnya melakukan pemadaman dititik-titik lokasi terjadinya kebakaran,"ucapnya.

Reporter
ARDI

Minggu, 25 Oktober 2026

Tim Gabungan Polres dan Polsek Tebo Tengah Mengamankan Sejumlah Siswa Salah Satu SMK Diduga Terlibat Genk Motor

Sejumlah siswa diduga terlibat genk motor yang berhasil diamankan/foto: dok Polsek Tebo Tengah

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Tim gabungan Polres Tebo bersama Polsek Tebo Tengah berhasil mengamankan sejumlah siswa diduga Gengster, di SMKN 1 Tebo, sekira pukul 10.30 Wib pada Jum'at 23 Oktober 2026.

Kapolsek Tebo Tengah, Iptu Rhomadian menyebutkan, bahwa barang bukti yang berhasil di amankan adalah berupa 4 buah senjata tajam (Sajam) jenis Clurit dan 1 buah sisir gergaji. 

Rhomadian melanjutkan, bahwa menurut pengakuan dari siswa yang diamankan pada bulan September lalu berdasarkan video geng motor yang viral di Kab Tebo, kelompok Geng Barat Enjoy menerima ajakan atau tantangan dari kelompok geng motor asal Kab Bungo untuk melakukan aksi tawuran di area Pal 12, namun tawuran tersebut batal terjadi.

Ditegaskan Rhomadian, setelah berhasil mengamankan sejumlah siswa diduga Gengster, di SMKN 1 Tebo, sekira pukul 11.30 Wib keesokan harinya, Sabtu 24 Oktober 2026, para siswa membuat surat pernyataan untuk tidak terlibat kembali ke dalam kelompok gengster di Kab Tebo didampingi oleh orang tua masing-masing. 

Reporter
ARDI

Pelantikan 54 Kades Terpilih Bakal di Fokuskan di Stadion Sport Center Sri Maharaja Batu Muara Tebo

Kabid Pemdes dan Kelembagaan, Prayitno/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Pelantikan 54 kepala desa (Kades) hasil pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak se Kabupaten Tebo pada 10 Juni 2026 lalu rencananya akan dilaksanakan di Stadion Sport Center Sri Maharaja Batu, Muara Tebo. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) melalui Kabid pemberdayaan desa dan kelembagaan (Pemdes Kel), Prayitno, mengatakan, untuk 54 Kades terpilih kemarin pada Pilkades Serentak, nanti pelantikannya akan di laksanakan pada Rabu 15 Desember 2026 mendatang. 

" Mengenai tempat lokus pelaksanaan pelantikan kita mempertimbangkan luas parkir dan pengunjung,"ucap Prayitno, di temui dikantornya, Jum'at 23 Oktober 2026.

Prayitno menyebutkan, bahwa rencana lokasi pelantikan 54 Kades tersebut kita mengambil tempat di Stadion Sport Center Sri Maharaja Batu, Muara Tebo. 

Dalam pelantikan 54 Kades terpilih nanti siapa saja yang hadir dan diundang, sejauh ini belum tau, namun kita akan melihat jadwal kesiapan bupati. 

" Kalau biasanya yang telah sudah itu nanti yang akan melantik adalah bupati," ungkap Prayitno. 

Acara pelantikan dilakukan secara seremonial, nanti perwakilan salah satu Kades dilantik secara simbolis oleh bupati,"lanjutnya.

Jadwal pelantikan kita ambil dan tentukan 15 Desember 2026, Prayitno menjelaskan, karena di bulan tersebut masih ada salah satu Kades yang masa jabatannya berakhir pada tanggal 12 Desember yaitu Kades Kuamang, Kec VII Koto. 

" Kita berharap pada pelantikan Kades mendatang dapat berjalan dengan lancar mungkin bisa menggandeng dengan pihak aparat keamanan atau dinas perhubungan untuk membantu dalam rangka memperlancar parkir, mobilisasi keluar masuk kendaraan Stadion Sport Center tersebut,"pungkas Prayitno. 

Reporter
ARDI

Sabtu, 24 Oktober 2026

Nopi Desak Polisi Usut Dugaan Pemalsuan Surat Lahan Jalur Pipa Migas PT Olindo

Dari kiri, Nopi, menantu Marzuki/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Konflik pemasangan pipa minyak dan gas (migas) oleh PT Olindo, kontraktor PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd, di lahan perkebunan sawit milik Marzuki di Desa Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, muncul persoalan dugaan pemalsuan dokumen. 

Menantu pemilik lahan bernama Nofiadi/Nopi, tegas membantah adanya dokumen pergeseran lahan seluas 9,1 hektar yang beredar di media. Kejanggalan penggunaan meterai Rp10 ribu di berita acara tahun 2015, padahal tarif tersebut baru berlaku 1 Januari 2021 berdasarkan UU No10/2020 tentang Bea Meterai.

" Bagaimana mungkin berita acara tahun 2015 menggunakan meterai Rp10 ribu yang baru berlaku tahun 2021, saya menduga ada pemalsuan dokumen," kata Nopi. 

" Kami meminta polisi mengusut siapa yang membuat dan menandatangani surat tersebut,"pintanya..

Menurut Nopiw, persoalan bermula dari laporan terhadap Marzuki pada 2015 terkait tanah pengganti milik almarhum Hadirin untuk NA. Namun penyelesaian di lakukan melalui penjualan tanah milik Hadirin sendiri kepada Syah Efendi senilai Rp70 juta, kemudian diserahkan kepada NA, bukan melalui pergeseran tanah Marzuki.

Keterangan tersebut dibenarkan Syah Efendi dan telah disampaikannya dalam berita acara pemeriksaan (BAP) di hadapan penyidik Polres Tebo, Kamis 22 Oktober 2026.

" Saya sendiri yang membeli tanah alm Hadirin, setelah menerima uangnya, almarhum langsung menyerahkan kepada NA,"kata Efendi.

Selain itu Nopi mengaku namanya di cantumkan sepihak dalam dokumen yang beredar. Sementara Syah Efendi keberatan karena nama dan tanda tangannya diduga dicatut dalam surat pergeseran tanah yang tidak bertanggal.

Keduanya berencana melaporkan dugaan pemalsuan dokumen tersebut kepada pihak kepolisian.

Sementara Nopi menduga dokumen di gunakan sebagai dasar perjanjian sewa lahan antara NA dan PT Olindo untuk pemasangan pipa migas.

"Berita acara bukan otomatis bukti alas hak kepemilikan tanah. Saya pastikan NA tidak memiliki bukti kepemilikan sah di lokasi pemasangan pipa. Surat jual beli atas nama NA yang beredar objeknya berada di lokasi lain dan tanahnya sudah dijual ke orang lain,"katanya.

Secara hukum, dugaan pemalsuan surat dapat berkaitan dengan Pasal 391 UU No1/2023 tentang KUHP, sepanjang unsur pidananya terpenuhi. Ketentuan yang berlaku harus disesuaikan dengan waktu dugaan perbuatan terjadi.

Kasus ini merupakan perkembangan dari laporan dugaan penyerobotan lahan Marzuki ke Polres Tebo pada 12 Oktober 2026.

Namun hingga berita ini ditulis, dugaan pemalsuan dokumen belum terbukti secara hukum. Keterangan dari NA, PT Olindo, dan PT Montd’Or Oil Tungkal Ltd masih diperlukan untuk memastikan keaslian dokumen serta dasar penggunaan lahan.

Reporter
ARDI

Naas, Peristiwa Kebakaran di Rimbo Bujang, Kab Tebo Telan Korban Jiwa

Rumah korban yang terbakar di Kec Rimbo Bujang, jalan 10 Unit 5/foto: dok Damkarmat Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Peristiwa kebakaran yang terjadi di jalan 10 unit 5 Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Jum'at 23 Oktober 2026, sekira pukul 03.50 Wib dini hari, selain menghanguskan satu rumah permanen dikabarkan juga merenggut seorang korban jiwa. 

Kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Kab Tebo, melalui Kabid Damkarmat, Habibie, membenarkan, telah terjadi kebakaran yang terjadi di jalan 10 unit 5 Kecamatan Rimbo Bujang, sekira pukul 03.50 Wib dini hari. 

Damkarmat Kab Tebo melalui Pos Rimbo Bujang menurunkan dua unit armada untuk penanggulangan kebakaran tersebut,"lanjutnya.

Api berhasil dipadamkan oleh petugas Damkarmat Pos Rimbo Bujang, sekira pukul 04.50 Wib subuh,"ujar Habibie, di hubungi melalui sambungan telpon, Sabtu 24 Oktober 2026.

Penyebab terjadinya kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang, sementara itu kerugian yang dialami pemilik rumah ditaksir mencapai Rp250 juta. 

Dalam peristiwa kebakaran ini ungkap Habibie, terdapat satu orang korban jiwa meninggal dunia yakni pemilik rumah atas nama Darno (68) dan informasi sementara korban terbakar saat sedang tertidur,"ucanya singkat. 

Reporter
ARDI

Jumat, 23 Oktober 2026

Tr*g*s di Tebo Jambi, Seorang Warga Diduga T*w*s Saat Sedang Padamkan Kebunnya Yang Terbakar

Kondisi korban padamkan kebun yang terbakar/foto: dok BPBD Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Tragis seorang warga desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, di ketemukan tewas mengenaskan di dalam kebunnya yang terbakar dalam posisi terlungkup, dengan pakaian yang dikenakan setengah terbakar dibagian depan, Jum'at 23 Oktober 2026.

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan dihubungi duasatu.net, melalui via telpon, membenarkan telah terjadi kebakaran lahan pada Jum'at 23 Oktober 2026 sekira pukul 13.30 Wib, dan tim reaksi cepat (TRC) langsung turun kelokasi untuk melakukan pemadaman. 

Ungkap Joko, selanjutnya baru kami ketahui bahwa ada korban, merupakan pemilik lahan yang terbakar tersebut. Dalam laporan awal tidak ada korban, tapi cuma lahan terbakar. 

Setelah kami telusuri, korban yang sudah dalam kondisi meninggal adalah pemilik lahan tersebut,"ucap Joko. 

Menurut informasi, lanjut Joko, korban berusaha untuk memadamkan kebun yang terbakar sendiri sebelum adanya laporan. Begitu ada laporan disampaikan kepada kami adanya korban kita turun ke lapangan membantu memadamkan lahan yang terbakar. 

Joko melanjutkan, setelah diketahui ada korban, anggota TRC langsung lakukan evakuasi terhadap korban. Penyebab meninggalnya korban, sambung Joko, masih di telusuri namun tadi juga sempat ada informasi, bahwa korban berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar. 

" Korban sudah dilakukan evakuasi dan langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,"terang Joko. 

Sementara itu menurut salah seorang warga desa Jambu, Sahendra, menuturkan, bahwa korban yang tewas di kebun berupaya untuk memadamkan kebun yang terbakar bernama Mawardi Satrowiyoto, merupakan seorang guru di salah satu sekolah menengah pertama (SMP),"terangnya singkat. 

Reporter
ARDI

Sinergi BUMDes Sumber Rejeki Desa Sari Mulya dan SPPG Giri Purno, Rimbo Ilir, Kab Tebo

Politisi partai Gerindra Bung Karno, A.Md, bersama Pemdes dan BUMDes Sumber Rejeki/foto: dok Istimewa

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Politisi partai Gerindra, yang saat ini menduduki kursi Parlemen, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Bung Karno, menegaskan bahwa wujud komitmen fraksi Gerindra terus mengawal program strategis nasional (PSN) di tingkat daerah, terutama dalam mengintegrasikan rantai pasokan pangan lokal dengan pemenuhan gizi,"ujarnya, Jum'at 23 Oktober 2026.

BUMDes memiliki potensi pertanian yang luar biasa, seperti yang di tunjukan oleh BUMDes Sumber Rejeki desa Sari Mulya, tugas kita pemerintah dan legislatif memastikan hasil kerja keras para petani di desa memiliki kepastian pasar. 

Kehadiran SPPG Giri Purno Kec Rimbo Ilir harus menjadi motor penggerak ekonomi, bukan hanya sebagai pusat pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi,"ucap Bung Karno meyakini. 

Sementara itu Kades Sari Mulya melalui Sekdes Triyono, mengatakan, bahwa pemerintah desa (Pemdes) memberikan dukungan penuh dan apresiasi setinggi-tingginya kepada BUMDes Sumber Rejeki atas inisiatif kerjasama strategis sebagai penyuplai bahan pangan untuk program dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Rimbo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

" Kami menilai langkah ini sangat tepat dalam menggerakkan roda ekonomi dan hal ini sejalan dengan komitmen Pemdes untuk meningkatkan kesejahteraan warga secara mandiri,"kata Triyono, Jum'at 23 Oktober 2026.

Triyono melanjutkan, Pemdes Sari Mulya berkomitmen penuh untuk memberikan pembinaan, fasilitasi kebijakan, serta dukungan moral dan material yang diperlukan. Kami berharap sinergi antara BUMDes dan Dapur SPPG ini dapat berjalan dengan lancar, profesional, dan berkelanjutan, demi terwujudnya kemandirian ekonomi desa serta pemenuhan gizi generasi bangsa yang optimal,"ujarnya.

Kepala SPPG Giri Purno, Kec Rimbo Ilir Dandy Setiawan menuturkan, bahwa kerjasama SPPG Giri Purno dan Bumdes Sumber Rezeki merupakan bentuk komitmen kami untuk membangun kolaborasi dengan potensi lokal desa. 

" Saya berharap BUMDes Sumber Rezeki dapat menjadi mitra strategis dalam mendukung ketersediaan bahan pangan yang berkualitas, sesuai dengan kebutuhan dan standar yang berlaku, sehingga pelaksanaan program pemenuhan gizi dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan,” ujar Dandy Setiawan.

Redaksi

Terkait Pemasangan Pipa PT Montd'Or Oil Tungkal Ltd di Kunangan, Satreskrim Polres Tebo Periksa Sejumlah Saksi Pelapor

Kuasa hukum dampingi saksi pelapor, usai diperiksa/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dugaan pengerusakan dan penyerobotan lahan milik Marzuki oleh PT Montd'Or Oil Tungkal Ltd dan kontraktor pelaksana PT Olindo Nusa Surya, berlokasi di desa Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terus bergulir. 

Leornardus Siahaan, kuasa hukum pemilik lahan, usai mendampingi para saksi kliennya, mengatakan, bahwa saksi dari pihak kami telah memenuhi panggilan dan pemeriksaan di Satreskrim Polres. 

Lebih jauh Leo mengungkap, bahwa dari keterangan yang disampaikan oleh saksi klien kami, kepemilikan tanah Marzuki adalah sah sesuai dengan surat jual beli yang dimilikinya. 

Namun ungkap Leo, sebelum para saksi klien kami mendatangi Polres Tebo untuk dimintai keterangannya, di duga ada seseorang menemui para saksi mencoba dengan maksud agar jangan hadir dalam pemeriksaan di Satreskrim Polres Tebo. 

" Saksi yang kami hadirkan ke penyidik Satreskrim Polres Tebo, berjumlah empat orang, semuanya sudah diperiksa untuk menberikan keterangan sebagaimana mestinya,"ujar Leo, Kamis 22 Oktober 2026.

Leo menyebutkan, bahwa saksi kunci pada saat itu penjual tanah bernama Hadirin, sebagaimana di ketahui klien kami telah membeli tanah tersebut dari Hadirin. Sementara seseorang mengaku membeli tanah dari Hadirin juga berinisial AL, namun luas lahannya sudah di selesaikan. 

" Yang kami tau sambung Leo, pada tahun 2015, klien kami pernah di laporkan ke Polres Tebo, dan sudah ada penyelesaian, kami heran juga bisa ada sengketa lagi dilahan tersebut," tutup Leo. 

Reporter
ARDI

Beri Keteladanan, Ombudsman RI Raih Nilai Sempurna 100 Pada Indeks Reformasi Hukum 2026

Foto: dok Ombudsman Perwakilan Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Ombudsman Republik Indonesia (RI) menorehkan prestasi gemilang dengan meraih nilai sempurna 100 (Predikat AA/Istimewa) dalam penilaian Indeks Reformasi Hukum (IRH) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Hukum RI. Pencapaian ini mengukuhkan posisi Ombudsman sebagai lembaga pengawas pelayanan publik yang kredibel dan memimpin lewat keteladanan tata kelola hukum.

Prestasi tingkat nasional ini menjadi pembuktian prinsip integritas kelembagaan. Sebelum mengawasi kepatuhan pelayanan dan menindak maladministrasi di instansi lain, Ombudsman memastikan dapur internalnya sendiri telah menerapkan prinsip reformasi hukum yang tertib dan tanpa celah.

Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Jambi, Saiful Roswandi, menyampaikan bahwa raihan ini menjadi energi penggerak tambahan bagi seluruh insan pengawas, khususnya di wilayah Jambi.

"Nilai 100 pada IRH 2026 bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan bukti nyata bahwa Ombudsman memimpin dengan teladan. Regulasi dan tata kelola internal kami sudah teruji, sehingga kami semakin mantap mengawal transparansi, anti-gratifikasi, dan mencegah maladministrasi di seluruh sektor pelayanan publik bagi masyarakat," ujar Saiful pada Jumat, 23 Oktober 2026.

Penilaian IRH merupakan instrumen strategis pemerintah untuk mengukur kualitas pelaksanaan dan harmonisasi regulasi. Predikat Istimewa ini menandakan seluruh instrumen kebijakan Ombudsman telah selaras dengan semangat pelayanan yang prima dan akuntabel.

Melalui momentum prestasi ini, Ombudsman Jambi kembali mengajak seluruh masyarakat untuk berani bersuara dan tidak ragu melapor jika menemukan adanya penyimpangan pelayanan publik.

Redaksi

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional