Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Senin, 19 Oktober 2026

DLH-Hub: Pemkab Sudah MoU Dengan Kemenhub Maret 2026, Pola Pembibitan Daerah Menambah PNS Kab Tebo

Foto: Istimewa

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Sekolah kedinasan transportasi darat dibawah naungan kementerian perhubungan (Kemenhub) menyediakan pendidikan vokasi dan akademik yang lulusannya dapat diangkat calon pegawai negeri sipil (CPNS). 

Berkaitan dengan hal tersebut Pemkab
Tebo sejak Maret 2026 lalu telah menjalin kerjasama resmi dengan sekolah tinggi transportasi darat (STTD) politeknik transportasi darat indonesia (PTDI), di Bekasi di bawah naungan Kemenhub RI untuk penerimaan calon taruna melalui jalur pola pembibitan.

Kepala dinas dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Tebo, Eryanto, Senin 19 Oktober 2026, membenarkan, bahwa siswa yang telah dididik oleh STTD PTDI dibawah naungan Kemenhub tersebut nantinya akan di kembalikan ke daerah. 

Eryanto melanjutkan, semua disamakan mulai dari pengumuman maupun tes dan kuotanya ditentukan oleh Kemenhub dan kita tidak punya kewenangan. Hanya saja produknya kita Pemkab Tebo ada MOU.

" Kita memang butuh terhadap anak-anak tersebut, nanti mereka akan di kembalikan ke daerah, karena ada yang namanya pola pembibitan daerah,"kata Eryanto. 

Eryanto melanjutkan, DLH-Hub memang membutuhkan pegawai, untuk saat ini kan tidak ada penerimaan ASN, karena moratorium, maka kesempatan ini kita manfaatkan untuk menambah PNS, di Kab Tebo, begitu kira-kira,"ucapnya.

"MOU ini cukup membantu Pemkab Tebo, selama ini penerimaan PNS, moratorium, ketika ada pola pembibitan ini setelah mereka nanti tamat di tempatkan di Kab Tebo, beruntung kita dapat PNS, karena ini baru pertama kali. 

Bahkan lanjut Eryanto, mereka anak-anak sudah mengikuti tes di Kemenhub, berapa jumlah yang daftar dari Kab Tebo kita tidak tau karena pendaftaran melalui daring/online, linknya Kemenhub RI," tutupnya.

Reporter
ARDI

Segini Jumlah Pegawai ASN Kab Tebo Yang Pensiun Hingga Akhir September 2026

Sekretaris BKPSDM Kab Tebo, Eddy Soepriyanto/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Badan kepegawaian pelatihan dan sumber daya manusia (BKPSDM) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, mencatat pada akhir September 2026, tercatat sebanyak 133 orang pegawai aparatur sipil negara (ASN) masuk masa pensiun. 

Kepala BKPSDM Kab Tebo melalui Sekretaris badan (Sekban) KPSDM, Eddy Soepriyanto, menjelaskan, bahwa untuk informasi data pegawai ASN lingkup Kab Tebo yang pensiun per akhir September 2026 berjumlah 133 orang. 

Di sampaikannya, bahwa jumlah pegawai ASN Kab Tebo yang pensiun tersebut antara lain rinciannya adalah untuk tenaga teknis sebanyak 30, tenaga kesehatan 16, dan tenaga guru 87 orang," ungkap Eddy. 

Sementara untuk pegawai ASN yang memasuki masa persiapan pensiun (MPP) dari data yang ada untuk saat ini tidak ada,"ujar Eddy singkat.

Reporter
ARDI

Minggu, 18 Oktober 2026

BPBD Kab Tebo Terima Bantuan Dari BNPB Berupa Peralatan Karhutla

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Diketahui
pada sebelumya bahwa wakil gubernur (Wagub) H Abdullah Sani, usai mengikuti rapat paripurna (Rapurna) HUT Kabupaten Tebo Ke 27 memastikan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Jambi terus berjalan khususnya Kabupaten Tebo, Senin 12 Oktober 2026.

" Tadi juga disampaikan bahwa ada bantuan untuk penanganan Karhutla dari Pusat, tutupnya singkat.

Sementara berkaitan dengan bantuan tersebut kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan, Kamis 15 Oktober 2026, mengatakan, seperti disampaikan oleh Bupati dan Wagub Jambi, bahwa kita BPBD dalam penanganan Karhutla pada tahun ini sudah menerima bantuan dari badan nasional penanggulangan bencana (BNPB) melalui BPBD Prov Jambi, berupa peralatan. 

Peralatan tersebut yaitu mesin semprot untuk pemadaman kemudian 1 unit kendaraan bermotor, ada masker, ada jet shutter, lalu kepyok, semua peralatan bantuan ini sudah kita gunakan untuk melakukan pemadaman Karhutla di beberapa titik di wilayah Kab Tebo," ungkap Joko. 

Reporter
ARDI

Tim Gabungan Polres Tebo dan Polsek Tebo Tengah di Hadang Emak-Emak, Penertiban Peti di Teluk Pandak Nihil

Emak-emak hadang petugas patroli di Teluk Pandak/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Tim gabungan Polres Tebo dan Polsek Tebo Tengah melakukan penertiban penambang emas tanpa izin (Peti) di Desa Teluk Pandak Kec Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu, 16 Oktober 2026.

Saat Tim gabungan berpatroli kelokasi Peti di Teluk Pandai, sempat dihadang oleh puluhan emak-emak. Operasi penertiban Peti ini menindaklanjuti instruksi Kapolres Tebo tentang Peti

" Pak polisi ke ilir, kami ikut jugo ke ilir. pokoknyo pak polisi terjun ke aek kami ngikut jugolah,"ucap emak-emak dengan lantang.

Tampak emak-emak mengenakan pakaian serba kuning, sudah menunggu petugas di pinggir jalan. Yang hendak ke Sungai Batanghari hingga masuk kedalam wilayah Desa Teluk Pandak.

Sementara itu Kapolsek Tebo Tengah Iptu Rhomadian, menyebutkan, bahwa mereka menolak ditertiban oleh anggota. Namun petugas tetap mengecek ke Sungai Batanghari, ternyata memang sudah tidak ada lagi rakit. " Hanya di temukan galon yang mengambang. Saat pengecekan pun, emak-emak itu juga ikut anggota untuk itu dilakukan himbauan.

"Kita ke sana tidak ada lagi dompeng sehingga himbauan disampaikan ke ibu - ibu itu, agar tidak mendompeng karena merusak lingkungan," ungkapnya. Sabtu (17/10/2026).

Meski begitu, mereka tetap menolak saat diberi himbauan dan berkilah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sehingga, anggota kembali ke kantor Polres Tebo.

Reporter
ARDI

Sabtu, 17 Oktober 2026

Warga Kab Tebo Curhat Soal Listrik, Cek Endra Minta PLN Bergerak Cepat

Reses Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Cek Endra/foto: dok jambiprima.com

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Persoalan jaringan listrik yang belum terealisasi hingga rendahnya tegangan menjadi keluhan masyarakat saat reses Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Partai Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Cek Endra, di Tambak Sari, Desa Sungai Aro, Kecamatan Tebo Ilir, Kamis 15 Oktober 2026.

Kaur Umum dan Perencanaan Desa Lubuk Mandarsah Ulu, M. Rosyid, S.Sos., mengapresiasi perjuangan Cek Endra merealisasikan pembangunan jaringan listrik yang diusulkan sejak April 2025.

Menurutnya, sebanyak 24 tiang di RT 011 Dusun Sumber Arum telah terpasang sejak akhir 2025, namun belum dialiri listrik. Sementara RT 017 sudah terpasang 26 tiang tanpa kabel dan aliran listrik, sedangkan usulan 30 tiang di RT 009 Dusun Tanjung Beringin belum terealisasi.

"Kami berterima kasih kepada Pak Cek Endra. Harapan kami, jaringan yang sudah dibangun segera dialiri listrik dan usulan lainnya terus diperjuangkan," ujar Rosyid.

Sementara itu, Sekdes Mengupeh, Amrizal, turut mengapresiasi masuknya program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) melalui perjuangan Cek Endra.
Di sisi lain, pimpinan Ponpes Babussalam Al Islami Simpang Niam dan sejumlah peserta mengeluhkan rendahnya tegangan listrik, bahkan diduga menyebabkan kerusakan peralatan elektronik warga.

"Jam 23.30 WIB saya beberapa kali mengecek tegangan listrik, ternyata hanya sekitar 150 volt. Padahal di Jam- jam itu pemakaian warga seharusnya sudah berkurang," ungkap salah seorang peserta.

Menanggapi keluhan tersebut, Cek Endra meminta PLN Tebo dan Muara Bungo segera menangani persoalan yang masih dalam kewenangannya. Sementara permasalahan di luar kemampuan PLN setempat diminta dikoordinasikan dengan Ketua DPRD dan Bupati Tebo.

"Yang bisa diselesaikan PLN setempat, segera ditangani. Kalau di luar kemampuan, koordinasikan dengan Ketua DPRD dan Bupati Tebo. Biarkan Pemkab membuat proposalnya, PLN menyampaikan kebutuhan teknisnya. Setelah itu, biar saya yang membawa dan memperjuangkannya ke pusat," tegas Cek Endra.

Reses tersebut dihadiri Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Mazlan, Ketua DPRD Tebo Khalis Mustiko, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo Liga Marisa, serta anggota Fraksi Golkar Ahmad Ankam, Feri Ariyanto dan Eni Mawarti.

Hadir pula Manajer PLN UP3 Muara Bungo Agus Fitriansyah, Manajer PLN ULP Muara Tebo Rizky Fadliansyah, Camat Tebo Ilir, para kepala desa se-Kecamatan Tebo Ilir dan Tengah Ilir, Ketua LAMJ Tebo Ilir, pimpinan Ponpes Babussalam Al Islami, serta tokoh masyarakat. 

Redaksi

Petani dan Manajemen PT TPIL Pekan Depan Bahas Bagi Hasil dan Pendetailan Biaya Eksploitasi

Kadis Bunakkan Kab Tebo, Heru Purnomo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dinas perkebunan, peternakan dan perikanan (Disbunakkan) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, kembali memfasilitasi dan memediasi petani plasma koperasi mitra lestari mandiri (MLM) dengan pt tebo plasma inti lestari (PT TPIL) pada Jum'at 16 Oktober 2026.

Kepala Dinas (Bukakkan) Kab Tebo, Heru Purnomo, Sabtu 17 Okt 2026 via telpon menjelaskan, bahwa dari kedua belah pihak tetap masih membahas tentang kesepakatan dengan dinamika yang ada terkait bagi hasil masih dari pihak PT TPIL bersepakat bersama Koperasi MLM. 

Kesepakatan PT TPIL dengan koperasi MLM akan dilakukan pada Selasa 20 Okt 2026 mendatang, terkait bagi hasil petani akan direalisasikan, langsung dengan pendetailan pembiayaan eksploitasi yang menjadi harapan petani sawit, ini kan ada rinciannya,"ungkap Heru. 

" Mulai Senin, lanjut Heru, perusahaan akan menyajikan data rinciannya berupa invoice copy terlebih dulu, nanti akan di ekpos softcopy apabila sudah diteliti oleh kedua belah pihak. 

" Proses selanjutnya terkait operasional pemanenan, secara teknis mereka sendiri kedua belah pihak akan membuat desk dan dirapatkan,"jelas Heru. 

Bagaimana terkait kendala besar karena PT TPIL ini kewenangannya hanya di level manajer, mereka akan melaporkan ke pimpinan lebih tinggi yaitu ke direktur utama (Dirut) dan ini sebenarnya yang di tunggu-tunggu, seperti itu," ujar Heru. 

Heru menegaskan, intinya kesepakatan sudah di buat namun memang ada langkah lagi dilevel lebih tinggi, dari koperasi dengan PT TPIL biar cepat di follow up khususnya pada level direktur. 

Namun begitu, diakui Heru, antara petani dan PT TPIL sempat tarik ulur terhadap persoalan biaya ekslpoitasi yang terjadi dengan kedua belah pihak karena pendetailannya belum ada untuk apa saja nilai yang diprediksi Rp78 milyar, cuma itu kesepakatan mereka nanti pada Selasa depan,"pungkasnya.

Reporter
ARDI

DPMD Kab Tebo, Topdam Lanjutkan Proses Penetapan Penegasan Batas Desa

Sejumlah desa ikuti sosialisasi penegasan penetapan penegasan batas desa diaula kantor DPMD Tebo/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Menindak lanjuti penegasan batas desa, pihak ketiga dari topografi kodam (Topdam) Sriwijaya kembali melakukan sosialisasi dengan desa-desa di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, bagi mereka yang kemarin belum sempat ikut. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, melalui Kabid pemerintahan desa dan kelembagaan (Pemdes Kel) Prayitno, Selasa 13 Oktober 2026, menyebutkan, bahwa Topdam Sriwijaya kembali sosialisasi ke desa-desa yang kemarin belum sempat ikut sosialisasi di tingkat kecamatan di kumpulkan disini di aula PMD. 

Ada beberapa Kecamatan sebelumnya yang tercecer, desa-desa tersebut belum sempat ikut jadi dikumpulkan disini di aula kantor dinas PMD Kab Tebo, terkait dengan penjadwalan untuk turun ke lapangan," lanjut Prayitno. 

Beberapa Kecamatan tersebut adalah Tebo Tengah, Tebo Ilir dan Rimbo Ilir sebagian, hingga saat ini pihak Topdam tetap masih turun ke lapangan karena targetnya masih seminggu lagi," katanya. 

Prayitno mengatakan, untuk jadwal turun ke lokasi ditentukan sendiri oleh pihak dari Topdam, nantinya desa A dengan B, sudah di jadwalkan. 

Sejauh ini bagi desa-desa tercecer belum ikut sosialisasi diakui Prayitno, tidak ada yang protes, cuma kemarin itu kita tidak mau memaksakan, tapi setelah ditelusuri seperti di Kelurahan Pulau Temiang, Kec Tebo Ulu, sementara itu kalau Kelurahan itu kan induknya di bagian Pem. 

Selanjutnya setelah komunikasi dengan bagian Pem, di ikut sertakan sekalian bersama Topdam dan semuanya ada tujuh KPrayitno," ungkap Prayitno. 

" Untuk target penegasan batas desa ini sesuai tracking di lapangan dari pihak Topdam mereka menyampaikan sekitar seminggu ini selesai. Setelah dilakukan tracking dilapangan nanti mediasi ditingkat Kecamatan, namun bisa jadi di laksanakannya pinjam tempat di kantor Camat Tebo Ilir atau di dinas PMD seperti yang lalu,"imbuh Prayitno. 

Reporter
ARDI

Cek Endra Kunjungi Aek Hangat, Harapan Baru Kebangkitan Wisata Alam Kab Tebo

Foto: dok Jambiprima.com

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Objek wisata alam Aek Hangat di Kelurahan Sungai Bengkal, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, diharapkan mendapat perhatian pemerintah untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Harapan tersebut disampaikan Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Kelurahan Sungai Bengkal, Usman, saat mendampingi Anggota Komisi XII DPR RI Fraksi Golkar Dapil Jambi, Drs. H. Cek Endra, mengunjungi kawasan wisata tersebut, Kamis 15 Okt 2026.

Kunjungan dilakukan usai Cek Endra melaksanakan reses di Dusun Tambak Sari, Desa Sungai Aro, sekaligus meninjau realisasi perluasan jaringan listrik tahun 2026 di Jalan Air Panas, Kelurahan Sungai Bengkal.

Turut mendampingi Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jambi Mazlan, Ketua DPRD Tebo Khalis Mustiko, Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo Liga Marisa, Manajer PLN ULP Muara Tebo Rizky Fadliansyah, Camat Tebo Ilir Yanto, Ketua LAMJ Usman, para ketua RT/RW, tokoh masyarakat, pemuda serta tokoh agama setempat.

Dalam kesempatan itu, Usman mengungkapkan bahwa Aek Hangat memiliki potensi wisata yang besar. Namun, pengembangannya masih terkendala keterbatasan infrastruktur, terutama jaringan listrik, akses jalan dan fasilitas kolam pemandian.

Menurutnya, rendahnya dinding pembatas menyebabkan air banjir bercampur lumpur kerap masuk ke kolam saat banjir tahunan.

"Setiap banjir, air bercampur lumpur masuk ke kolam sehingga menjadi kotor dan harus dibersihkan kembali. Kami berharap persoalan ini mendapat perhatian agar potensi wisata Aek Hangat tidak terus terbengkalai," ungkap Usman.

Selain pembenahan fasilitas wisata, Usman berharap perluasan jaringan listrik dapat dilanjutkan hingga menjangkau kawasan Aek Hangat dan sepanjang jalan menuju Pondok Pesantren Al Mumtazah.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Cek Endra atas perjuangannya membantu merealisasikan usulan penambahan tiang dan perluasan jaringan listrik di Jalan Air Panas.

"Alhamdulillah, sebagian usulan masyarakat sudah terealisasi, bahkan kabel listrik telah terpasang sejak Juli 2026. Namun, masih ada beberapa titik yang belum teraliri listrik," jelasnya.

Di hadapan Cek Endra dan pihak PLN, Usman berharap kelanjutan pembangunan jaringan listrik tersebut kembali diperjuangkan, mengingat manfaatnya bagi masyarakat, pendidikan dan pengembangan wisata.

Menurutnya, jika akses jalan, listrik dan fasilitas pemandian dibenahi, Aek Hangat berpotensi menjadi destinasi wisata keluarga sekaligus membuka peluang usaha kuliner, perdagangan dan UMKM masyarakat setempat.

"Kalau listrik tersedia, jalan bagus dan fasilitas wisata tertata, kami yakin Aek Hangat bisa berkembang, membuka lapangan usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat dan berpotensi menjadi sumber PAD Kabupaten Tebo," ujarnya.

Usman berharap kunjungan Cek Endra bersama unsur DPRD dan PLN menjadi momentum mendorong sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah serta pihak terkait untuk mengembangkan Aek Hangat menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Tebo.

"Potensi alam ini merupakan aset berharga. Harapan kami, Aek Hangat tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Sungai Bengkal, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat Kabupaten Tebo," pungkasnya. 

Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2026

Sudah Dihentikan Satpol PP Sejak 25 Mei, Ion Network Nekat Pasang Tiang Ilegal di Kualuh Hulu

Foto: Ist

AEKKANOPAN,DUASATU.NET- Bukti baru memperkuat dugaan ilegal provider Ion Network di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), ternyata, aktivitas perusahaan tersebut sudah pernah di hentikan secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labura. 

Berdasarkan dokumen resmi satuan polisi pamong praja (Satpol PP) Kab Labura telah menerbitkan surat pemberhentian sementara. 

Surat No 300.1/289/SATPOL PP/2026 tertanggal Aek Kanopan, 25 Mei 2026* dengan Perihal penghentian sementara segala aktivitas pemasangan tiang dan penjualan jaringan Wifi di wilayah Kab Labura tersebut ditujukan kepada pemilik perusahaan PT Parsaoran Global Trans/ PT Yetoya Solusi Indonesia (Ion Network).

Dalam surat tersebut terungkap 4 fakta penting

1. Terdapat aktivitas pemasangan 40 tiang wifi di jalan Pinggir Jati, Kualuh Hulu dan sudah terpasang 30 tiang.
2. Pihak perusahaan sudah dipanggil ke kantor Satpol PP namun tidak membawa kelengkapan bukti perizinan yang diminta.
3. Terdapat perbedaan nama perusahaan antara Surat Camat Kualuh Hulu atas nama Pt. Yetoya Solusi Indonesia (Ion Network) dengan izin dari Dinas PUPR atas nama PT Parsaoran Global Data Trans. Diduga ada pencatutan izin atau pinjam bendera.
4. NIB Kode KBLI yang diberikan tidak menunjukkan lokasi usaha di Labuhanbatu Utara.

" Yang paling fatal, meski sudah ada surat pemberhentian sementara dari Satpol PP sejak 25 Mei 2026, fakta dilapangan pada 22 Juli 2026 pekerja Ion Network masih melakukan pemasangan kabel di tiang yang diduga berdiri ditanah warga Kualuh Hulu tanpa izin, dengan kondisi kabel semrawut dan tanpa APD.

“ Satpol PP sudah jelas memberikan surat pemberhentian sementara sejak 25 Mei 2026. Tapi bukti foto kami 22 Juli 2026 mereka masih bekerja. Ini namanya membangkang perintah aparat penegak Perda dan kami minta Kasat Pol PP jangan diam, segera bongkar paksa 30 tiang ilegal dan segel kantor penjualannya,”tegas aktivis pemerhati, Irfan, Jumat 16 Oktober 2026.

Irfan memastikan akan membawa bukti surat Satpol PP ke DPRD Labura, Bupati Labura, dan Polres Labuhanbatu sebagai bukti bahwa provider tersebut beroperasi tanpa izin lengkap dan nekat melawan aturan.

Hingga berita ditulis, manajemen Ion Network, Angga, dihubungi via ponsel dan pesan WhatsApp belum memberi jawaban meski pesan telah diterima.

Reporter
IFNU SUNGKOWO

Berkat Kerjasama Damkarmat dan BPS Kab Tebo, Kebakaran Berhasil Dicegah Melalui Simulasi

Simulasi penanganan kebakaran dikantor BPS Kab Tebo/Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kerjasama dengan dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat), badan pusat statistik (BPS) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi melakukan simulasi pencegahan penanggulangan kebakaran, Jum'at, 16 Oktober 2026.

Kepala BPS Kab Tebo, Agus Widodo, menjelaskan, kerjasama kami dengan dinas Damkarmat untuk mengedukasi penggunaan alat pemadam ringan (Apar) dan simulasi penanggulangan serta pencegahan apabila terjadi kebakaran. 

Semoga ilmu yang kami terima dapat di tularkan ke yang lain untuk mencegah apabila ada terjadi kebakaran di wilayah perkantoran. 

Ungkap Agus, skenario simulasi yang di lakukan tadi, pegawai kami sedang rapat diaula, tiba-tiba ada terjadi kebakaran di ruang dapur kemudian satpam berupaya menghubungi petugas Damkarmat via telpon selanjutnya kami dari BPS menghidupkan sirine tanda terjadinya kebakaran. 

" Pegawai BPS yang sedang berada dalam ruangan dievakuasi oleh satpam menuju titik kumpul didepan kantor, petugas Damkarmat langsung melakukan penanganan pemadaman," tutupnya.

Sementara itu Kadis Damkarmat Kab Tebo melalui Kabid pencegahan, Wijang Mahakso, mengatakan, bahwa edukasi simulasi ini tugas dan kewajiban kami. Selama ini kami intens melakukan sosialisasi, evakuasi dan simulasi pencegahan kebakaran. 

Wijang menyebutkan, bahwa kami akan segera datang untuk memberi edukasi apabila ada masyarakat maupun lembaga-lembaga yang ingin melakukan edukasi tentang bagaimana cara pencegahan penanggulangan kebakaran. 

" Hal sekaligus mensosialisasikan dan mempraktekan cara penggunaan alat proteksi kebakaran yang ada digedung-gedung pemerintah khususnya yang ada di lingkungan kita ini, dan bangunan-bangunan umum,"ucapnya.

Selain itu kita juga menjalankan Perda No8/2023 tentang penanggulangan dan pencegahan kebakaran, juga SE Bupati No0162/2025, bahwa setiap bangunan gedung dan fasilitas umum wajib memiliki alat proteksi kebakaran minimal Apar,"tegas Wijang. 

Reporter
ARDI

Kamis, 15 Oktober 2026

Sikapi Pertikaian Antara Desa Teluk Langkap-Puntikalo, PD AMAN Kab Tebo Dorong Penyelesaian Melalui Adat

Ketua PD AMAN Kab Tebo, Dedi Suhendra/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Konflik pertikaian terhadap penolakan aktivitas penambang emas tanpa izin (Peti) atau biasa disebut rakit dompeng sungai yang kerap berulang kali terjadi antara desa Puntikalo dan Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi tak kunjung usai. 

Menyikapi persoalan ini ketua pengurus daerah (PD) aliansi masyarakat adat nusantara (AMAN) Kab Tebo, Dedi Suhendra, angkat bicara, bahwa terhadap kedua desa yang saat ini sedang bertikai tentang wilayah perbatasan antara Teluk Langkap dan Puntikalo, maka situasi yang dapat diambil ialah bermusyawarah secara adat. 

Lanjutnya, nanti bisa disepakati tentang denda adat ataupun ritual adat yang di lakukan. Kalau bahasa orang dulu ialah sumpah adat, berlaku untuk keseluruhan bagi siapa saja yang melanggar,"tegas Dedi, Kamis 15 Oktober 2026.

Bak pepatah, keatas dak bepucuk kebawah dak beurat, tengah-tengah digilik kumbang. Kalu nyo keayik ditangkap buayo, kalu kedarat ditangkap harimau, kalu kerimbo ditimpo punggur. " Ini ritual adat yang di lakukan oleh orang-orang tua dulu dan saya pikir itu yang bisa dilakukan oleh kedua belah pihak agar tidak adalagi pihak-pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan," ungkap Dedi. 

" Kami mengajak ayok kita dorong penyelesaian yang berkeadilan dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat serta memastikan bahwa setiap keputusan didasarkan kepada musyawarah bersama, kepada fakta, bukan kepentingan sekelompok ataupun individu. 

" Saya pikir seperti itu langkah yang bisa dilakukan,"imbuh Dedi. 

Reporter
ARDI

Konflik Penolakan Aktivitas PETI Oleh Warga Puntikalo, Tebo-Jambi Kembali Memanas, Satu Rakit Dibakar Massa

Rakit Peti yang dibakar msyarakat Puntikalo/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kembali konflik penolakan aktivitas penambang emas tanpa izin (Peti) atau Dompeng Sungai yang beroperasi di sungai Batanghari, antara warga desa Puntikalo dan Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Peristiwa tersebut menurut informasi di dapat terjadi sekira pukul 11.45 Wib namun hingga sekira pukul 13.30 Wib, pada Kamis 15 Oktober 2026, di duga massa dari Puntikalo membakar satu rakit Peti, setelah mesinnya dipreteli terlebih dulu. Bahkan menurut informasi terdapat korban satu orang dilarikan ke rumah sakit. 

Sementara itu Kades Puntikalo, Faharizal membenarkan, peristiwa pembakaran rakit Peti oleh warga,"ujarnya dihubungi via ponsel, Kamis 15 Oktober 2026.

Faharizal menjelaskan, rakit yang di bakar warga dalam keadaan sedang beraktivitas telah memasuki wilayah desa Puntikalo. 

Dikatakannya, dengan kejadian hari ini rencananya, ungkap Faharizal, masyarakat akan kembali rapat untuk menegaskan barang bukti yang didapat apakah diserahkan ke Polsek atau Polres atau kemana.

Masyarakat menekankan kepada Kades Teluk Langkap untuk bertanggungjawab dan bertandatangan terhadap aktivitas Peti yang sudah melanggar kesepakatan untuk menarik mundur Rakitnya. 

Hingga berita ini ditulis belum ada keterangan resmi dari pihak penegak hukum setempat terkait dengan peristiwa tersebut. 

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional