BKSDA: Kebakaran Lahan di Desa Muara Sekalo, Tebo-Jambi Berdampak Pada Pergerakan Gajah
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi terus meningkat, terutama di daerah rawan seperti di Kecamatan Sumay, dan salah satunya desa Muara Sekalo, di lahan area penguna lain (APL) yang bersinggungan dengan habitat jalur lintasan gajah.
Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan mengatakan, bahwa kami mendapat laporan di desa Muara Sekalo Kec Sumay, di hari dan jam yang sama pada saat kami monitoring, Sabtu 15 Agustus 2026, kita sudah berkoordinasi dengan Manggala Agni yang memadamkan di areal tersebut dengan luas lahan terbakar sekitar 2 hektar.
Status lahan di areal tersebut sudah padam dan ini merupakan kerjasama yang baik dengan seluruh tim Satgas, TNI-Polri dan TRC Manggala Agni,"kata Joko, Senin 17 Agustus 2026.
" Dari total jumlah lluas lahan terbakar sampai saat ini di Kab Tebo, sudah mencapai 48, 26 hektar,"ungkapnya.
Kebakaran lahan yang bersinggungan dengan lintasan gajah di desa Muara Sekalo ini, Joko menjelaskan, bahwa berdasarkan laporan dari balai konservasi sumber daya alam (BKSDA), kami juga memantau itu, agar jangan sampai satwa gajah terdampak dan ini harus segera kita lakukan pemadaman.
" Saat ini lahan yang terbakar tersebut sudah padam, Joko berharap semoga tidak mengganggu habitat gajah.
Joko menambahkan, lahan yang terbakar merupakan lahan masyarakat yang berada di desa Muara Sekalo,"ucapnya meyakini.
Sementara itu Dan Ops Manggala Agni, Kab Tebo, Tata Jalurariva, melalui sambungan telpon membenarkan, pihaknya telah melakukan pemadaman kebakaran lahan APL, di desa Muara Sekalo.
" Luas lahan yang berhasil di tangani Manggala Agni sekitar 2,5 hektar," jelasnya singkat.
Terkait dengan kebakaran lahan di Muara Sekalo yang diduga berdampak terhadap habitat gajah, Kasi Wilayah BKSDA Kab Tebo, Ito Martialis, berujar, bahwa lokasi kebakaran lahan yang terjadi beberapa hari lalu itu berada di APL, berdekatan dengan bina usaha pemanfaatan hutan (BUPH) dan areanya memang disitu salah satu titik migrasi atau pergerakan gajah.
" Tapi kalau status konservasi disitu area APL, jadi tidak ada kawasan konservasi berbatasan dengan perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) lestari asri jaya (LAJ) dan posisi BUPH nya itu dalam kawasan hutan produksi (HP) namun itu masih di luarnya tapi berdekatan.
Ito memastikan, kebakaran lahan yang terjadi kemarin pastinya terkendala dan berdampak dengan pergerakan gajah, selalu ada hambatan dalam bermigrasi, meski bisa melewati tapi beresiko bagi gajah terutama anak dan induknya.
" Kalau kebakaran kemarin tidak segera di antisipasi dapat meluas dan sangat berdampak terhadap pergerakan gajah," ucap Ito.
Reporter
ARDI

















