Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Jumat, 18 September 2026

BPBD Kab Tebo: Terjadi Kebakaran Lahan Diperbatasan Antara Kebun Masyarakat Dengan PT TAL

Lahan yang terbakar diklaim antara perbatasan masyarakat dan PT TAL/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Lagi-lagi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi yang diklaim diantara areal perkebunan kelapa sawit milik pt tebo alam lestari (PT TAL) dengan lahan milik masyarakat desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Kamis 17 Sep 2026 siang kemarin. 

Berdasarkan video viral disosial media menyebutkan, telah terjadi kebakaran di areal perkebunan sawit PT TAL. Disebut oleh perekam video, yang terbakar bukan kebun masyarakat, jadi jangan salah informasikan. " TAL ini menyebut kebakaran dari lahan masyarakat, ini patoknya, itu kebunnya,"ucap perekam dalam video. 

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, melalui sekretarisnya, Ahmad Rony, mengatakan, kemarin memang kami mendapat laporan terjadinya kebakaran diperbatasan antara kebun masyarakat dengan PT TAL. 

Sampai saat ini masih menunggu info, yang jelas dari sisi pemadaman, kawan-kawan dari PT TAL melalui tim regu pemadam kebakaran (RPK) mereka berusaha melakukan pemadaman untuk lokasi yang terbakar,"ucap Rony, jum'at 18 Sep 2026 di temui dikomplek perkantoran pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo. 

Diakui Rony, bahwa sampai saat ini kami belum menerima data lapangan terkait luasan yang terjadi kebakaran. " Untuk penyebab kebakaran lanjut Rony, masih belum dapat diketahui, yang jelas sampai saat ini kita belum menerima data kebakaran tersebut. 

Memang kemarin mendapat info dari kepala pelaksana (Kalaksa) terkait kebakaran di areal perbatasan, beliau mengatakan, RPK PT TAL sudah lakukan pemadaman terkait dengan kondisi dilapangan,"ucap Rony. 

Terpisah dihubungi via telpon, manajer PT TAL, Harris Sibuea, menyebut, ada beberapa titik lahan yang terbakar yaitu di dekat lahan warga desa Muara Sekalo dan perbatasan areal pt lestari asri jaya (PT LAJ) di afdeling 5 yang berbatasan dengan lahan masyarakat. 

" Dari afdeling 5 dan dekat dengan afdeling 3 tapi lahan masyarakat bukan di lahan PT," sambung Harris, Jum'at 18 Sep 2026.

Kebakaran sudah langsung dipadamkan, namun untuk luasan lahan terbakar ucap Harris, belum masuk dalam laporan karena kejadiannya kemarin. 

Harris mengaku kewalahan, untuk mengecek lahan masyarakat yang terbakar. Sementara kebakaran tersebut terjadi kemarin siang sekitar jam 13.40 Wib, saya dapat laporan. 

Haris melanjutkan, upaya pemadaman lahan masyarakat yang terbakar kemarin, kita menurunkan tiga tim RPK PT TAL. " Kita kemarin sudah koordinasi, lapor dengan Satgas, tapi karena bisa dikendalikan, cukup dari PT TAL dibantu bersama Polsek Sumay..

Reporter
ARDI

Diduga SPBU 14.212.259 Tanjung Seri Batu Bara Jadi Sarang Pelangsir, Layani Truk Tumpukan Jerigen Tengah Malam

Foto: dok Ifnu Sungkowo

BATUBARASUMUT,,DUASATU.NET- Dugaan adanya praktik nakal penyaluran bahan bakar minyak (BBM) subsidi terjadi di Kabupaten Batu Bara di SPBU 14.212.259 Desa Tanjung Seri, Kecamatan Sei Suka, melayani pengisian tak sesuai standar operasional prosedur (SOP) Pertamina dan aturan BPH Migas.

Penelusuran media ini pada Selasa 16 Sep 2026 pukul 02:55 Wib dini hari, terlihat sebuah truk box berwarna putih sedang melakukan pengisian di area dispenser solar. Di sekitar dispenser tampak tumpukan jerigen berwarna kuning yang diduga telah dan akan diisi BBM subsidi jenis Solar.

Padahal, sesuai peraturan BPH Migas No6/2015, pengisian BBM menggunakan jerigen untuk kebutuhan tertentu wajib dilengkapi surat rekomendasi resmi dari desa/kecamatan/dinas terkait yang masih berlaku. Selain itu, sistem barcode MyPertamina melarang pengisian berulang melebihi kuota harian.

Informasi yang dihimpun di lapangan, SPBU ini diduga kerap melayani pengisian di luar batas kapasitas barcode dan tetap melayani jerigen meski surat rekomendasi diduga sudah kadaluarsa.

Praktik tersebut jelas merugikan masyarakat kecil, nelayan, hingga sopir lintas yang berhak mendapatkan solar subsidi. Sementara BBM subsidi diduga justru mengalir ke para penimbun.

Seorang warga sekitar yang enggan disebut namanya mengaku kegiatan tengah malam seperti itu kerap terjadi hampir setiap malam.

"Kalau malam-malam begini memang sering ada truk besar, truk sedang, mobil pickup L300 dan panther melakukan pengisian secara berulang, sementara yang membawa jerigen juga banyak. Kami yang mau isi susah," ungkap warga kepada .

Hingga berita ini ditulis, manajemen SPBU 14.212.259 Tanjung Seri belum memberikan keterangan resmi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut.

Masyarakat mendesak Pertamina dan aparat penegak hukum (APH) segera inspeksi mendadak (sidak), memeriksa rekaman CCTV pada 16 September 2026 pukul 02:55 Wib dan memberi sanksi tegas hingga pencabutan izin operasional jika terbukti melanggar.

Reporter
IFNU SUNGKOWO

Pasca Viral Video Warga, Proyek Jalan Poros Desa Diawasi Ketat Pemdes Tuo Ilir, Kab Tebo

Proyek Jalan Poros desa Tuo Ilir, Kec Tebo Ilir, dikerjakan CV Anugrah/foto: Ist

TEBO,JAMBI,DUASATU.NET- Proyek pembangunan jalan poros desa di pastikan bakal diawasi secara ketat oleh
pemerintah Desa (Pemdes) Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan pengawas lapangan dan dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kab Tebo terhadap standar kualitas pekerjaan ujar kepala desa (Kades) Tuo Ilir, Eli Suhaili. 

Pemdes sempat meminta dihentikan sementara untuk penyelarasan teknis, memastikan kualitas jalan optimal dan berumur panjang,"jelasnya, Kamis 17 Sep 2026.

Lanjutnya, kami cuma ingin pengawasan pembangunan berjalan baik agar kualitas jalan maksimal, manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. 

Catatan teknis yang disampaikan meliputi pemerataan permukaan jalan lama (scrap) sebelum pengecoran agar ketebalan beton 20 cm merata, penyesuaian besi tulangan sesuai beban jalan poros, serta kejelasan volume pekerjaan.

Sementara itu pelaksana lapangan CV Anugrah, Yusri, mengakui ada kekhilafan teknis saat pengerjaan cor jalan tanpa baru split dimalam hari videonya viral di media sosial. 

" Ungkap Yusri, kami akui salah, coran tanpa batu. Waktu itu materialnya habis, makanya langsung saya hentikan pekerjaan malam itu. 

Setelah penghentian itu, tegas Yusri, pihaknya langsung lakukan perbaikan di lapangan. Di pastikan semua pengerjaan untuk selanjutnya mengacu pada spesifikasi teknis dan RAB dari Dinas PUPR.

Komposisi beton mutu K-175, kata Yusri, menggunakan takaran 1:3 yang disesuaikan dengan paket takaran di lapangan. Sementara untuk besi tulangan ukuran 6 mm dan 8 mm, menurutnya sudah sesuai gambar rencana.

Proyek jalan poros dengan volume panjang 450 meter, lebar 4 meter, dan tebal 20 cm tersebut saat ini dilanjutkan lagi dan sudah masuk tahap akhir penyelesaian setelah adanya perbaikan dan koordinasi bersama.

Reporter
ARDI

Kamis, 17 September 2026

Begini Penjelasan Dinsos P3A Kab Tebo, Penerima Bansos Berdasarkan Desil, Data Bersifat Dinamis

Kabid Dayasos, Dinsos P3A Kab Tebo, Muhamad Faisal/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Masyarakat yang berhak dan berpeluang menerima manfaat bantuan sosial (Bansos) dari pemerintah pusat maupun daerah terdiri dari beberapa Desil yang berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional (DTSEN). 

Berdasarkan DTSEN 16 Sept 2026, warga yang masuk kedalam Desil 1 dan 2 berpeluang menerima bantuan berupa sembako, program keluarga harapan (PKH), bantuan langsung tunai (BLT) Kesra dan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas),"ujar kepala dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A) Kab Tebo melalui Kabid pemberdayaan sosial (Dayasos), Muhamad Faisal, Kamis 17 Sep 2026.

Faisal melanjutkan, Desil 3 s/d 5 juga berhak menerima Bansos, seperti BPJS Kesehatan dan penerima bantuan iuran (PBI) maupun jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dari Provinsi dan Kabupaten. 

" Data ini bersifat dinamis atau dapat berubah," lanjut Faisal. 

Sejauh ini ungkap Faisal, terkait dengan perubahan Desil, hal itu dikarenakan ketika di lakukan pengecekan tidak sesuai kondisi dilapangan dengan Desil yang mereka terima di aplikasi. 

" Ada dua macam versi yang di siapkan oleh pemerintah, pertama pembaharuan Desil atau data melalui aplikasi. 

" Kedua melalui operator desa, karena kondisi dilapangan aparat desa lebih tau, dengan menyiapkan data-data yang mereka siapkan seperti data rumah, penghasilan dan lainnya hal ini untuk mendukung membantah agar mereka memang benar Desil atau kehidupannya tidak bertambah. 

Selain itu ada juga melalui aplikasi mandiri, ini sebenarnya ada kemungkinan ketika pembaharuan melalui aplikasi namun kebanyakan apakah mungkin akan jujur dengan pribadi kita. " Karena pernah ada kejadian Desilnya bertambah naik karena dianggap tidak jujur dalam formulir isian melalui aplikasi mandiri. 

Reporter
ARDI

Proyek Pembangunan Jalan di Kec Tebo Ilir Dikerjakan CV Anugrah, Diprotes Warga Tuo Ilir

Proyek jalan dikerjakan CV Anugrah yang diprotes warga/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Proyek pembangunan jalan poros di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, senilai hampir Rp1 miliar tahun anggaran 2026, dikerjakan oleh CV Anugrah diprotes warga. 

Di lapangan, jalan poros dibangun dengan standar jalan lingkungan. Padahal secara teknis, peruntukannya beda jauh. Jalan poros adalah jalan utama antar desa dengan beban berat. Setiap hari dilalui kendaraan pengangkut sawit dengan beban hingga 12 ton. Sementara spesifikasi jalan lingkungan hanya dirancang untuk beban ringan.

"Ini jalan poros, kenapa dibangun pakai spesifikasi jalan lingkungan. Jelas kekuatan dan ketebalannya berbeda," kata seorang warga Tuo Ilir, Rabu 16 September 2026.

Warga menilai kesalahan spesifikasi ini akan membuat jalan cepat hancur dan merugikan keuangan negara. Warga disana juga menyoroti teknis pembesian yang diduga tidak sesuai permintaan.

Warga menilai jika tulangan besi behel ukuran 10 mm lebih memungkin menahan beban berat. Namun yang dipasang pelaksana hanya besi ukuran 6 mm.

Selisih 4 mm ini krusial. Besi 6 mm tidak mampu menahan beban tekan dan tarik untuk lalu lintas 12 ton. Risiko retak dan patah beton jauh lebih tinggi.

Saat diprotes, pelaksana beralasan anggaran terbatas. Bahkan warga mengaku diancam alokasi anggaran akan dipindahkan ke desa lain jika tidak menerima kegiatan pembangunan disana.

Warga mendesak Dinas PUPR Kabupaten Tebo turun langsung dan mengaudit teknis proyek ini sebelum serah terima.

"Percuma dibangun kalau sebulan dua bulan hancur. Ini buang anggaran," kata warga tersebut.

Reporter
ARDI

Beredar Video Warga, Hasil Cor Jalan Lingkungan Desa Tuo Ilir, Kab Tebo, Begini Kondisinya

Kondisi cor jalan lingkungan desa Tuo Ilir, Kec Tebo Ilir, Kab Tebo/foto: Ist

TEBOJAMBI,DIASATU.NET- Beredar video hasil pengecoran jalan lingkungan di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo mengungkap dugaan pelanggaran mutu beton f’c = 14,5 MPa (K175). Proyek Dinas PUPR Tebo senilai Rp953 juta lebih itu terlihat tidak menggunakan batu split.

Padahal untuk pekerjaan 1 M³ mutu beton rendah f’c = 14,5 MPa (K175) pun, standar SNI mewajibkan komposisi 1:2:3. Artinya 3 bagian wajib batu split sebagai penahan beban tekan.

Video yang direkam warga pada malam hari, adukan yang dituang ke bekisting hanya berupa campuran semen dan pasir halus yang sangat encer. Tidak terlihat satu pun agregat kasar batu pecah 10-20mm. Di detik 17, warga bahkan dengan mudah membenamkan tangan ke dalam adukan.

“ Praktis ini cuma adonan pasir semen, bukan beton. Mana split-nya? Kalau tidak ada split, K175 dari mana? Ini untuk jalan poros beban 12 ton,” kata warga.

Sementara kondisi adukan yang encer mengindikasikan kelebihan air (water-cement ratio tinggi) yang akan membuat beton keropos dan retak dalam hitungan minggu.

Hingga berita ini ditulis, PPTK kegiatan berinisial Feb, Rabu 16 September 2026 via pesan WhatsApp, sepertinya belum berkenan untuk menjelaskan hilangnya batu split tersebut dan volume rigid yang dihasilkan dari anggaran Rp953 juta.

Reporter
ARDI

Rabu, 16 September 2026

Ka BKSDA Jambi: K*m*tian Anak Gajah di Kab Tebo Dalam Penyelidikan Balai Gakkumhut Sumatera

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Seekor anak gajah ditemukan sudah dalam kondisi mati mengenaskan, di desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Agustus 2026 yang lalu. 

Terkait hal itu di hubungi melalui sambungan telpon, Kapolsek Sumay, AKP Irvan Pane, yang turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) enggan mengomentari terhadap kematian anak gajah di desa Muara Sekalo. 

" Itu kewenangan balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) kami tidak bisa berkomentar,"katanya singkat, Rabu 16 September 2026.

Sementara itu kepala balai KSDA Prov Jambi, Himawan Sasongko, dalam pernyataan resminya via pesan whatsapp, Rabu 16 September 2026, menyatakan bahwa kematian gajah sudah dilakukan nekropsi dan pengambilan sampel serta uji lab utk EEHV (hasilnya negatif), namun masih ada uji toksikologi sedang berlangsung. 

Sudah di laporkan sejak tanggal 24 Agustus 2026, cek lapangan dan Nekropsi atau pengambilan sampel pada tanggal 25 Agustus lalu. 

Sedangkan untuk proses penyelidikannya dilakukan oleh balai penegakkan hukum kehutanan (Gakkumhut) Sumatera," tulis Himawan Sasongko, singkat. 

Reporter
ARDI

Kemarin Terpantau 184 Titik Hotspot Tersebar di Kab Tebo, Sebagian Besar di Kec Sumay

Titik hotspot perhari Selasa 15 Sept 2026 kemarin/foto: dok BPBD Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Laporan dari badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) yang kami terima, kemarin pada Selasa 15 September 2026 di Kabupaten Tebo, terpantau sebanyak 184 titik hotspot tersebar di beberapa Kecamatan, "ujar kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Tebo, Joko Ardiawan, Rabu 16 September 2026.

" Yang terbanyak titik hotspot tersebut memang di Kec Sumay, dan ada beberapa titik yang terus kami pantau," kata Joko. 

Ungkap Joko, saat ini kami masih terus melakukan pemadaman dan pendinginan lahan yang terbakar di desa Sumber Agung, Kec Rimbo Ilir, ini akan terus di lakukan pemantauan. 

Lanjut Joko, kita sedang menunggu informasi terakhir yang di Kec Muara Tabir, juga kami pantau termasuk titik hotspot hari kemarin, tadi dapat laporan adanya titik api namun sudah berhasil dikendalikan. 

" Titik hotspot perhari kemarin sebagian besar berada di Kec Sumay, statusnya sudah padam, meski begitu kita masih terus melakukan pemantauan dan dilakukan pendinginan untuk dibeberapa tempat yang sudah terpantau. 

Sedangkan untuk jumlah luas lahan yang terbakar, masih kami lakukan crosscheck di lapangan, tetap dilakukan penghitungan sementara di lahan terbakar perhari kemarin. 

" Namun sampai saat ini status luas lahan total yang terbakar di Kab Tebo, seluas 315, 71 hektar,"tandasnya.

Reporter
ARDI

Selasa, 15 September 2026

FTJSP Kab Tebo Evaluasi Program CSR, Bapperida Buat Portal Kegiatan Perusahaan Bebas di Akses

FGD TJSP Kab Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Ketua forum tanggung jawab sosial perusahaan (FTJSP), ST Parlaungan Siregar berujar, forum grup discussion (FGD) di lakukan untuk mengevaluasi keberadaan TJSP, dan partisipasinya terkait program daerah yang tidak terserap oleh APBD Tebo, di sinkronisasi dengan program corporate social responsibility (CSR) perusahaan, Selasa 15 September 2026.

Dari 60 perusahaan yang ada di Kab Tebo, apabila prinsip perkebunan atau pertambangan banyak di sektor inti, di ring satu di desa-desa sekitar, ke depannya melompat ke sektor-sektor seperti stunting yang anggarannya tidak ada, melakukan pendampingan atau pemberdayaan atau program lain tidak terakomodir di APBD Tebo. 

" Kalau bisa jangan fokus diring satu tapi kedepan bisa ke sektor lain yang tidak di akomodir APBD, agar temen-temen juga perusahaan bisa berkontribusi. Hasil evaluasi tadi lanjut Parlaungan, temen-temen perusahaan banyak belum terlapor kegiatan CSR nya, dari update tadi kita hitung ternyata banyak belum melaporkan dan kedepannya perlu di sinkronisasi atau sinergitas. 

" Apapun kegiatan yang berkaitan dengan masyarakat berkaitan dengan forum CSR dilaporkan dicatat di Bapperida, agar menjadi tanggungjawab bersama ke masyarakat/publik, bahwa keberadaan perusahaan ini ada berkontribusi di Pemda. 

Selama ini diakui Parlaungan, banyak kelemahan dalam perjalanan forum CSR, karena kurangnya konsolidasi, kedepan harapannya bisa lebih baik lagi. 

Plt badan perencanaan pembangunan riset dan inovasi daerah (Bapperida) Kab Tebo, Arif Budiman, menyebutkan, FTJSP ini diluar ekspektasi kami, semua perusahaan hadir, kalau dulu cuma anggota yang sudah ada sekarang mulai berkembang, juga ikut hadir perwakilan dari dealer dan waralaba. 

" Mereka menaruh harapan, laporan TJSP mereka tersampaikan, tepat sasaran dan dapat diakses yang telah dilakukan. 

" Beberapa perusahaan melakukan kegiatan TJSP, karena sistem manual, Bapperida memberi solusi membuat portal, tidak harus mengantar laporan, kami berikan akun agar perusahaan bisa akses cukup dari kantor mereka, website diisi sendiri apabila sudah terdaftar dari forum itu bisa menginformasikannya. 

" Dalam portal diberi ruang, dokumentasi, laporan keuangan, foto dan kegiatan, website bebas bisa diakses. Dibeberapa daerah ada memeberikan sanksi secara tegas terhadap perusahaan, namun dalam undang-undang tidak memungkinkan karena dikembalikan ke daerah masing-masing,"kata Arif. 

Reporter
ARDI

Pasca Oknum ASN DLH-Hub di Amankan, Polres Tebo Tetapkan EW Sebagai Tersangka, Langsung di Tahan

Sejumlah petugas kepolisian mengamankan EW, Senin 14 Sept 2026/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dilansir media ini sebelumnya, bahwa pegawai dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, sekira pukul 10.46 Wib pagi, Senin 14 September 2026 kemarin, di kejutkan dengan sejumlah pihak dari kepolisian mengamankan salah seorang aparatur sipil negara (ASN) berinisial EW. 

Berkaitan pasca di amankannya EW oknum pegawai ASN pada DLH-Hub tersebut, Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim AKP Very Prasetiawan, menjelaskan, kemarin unit pidana umum Polres Tebo, langsung melakukan pemeriksaan sebagai tersangka di lanjutkan dengan gelar perkara untuk dilakukan penahanan. 

Penahanan terhadap tersangka, terkait dengan pekerjaan yang di laporkan ke Polres Tebo dengan kerugian kurang lebih Rp25 juta. Sementara terkait dengan laporan yang di Polsek Tebo Tengah kerugian sekitar kurang lebih Rp80 juta,"ungkap Very, Selasa 15 September 2026.

" Pasal yang kami sangkakan kepada terduga pelaku yaitu pasal 492 KUHP, dengan ancaman hukuman 4 tahun kurungan penjara,"tegas Kasat Reskrim Polres Tebo AKP Very Prasetiawan. 

Reporter
ARDI

Di Kab Tebo Terdapat 62 Titik Hotspot Baru, Kec Sumay Masih Mendominasi

Foto: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Laporan badan meteorologi klimatologi geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, pertanggal 14 September 2026 kemarin terdapat 62 titik hotspot terdeteksi di seluruh Kabupaten Tebo. 

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan, pada Senin 14 September 2026 kemarin, kami mendapatkan laporan dari BMKG Jambi, bahwa ada sekitar 62 titik hotspot terdeteksi di seluruh wilayah Kab Tebo. 

" Namun titik hotspot tersebut sudah berkurang karena sudah dilakukan pemadaman dan pendinginan. 

Joko menyebutkan, nanti akan kita update lagi perhari ini, kami lihat dari laporan yang ada sudah terjadi pengurangan titik hotspot. 

Untuk titik hotspot yang barada di Kec Tebo Tengah ungkap Joko, sebenarnya sudah terjadi dari kemarin, namun akan kita lakukan ground chek lagi seluruhnya, titik hotspot yang kemarin terdeteksi bersama dengan seluruh Satgas Karhutla TNI-Polri, Manggala Agni, Damkarmat dan BPBD," katanya, Selasa 15 September 2026.

" Dari 62 titik hotspot tersebut dominan berada di Kec Sumay, kita juga sudah intens berkoordinasi Satgas Karhutla dan perusahaan yang ada di posko wilayah tersebut baik di desa Pemayungan, Semambu, maupun Suo-Suo,"tutup Joko. 

Reporter
ARDI

Di Kab Tebo, Penerima Bantuan Pangan, Periode Juli-Sept 2026 Meningkat

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Periode bulan Juli hingga September 2026, pemerintah pusat melalui badan pangan nasional (Bapanas) kembali menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, yang kurang mampu berupa beras. 

Kepala dinas (Kadis) tanaman pangan holtikultura dan ketahanan pangan (DTPHKP) Kab Tebo, melalui Kabid ketahanan pangan (Ketapang), Darmalinda, mengatakan, untuk periode Juli-Sept 2026 jumlah penerima bantuan beras dari Bapanas, se Kab Tebo sebanyak 41.080 penerima. 

Jumlah ini meningkat dari bulan sebelumnya, Februari-Maret yaitu sebanyak 1721 penerima bantuan,"ujar Darmalinda, ditemui di kantornya, Senin 14 Sept 2026.

Meningkatnya jumlah penerima bantuan, kemungkinan pendataan dari awal pada saat kita melakukan penyaluran ada situasi di bawah yang layak dan tidak menerima, setelah didata ulang kembali ternyata terdapat penambahan data sebanyak 1721 penerima,"katanya.

Darmalinda menegaskan, penyaluran Juli-Sept ini hanya berupa beras sebanyak 10Kg/bulan untuk satu orang, jadi 3 bulan 30Kg/penerima bantuan. 

Sementara periode bulan sebelumnya bulan Februari-Maret, berupa beras 10Kg dan minyak goreng (Migor) 2 liter untuk dua bulan jadi yang diterimanya beras 20Kg Migor 2 liter. 

" Terjadinya perubahan jumlah penerima bantuan tersebut, diakui Darmalinda, sudah pasti ada warga yang protes, mungkin sebelumnya mereka dapat, tidak dapat lagi. " Kemarin sudah menetapkan kalau kami sebagai dinas hanya pendampingan, untuk data nanti berkoordinasi dengan dinas sosial. 

Lanjutnya, kami memberi bantuan ini berdasarkan DTSEN, hanya mendampingi penyalurannya sebatas mana. " Kalau jumlah tersalurnya yang jelas untuk Kab Tebo, sudah tersalurlan adalah Kec VII Koto Ilir dari pemantauan kami sudah 100 persen, kemudian Tebo Ilir, Tengah Ilir, Muara Tabir, Sumay. 

Selanjutnya yang baru tersalurkan pada minggu kemarin, kata Darmalinda, Kec Tebo Ulu, salah satu desanya Sungai Rambai, Pagar Puding dan beberapa desa lainnya. Karena memang pada penyaluran ini kami koordinasi dengan badan urusan logistik (Bulog) lebih mendahulukan yang jauh, mungkin berkaitan dengan transportasi. 

" Mungkin setelah selesai yang jauh baru yang dekat disalurkan, karena Bulog ini Bungo Tebo yang harus dijangkau,"ucap Darmalinda meyakini. 

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional