Kebakaran lahan di Kec Tebo Ulu, Rabu 12 Agustus 2026 malam tadi/foto: dok BPBD Kab Tebo
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Eskalasi
kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terus meningkat baik di area pengguna lain (APL), lahan milik masyarakat maupun konsesi perusahaan.
Sekretaris badan penanggulangan bencana daerah (BPBD), Ahmad Rony, mengatakan, di bulan Agustus 2026, kita sudah menangani sebanyak 28 kejadian titik hotspot yang tersebar di Kab Tebo.
Rony mengungkapkan, untuk bulan Agustus, kita sudah melakukan pemadaman dan pendinginan terhadap Karhutla itu sekitar 12 hektar dari 32 hektar yang terjadi sejak Januari s/d Agustus 2026.
Informasi terakhir memang kemarin ada terjadi Karhutla di Kec Rimbo Ulu, desa Pemayungan Kec Sumay, dan Kec Tebo Ulu. Untuk tiga lokasi ini sambung Rony, tim sudah melakukan pemadaman dengan luas sekitar 3 hektar berada di pemukiman masyarakat.
" Untuk yang di Kec Sumay, mengingat kondisi seperti saat ini kata Rony, sudah mulai terjadi eskalasi peningkatan terhadap luasan kemungkinan terjadinya Karhutla, kami lebih intens berkoordinasi dengan TNI-Polri, Manggala Agni, dan pelaku dunia usaha.
Ungkap Rony, kemarin Rabu 12 Agustus 2026 ada dua kejadian Karhutla, pertama di APL yang berdampingan dengan pt alam bukit tigapuluh (PT ABT), telah di tangani oleh TNI-Polres dan masyarakat maupun perusahaan, karena masih berada dalam kawasan yang menjadi pengawasan PT ABT walaupun diluar konsesi.
Kemudian Karhutla yang kedua berada dalam konsesi pt tebo alam lestari (PT TAL), sementara informasi kita terima kondisi sudah aman dan bisa di padamkan oleh regu pemadam PT TAL.
" Luas lahan terbakar di konsesi PT TAL kita belum menerima info dari tim di lapangan, sedangkan luas lahan APL yang berdampingan dengan PT ABT, sekitar satu hektar,"ujar Rony.
Ditegaskan Rony, kita telah membuat surat edaran ditandatangani Bupati Tebo, yang intinya dilarang dan tidak benarkan membuka lahan dengan cara membakar. " Kami menghimbau kepada masyarakat, untuk berhati-hati terhadap kondisi saat ini, baik yang berdampak kepada kesehatan masyarakat atau yang berhubungan dengan keselamatan diri, keluarga dan pekarangan sekitar kita," tutupnya.
Reporter
ARDI