Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim


 

Advertorial

Video

Jumat, 18 Juni 2021

Kasus Pelanggaran Prokes Rivera Park Di Tebo-Jambi Dihentikan, Pengelola Minta Maaf Tanpa Hukuman

Kasat Reskrim Polres Tebo, AKP Marhara Tua Siregar

DUASATU.NET- Terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan (Prokes) tempat wisata Rivera Park, di Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo Provinsi Jambi yang sempat viral beberapa waktu lalu terjawab sudah.

Kendati pihak pengelola sudah diperiksa dan dimintai keterangannya di Polres Tebo, kasusnya tidak sampai ke penegakan hukum.

Kapolres Tebo melalui Kasat Reskrim AKP Mahara Tua Siregar, S.I.K menjelaskan, dasar perkaranya bermula dari laporan informasi yang selanjutnya ditindaklanjuti pihak Polres. 

" Kita sudah memeriksa sejumlah pihak, mulai dari pengelola termasuk Tim Satgas Covid-19, "katanya. Namun dari Undang-undang karantinanya belum di temukan. Dari gelar perkara dan penyelidikan sementara di hentikan,"ujarnya, Jumat (18/6/2021).

Kasat berujar, kasus tersebut juga tidak di lanjutkan karena pihak pengelola sudah meminta maaf secara pribadi. Baik secara lisan dan tulisan kepada kepolisian dan masyarakat.

" Sanksi sosial mereka sudah lakukan, yakni sudah meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi," kata Kasat.

Kasus pelanggaran Prokes yang video pembubarannya sempat viral, pada akhirnya tidak sampai dilimpahkan ke Kejaksaan. 

Sebelumnya, Kapolres Tebo melalui Kanit Tipidter Polres Tebo, Ipda R. F. Ritonga saat memeriksa pihak pengelola wisata itu mengatakan, di ketahui bahwa GM Rivera Park, bernama Hasbi sudah mengetahui ada Surat Edaran Bupati, soal penutupan tempat wisata, tapi tetap dibuka, bahkan melanggar Prokes.

Menurut Kanit Tipidter, pihak wisata ini terancam hukuman denda sebesar Rp100 juta dan kurungan selama 1 tahun, jika terbukti bersalah. Hal ini sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Sebelum berita ini diturunkan, Kepala Kejari Tebo Imran Yusuf mengatakan hanya bisa menunggu pelimpahannya dari kepolisian. 

" Hingga saat ini kami belum menerima surat pemberitahuan dimulainya penyidikan (SPDP) dari penyidik Polres Tebo, atas kasus dugaan pelanggaran Prokes," beber Imran belum lama ini.

Kasus pelanggaran Prokes yang dimaksud adalah pembubaran kerumunan yang terjadi pada 15 Mei 2021 lalu, di tempat wisata Rivera Park, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo. 

" Sambung Imran, penyidik Polres Tebo sudah melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan. Namun, pihak kejaksaan masih menunggu perkembangan kasusnya. Karena informasinya masih berproses. (ARD)

Terkait Fenomena Hewan Liar Mati Mendadak Beberapa Minggu Lalu, Begini Penjelasan DLH

DLH Tebo Temukan Babi Hutan Dan Ular Mati Tak Jauh Dari Sungai/Foto dokumentasi duasatu

DUASATU.NET- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tebo Provinsi Jambi turun kelokasi melakukan pengecekan terkait fenomena binatang atau hewan liar yang di duga mati secara mendadak di desa Suo-Suo dan Muaro Sekalo, Kecamatan Sumay pada beberapa minggu lalu.

Kepala DLH Tebo Eko Putra melalui Kabid pengendalian dan pencegahan lingkungan hidup Deriansyah, Jum'at (18/6/2021) membenarkan, pihaknya pada Kamis (17/6/2021) kemarin sudah turun ke desa Suo-Suo dan Muaro Sekalo, terkait informasi warga mengenai banyaknya hewan liar di duga mati secara mendadak, seperti babi hutan di daerah tersebut.

" Bukti yang didapat saat di lokasi selain bangkai babi hutan yang hanya menyisakan tulang belulang di duga mati secara mendadak di desa Muaro Sekalo juga di temukan seekor bangkai ular python yang masih utuh di tepi sungai, "beber Deri.

Bangkai binatang liar yang di temukan seperti babi dan ular, lanjut Deri, lokasinya tak jauh dari sungai. " Atas temuan itu pihaknya juga sudah mengambil sampel air sungai terdekat untuk di lakukan pengujian.

" Deri menyebut, terkait hal ini DLH Tebo sudah berkoordinasi dengan Dinas kesehatan dan Dinas Kehutanan Kabupaten / Provinsi maupun Kementerian. Terkait temuan bangkai hewan ini dirinya berharap bukan hanya air yang di uji, tapi juga mahluk hidupnya sekalian agar di lakukan pengujian. (ARD)

Kamis, 17 Juni 2021

KUA Tigaraksa, Sosialisasikan Cegah Pernikahan Dini

DUASATU.NET- Di masa pandemi Covid-19 maraknya praktik pernikahan dini tetap terlihat, meski pemerintah sudah merevisi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang diamanatkan oleh Mahkamah Konstitusi.

Undang-Undang tentang perkawinan yang baru telah mengubah batas usia minimal laki-laki dan perempuan yang akan menikah. Pada sebelumnya, batas usia menikah bagi laki-laki ialah 19 tahun dan perempuan 16 tahun, namun dalam UU baru mengharuskan 19 tahun baik perempuan maupun laki-laki. 

Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Tigaraksa Kabupaten Tangerang-Banten, Mansyur S.Pdi menjelaskan, dalam kasus pernikahan di usia dini, pihak KUA akan memberikan surat penolakan permohonan perkawinan jika diketahui usianya dibawah 19 tahun. Selain itu, adanya aturan yang menetapkan penyimpangan batas usia minimal dalam pernikahan hanya bisa dimohonkan dispensasi ke pengadilan.

" Kami dari pihak KUA akan memberikan surat penolakan jika diketahui pemohon masih berusia dibawah umur, karena mengenai batas usia minimal seseorang boleh menikah, menurut Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 pasal 7 ayat (1) dan (2) mengatur bahwa perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria dan wanita sudah mencapai umur 19 tahun," ucap Mansyur saat di Wawancarai tim liputan Diskominfo, Kamis (17/6/2021).

Selanjutnya, pihak KUA sendiri diketahui telah memasang spanduk di depan kantor mereka, yang bertujuan untuk mensosialisasikan kepada warga Kecamatan Tigaraksa bahaya dari pernikahan dini dan syarat prosedur pendaftaran nikah.

" Kita pun sudah ada spanduk yang telah dipasang di halaman depan kantor untuk mensosialisasikan warga, tujuan sosialisasi tersebut adalah untuk memberi pemahaman kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang khususnya di Kecamatan Tigaraksa tentang pencegahan pernikahan Dini yang berkaitan dengan hukum Islam dan UU perkawinan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai faktor,  akibat,  manfaat, dan mudhorat dari pernikahan dini," kata Mansyur kepala KUA.

Dishub Kabupaten Tangerang Gelar Operasi Penertiban Kendaraan Melanggar Perbup 47 Tahun 2018.

DUASATU.NET- Dinas Perhuhungan Kabupaten Tangerang menjaring 25 jenis kendaraan dalam operasi penertiban dan penindakan terhadap pengemudi angkutan barang serta angkutan penumpang, bertempat di depan Kantor TMD Lippo Karawaci Kecamatan Kelapa Dua Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (17/06/2021).

Kendaraan yang terjaring tersebut diantaranya telah habis masa uji berlaku trayek, muatan barang yang berlebih, jam operasional kendaraan bermuatan tambang, dan administrasi kelengkapan STNK dan SIM. 

Untuk permasalahan kelengkapan administrasi pengemudi, Pemkab Tangerang telah menyerahkannya kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang Agus Suryana mengatakan Penertiban ini bertujuan untuk menindaklanjuti Peraturan Bupati Tangerang Nomor 47 Tahun 2018 tentang Pembatasan Jam Operasional Angkutan Tambang (Pasir, Batu, Tanah).

"Hari ini Dishub Kabupaten Tangerang melakukan kegiatan operasi penertiban dan penindakan terhadap pengemudi angkutan barang dan angkutan penumpang. Ini juga bertujuan untuk menindaklanjuti Perbub Nomor 47 Tahun 2018," ucapnya

Ditambahkan, Kepala Seksi Rekayasa Lalu Lintas pada Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kabupaten Tangerang, Benny Purwana menjelaskan dalam operasi tersebut pihaknya telah bekerjasama dengan Polri, dan TNI guna meningkatkan sinegritas dalam menegakan pelanggaran.

Selain itu, kegiatan penertiban ini akan terus berlanjut kedepan khususnya di tahun 2021. Sebelumnya, Dishub Kabupaten Tangerang juga sudah melakukan penertiban kendaraan bermuatan barang dan penumpang selama 3 hari di wilayah Kecamatan Legok.

"Ada beberapa jenis pelanggaran yang kami tindak, mulai dari kendaraan yang melebihi muatan, kendaraan yang melanggar batas jam operasional, serta kendaraan yang masa uji keur dan trayeknya habis," lanjut Beny.

"Hari ini tercatat ada 25 jenis pelanggaran, mulai dari masa trayeknya habis, perihal kelebihan muatan barang, dan masalah jam operasional angkutan tambang. Untuk angkutan tambang karena pengemudi dapat menunjukkan surat surat, maka kita putar balik arah kendaraannya," pungkasnya kepada tim liputan Diskominfo Kabupaten Tangerang.

Senada dengan pernyataan tersebut, Kanit 1 Lantas Polsek Kelapa Dua, Ipda Tusino menjelaskan, dalam operasi ini polsek Kelapa Dua juga melakukan penertiban dan penindakan terhadap pengemudi yang melanggar peraturan lalu lintas, mengingat masih ada saja pengemudi yang tidak tertib akan akan berkendara, sehingga dapat membahayakan keselamatan dan kenyamanan lalu lintas.

"Pada kegiatan hari ini, kami dari Polsek Kelapa dua bersama Dishub Kabupaten Tangerang melakukan penertiban dan penindakan terhadap pengemudi yang melanggar, baik melanggar lalu lintas maupun yg melanggar protokol kesehatan, ada beberapa yang kita lakukan penindakan, diantaranya ada yang tidak membawa surat surat dan tidak memakai helm," pungkasnya.

Untuk pengemudi kendaraan yang tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan seperti STNK, telah dilakukan penilangan dan kendaraan akan diamankan ke Polsek Kelapa Dua untuk dilakukan penindakan lebih lanjut.

"Kami berharap, kedepannya untuk para pengemudi untuk lebih peduli terhadap keselamatan lalu lintas, jangan lupa memakai helm dan lengkapi surat surat berkendaranya, ini demi keselamatan pengemudi juga nantinya," tutupnya. (EDI)

Pj. Gubernur Jambi Apresiasi Tebo Berikan Vaksin Lansia Secara Masif

Bupati Tebo, H.Sukandar

DUASATU.NET- Pj. Gubernur Jambi Dr. Hari Nur Cahaya Murni memberikan apresiasi kepada Kabupaten Tebo dalam memberikan vaksin covid-19 secara masif kepada lansia dalam tempo 8 hari.

Hal tersebut disampaikannya pada acara rapat evaluasi Covid-19 Tingkat Provinsi Jambi bertempat Aula Utama Kantor Gubernur, Kamis (17/6).

Sebagaimana disampaikan Pj. Gubernur Jambi, apa yang telah diperbuat Pemerintah Kabupaten Tebo patut untuk dicontoh oleh daerah lainnya.

Rapat evaluasi dihadiri Forkompimda Provinsi Jambi dan para Bupati/ Walikota, diantaranya Bupati Tebo Dr. H. Sukandar, S.Kom, M.Si, para Kadis Kesehatan dan Satgas Covid-19.

Menanggapi apa yang disampaikan Pj. Gubernur Jambi, Bupati Tebo H. Sukandar menyampaikan bahwa keberhasilan Tebo dalam menekan laju perkembangan Covid-19 berkat adanya kerjasama dan dukungan jajaran Kodim 0416 / Bute,  Polres Tebo, para Camat dan para Kades.

" Keberhasilan Tebo dalam menekan laju penyebaran Covid-19 berkat adanya kerjasama dan dukungan jajaran Kodim 0416 / Bute, Polres Tebo, para Camat dan para Kades ",  ujar Sukandar.

Capaian vaksinasi Lansia Tebo merupakan tertinggi di Provinsi Jambi yakni 24,4% (4775) dari target yang ditetapkan ibu Gubernur sebesar 10%. Sedangkan capaian sebelum pekan vaksinasi 0,99 persen. (RED).

Dalam 7 Hari Polda Banten Amankan 1.019 Orang Aksi Premanisme Dan Pungli

Polda Banten Berantas Aksi Premanisme Dan Pungli

DUASATU.NET- Polda Banten dan Polres Jajaran gencar melakukan operasi premanisme, siang dan malam hari di lokasi-lokasi yang disinyalir rawan pemalakan dan pungutan liar (Pungli).

Setidaknya ada 1.019 orang diamankan oleh Polda Banten dan jajaran pada operasi premanisme di enam wilayah Polres dan Polresta selama sepekan ini.

Kapolda Banten, Irjen Pol. Dr. Rudy Heriyanto, Kamis (17/6/2021) menegaskan, operasi premanisme, merupakan tindak lanjut instruksi Kapolri.

" Kami segera melakukan pembersihan preman dan siapa pun yang mencoba bikin resah di semua wilayah hukum Polda Banten," kata Rudy Heriyanto.

Melengkapi keterangan Kapolda, Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi membeberkan, hasil operasi hari ke-7 totalnya ada 1.019 orang terdiri dari 962 orang premanisme dan 57 orang melakukan Pungli.

Setelah sebelumnya berhasil menjaring 925 orang, hari ini Polda Banten dan Polres/ta jajaran berhasil menjaring 94 orang di sejumlah wilayah antara lain, di Polda Banten premanisme sebanyak 5 orang, Polres Serang Kota 11 orang, Polres Cilegon: 29 orang, Polres Serang 8 orang, Polresta Tangerang 5 orang dan Pungli 16 orang, Polres Pandeglang 3 orang dan pungli 4 orang, Polres Lebak 13 orang, "urai Edy.

Edy menyebut, jika tindakan yang diambil bervariasi, mulai dari pendataan, diserahkan ke Dinas Sosial, pembinaan sampai kepada penegakkan hukum jika ada yang melakukan pelanggaran.

" Tindakan pembinaan yang di ambil berupa pendataan dan menyerahkan kepada dinas sosial sedangkan hingga saat ini belum ditemukan adanya pelanggaran hukum pidana, sehingga belum ada tindakan hukum," ucap Edy Sumardi.

Kembali di jelaskan Edy, pola operasi dengan mengedepankan Preventive Strike serta penegakkan hukum bagi pelaku yang melanggar pidana. 

Operasi Premanisme ini melibatkan ratusan personel gabungan, yang terdiri dari Polri, TNI, Pemda serta masyarakat.

Tujuan dari kegiatan operasi penertiban ini adalah untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat serta terwujudnya kamtibmas yang kondusif di daerah hukum Polda Banten,"ungkap Edy Sumardi.

" Di saat yang sama, Edy menyampaikan pesan Kapolda kepada seluruh Kapolres dan personel gabungan serta masyarakat.

" Tindak tegas pelaku premanisme dan tingkatkan preventif serta gakkum dalam penanganan premanisme yang ada di daerah hukum Polda Banten. Kepada masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika menemukan aksi premanisme karena tidak ada ruang bagi premanisme di daerah hukum Polda Banten," tegasnya.

Edy menghimbau agar dapat menggunakan setiap saat layanan 110, kami akan langsung merespon dengan menurunkan aparat," tambahnya. (EDI)

Tekan Penyebaran Covid-19, Polsek Tigaraksa Kembali Gelar Ops Yustisi Dan Himbauan Kepada Masyarakat

Himbauan Kapolsek Tigaraksa Dipasar Gudang

DUASATU.NET- Polsek Tigaraksa besama Tim gabungan menggelar Ops Yustisi Covid-19, di sekitar Jalan Arya Wangsakara dan pasar Gudang Tigaraksa.

Kapolsek Tigaraksa Kompol Rudi Supriadi, SH Kamis, (17/6/2021) mengatakan, bahwa Ops Yustisi yang di laksanakan di Jalan Wangsakara dan Pasar Gudang adalah untuk memutar balik pengendara roda dua maupun roda empat yang Kedapatan tidak menggunakan Masker.

" Lanjut Kapolsek, bagi pengunjung pasar Tigaraksa atau pedagang yang tidak menggunakan masker di arahkan untuk keluar dari Pasar, "tegasnya.

Selain itu ujar Kapolsek, himbauan dan edukasi juga di sampaikan oleh Satgas Covid -19 Tigaraksa untuk menekan penyebaran Korona yang semakin meningkat, "pungkasnya. (EDI)

Bangunan Poskesdes Bajubang Laut, Dibutuhkan Masyarakat Kondisinya Memperihatinkan

DUASATU.NET- Bangunan Pos kesehatan desa (Poskesdes) Bajubang laut, Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi di biarkan terbengkalai. Padahal, tempat bangunan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat setempat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.

Berdasarkan pantauan awak media, Kamis (17/6/2021) bangunan Poskesdes tersebut tampak tak terurus dengan kondisi sebagian lantai hancur.

" Menurut Cik Top, salah seorang warga sekitar Poskesdes, bangunan sudah lama tidak di tempati lagi oleh tenaga medis, baik itu bidan desa atau perawat yang bertugas memberikan pelayan kesehatan.

Kurang tau juga alasanya kenapa sampai bangunan ini tidak dihuni dan dibiarkan kosong. Padahal, Poskesdes ini sangat di butuhkan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan," katanya, Kamis (17/6/2021).

" Di katakannya, jika masyarakat yang sakit membutuhkan pertolongan medis, maka terpaksa harus ke Puskesmas desa Aro, jarak tempuhnya cukup jauh dari Desa Bajubang Laut.

Kasihan kalau ada masyarakat yang sakit jauh berobatnya. Apalagi kalau rumahnya di pedalaman. Seharusnya ada tenaga medis yang menempati Poskesdes itu," katanya lagi. 

" Menurut warga Desa Bajubang Laut lainnya pun demikian, yang seharusnya Poskesdes bisa di manfaatkan untuk pelayanan kesehatan. Namun, pada kenyataannya bangunan Poskesdes tidak dimanfaatkan sebaik-baiknya. 

" Seharusnya Poskesdes itu ditempati dan ada tenaga medisnya. Kalau terbengkalai seperti kini sia-sia saja. Buat apa dibangun gedung Poskesdes kalau tidak di manfaatkan. (ILHAM)

PN Tebo : Belum Ada Permohonan Eksekusi Terkait Gugatan Balik Dir RSUD STS Terhadap Azri

Humas PN Tebo, Sandro Christian Simanjuntak ,SH

DUASATU.NET- Pengadilan Negeri PN (Tebo) menyatakan, putusan perkara perdata antara DR.M Azri,SH, MH dengan RSUD STS Tebo, sudah berkekuatan hukum tetap. " Namun sampai hari ini belum ada permohonan eksekusi dari para pihak yang masuk ke pengadilan untuk melaksanakan putusan tersebut, "ujar Humas PN Tebo, Sandro C Simanjuntak, SH, Rabu (16/6/2021).

Sandro menjelaskan, dalam amar putusan itu tidak ada batas waktu kapan harus di laksanakan eksekusi, tapi tergantung dengan para pihak, terutama pihak yang di menangkan. "Apakah melakukan permohonan eksekusi tertulis atau tidak ke pengadilan, "tambah Sandro.

Dalam hukum acara perdata lanjut Sandro, ada eksekusi Rill, yaitu melakukan perbuatan seketika yang harus di lakukan oleh pihak yang diperintahkan pengadilan. Tapi jika tidak mau melaksanakan perintah suatu perbuatan dalam konteks eksekusi Rill, pada akhirnya dapat dinilai dengan uang.

Atau eksekusi pembayaran sejumlah uang, dalam prosesnya nanti ada pihak ketiga yaitu a freesher profesional atau lembaga penilai suatu perbuatan untuk menilai kerugian, mana yang pantas dinilai untuk dibayarkan sejumlah uang, "jelas Sandro.

Apabila pihak-pihak tertentu tidak mau melaksanakan perbuatan, artinya dalam perkara perdata ada ujung penyelesaian perkara.

" Di ketahui bahwa perkara gugatan perdata No 13/Pdt. G/2020/PN Mrt, bahwa tergugat direktur RSUD STS Tebo melalui kuasa hukum melakukan upaya hukum rekonvensi (gugatan balik) terhadap penggugat, yakni Azri.

" Dalam rekovensi, mengabulkan gugatan penggugat rekonvensi/tergugat konvensi untuk sebagian, menyatakan tergugat rekonvensi/penggugat telah melakukan perbuatan melawan hukum; menghukum tergugat rekovensi/penggugat untuk meminta maaf kepada penggugat rekonvensi secara terbuka melalui media massa selama tiga hari berturut-turut. (ARD)

Rabu, 16 Juni 2021

Tebo Kembali Turun Ke Zona Orange Covid-19

Sektrtaris Satgas Covid-19 Kabupaten Tebo / Foto dokumentasi duasatu

DUASATU.NET- Satgas Covid-19 Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, menyatakan bahwa status penyebaran Korona di Tebo saat ini kembali turun menjadi zona Orange. Setelah sebelumnya sepekan yang lalu pada Selasa (8/6/2021) berstatus zona merah.

Pernyataan status Zona Merah di Kabupaten Tebo turun menjadi Orange tersebut di sampaikan oleh Sekretaris Satgas Covid-19 Sulaiman, Rabu (16/6/2021) kepada sejumlah wartawan.

Sulaiman menyebut, sejak Rabu (16/6/2021) sekira pukul 00.00 Wib dini hari, Tebo sudah di berlakukan masuk dalam zona Orange.

" Status ini di sebabkan terjadi karena jumlah pasien menurun dari total 11 orang yang di rawat di ruang Isolasi Covid-19 (Isocovid) RSUD STS Tebo, 3 orang di nyatakan sembuh, 2 orang sedang di isolasi mandiri dan 6 orang saat ini masih berada di Isocovid, "ujar Sulaiman. (ARD)

Truck Bermuatan Arang Nyaris Ludes Terbakar

Truck Muatan Arang Yang Nyaris Ludes Terbakar

DUASATU.NET- Sebuah mobil truck fuso bermuatan arang nyaris ludes terbakar. Peristiwa tersebut terjadi dijalan Tirta Kencana Kecamatan Rimbo Bujang Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, sekira pukul 6.00 Wib pagi.

Peristiwa tersebut di benarkan oleh Kepala dinas pemadam kebakaran (Damkar) dan penyelamatan Tebo, Arif Haryoko, Rabu (16/6/2021). "Di katakannya, bahwa mobil truck bermuatan nyaris ludes terbakar tersebut, di duga masih ada baranya.

Satu unit armada Damkar, di kerahkan untuk memadamkan api yang nyaris hanguskan mobil bermuatan arang.

Beruntung dalam kejadian itu lanjut Arif, tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian di taksir mencapai Rp.20 juta, "tutupnya. (ARD)

TMMD Ke-111 Kodim 0510 Tigaraksa Resmi Dibuka Tanpa Upacara

DUASATU.NET- Pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) 111 Kodim 0510 Trs ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Pelaksanaan TMMD Dandim 0510 Letkol Inf Bangun I E Siregar dan Bupati Tangerang A Zaki Iskandar.

Dansatgas TMMD 111 Letkol Inf Bangun Siregar mengatakan, berbeda dengan periode yang lalu, kegiatan kali ini tanpa upacara. Sebelumnya, merencanakan upacara pembukaan di lapangan terbuka, namun di tiadakan sebagai bagian dari peningkatakan kewaspadaan terhadap risiko penularan Covid-19.

Pelaksanaan TMMD Reguler pembangunan fisik tetap dilakukan selama 30 hari, terhitung 15 Juni sampai dengan 14 Juli 2021,” Dandim

Selain sasaran fisik, ada sasaran non fisik yakni penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, hukum, pertanahan, ketenaga kerjaan, pemberdayaan masyarakat, keterampilan, dan masih ada lagi.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar berujar, pelaksanaan upacara TMMD di batalkan sesuai dengan peraturan pemerintah dalam memutus penyebaran Covid 19 dengan mengantisipasi kerumunan warga.

TMMD 111 Kodim 0510 Trs berlokasi di Kampung Daraham Desa Jambe Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang dengan sasaran fisik adalah betonisasi sepanjang 785 meter lebar 4 meter dan tebal 20 Cm, gorong-gorong dua kali 5 Meter dan pembuatan turap, "pungkasnya. (EDI)

Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional