Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Rabu, 09 September 2026

Pasca Rakit Dompeng Dibakar, Warga Puntikalo Diduga Di*nc*m Akan di B"n*h, Korban Lapor Pelaku Ke Polres Tebo

Rakit dompeng yang berhasil dieksekusi oleh Polres Tebo belum lama ini di Puntikalo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Pasca
satu orang pekerja penambang emas tanpa izin (PETI) di serahkan oleh warga desa Puntikalo Kecamatan Sumay ke Polres Tebo dan dua unit rakit di eksekusi pihak kepolisian, terjadi dugaan pengancaman terhadap salah satu warga Puntikalo. 

Usai melaporkan peristiwa dugaan pengancaman tersebut ke Polres Tebo, Boby Hartanto, warga desa Puntikalo mengatakan, bahwa seseorang lakukan pengancaman terhadap orang tuanya. 

Boby menyebutkan, menurut keterangan orang tuanya, ada sekitar lima orang yang melakukan pengancaman, tapi kita fokusnya cuma satu orang. " Orang tersebut mengancam mau membunuh orang tua saya,"ungkap Boby. 

Ancaman diduga menurut Boby akibat aktivitas rakit dompeng PETI pada beberapa waktu yang dibakar massa di perbatasan antara desa Teluk Langkap-Puntikalo. 

Ungkap Boby, emak saya memang menentang aktivitas PETI, pada dasarnya dia terserah mau dompeng dimana asal jangan di Sungai Batanghari yang masuk ke dalam desa Puntikalo,"tegasnya.

Lanjut Boby, dia mau dompeng di kebun dan tanah dia, silahkan tapi asal jangan di sungai Batanghari yang ada di Puntikalo. Harapan kita karena ini sudah pengancaman, tolong laporan saya di tindaklanjuti oleh pihak kepolisian,"
pintanya.

Selain itu Boby menyatakan, ancaman di lakukan sudah berkali-kali, kita ada bukti terhadap ancaman tersebut," pungkasnya.

Terpisah Kapolres Tebo melalui Kanit Reskrim, William Simbolon membenarkan, telah menerima laporan seorang masyarakat desa Puntikalo, dan terhadap pelaporan itu pasti  akan kami tindaklanjuti,"ucapnya.

Sementara itu William mengatakan, kami dari pihak Polres Tebo, stop melakukan aktivitas PETI, siapapun orangnya tidak ada yang kebal hukum," katanya.

Untuk menindaklanjuti laporan ini, kami akan melakukan penyelidikan terlebih dulu siapa-siapa saja yang terlibat dalam pengancaman tersebut akan di lakukan pemeriksaan,"ujar William. 

Reporter
ARDI

Di Kab Tebo, Desil 1 Merupakan Sasaran Utama Penerima Bansos Tahun 2026 Meningkat

Gbr: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kelompok masyarakat dalam kesejahteraan 50 persen terbawah berdasarkan data sosial dan ekonomi masuk dalam Desil 1 merupakan sasaran utama penerima program bantuan sosial dari pemerintah mengalami meningkat dari tahun sebelumnya. 

Kepala dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (P3A) Kab Tebo, Arief Haryoko membenarkan, bahwa Desil 1 antara tahun 2025 ke periode Agustus 2026 ada peningkatan. 

Kalau dilihat berdasarkan data yang ada, tahun 2025 itu ada 8827 kepala keluarga (KK), sementara di tahun 2026 periode 15 Agustus, tercatat 8865 KK. Sedangkan pada tahun 2025 jumlah jiwanya yaitu 29.761 jiwa dan untuk Agustus 2026 sebanyak 30.345 jiwa, selisih sekitar lima ratusan,"kata Arief saat ditemui di kantornya, Selasa 8 September 2026.

Menurut penuturan Arief Haryoko, meningkatnya Desil 1 pada tahun 2026, artinya ada penambahan masyarakat yang tidak mampu. 

" Peningkatan ini hampir rata-rata terjadi dari Desil 1-5, hal di karenakan adanya fluktuasi, misalnya Desil 1 ada kenaikan, Desil 2 terdapat penurunan, bisa saja dari Desil 2 pindah ke Desil 1 atau sebaliknya ke Desil yang lebih tinggi bahkan ada diantara itu Desil 1-5 berubah jadi Desil 6-10," ungkap Arief. 

Lebih jauh di jelaskan Arief, bahwa Desil ini bukan kami yang menentukan, tapi oleh pemerintah pusat, kalau memang masyarakat mengalami perubahan Desil dan menurutnya tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya maka mereka bisa melaporkan kepada kami, Ke Dinsos maupun ke desa atau ke pendamping desa petugas program keluarga harapan (PKH) untuk dapat di lakukan usulan penginputan ulang. 

" Bagi warga yang Desilnya hilang atau tidak masuk, bisa menghubungi operator desa bisa di chek per person dia masuk ke Desil berapa, apa masih sesuai dengan yang lama atau tidak,"imbuhnya.

Arief menambahkan, bagi masyarakat Kab Tebo, meskipun Desil 1 naik namun untuk secara keseluruhan Desil 1-4 tahun 2025 ke 2026 mengalami penurunan, dimana data akhir tahun 2025 jumlah masyarakat tidak mampu berjumlah 171.128 jiwa. Periode 15 Agustus 2026 sebanyak 154.841 jiwa, ada penurunan sekitar di angka 16 ribuan. 

Reporter
ARDI

Selasa, 08 September 2026

Kabut Asap Ancam Kesehatan Warga Tebo, Liga Marisa Bergerak Bagikan Masker dan Sembako

Anggota DPRD Tebo Fraksi Golkar, Liga Marisa bersama warga desa Mengupeh/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Makin memburuknya kualitas udara di Kabupaten Tebo dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian Anggota DPRD Tebo Fraksi Golkar, Liga Marisa.

Ketua Fraksi Golkar DPRD Tebo ini turun langsung membagikan masker kepada masyarakat Desa Mengupeh dan Desa Muara Kilis, Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo.

Kegiatan yang dipusatkan di Dusun Tanjung Beringin, Desa Mengupeh tersebut tidak hanya diisi dengan pembagian masker. Liga Marisa juga menyalurkan paket sembako kepada ratusan ibu-ibu, khususnya perempuan lanjut usia, dari Desa Mengupeh dan Desa Muara Kilis.

Liga Marisa mengatakan pembagian masker merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat menyusul memburuknya kualitas udara di Kabupaten Tebo.

Menurutnya, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama anak-anak, perempuan lanjut usia dan warga yang banyak beraktivitas di luar rumah.

“Masker ini mungkin sederhana, tetapi mudah-mudahan dapat membantu masyarakat melindungi diri di tengah kondisi udara yang sedang kurang baik. Kami juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi udara semakin memburuk,” ujar Liga Marisa, kepada media ini, kemarin.

Sementara itu, pembagian sembako merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat, terutama ibu-ibu dan perempuan lanjut usia yang membutuhkan perhatian bersama.

Kegiatan tersebut juga dikemas dalam nuansa keagamaan karena masih dalam momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun 2026. Dalam kesempatan itu, Liga Marisa menghadirkan Ustaz Novpriadi, S.Pd.I., M.Pd., Gr. untuk memberikan tausiah kepada masyarakat.

Kegiatan turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi (LAMJ) Desa Mengupeh, Direktur BUMDes Mengupeh, Kepala Dusun Tanjung Beringin Desa Mengupeh, Kepala Dusun Sungai Udang dan Kepala Dusun Muara Kilis Desa Muara Kilis, imam dan khatib Masjid Tanjung Beringin, para ketua RT, tokoh masyarakat serta tokoh agama.

Liga Marisa berharap kegiatan tersebut tidak hanya membantu masyarakat di tengah kondisi udara yang memburuk, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian sosial dan silaturahmi.

“Momentum Maulid Nabi ini sekaligus menjadi pengingat bagi kita untuk terus memperkuat kepedulian dan berbagi kepada sesama. Mudah-mudahan bantuan yang diberikan bermanfaat dan kondisi udara di Kabupaten Tebo segera kembali membaik,” pungkasnya. 

Redaksi

BPBD Tebo Belum Terima Laporan Resmi Jumlah Luas Lahan Perusahaan Korporasi Yang Terbakar Selama Karhutla

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menyebutkan bahwa jumlah titik hotspot berdasarkan Sipongi kementerian kehutanan (Kemenhut) Januari sampai dengan hari ini Selasa 8 September 2026, terdeteksi 1.121 tersebar di semua Kecamatan, dominannya di Kecamatan Sumay,"ujar kepala BPBD melalui Sekban, Ahmad Rony, ditemui di kantornya. 

Pagi tadi kami pantau di Sipongi, hari ini lumayan banyak terdapat titik hotspot di Kab Tebo, dan dominan berada di Kec Sumay, khususnya di desa Pemayungan. 

Sementara itu terkait jumlah luasan areal perusahaan yang telah di tangani selama kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kab Tebo, Rony menyebutkan, untuk kebakaran lahan korporasi belum bisa di rekap, yang jelas berdasarkan data kami tangani di dalam area konsesi, kita tidak punya, berapa real sebenarnya luasan kebakaran tersebut. 

" Karena kita belum menerima laporan resmi terkait kondisi Karhutla di daerah korporasi atau perusahaan masing-masing, namun begitu ungkap Rony, ada sekitar lima perusahaan yang sempat kami tangani selama Karhutla. 

Sedangkan untuk penanganan kebakaran dalam kawasan hutan produksi, kemarin ada terjadi di desa Teluk Pandak Kec Tebo Tengah, dengan prediksi luasan terbakar sekitar 50 hektar,"kata Rony. 

Rony menambahkan, penanganan yang telah di lakukan terhadap perusahaan korporasi tersebut antara lain, pertama pt lestari asri jaya (LAJ), pt alam bukit tigapuluh (ABT), pt persada harapan kahuripan (PHK) makin grup, pt tebo alam lestari (TAL) dan PT Bajabang, semuanya ada lima berdasarkan laporan kita dari Satgas, kita rangkum luasan-luasan Karhutla yang berada di area konsesi,"ucapnya.

Reporter
ARDI

Penerbangan Terdampak Abu Vulkanik, Ombudsman RI Pantau Layanan Penumpang di Bandara Soetta

Bersama Menhub, Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng/foto: dok ORI

TANGERANGBANTEN,DUASATU.NET- Anggota Ombudsman RI Robert Na Endi Jaweng melakukan pemantauan layanan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Senin (7/9/2026). Pemantauan dilakukan menyusul gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sejumlah aktivitas penerbangan terkena dampak akibat kondisi tersebut. Pembatalan, penundaan, penjadwalan ulang, hingga pengalihan penerbangan. Ombudsman memantau penanganan penumpang untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas serta layanan dan penanganan yang layak (service-recovery) selama terjadi gangguan operasional penerbangan.

Robert mengatakan, dalam kondisi gangguan penerbangan akibat faktor alam, keselamatan penerbangan merupakan prioritas tertinggi. Namun, keselamatan tersebut perlu berjalan beriringan dengan kepastian informasi dan layanan kepada penumpang.

“Dalam kondisi gangguan penerbangan akibat faktor alam, keselamatan tentu menjadi hukum tertinggi layanan. Namun, pada saat yang sama, penumpang tetap berhak mendapatkan informasi yang jelas, kepastian layanan, dan penanganan yang layak. Jangan sampai ketidakpastian operasional menjadi beban bagi penumpang,” ujar Robert.

Dalam giat lapangannya, Ombudsman melihat penyampaian informasi mengenai status penerbangan, mekanisme penanganan penumpang terdampak, serta kesiapan petugas dalam memberikan penjelasan kepada penumpang. Ombudsman juga memperhatikan penanganan perubahan jadwal, pembatalan maupun pengalihan penerbangan, termasuk informasi mengenai refund, reschedule, dan penanganan bagasi.

Menurut Robert, dalam situasi seperti ini, penumpang membutuhkan informasi yang cepat, konsisten, dan mudah dipahami. Setiap perubahan status penerbangan perlu segera disampaikan agar penumpang dapat menentukan langkah selanjutnya.


“Penumpang jangan sampai berada dalam posisi menunggu tanpa kepastian. Mereka perlu mengetahui apakah penerbangannya tetap beroperasi, ditunda, dibatalkan, dijadwalkan ulang, atau dialihkan. Informasi tersebut harus disampaikan secara jelas melalui satu kanal resmi (single-entry) dan real-time,” kata Robert.

Ombudsman juga melihat pentingnya koordinasi antarpihak dalam menangani gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik. Informasi mengenai kondisi abu vulkanik dan perkembangan keselamatan penerbangan perlu diterjemahkan menjadi informasi pelayanan yang dapat dipahami secara cepat dan udah  oeh masyarakat.

Dalam pemantauan di Terminal 1B dan Terminal 1C, Ombudsman menemukan adanya penerbangan dari maskapai tertentu yang masih berstatus on schedule, yang kemudian  turut dikonfirmasi kepada salah satu penumpang. Kondisi tersebut menjadi perhatian Ombudsman karena berpotensi menimbulkan ketidakpastian bagi penumpang, terutama ketika pada saat yang sama penutupan sementara sejumlah bandara dilakukan berdasarkan informasi penerbangan melalui Notice to Airmen (NOTAM) yang diterbitkan AirNav Indonesia serta hasil paper test yang dilakukan BMKG untuk mendeteksi keberadaan abu vulkanik. 

"Dalam situasi tersebut, manajemen maskapai tidak boleh mengambil keputusan yang berbeda dari pihak otioritas. Bahkan jika sifatnya hanya untuk antisipasi dan berjaga-jaga. Pada sisi lain, pengawasan dari Kementerian Perhubungan dan Otoritas Bandara juga terus diperkuat di berbagai bandara terdampak," tegas Robert.

Para penumpang membutuhkan kepastian mengenai status penerbangannya agar dapat menentukan langkah selanjutnya, termasuk apakah tetap menunggu, melakukan penjadwalan ulang, atau mendapatkan penanganan lainnya. Ombudsman selanjutnya akan melihat lebih lanjut mekanisme koordinasi dan penanganan penumpang terdampak, termasuk memastikan informasi yang diberikan kepada masyarakat sesuai dengan perkembangan kondisi penerbangan.

Ombudsman RI mengingatkan bahwa dalam kondisi gangguan penerbangan akibat faktor alam, pelayanan kepada penumpang tetap harus dijalankan secara transparan, responsif, dan berorientasi pada kepastian. Keselamatan penerbangan harus menjadi prioritas, namun hak penumpang untuk memperoleh informasi dan layanan yang layak juga harus tetap diperhatikan.

Redaksi

Senin, 07 September 2026

Satu Rakit Tanpa Mesin Diambil Paksa Warga Teluk Langkap, Polres Tebo Juga Amankan Diduga Shabu Dari Tangan Pekerja PETI

Rakit yang diambil paksa oleh sejumlah warga Teluk Langkap dengan cara dihanyutkan/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Polres Tebo memastikan akan memproses secara hukum aktivitas pelaku penambang emas tanpa izin (PETI) menggunakan mesin dompeng yang di tangkap oleh warga desa Puntikalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Senin 7 September 2026, sekira pukul 04.00 Wib subuh. 

Kapolres Tebo melalui PS Kanit Tipidter, Iptu William Simbolon, membenarkan, hari ini kami menerima satu orang pelaku PETI, atas informasi tersebut langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dengan masyarakat Puntikalo bersama-sama untuk mengevakuasi barang bukti (BB) dompeng.

" Ada dua rakit PETI yang berhasil di amankan." Tapi pada saat akan kita evakuasi BB, ada masyarakat yang berusaha mengambil satu rakit, tetapi walaupun seperti itu sebelumnya sudah dapat di amankan BB berupa mesin dompeng," ujar William, Senin 7 Sept 2026.

" Iya ada satu rakit yang tersisa kita amankan sebagai BB, lalu proses sisanya (rakit) kita musnahkan dengan cara di bakar,"tegasnya. 

William melanjutkan, rakit yang satu lagi walaupun di bawa oleh masyarakat, tapi BB yang kita perlukan sudah cukup untuk dinaikan ke tahap penyidikan,"katanya.

Saat ditanya selain mengamankan BB mesin dompeng, informasinya ada bukti lain diduga Narkoba jenis Shabu milik pekerja PETI yang telah di amankan di Mapolres Tebo, William menjelaskan, kalau itu belum kita chek, karena begitu BB nya di bawa, kami langsung serahkan ke bagian Narkoba. 

"Jadi kami belum buka, tapi nanti untuk terkait dengan Narkobanya bisa di tanyakan ke Kasat Narkoba. 

" Iya ada berupa tas tadi, cuma belum kita buka pada saat itu,"tandas William. 

Sementara pantauan dilokasi rakit yang berhasil di evakuasi mesinnya dengan menggunakan excavator tersebut di ambil paksa oleh sejumlah warga desa Teluk Langkap dengan cara di dorong atau di hanyutkan sambil berenang. 

Reporter
ARDI

2 Rakit PETI Diamankan Warga Puntikalo, Satu Orang Telah Diamankan ke Polres Tebo, Begini Penjelasan Kades

Kades Puntikalo, Fachrizal/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dua unit rakit penambang emas tanpa izin (PETI) bermesin dompeng masuk wilayah desa Puntikalo, Kecamatan Sumay, saat sedang beraktivitas di amankan warga Puntikalo, pada Senin 7 September sekira pukul 04.00 Wib subuh tadi,"ujar kepala desa (Kades) Puntikalo, Fachrizal kepada sejumlah wartawan. 

Fachrizal menyebutkan, dua rakit PETI yang di amankan salah satu pekerjanya merupakan warga desa Puntikalo di serahkan ke Polres Tebo dan seorang lagi warga desa Teluk Langkap kabur. 

" Pada saat akan ditertibkan satu orang pekerja bernama Rido warga desa Puntikalo berhasil ditangkap sementara sisanya kabur,"kata Fachrizal, Senin 7 Sept 2026.

Ungkap Fachrizal, Pemdes sudah capek menghimbau berulang kali untuk tidak melakukan aktivitas PETI di wilayah Puntikalo, ternyata masih mereka masih juga beraktivitas.. 

Selain itu Fachrizal menegaskan, dua unit rakit dompeng ini sebagai barang bukti akan kita bawa untuk di serahkan ke Polres Tebo. 

Kades menyebutkan pemilik rakit warga Puntikalo diketahui bernama Salbi, sedangkan rakit satunya lagi Suhardi alias Rahun warga Teluk Langkap. 

Reporter
ARDI

Minggu, 06 September 2026

SP3 Dua Orang Kadus di TeboJambi Terganjal, Sikap Camat Bertolak Belakang Dengan Instruksi Sendiri

Gbr: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Diketahui bahwa dua orang kepala dusun (Kadus) di Desa Teluk Rendah Ulu, Kecamatan Tebo Ilir, disinyalir tidak pernah masuk kerja. Kedua aparatur desa tersebut Kadus Pangkal Bloteng, Azman, dan Kadus Taman Rajo, Muammar.

Sementara keluhan ini disampaikan oleh salah seorang warga setempat berinisial A, di katakannya masyarakat kesulitan mendapat pelayanan administrasi akibat absennya kedua Kadus tersebut.

"Kedua Kadus tidak pernah masuk kantor desa, kami kesulitan, tidak mungkin harus selalu datang ke rumahnya setiap ada urusan desa," ujar A kepada media, Minggu 6 September 2026.

Kepala desa (Kades) Teluk Rendah Ulu, Fauzi, membenarkan informasi tersebut, menurutnya, pemerintah desa (Pemdes) telah melayangkan surat peringatan kedua (SP 2) kepada keduanya.

" Kedua Kadus tersebut tidak pernah masuk kantor. SP 2 diberikan sejak tahun lalu,"ucap Fauzi saat dikonfirmasi.

Ditegaskan Fauzi, dirinya berkomitmen untuk menegakan aturan dengan menerbitkan SP 3. Namun, langkah tersebut terganjal belum mendapat lampu hijau dari pihak Kecamatan.

"Saya ingin mengeluarkan SP3, tapi harus mendapat persetujuan dari Camat. Tapi Camat tidak menyetujui dan Kadus katanya tidak perlu masuk kantor, kami tidak ingin hal ini timbul kegaduhan dan ketidakjelasan aturan, jangan sampai saya dinilai tebang pilih," ungkap Fauzi.

Sikap Camat dinilai bertolak belakang dengan instruksi tertulis yang di keluarkannya sendiri untuk seluruh Kades, ASN, dan perangkat desa. Dalam maklumat di tegaskan, aparatur yang tidak masuk kerja selama 10 hari berturut-turut tanpa keterangan akan di berhentikan secara tidak hormat.

Reporter
ARDI

Diduga Korsleting Arus Listrik, Rumah Milik Warga Rimbo Ulu Ludes Terbakar, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

Petugas lakukan pemadaman rumah milik warga Rimbo Ulu yang terbakar/foto: dok Damkarmat Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Satu unit rumah milik warga jalan Semagi-Serayu Ujung, unit 10 desa Wana Arum, Kecamatan Rimbo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, ludes terbakar oleh sijago merah, sekira pukul 17.32 Wib, Sabtu 5 September 2026, kemarin. 

Dalam peristiwa tersebut dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Kab Tebo, melalui pos Rimbo Bujang, mengerahkan dua unit armada untuk menjinakan api yang sudah terlanjur meluluhlantakan rumah beserta isinya. 

Kadis Damkarmat Kab Tebo melalui kepala bidang (Kabid) Damkarmat, Habibie membenarkan peristiwa kebakaran yang terjadi di Rimbo Ulu tersebut. 

Habibie mengatakan, bahwa rumah permanen berukuran 6x9 meter persegi yang terbakar tersebut merupakan milik Raminah, warga desa Wana Arum, Kec Rimbo Ulu. " Api berhasil dijinakkan oleh petugas Damkarmat Pos Rimbo Bujang pada pukul 18.37 Wib

" Beruntung dalam kebakaran tersebut tak sampai menelan korban jiwa, namun kerugian yang di alami pemilik rumah di taksir mencapai sekitar 250 juta rupiah," ujar Habibie, melalui pesan whatsapp, Minggu 6 Sept 2026.

" Dugaan sementara terbakarnya rumah milik warga Rimbo Ulu di sebabkan korsleting arus pendek listrik," pungkasnya. 

Reporter
ARDI

Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Warga Disarankan Gunakan Masker

Kondisi Gunung anak Krakatau/foto: A Abdulrohim

SERANG,DUASATU.NET- Sebaran abu vulkanik gunung anak Krakatau terpantau mencapai ketinggian sekitar 50 ribu kaki atau 15.200 meter diatas permukaan laut (MDPL). Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat dan tenggara.

Informasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan citra satelit dan pemodelan sebaran abu vulkanik (VAAC/VONA) pada Minggu 06 September 2026.

Danrem 064/MY Banten Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menyampaikan, awan abu vulkanik pada lapisan atas terdeteksi menerus hingga ketinggian FL500 atau sekitar 50 ribu kaki. Awan abu tersebut bergerak ke arah barat.

“ Pada lapisan menengah, sebaran abu terdeteksi hingga ketinggian FL200 atau sekitar 20 ribu kaki. Pergerakannya berasal dari arah selatan menuju tenggara,” ungkap Brigjen TNI Daru dalam keterangan tertulisnya, Minggu 6 September 2026.

Berdasarkan prakiraan selama 18 jam, abu vulkanik pada lapisan atas tetap bergerak dominan ke arah barat. Sementara pada lapisan menengah, abu diperkirakan bergerak ke arah tenggara.

“ Untuk itu masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak paparan abu tipis, khususnya kawasan pesisir Selat Sunda, Banten, dan Lampung, diimbau meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan menggunakan masker, seperti N95 atau masker medis, serta kacamata saat beraktivitas di luar ruangan,” imbaunya.

Warga juga diminta menutup rapat penampungan air bersih dan makanan untuk mencegah terpapar debu vulkanik.

Di sisi lain, sektor penerbangan diminta mewaspadai sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya hingga ketinggian 50 ribu kaki. Maskapai dan otoritas penerbangan diimbau menyesuaikan rute penerbangan apabila diperlukan.

Reporter
A ABDULROHIM

Sabtu, 05 September 2026

Lahan Terbakar PT PHK dan Warga Seluas 30 Hektar, Muncul Lagi Titik Api Baru di Kec Sumay Langsung Dipadamkan

Camat Tebo Ilir, Yanto, bersama Satgas Karhutla TNI-Polri turun langsung melakukan pendinginan lahan PT PHK dan warga 

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kali ini kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di antara perkebunan kelapa sawit pt persada harapan kahuripan (PHK) Makin Grup dan lahan warga Kecamatan Tebo Ilir juga terjadi lagi kebakaran lahan di Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan, via sambungan telpon menegaskan, kemarin Jum'at 4 Sept 2026 sudah di lakukan pemadaman pemadaman melalui water boombing untuk Karhutla di Kec Tebo Ilir, desa Teluk Rendah Ulu dan Ilir serta Tuo Ilir. 

Lokasi terbakar berbatasan antara lahan masyarakat dan PT PHK, dan ini sudah di lakukan water boombing oleh Sargas Udara Prov Jambi. Dilapangan tetap di lakukan pemadaman melalui Satgas Darat gabungan dari TNI-Polri, masyarakat dan regu pemadam kebakaran (RPK) PT PHK, juga pemerintah Kecamatan (Pemcam) Tebo Ilir. 

" Kemarin juga sudah dilakukan upaya pemadaman dari pihak dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan yang ada di Pos Sungai Bengkal,"ungkap Joko, Sabtu 5 September 2026 via telpon. 

Joko memastikan, kita tetap siaga di lokasi untuk mengantisipasi apabila ada muncul titik api baru dan sekaligus melakukan pendinginan. Yang jelas dari Satgas tetap memantau dan siaga terhadap lokasi-lokasi munculnya titik api sekaligus ground chek terhadap hotspot yang terdeteksi di wilayah Kab Tebo. 

Ungkap Joko, luasan yang terbakar di perkirakan hitungan awalnya sekitar 30 hektar, merupakan lahan masyarakat dan milik PT PHK atau Makin Grup. 

Lebih jauh disampaikan Joko, bahwa dari hasil pantauan hotspot terdeteksi ada di Kec Sumay, di desa Pemayungan, Semambu dan Muara Sekalo, terutama yang di perbatasan Semambu, sudah di lakukan ground chek oleh RPK PT TAL, juga pt lestari asri jaya (LAJ) dan Satgas yang ada dilokasi gabungan TNI-Polri Kec Sumay. 

Dilokasi telah dilakukan pemadaman dan pendinginan yang jelas kalau ada laporan agar segera ditindaklanjuti,"kata Joko.
 
Selain itu di lakukan ground chek terhadap adanya laporan atau deteksi hotspot yang ada di Kab Tebo. Untuk saat ini luasan dan total lahan terbakar masih di himpun dan kami rekap dari beberapa kajadian yang ada,"tutup Joko. 

Reporter
ARDI

Rapurna Seluruh Fraksi DPRD Tebo Kompak Kritik Tajam PT SMS, Bupati Terkesan Hindari Wawancara Wartawan

Foto: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dalam pengesahan APBD-P tahun 2026 melalui rapat paripurna (Rapurna) penyampaian pandangan akhir (Panhir), seluruh fraksi-fraksi DPRD Tebo, memberi catatan dan kritikan tajam terhadap pembangunan jalan melalui pinjam utang pemerintah daerah (Pemda) melalui pt sarana multi infrastruktur (SMI) sebesar Rp46 milyar. 

Kritikan tajam di lontarkan oleh seluruh fraksi DPRD Tebo tersebut, partai Golkar, PDI-P, PKB, Gerindra, Demokrat, PAN, Nasdem dan PKS, Jum'at 4 September 2026.

Kritikan tajam bermula inspeksi Komisi III DPRD Tebo, Rabu 2 Sept malam bersama tim gabungan anata lain balai pengelola transportasi darat (BPTD) Jambi, DLH-Hub, Satlantas Polres Tebo, dan gerakan mahasiswa kabupaten tebo (Gemakato) ke pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) pt selaras mitra sarimba (SMS) berlokasi di Kec Rimbo Ilir, yang berujung tak satupun truk angkutan crude palm oil (CPO) di temukan dipabrik tersebut. 

Dalam Sidak gabungan tersebut sempat terjadi adu mulut antara manajemen PT SMS, sehingga kehadiran Komisi III, ke PMKS, PT SMS terkesan mendapat penolakan, bahkan menurut kabar, informasi sudah bocor duluan sebelum Sidak. 

" Puncaknya, pada saat Panhir, seluruh fraksi DPRD Tebo, kompak melontarkan kritikan tajam ke eksekutif agar Pemda Tebo segera menindaklanjutinya supaya pembangunan peningkatan jalan yang berasal dari pinjaman utang daerah dengan angsuran selama 4 tahun tidak di lewati oleh kendaraan angkutan melebihi tonase atau over dimension overl load (ODOL). 

Namun sayangnya Bupati Tebo, Agus Rubiyanto dan Wabup Nazar Efendi, usai Rapurna terkesan sengaja berlama-lama di dalam ruang makan DPRD, sementara wartawan yang telah lama menunggu untuk wawancara terkait kritikan tajam yang di lontarkan oleh seluruh fraksi, akhirnya satu persatu membubarkan diri lebih memilih untuk menunaikan sholat Jum'at. 

Diketahui sebelumnya, Ketua DPRD Tebo, Khalis Mustiko, mengaku geram kepada sikap PT SMS, saat Komisi III Sidak bersama tim gabungan ke PMKS tidak kooperatif. 

Khalis menyatakan, DPRD tidak bakalan tinggal diam, PT SMS dinilai telah berulang kali melanggar Andalalin yang telah di buat dan disepakati. 

" Itu salah satu catatan kritis kita," tegas Khalis. 

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional