Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Minggu, 23 Agustus 2026

Dirjen KSDAE Kunjungi PIKG Muara Sekalo, Dalam Waktu Dekat Menhut Juga Akan Kelokasi Yang Sama, Begini Penjelasan Sekda Tebo

Dirjen KSDAE, Kemenhut RI bersama Sekda Tebo, Sindi/foto: dok diskominfo Pemkab Tebo
 
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Direktur jenderal (Dirjen) konservasi sumber daya alam dan ekosistem (KSDAE) pada kementerian kehutanan (Kemenhut) di sambut Sekda Tebo, Sindi bersama jajaran perangkat daerah terkait saat melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke pusat informasi konservasi gajah (PIKG) yang berlokasi di wilayah Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu 22 Agustus 2026.

Sekda Tebo Sindi mengatakan, bahwa kedatangan Dirjen KSDAE ke PIKG Muara Sekalo merupakan langkah awal dan hasil kunjungan itu akan di laporkan ke Kemenhut. " Karena dalam waktu dekat Menhut akan berkunjung ke PIKG Muara Sekalo,"sambung Sindi, dikonfirmasi via telpon, Minggu 23 Agustus 2026.

Ungkap Sindi, yang selama ini lanskap bukit tiga puluh hanya soal gajah, saat ini pemerintah sedang mempersiapkan program protect tiga puluh. Bagaimana pengelolaan lanskap berkelanjutan, cara merawat alam dan lingkungan secara bersama-sama untuk melindungi ke anekaragaman hayati, menjaga fungsi ekosistem, meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat lokal tanpa merusak sumber daya masa depan,"ujar Sindi. 

Program ini punya prinsip pengelolaan Lanskap bukit tiga puluh, pertama keterpaduan tata ruang, menyatukan fungsi kawasan lindung, area produksi, dan wilayah tempat tinggal secara seimbang. 

" Selama ini gajah hidup di hutan produksi (HP), tapi secara berkala tiga-seminggu sekali keluar, di area yang bukan fungsi kawasannya bahkan melewati bukan lahan HP, tapi ujar Sindi, yang sudah ditempati oleh penduduk dan ini tidak bisa dicegah karena memang ada sungai dan lainnya. 

Kedepan nanti kata Sindi, masyarakat akan diberdayakan biayanya bekerja sama pemerintah pusat dan perusahaan pemegang konsesi disitu. Selain itu akan ada hamparan rumput untuk pakan gajah dan masyarakat di berdayakan untuk mendapat penghasila. 

" Prinsip utama kedua, kolaborasi multi pihak melibatkan pemerintah,warga lokal, LSM, dan swasta dalam pengambilan keputusan nantinya. Prinsip utama ketiga ialah keseimbangan ekologi dan ekonomi memastikan kegiatan perkebunan ramah lingkungan tidak merusak habitat satwa. 

Spot-spot yang dilewati gajah sudah milik warga, kalau bisa jalan itu jangan di ganggu. " Karena gajah jalannya hanya satu tidak berpindah-pindah dia cuma lewat saja paling hanya beberapa meter, supaya kehidupan dan lingkungan terjaga sebab sifat gajah seperti itu,"imbuh Sindi. 

Kemudian manfaat keanekaragaman hayati, pertama menjaga habitat asli, mencegah fragmentasi hutan agar satwa liar punya jalur jelajah yang aman, kedua mengurangi resiko kemudahan, info dari Dirjen KSDAE ada satwa terbesar mamalia yang hidup disitu, gajah, harimau, orang utan, tapir, beruang jika di bandingkan dengan taman nasional lain.

"Makanya di bukit tiga puluh banyak NGO, ada penangkaran orang utan dan itu yang harus dijaga atau protect. Yang terakhir jelas Sindi, menstabilkan iklim mikro, memelihara kesehatan tanah dan daur air yang menopang kehidupan flora fauna, harus dipelihara baik oleh pemerintah dan masyarakat sekitar termasuk perusahaan. 

Sedangkan manfaat bagi warga ialah ketahanan pangan dan air, selain iti juga meningkatkan pendapatan, dan peluang usaha, seperti ekowisata, hasil hutan, pertanian dan ekologis. Sindi juga bilang ada kegiatan mitigasi bencana, seperti di ketahui bersama jalan biasa dilalui gajah, kanan kirinya saat kemarau ini terjadi kebakaran lahan, program protect ini yang harus segera dijalankan. 

Reporter
ARDI

Dampak Karhutla di Kab Tebo, Dinkes Imbau Terutama Penderita ISPA Gunakan Masker Saat Aktifitas di Luar

Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit Dinkes Kab Tebo, Ari Setiawan/foto' dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kabut asap hasil dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dalam sepekan belakangan ini baunya mulai tercium apabila terhirup cukup menyesakkan terutama bagi penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). 

Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Kab Tebo melalui Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Ari Setiawan, mengungkapkan, bahwa jumlah penyakit ISPA di Kab Tebo dari tahun 2025/2026 terdapat peningkatan sebanyak 3418 kasus pada periode yang sama, Januari dan minggu kedua bulan Agustus. 

Kondisi ini apabila dibanding pada tahun sebelumnya pada 2025 terdapat 14.454 kasus, sedangkan di periode yang sama pada tahun 2026 ini sebanyak 17.872 kasus,"beber Ari Setiawan, di konfirmasi Jum'at 21 Agustus 2026.

Ari melanjutkan, Puskesmas dengan sebaran ISPA tertinggi di Kab Tebo, antara lain Pulau Temiang Kec Tebo Ulu, Tuo Pasir Mayang, Kec VII Koto Ilir dan Rimbo Bujang IX,"ungkapnya.

" Untuk ketersediaan obat sendiri dan penanganan ISPA, sampai dengan kondisi sekarang ini di akui Ari, cukup aman dan tersedia. 

Saran kami bagi masyarakat adalah untuk kesiapan maupun pencegahan ISPA, terkait dengan Karhutla dan lain sebagainya, tegas Ari, kurangi aktivitas fisik di luar ruangan terutama kelompok berisiko seperti Balita, ibu hamil (Bumil) lanjut usia (Lansia) ataupun masyarakat dengan faktor penyakit Paru. 

" Gunakan masker jika beraktivitas dengan kondisi asap meningkat atau untuk menghindari Polutan debu agar dapat menutup ventilasi ruangan apabila asap di luar pekat agar polusi tidak masuk kedalam rumah,"imbuh Ari. 

" Kepada warga sementara ini di minta untuk tidak membersihkan pekarangan atau membakar sampah supaya dihindari dulu agar tidak menambah debit Polutan di udara sekitar,"pinta Ari. 

Dikatakan Ari, perlu pengenalan gejala awal seperti batuk, pilek, iritasi, penyakit tenggorokan, perih dimata berair dan sebagainya. "Apabila ada kondisi yang lebih memburuk seperti sesak nafas dan sebagainya cepatlah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat," ucap Ari Setiawan. 

Reporter
ARDI

Sekda Tebo Bakal Ambil Langkah Soal SP3 Kades Pematang Sapat

Sekretaris daerah Kab Tebo, Sindi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Terkait dengan sanksi teguran tertulis berupa surat peringatan ketiga (SP3) yang akan di berikan kepada kepala desa (Kades) Pematang Sapat, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, sebagai langkah tegas pemerintah daerah (Pemda), dalam waktu dekat akan segera ditindaklanjuti oleh sekretaris daerah (Sekda) Tebo. 

Menindaklanjuti hal ini, Sekda Kab Tebo Sindi, menegaskan, bahwa tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintah desa akan melaksanakan pertemuan pada pekan depan untuk membahas persoalan SP3 Kades Pematang Sapat. 

" Saya akan berkomunikasi dulu dengan dinas pemberdayaan masyarakat desa (DPMD) supaya permasalahan yang terjadi di desa Pematang Sapat jelas. 

" Kemudian langkah-langkah yang sudah di ambil juga seperti apa,"lanjut Sekda saat di hubungi duasatu.net melalui sambungan telpon, Jum'at 21 Agustus 2026.

Sindi mengatakan, tentunya langkah -langkah yang akan di ambil memerlukan solusi dan solusinya nanti seperti apa di desa tersebut," pungkasnya singkat. 

Reporter
ARDI

Sabtu, 22 Agustus 2026

Satgas Karhutla Kab Tebo dan PT ABT Gelar Patroli Gabungan di Wilayah Rawan Kebakaran

Tim Satgas Karhutla Kab Tebo, Provinsi Jambi bersama PT ABT/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Tim Satuan Tugas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi bersama PT Alam Bukit Tiga Puluh (PT ABT) terus memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui patroli gabungan di sejumlah wilayah yang dinilai rawan terjadi kebakaran. Kegiatan tersebut dipusatkan di area PT ABT, Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu 22 Agustus 2026.

Dalam patroli gabungan tersebut, PT ABT melibatkan sejumlah unsur terkait, di antaranya BPBD Kabupaten Tebo, Manggala Agni, Polsek Sumay, Babinsa 05 Muara Tebo, serta KPHP X Tebo Barat.

Selain melakukan pemantauan terhadap kondisi lahan dan kawasan yang rawan terbakar, tim juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah lokasi yang sebelumnya sempat terjadi kebakaran.

Sekretaris BPBD Kabupaten Tebo, Ahmad Rony, mengatakan patroli tidak hanya dilakukan untuk mendeteksi potensi munculnya titik api, tetapi juga dilanjutkan dengan proses pemadaman dan pendinginan di lokasi yang sebelumnya terdampak kebakaran.

Satgas Karhutla dan PT.ABT meninjau Karhutla di area PT ABT, Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Sabtu 22 Agustus 2026.

“Beberapa titik sudah dapat dipadamkan. Sementara pada titik lain masih terus dilakukan pendinginan agar api tidak menyebar dan berkembang ke lokasi lainnya,” ujar Rony saat dikonfirmasi awak media.

Ia menjelaskan, apabila dalam kegiatan patroli ditemukan titik api, tim Satgas akan langsung melakukan tindakan cepat dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, proses pendinginan juga dilakukan guna memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Selain itu, apabila ditemukan lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas atau kejadian yang berpotensi menyebabkan karhutla, aparat penegak hukum (APH) akan segera melakukan pengamanan lokasi dengan memasang garis polisi (police line) untuk menjaga area tersebut sekaligus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut.

Langkah cepat tersebut dinilai penting mengingat kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem dan kawasan yang memiliki vegetasi kering sangat mudah terbakar. Tim juga terus mengingatkan masyarakat maupun pihak terkait agar segera melaporkan apabila menemukan kepulan asap ataupun titik api di sekitar wilayahnya.

Rony kembali mengimbau masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar.

“Selain bisa berasal dari alam, timbulnya api juga bisa berasal dari ulah manusia. Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati. Apalagi konsekuensi dari pembakaran lahan saat ini sudah sangat jelas sanksinya,” tegasnya.

Menurutnya, penanganan karhutla membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Tidak hanya mengandalkan petugas di lapangan, tetapi juga membutuhkan kepedulian masyarakat untuk mencegah munculnya titik api sejak dini.

Dengan patroli gabungan yang dilakukan secara berkala, Satgas Karhutla Kabupaten Tebo berharap potensi kebakaran dapat terdeteksi lebih cepat, sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap lingkungan maupun masyarakat.

Reporter
ARDI

Lakalantas di Tengah Ilir, TeboJambi, Truk Sembako Dalam Kondisi Terbakar, Pemotor Men*ngg*l di Tempat


Truk membawa sembako yang terbakar usai Lakalantas/foto: dok Damkarmat Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kecelakaan lalu-lintas (Lakalantas) antara mobil truk bernomor polisi (Nopol) BH 8963 HK membawa sembako, dengan sepeda motor jenis Honda CBR warna hitam tanpa Nopol terjadi di jalan lintas Bungo Jambi, tepatnya di desa Mengupeh Kecamatan Tengah Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, satu orang meninggal dunia. 

Kapolsek Tengah Ilir, AKP Dedi Tanto Manurung, dihubungi melalui sambungan telepon, Sabtu 22 Agustus 2026, membenarkan, bahwa tadi pada Sabtu 22 Agustus 2026, sekitar pukul 11.00 Wib telah terjadi peristiwa Lakalantas di jalan lintas Bungo Jambi. 

Lakalantas melibatkan mobil truk dengan Nopol BH 8963 HK muatan sembako di kendarai oleh Jumansyah (41) warga Ill Teng Duo RT 15 Kebon IX Kec Sungai Gelam, Kab Muaro Jambi ini dari arah Jambi akan menuju Tebo. 

Lanjut Dedi, sedangkan korban, sepeda motor di kendarai oleh Gunawan als Gun (27) warga desa Rantau Api, Kec Tengah Ilir, Kab Tebo, dalam kondisi meninggal ini dari arah Tebo menuju Jambi. 

Menurut keterangan sopir truk, ungkap Dedi, begitu terjadi tabrakan di lihatnya korban meninggal di tempat, dia langsung pergi meninggalkan mobilnya dan melaporkan kejadian Lakalantas tersebut ke Polsek Tengah Ilir. 

" Begitu petugas kesana ke lokasi kejadian, sambung Dedi, sudah ada api di mobil, dan kita langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran (Damkar)," terangnya. 

Sementara itu penyebab terbakarnya truk membawa sembako yang terlibat dalam Lakalantas saat ini masih di selidiki," ujar Dedi. 

Reporter
ARDI

Patroli KRYD, Polres Tebo Amankan Enam Pemotor Gunakan Knalpot Brong Tanpa Nopol

Sepeda motor tanpa Nopol gunakan knalpot brong yang berhasil diamankan dalam patroli KRYD Polres Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Polres Tebo melaksanakan patroli kegiatan rutin yang di tingkatkan (KRYD) untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) sasarannya adalah geng motor dan sepeda motor menggunakan knalpot Brong tanpa plat nomor polisi (Nopol) kendaraan, di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi. 

Kapolres Tebo melalui Kabag Ops, AKP Jecky Arman Putra, mengatakan, bahwa kita telah melaksanakan patroli KRYD dalam rangka penertiban dan penanganan geng motor. 

" Sasaran utama adalah geng motor dan kendaraan bermotor menggunakan underbone modifikasi ataupun knalpot brong yang pelaksanaannya sudah kami tertibkan sejak tiga hari lalu," kata Jecky, Kamis 20 Agustus 2026 malam. 

Jecky menuturkan, dalam patroli KRYD, sampai saat ini belum ditemukan adanya geng motor di Kab Tebo. Namun sepeda motor yang menggunakan underbone modifikasi banyak di temukan. 

" Untuk hari sepeda motor yang berhasil sudah kami sita dan amankan ada enam kendaraan,"lanjutnya. 

Selanjutnya kendaraan yang sudah kami amankan terutama menggunakan knalpot brong akan kita buka untuk di ganti sesuai dengan yang aslinya dan knalpot brong tersebut akan kita hancurkan. 

Sementara kendaraan yang di tahan akan di lakukan penindakan berupa sanksi bukti penilangan (Tilang) dan selanjutnya kita panggil orang tuanya setelah itu baru baru nanti kita keluarkan,"ungkap Jecky. 

Reporter
ARDI

Damkarmat Tebo Tangani Kebakaran Lahan Sawit Milik Warga Rimbo Mulyo, Penyebab Belum Diketahui

Petugas Damkarmat Pos Rimbo Bujang tangani kebakaran lahan warga Rimbo Mulyo/foto: dok Damkarmat Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Lahan perkebunan sawit milik warga jalan 21 unit 3 Rimbo Mulyo, Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi seluas seperempat hektar, sekira pukul 19.00 Wib, Jum'at 21 Agustus 2026, tadi malam terbakar. 

Kepala dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat) Kab Tebo, melalui kepala bidang (Kabid) Damkarmat, Habibie, membenarkan tadi malam, sekira pukul 19.00 Wib mendapat laporan telah terjadi kebakaran lahan kebun sawit seluas seperempat hektar milik warga jalan 21 unit 3 Rimbo Mulyo, Kec Rimbo Bujang. 

Meski demikian ujar Habibie, api dapat di jinakkan oleh petugas Damkarmat, Pos Rimbo Bujang, pada pukul 19.55 Wib. 

Habibie mengatakan, bahwa objek yang terbakar adalah lahan kebun milik Suhari dan Sugi, warga unit 3 Rimbo Mulyo, Kec Rimbo Bujang. 

" Untuk penyebab kebakaran lahan milik warga Rimbo Bujang tersebut belum dapat di ketahui,"pungkas Habibie, Jum'at 21 Agustus 2026. 

Reporter
ARDI

Jumat, 21 Agustus 2026

DD 2026 Gagal Salur Lantaran Silpa Lebih Dari 30℅ Belum Dibalikin, Kades Pematang Sapat Terancam SP3

Kadis PMD Kab Tebo, Abdul Malik, S.Pt, ME/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dilansir duasatu.net sebelumnya, bahwa gagal salurnya dana desa (DD) Pematang Sapat, Kecamatan Rimbo Bujang, tahun 2026, selain kepala desa (Kades) telah di kenakan berupa surat teguran tertulis kedua (SP2) oleh tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintahan desa Kabupaten Tebo, ternyata terdapat Silpa atau sisa dana anggaran tahun 2025 lalu belum di kembalikan. 

Kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, Abdul Malik di konfirmasi duasatu.net, Jum'at 21 Agustus 2026, menjelaskan, DD Pematang Sapat tahap 1 tahun 2026 ini gagal salur karena sesuai ketentuan peraturan menteri keuangan (PMK) bahwa Silpa tidak boleh lebih dari 30 persen. 

Desa Pematang Sapat saat ini ungkap Malik, Silpa nya di atas 30 persen, sehingga tidak bisa di salurkan salah satu syarat tidak terpenuhi untuk penyaluran DD,"tegasnya.

" DD tahap 1 tidak cair, untuk tahap 2 tentu juga tidak bakalan cair karena persyaratan untuk pencairan tahap 2 itu tahap 1 harus dapat di realisasikan minimal 70 persen,"lanjut Malik. 

" Untuk DD Pematang Sapat tahun 2026 memang tidak bisa di salurkan, tapi sambung Malik, kemarin ada staf kita masih berkoordinasi menindaklanjuti zoom meeting kemarin dengan Kemendes, sedang koordinasi dengan kantor pelayanan perbendaharaan negara (KPPN) nanti seperti apa. 

Terkait nanti dilaksanakannya sisa yang 30 persen tahun sebelumnya bisa di salurkan apa tidak, kita masih menunggu itu, "imbuh Malik. 

Ungkap Malik, bahwa tahapan secara keseluruhan DD Pematang Sapat yang di salurkan tahun sebelumnya masih menjadi Silpa 30 persen. 

Sementara terkait dengan SP2 Kades Pematang Sapat, Malik menuturkan sebelumnya sudah disampaikan kepada Kades yang bersangkutan, saat ini tinggal menunggu SP3. 

" Mungkin dalam beberapa hari kedepan kalau tidak di tindaklanjuti oleh Kades, kita akan berikan SP3. Setelah SP3 kita akan rapat tim, karena pemberhentian sementara maupun permanen Kades itu harus di bahas dalam tim pemberi sanksi dan penghargaan pemerintahan desa," tutup Malik. 

Sementara itu Camat Rimbo Bujang, Siti Fatimah melalui pesan singkat menyatakan, bahwa rekomendasi tidak di berikan karena masih ada kewajiban Kades Pematang Sapat mengembalikan Silpa yang belum tertunaikan,"tulisnya singkat. 

Reporter
ARDI

Polres Tebo Musnahkan 10 Unit Rakit Tambang Emas Ilegal

Rakit tambang emas ilegal yang dimusnahkan Polres Tebo/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Polres Tebo tertibkan aktivitas penambang emas tanpa izin (PETI) di sejumlah Kecamatan dalam Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, dengan cara membakar rakit dan mesin dompeng yang beraktivitas di sungai. 

Kapolres Tebo melalui Kabag Ops AKP Jecky Arman Putra menegaskan, atas perintah pimpinan, kami telah melakukan penertiban aktivitas PETI atau ilegal mining. 

Jecky mengungkapkan, penertiban dan penindakan PETI yang dilakukan dengan cara membakar tersebut kita lakukan di sepanjang aliran sungai Batanghari melibatkan enam Polsek yaitu Tebo Ilir, Tengah Ilir, Sumay, VII Koto Ilir, VII Koto dan Tebo Ulu. 

" Saat penindakan, mereka para pelaku PETI, kebanyakan pada melarikan diri,"tegas Jecky, Kamis 20 Agustus 2026.

Kata Jecky, penindakan dan penertiban aktivitas PETI ini kita laksanakan secara rutin. Sementara dalam penindakan yang telah dilakukan lebih kurang ada 10 rakit yang di musnahkan dengan cara di bakar," ucapnya meyakini. 

Reporter
ARDI

Grand Launching KERATON UMKM Lebak Ruhay Resmi Dibuka Bupati, Jadi Wadah Penguatan Ekonomi Pelaku UMKM

Bupati Lebak, Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- KERATON UMKM Lebak Ruhay resmi dilaunching pada Jumat, 21 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Lebak, Haji Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya, dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Kapolres Lebak, Dandim Lebak, serta sejumlah unsur pemerintahan.

Grand launching tersebut turut dihadiri para tokoh ulama, tokoh pemuda, masyarakat, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dari berbagai sektor.

Kehadiran KERATON UMKM Lebak Ruhay digagas sebagai wadah untuk menampung, memfasilitasi, sekaligus memperluas akses pemasaran produk-produk UMKM Kabupaten Lebak.

Dalam sambutannya, Abah Elang Mangkubumi yang mewakili pihak KERATON UMKM Lebak Ruhay menyampaikan bahwa Kabupaten Lebak memiliki potensi besar di sektor UMKM. Menurutnya, potensi tersebut perlu mendapatkan ruang dan fasilitas yang representatif agar mampu berkembang serta memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.

“Para pelaku usaha di Lebak ini sangat berpotensi. Karena itu kami menggagas KERATON UMKM Lebak Ruhay sebagai wadah untuk menampung dan memfasilitasi para pelaku UMKM,” ujar Abah Elang Mangkubumi dalam sambutannya.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 170 lebih pelaku UMKM yang telah terdaftar dan siap menjalankan aktivitas transaksi serta pemasaran produk di KERATON UMKM Lebak Ruhay.

Menurut Abah Elang Mangkubumi, keberadaan pusat UMKM tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta mengembangkan usaha hingga mampu bersaing di tingkat nasional.

Bupati Apresiasi KERATON UMKM Lebak Ruhay

Sementara itu, Bupati Lebak Haji Moch. Hasbi Asyidiki Jayabaya mengapresiasi hadirnya KERATON UMKM Lebak Ruhay. Ia menilai pelaku UMKM merupakan salah satu motor penggerak perekonomian daerah yang perlu terus mendapatkan dukungan dari seluruh pihak.

Menurut Bupati, pembangunan ekonomi daerah tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Pelaku usaha, masyarakat, generasi muda dan berbagai elemen lainnya harus terlibat secara bersama-sama.

“UMKM merupakan motor penggerak ekonomi, termasuk di Kabupaten Lebak. Karena itu kami mengapresiasi hadirnya KERATON UMKM Lebak Ruhay ini,” kata Hasbi.

Bupati juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengembangan sektor UMKM. Menurutnya, kegiatan ekonomi berbasis UMKM bukan hanya menjadi ruang bagi kalangan orang tua, tetapi juga harus menjadi bagian dari gerakan generasi muda.

“UMKM bukan hanya untuk kaum tua. Kaum muda juga harus ikut bersama-sama membangun perekonomian melalui sektor UMKM,” tegasnya.

Bupati Tegaskan Tak Ada Ruang bagi Premanisme

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hasbi juga menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia menyatakan akan menegakkan aturan secara tegas serta memastikan para pelaku UMKM dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan aman dan nyaman.

Apabila terdapat tindakan yang mengarah pada kekerasan, gangguan ataupun praktik premanisme terhadap pelaku usaha, Bupati meminta agar segera dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH).

Menurutnya, tidak boleh ada pihak yang mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelaku UMKM yang sedang berupaya menggerakkan perekonomian daerah, termasuk di kawasan KERATON UMKM Lebak Ruhay.

“Kalau ada pelaku UMKM yang merasa terganggu oleh tindakan kekerasan atau premanisme, segera laporkan kepada aparat penegak hukum. Kita akan tindak tegas,” ujarnya.

Bupati Tinjau Langsung Produk UMKM

Usai rangkaian seremoni grand launching, Bupati Lebak kemudian meninjau langsung lokasi KERATON UMKM Lebak Ruhay.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati berinteraksi dengan para pelaku UMKM dan melihat secara langsung berbagai produk yang dipasarkan. Kehadiran para pelaku usaha dari berbagai sektor menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat di Kabupaten Lebak.

Grand launching KERATON UMKM Lebak Ruhay diharapkan menjadi momentum baru bagi pengembangan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Lebak.

Dengan dukungan pemerintah, Forkopimda, tokoh ulama, tokoh pemuda, masyarakat dan para pelaku usaha, KERATON UMKM Lebak Ruhay diharapkan mampu menjadi salah satu sentra perdagangan sekaligus promosi produk lokal Lebak, serta membuka peluang bagi UMKM untuk memperluas pasar hingga tingkat nasional.

Reporter
A ABDULROHIM

Semangat Hari Juang Polri, Kapolres Lebak Dorong Personel Berikan Pelayanan Terbaik

Kapolres Lebak AKBP, SH, S.IK, M.Si/foto: dok Polres Lebak

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Kapolres Lebak AKBP Arninsi, pimpin upacara peringatab Hari Juang Polri yang di laksanakan di Lapangan Mapolres Lebak, Jum’at 21 Agustus 2026.

Upacara tersebut di ikuti oleh Wakapolres Lebak Kompol Eddy Prastyo, para Pejabat Utama (PJU) Polres Lebak, para Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polres Lebak.

Dalam pelaksanaan upacara, seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh khidmat sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap sejarah perjuangan serta pengabdian insan Bhayangkara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Kapolres Lebak AKBP Arninsi dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Juang Polri menjadi momentum untuk mengenang nilai-nilai perjuangan, pengabdian dan pengorbanan para pendahulu Polri.

“Peringatan Hari Juang Polri bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum bagi kita untuk meneladani semangat perjuangan dan pengabdian para pendahulu Polri. Nilai-nilai tersebut harus terus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar AKBP Arninsi.

Kapolres juga menekankan kepada seluruh personel agar terus meningkatkan profesionalisme, integritas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Jadikan semangat Hari Juang Polri sebagai motivasi untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa dan negara. Laksanakan tugas dengan humanis, profesional, bertanggung jawab dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Tribrata dan Catur Prasetya,” ungkapnya.

Lebih lanjut, AKBP Arninsi mengajak seluruh personel Polres Lebak untuk terus menjaga kekompakan dan soliditas, serta memperkuat sinergitas dengan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lebak.

“Semoga semangat perjuangan para pendahulu menjadi inspirasi bagi kita semua untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan hadir sebagai Polri yang Presisi, humanis serta bermanfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Reporter
A ABDULROHIM

Kamis, 20 Agustus 2026

Ka Bakeuda Tebo: KUA PPAS Telah di Sepakati, Saat Ini Sedang Nunggu Input RKA Untuk RAPBD 2027

Kepala Bakeuda Kab Tebo, Hendry Nora/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Diketahui
bahwa badan anggaran (Banggar) DPRD dan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi telah merampungkan dan menyepakati hasil dalam rapat pembahasan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA PPAS), namun berapa angka rancangan anggaran pendapatan belanja daerah (RAPBD) tahun 2027 untuk saat ini belum bisa di ketahui. 

Berkaitan dengan hal itu kepala badan keuangan daerah (Bakeuda) Kab Tebo, Hendry Nora di hubungi via telpon menjelaskan, bahwa untuk KUA PPAS 2027 sudah di sepakati pada Selasa 11 Agustus 2026 kemarin. 

Meski KUA PPAS 2027 sudah di sepakati antara tim Banggar DPRD bersama TAPD Kab Tebo, Hendry Nora menegaskan, bahwa untuk angka RAPBD finalnya kita masih menunggu tahap penginputan terhadap rencana kerja anggaran (RKA) organisasi perangkat daerah (OPD) yang saat ini sedang dalam proses. 

Saat ini kata Hendry Nora, kita sedang menunggu input dari OPD, kalau sudah selesai baru bisa kita ketahui angka RAPBD untuk tahun 2027,"ujarnya.

" Kita tunggu tahapan input RKA untuk RAPBD selesai minggu depan. Setelah itu baru angka RAPBD nya muncul," pungkas Hendry Nora singkat. 

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional