Media Online : www.duasatu.net

News

Pemerintah

Hukrim

Advertorial

Video

Rabu, 08 April 2026

Dongkrak PAD Sektor Galian C, Bakeuda Kab Tebo Support Bagi Pelaku Usaha Berizin

Kepala Bakeuda Kab Tebo, Hendry Nora/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Target tahun 2026 pendapat asli daerah (PAD) dari sektor galian C sebesar Rp350 juta mengalami trend penurunan memasuki triwulan IV baru tercatat Rp 17 juta, " ujar kepala Bakeuda Kab Tebo, Hendra Nora ditemui di kantornya, Rabu 8 April 2026.

Hendry Nora menyebutkan hal ini di pengaruhi kondisi fiskal keuangan daerah yang mengalami perubahan drastis karena kebijakan efisiensi pemerintah, berdampak terhadap program kegiatan pembangunan yang berkurang sangat di rasakan bagi penerimaan daerah.

Pada sektor PAD galian C Pemkab akan terbantu bila setiap pelaku usaha yang ada di Tebo punya izin, karena selama ini kita hanya menarik pajaknya dari rekanan proyek. Namun apabila pelaku usaha di Tebo berijin, sumber penerimaan pajak daerah bisa meningkat dab semua kegiatan yang menggunakan material galian C secara keseluruhan dapat di perhitungkan menjadi bagian penerimaan daerah.

" Tak hanya proyek pemerintah, tapi penggunaan material oleh masyarakat umum dapat diakomodir dan menjadi tanggungjawab pelaku usaha.

Namun berbeda dengan rekanan yang mengerjakan proyek dari pemerintah Prov Jambi atau Pusat yang lokasi pekerjaannya di Kab Tebo. Daerah tidak mendapatkan sumber penerimaan pajak galian C, padahal materialnya dari Kab Tebo.

Sementara pajak yang di bayarkan rekanan masuk ke Pemprov yang kewenangan perijinannya dari sana. Tidak ada regulasi daerah untuk memungut pajaknya," pungkasnya. 

Reporter
ARDI

Jalan di VII Koto Ilir Minta Dialokasikan Lagi Dari Dana Pinjaman PT SMI, Begini Penjelasan Dinas PUPR Kab Tebo

Salah satu pekerjaan jalan di Kab Tebo Foto: dok redaksi duasatu

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
 Pengajuan dana pinjaman pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo, Provinsi Jambi ke pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) telah di setujui oleh kementerian keuangan (Kemenkeu) senilai Rp100 milyar untuk membiayai infrastruktur jalan sekitar Rp46 milyar dan sisanya oleh RSUD STS, namun anggota Komisi III DPRD Tebo dari Fraksi Demokrat saat hearing LKPJ Bupati meminta agar jalan di Kecamatan VII Koto Ilir sebelumnya masuk dalam usulan awal dapat di akomodir kembali anggarannya sebesar Rp6 milyar. 

Pelaksana tugas (Plt) kepala dinas (Kadis) PUPR Kab Tebo, Moch Adrian, mengatakan, pada saat hearing dengan Komisi III DPRD, Selasa 7 April 2026 kemarin sudah kita sampaikan, bahwa ada beberapa hal terkait pinjaman dana PT SMI untuk membiayai infrastruktur jalan senilai Rp46 milyar, apabila Rp6 milyarnya dialokasikan kembali untuk jalan di Kec VII Koto Ilir. 

Adrian menjelaskan, banyak dokumen yang harus di rubah, mulai dari fisibility study (FS) nya dan waktu pelaksanaan, sementara kita sekarang ini sedang di kejar waktu,"ujarnya.

Terhadap pinjaman dana dari PT SMI ini sudah roundown atau terjadwal, bukan hanya di dinas PUPR saja, juga di rumah sakit umum daerah sultan thaha saifuddin (RSUD STS) Kab Tebo. 

" Kalau dinas PU- nya terganggu, berarti bakal terganggu semua,"lanjutnya saat di konfirmasi, Rabu 8 April 2026.

Okelah, nanti di bulan Agustus merubah FS nya, sementara waktu habis, uang ada, apakah nanti kira-kira kita bisa kerja, tentu tidak akan bisa,"sebut Adrian. 

" Mungkin untuk opsi lainnya nanti kalau ada anggarannya tersedia bisa saja di masukan dalam APBD Perubahan Kab Tebo 2026," katanya. 

Reporter
ARDI

Gubernur Al Haris: Bonus Demografi Kependudukan Tantangan Keberlanjutan Pembangunan

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH/foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH menyatakan bahwa bonus demografi di Provinsi Jambi akan menjadi tantangan bagi keberlanjutan pembangunan.  

Pernyataan ini disampaikannya pada Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Pendudukan dan Keluarga Berencana atau Bangga Kencana tahun 2026, bertempat di ruang pola kantor Gubernur Jambi, Rabu (08/04/2026) pagi. 

Hadir pada kesempatan ini Kepala BKKBN Perwakilan Provinsi Jambi Drs. Putut Riyatno M.Kes dan Keynote Speaker secara online oleh Inspektur Utama Kemendukbangga/BKKBN RI Dr. A. Damenta, Mag.Rer Publ, CGCAE.
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk memperkuat strategi pembangunan kependudukan.

Dalam sambutan dan arahannya Gubernur Al Haris menegaskan bahwa isu kependudukan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya bagi BKKBN, tetapi juga seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, swasta, hingga masyarakat.

“ Banyak hal strategis yang menjadi tugas kita, mulai dari ibu hamil, stunting, menyusui, hingga angka kependudukan. Ini bukan hanya tugas satu lembaga, tapi tugas kita Bersama,” ujar Gubernur Al Haris.

Dikatakan Gubernur Al Haris, dengan adanya bonus demografi kependudukan ini maka pemerintah membutuhkan strategi dalam peningkatan kualitas SDM dan tantangan lain juga meliputi distribusi penduduk, urbanisasi cepat serta peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan (stunting).

“Dalam bersinergi memajukan program Bangga Kencana di Provinsi Jambi ini salah satu isu kependukan yang menjadi tantangan besar di Indonesia saat ini dan tentu perlu mendapat perhatian dalam pembangunan penyuluhan yaitu sedang berlangsungnya bonus demografi. 

Diperkirakan peluang bonus demografi itu disebut akan mencapai puncaknya Indonesia pada tahun 2040 an nanti," kata Gubernur Al Haris. 

Dijelaskan Gubernur Al Haris, bonus demografi  yang dialami ini tercermin dari data BPS tahun 2025 yang menunjukkan bahwa 68,66% penduduk usia 15 sampai 64 tahun penduduk usia produktif. Serta 6,03% penduduk usia 65 tahun ke atas dan 25,11% penduduk berusia nol sampai 14 tahun.

"Hampir 70% itu usia terbanyak kita itu di 15 tahun sampai 64 tahun. Nah, ini usia-usia sedang produktif ya tentunya. Artinya, Jambi akan memiliki penduduk usia 15 sampai 64 tahun. Usia produktif sebesar 67,61% keatas sampai tahun 2040. Kondisi ini merupakan peluang kita dan sekaligus juga tantangan dalam melanjutkan cita-cita pembangunan. Ini peluang sekaligus tantangan. Jika tidak dikelola dengan baik, justru bisa menjadi beban. Tapi jika dimanfaatkan, ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” jelas Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris mengingatkan bahwa Provinsi Jambi saat ini juga sedang dihadapkan dengan meningkatnya proporsi penduduk lanjut usia. "Data BPS 2025 menunjukkan bahwa penduduk usia lansia 60 tahun ke atas di Jambi berkisar 6,03%. Artinya, kita juga sedang bergerak menuju masyarakat yang lansia dan, sebuah fase yang tidak dapat dihindari dan harus dikelola dengan tepat,” ucap Gubernur Al Haris. 

"Lansia ini tersebar di semua daerah di Provinsi Jambi dan ada kabupaten/kota menganggarkan dana untuk lansia dan ada juga yang tidak mengganggarkan dana itu. 

Sementara jumlahnya cukup banyak di Sumatera dan di daerah ada lansia yang tidak punya keluarga yang tinggal di rumah, rumah yang tidak layak huni. Nah ini mungkin nanti ke depan saya berharap kepada bupati/wali kota ini memang kita harus mendata betul berapa lansia di daerah kita. Apa yang kita lakukan," lanjutnya. 

Selain itu, Gubernur Al Haris juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai tantangan ke depan, termasuk dampak krisis global dan peningkatan angka stunting, dimana berdasarkan angka stunting di Jambi naik menjadi 17,1 persen.

“Kenaikan ini harus jadi perhatian serius. Kita perlu langkah-langkah progresif, memperkuat data, SDM, kelembagaan, serta sinergi antar lembaga agar angka tersebut bisa ditekan,” tegasnya.

Di sisi lain, perhatian juga diberikan kepada anak-anak usia 0–14 tahun yang mencapai 25,11 persen dari total penduduk. Gubernur Al Haris menyoroti fenomena “fatherless” yang kini menjadi isu serius. “Sekitar 25 persen anak kehilangan figur ayah. Ini berpotensi memicu berbagai masalah sosial jika tidak kita tangani bersama,” ungkapnya.

“Tak hanya itu, angka kematian bayi dan ibu juga masih menjadi perhatian. Meski cenderung menurun, data menunjukkan Angka Kematian Bayi (AKB) di Jambi berada di angka 16,99 per 1.000 kelahiran, sementara Angka Kematian Ibu (AKI) mencapai 177 per 100.000 kelahiran,” tambahnya.

Gubernur Al Haris berharap seluruh pihak, termasuk tenaga kesehatan seperti Ikatan Bidan Indonesia, terus meningkatkan peran dalam menekan angka tersebut.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Al Haris juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan program Bangga Kencana di Jambi, mulai dari pemerintah kabupaten/kota, OPD, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut menegaskan bahwa program ini sejalan dengan program prioritas nasional serta visi “Jambi Mantap”. “Ke depan, kita harus lebih serius, lebih kompak, dan lebih fokus. Dengan kerja sama yang kuat, kita optimistis berbagai persoalan kependudukan di Jambi bisa kita atasi,” pungkasnya. (ARD)

Pojok Berkah TP-PKK Prov Jambi Hadir di Hari Rabu, Hj. Hesnidar Haris: Sedekah Sekecil Apa Pun Insya Allah Bernilai dan Dikelola Dengan Amanah

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE/foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Semangat berbagi dan kepedulian sosial terus digaungkan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Jambi melalui kegiatan rutin Pojok Berkah. Meski biasanya dilaksanakan setiap hari Jumat, kegiatan kali ini digelar pada hari Rabu sebagai bentuk penyesuaian terhadap kebijakan kerja dari rumah (WFH) yang tengah diberlakukan, bertempat di Sekretariat TP-PKK Provinsi Jambi, Rabu (08/04/2026) pagi.

Ketua TP-PKK Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, SE secara langsung menyampaikan bahwa perubahan jadwal tersebut tidak mengurangi esensi dan semangat berbagi kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa Pojok Berkah tetap menjadi ruang terbuka bagi siapa saja yang ingin datang, menikmati sajian yang disediakan, maupun berpartisipasi dalam sedekah.

“Pojok Berkah yang biasanya di hari Jumat, tapi karena WFH kita harus menyesuaikan jadwal ya. Jadinya di hari Rabu. Siapa pun boleh datang ke sini, menikmati sajian yang insya Allah enak. Dan kalau ada yang mau bersedekah, kami siapkan kotak sedekah,” ujar Hj. Hesnidar Haris.

Menurutnya, seluruh dana yang terkumpul melalui kotak sedekah akan dikelola dengan penuh tanggung jawab dan amanah, kemudian disalurkan kembali kepada masyarakat dalam bentuk makanan maupun bantuan lainnya.

Pada pelaksanaan kali ini, sajian yang dibagikan kepada masyarakat bersumber dari dana kotak sedekah yang terkumpul pada hari itu, dengan nominal lebih dari satu juta rupiah. Sementara tambahan pembiayaan berasal dari kontribusi para ibu-ibu dan bapak-bapak pengurus TP-PKK Provinsi Jambi.

“Dan hari ini, yang kami sajikan bukan dari organisasi tertentu, tapi dari kotak sedekah yang terkumpul hari ini, lebih kurang satu juta lebih. Selebihnya dari ibu-ibu dan bapak-bapak tim penggerak PKK,” jelasnya.

Hj. Hesnidar Haris juga menekankan bahwa sedekah tidak diukur dari besar kecilnya nominal. Bahkan kontribusi sekecil Rp.500 atau Rp1.000 tetap diterima dan diyakini membawa manfaat.

“Mau sedekah sedikit apa pun atau sebanyak apa pun, insya Allah akan dikelola dengan amanah. Mau Rp.500, Rp1.000, bisa untuk satu gelas air, kita terima di dalam kotak sedekah dan kita akan sedekahkan kembali,” tuturnya.

Kegiatan Pojok Berkah dilaksanakan di halaman kantor TP-PKK Provinsi Jambi dan secara rutin membagikan makanan gratis kepada masyarakat sekitar. Sasaran penerima manfaat antara lain petugas kebersihan, pekerja harian, serta warga yang melintas di sekitar lokasi kegiatan. Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran mereka yang dengan tertib menikmati sajian yang telah disiapkan.

Program ini bukan hanya menjadi wadah berbagi makanan, tetapi juga sarana menumbuhkan nilai gotong royong, solidaritas, dan kepedulian sosial. 

Melalui konsep kotak sedekah yang terbuka, TP-PKK Provinsi Jambi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam gerakan berbagi yang sederhana namun berdampak nyata.

Hj. Hesnidar Haris berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan membawa keberkahan bagi semua pihak yang terlibat, baik pemberi maupun penerima.

“Mudah-mudahan rezeki kita semakin berkah dan semakin banyak orang yang menikmati sedekah kita. Amin ya Rabbal Alamin,” tutupnya.

Melalui Pojok Berkah, TP PKK-Provinsi Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan program-program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat serta memperkuat peran PKK sebagai mitra pemerintah dalam membangun kesejahteraan keluarga dan lingkungan sekitar. (ARD)

Gubernur Al Haris Sampaikan Jawaban Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Terhadap LKPJ 2025, Tegaskan Komitmen Penguatan Fiskal dan Pelayanan Publik

Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos.,MH/foto: dok Diskominfo Pemprov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos.,MH.,  menyampaikan jawaban resmi Pemerintah Provinsi Jambi atas Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Provinsi Jambi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jambi, bertempat di Gedung DPRD Provinsi Jambi, Rabu (08/04/2026). 

Dalam Rapat Paripurna tersebut, Gubernur Al Haris menegaskan bahwa berbagai capaian pembangunan sepanjang tahun 2025 merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat kinerja pemerintahan di tahun mendatang.

Pada sektor kesehatan, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa angka keberhasilan pengobatan TBC mencapai 87 persen dari target 90 persen dan menempatkan Jambi pada peringkat ke-9 nasional. Untuk itu, upaya percepatan terus dilakukan melalui pembentukan Tim Percepatan Eliminasi TBC serta optimalisasi penggunaan Tes Cepat Molekuler di berbagai fasilitas layanan kesehatan.

Selain itu, eliminasi malaria juga menunjukkan progres signifikan, dengan 8 dari 11 kabupaten/kota atau 72,72 persen wilayah telah dinyatakan bebas malaria. Sementara itu, tiga daerah yakni Batang Hari, Sarolangun, dan Merangin masih dalam proses percepatan eliminasi melalui penguatan surveilans dan intervensi berbasis wilayah.

Di sisi lain, prevalensi ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) mengalami penurunan dari 10,3 persen pada triwulan III menjadi 9,6 persen pada triwulan IV 2025, melampaui target nasional sebesar 9,7 persen. 

Namun demikian, angka stunting tercatat meningkat menjadi 17,1 persen pada 2025, meskipun masih berada di bawah angka nasional 19,8 persen. Oleh karena itu, intervensi gizi dan kesehatan ibu-anak akan semakin diperkuat pada 2026.

Sementara itu, layanan di RSUD Raden Mattaher sebagai rumah sakit rujukan tipe B pendidikan terus dibenahi, baik dari sisi sarana prasarana maupun sumber daya manusia. Permasalahan ketersediaan tempat tidur yang sempat terjadi telah teratasi sepenuhnya. Adapun kewajiban keuangan sebesar Rp.122,38 miliar per 31 Desember 2025 akan diselesaikan secara bertahap pada 2026 melalui skema pembayaran cicilan Rp.5 miliar per bulan.

Beranjak ke sektor pendidikan, realisasi anggaran pendidikan tahun 2025 mencapai 95,47 persen secara keuangan dan 99,79 persen secara fisik, dengan mandatory spending pendidikan sebesar 33 persen atau melampaui ketentuan minimal. 

Tingkat penyerapan lulusan SMK juga meningkat menjadi 86,86 persen atau naik 5,26 poin dibandingkan tahun sebelumnya, seiring penguatan kebijakan link and match antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri perkebunan, manufaktur, serta pariwisata.

Lebih lanjut, sebanyak 446 mahasiswa jenjang S1, S2, S3 serta dosen menerima beasiswa, dan 4.800 siswa SMA/SMK/SLB memperoleh bantuan pendidikan. Pemerintah Provinsi Jambi juga mencatat 40.762 anak dalam kategori Angka Tidak Sekolah (ATS) yang akan menjadi fokus intervensi lanjutan melalui jalur afirmasi dan program khusus pada tahun 2026.

Dalam konteks pendidikan inklusif, terdapat 71 satuan pendidikan yang melayani 105 siswa inklusi. Di samping itu, akses internet telah menjangkau 100 persen SMA dan SMK di Provinsi Jambi, meskipun peningkatan kualitas jaringan masih terus diupayakan.

Sejalan dengan itu, Gubernur Al Haris menegaskan arah pembangunan Jambi sebagai “Penyangga Bioindustri dan Ketahanan Energi di Sumatra” sebagaimana tertuang dalam RPJPN dan RPJPD 2025–2045, dengan fokus pada hilirisasi dan diversifikasi ekonomi guna mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekstraktif. Penanganan jalan Padang Lamo di Kabupaten Tebo telah dilakukan secara bertahap sejak Februari 2026, serta didorong pemanfaatan skema Inpres Jalan Daerah untuk mengatasi keterbatasan fiskal.

Pada sektor pertambangan, dari 86 perusahaan berizin, sebanyak 31 perusahaan aktif berproduksi pada 2025. Realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba mencapai 100 persen sesuai target APBD, dengan rincian Rp.6,11 miliar dari iuran tetap dan Rp.105,96 miliar dari iuran produksi. 

Pembangunan jalan khusus batubara oleh PT Inti Bangun Sarana telah mencapai progres 86 persen, sementara dua perusahaan lainnya masih menyelesaikan kendala perizinan dan pembebasan lahan.
Dari sisi fiskal daerah, kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) terhadap APBD 2025 tercatat sebesar 43,03 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 51,76 persen pada APBD 2026 sebagai bagian dari penguatan kemandirian fiskal. 

Realisasi belanja daerah mencapai 92,90 persen dengan capaian rata-rata Indikator Kinerja Utama (IKU) sebesar 101,14 persen, yang menunjukkan efektivitas dan efisiensi belanja.

Untuk mendukung hal tersebut, optimalisasi PAD dilakukan melalui digitalisasi pemungutan pajak dan retribusi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan aset daerah melalui sistem aplikasi seperti SIMBADA dan sistem terintegrasi lainnya.

Di bidang tata kelola pemerintahan, predikat Reformasi Birokrasi Provinsi Jambi meningkat dari B pada 2023 menjadi BB pada 2024, dengan fokus pada Reformasi Birokrasi Tematik yang berdampak langsung terhadap peningkatan investasi, perizinan, dan kepuasan layanan publik. 

Sistem OSS RBA juga diterapkan untuk mencegah tumpang tindih regulasi. Adapun kewenangan pertambangan batubara dan emas, termasuk penanganan tambang ilegal, berada pada Pemerintah Pusat sesuai regulasi terbaru, sementara Pemerintah Provinsi berperan dalam pengawasan aspek lingkungan.

Sebagai penutup, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD atas masukan dan rekomendasi konstruktif terhadap LKPJ 2025. 

Ia menegaskan bahwa seluruh catatan tersebut menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan, sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Provinsi Jambi untuk menghadirkan tata kelola yang transparan, akuntabel, serta pembangunan yang berpihak kepada masyarakat demi terwujudnya Jambi yang berdaya saing, berkelanjutan, dan sejahtera. (ARD)

Komisi III DPRD Tebo Tekan Alokasi Pinjaman Dana Dari PT SMI Rp6 Miliar Untuk Jalan VII Koto Ilir

Komisi III DPRD Kab Tebo saat hearing LKPJ Bupati 2025 bersama Bappeda Litbang/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Komisi III DPRD Kabupaten Tebo menyoroti rencana penggunaan pinjaman daerah dari PT SMI sebesar Rp46 miliar yang diperuntukkan bagi pembangunan infrastruktur jalan. 

Dalam hearing bersama Dinas PUPR-PR tertanggal 7 April 2026 itu, Komisi III menegaskan agar alokasi anggaran tersebut dapat dibagi secara proporsional dan menyentuh wilayah yang membutuhkan, khususnya Kecamatan VII Koto Ilir.

Anggota Komisi III DPRD Tebo dari Fraksi Demokrat, Pahlepi, menekankan bahwa minimal Rp6 miliar dari total pinjaman tersebut harus dialokasikan untuk pembangunan jalan di VII Koto Ilir.

Menurutnya, kondisi infrastruktur di wilayah tersebut masih memerlukan perhatian serius agar konektivitas antarwilayah dan aktivitas ekonomi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

“Dari total pinjaman Rp46 miliar untuk pembangunan jalan, kami menilai minimal Rp6 miliar harus dialokasikan ke Kecamatan VII Koto Ilir. Ini penting sebagai bentuk pemerataan pembangunan dan memastikan manfaat pinjaman daerah benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Pahlepi, kepada media Ini usai hearing bersama Dinas PUPR- PR Tebo tentang LKPJ Bupati Tebo Tahun anggaran 2025.

Ia berharap Dinas PUPR-PR dapat mempertimbangkan rekomendasi tersebut dalam penyusunan prioritas kegiatan Tahun Anggaran 2026. 

Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tebo dari Fraksi Demokrat lainnya, Ahmad Faisol, turut menyatakan dukungannya terhadap usulan tersebut.

Ia menilai alokasi minimal Rp6 miliar untuk Kecamatan VII Koto Ilir merupakan langkah yang realistis dan sejalan dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, wilayah tersebut masih membutuhkan peningkatan kualitas infrastruktur jalan untuk menunjang mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pada prinsipnya kami sependapat dengan yang disampaikan rekan kami, Pahlefi. Dari total pinjaman Rp46 miliar itu, sudah sewajarnya ada porsi yang jelas untuk VII Koto Ilir. Minimal Rp6 miliar merupakan angka yang rasional agar pembangunan jalan di wilayah tersebut bisa benar-benar terlaksana,” ujar Ahmad Faisol.

Ia juga menambahkan bahwa pembagian alokasi pinjaman daerah harus mempertimbangkan asas pemerataan pembangunan antarwilayah. Dengan demikian, manfaat pinjaman tidak hanya terpusat pada kawasan tertentu, tetapi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat Kabupaten Tebo. 

Reporter
ARDI

BPK Sedang Lakukan Pemeriksaan, Kemungkinan Sisa Anggaran Turap Pagar Puding Dikembalikan Ke Pusat

Kepala Inspektorat Kab Tebo, Nafri Junaidi/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Inspektorat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi menyatakan, proyek pembangunan turap dan jalan reged beton di desa Pagar Puding Kecamatan Tebo Ulu, hibah dari BNPB tahun 2025 senilai Rp20, 4 milyar di kerjakan oleh rekanan pt pulau bintan bestari (PT PBB) kerja sama operasi (KSO) dengan pt selaras restu abadi (PT SRA) pembayarannya belum selesai. 

Proyek turap dan jalan reged beton hibah BNPB belum selesai di bayarkan sekitar 5 persen lagi namun setelah dilakukan reviu kemungkinan pembayarannya menunggu setelah pembahasan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Perubahan tahun 2026," ujar kepala Inspektorat Kab Tebo, Nafri Junaidi, Selasa 7 April 2025.

Nafri menyebutkan, sampai sekarang ini sisa anggaran hibah dari BNPB tersebut belum di kembalikan ke pusat, tapi meski demikian tidak menutup kemungkinan setelah di perhitungkan kembali apabila tidak di ambil akan di kembalikan ke pemerintah pusat," ucapnya.

" Makanya lanjut Nafri, untuk yang 5 persen memang belum di cairkan,"karena sedang di lakukan pemeriksaan oleh BPK sehingga menjadi temuan," katanya. 

Sejauh ini ungkap Nafri, saya belum dapat informasi apa badan pemeriksa keuangan (BPK) akan turun ke lokasi pembangunan turap Pagar Puding, tapi kalau waktu tersedia pasti turun.

Salah satu arahan dari BPK adalah melakukan koordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo terhadap anggaran yang 5 persen makanya di lakukan reviu," pungkas Nafri. 

Reporter
ARDI

Selasa, 07 April 2026

Plafon Pinjaman Ke PT SMI Dikurangi, Mekanisme Tidak Dibahas Dengan DPRD Tebo Lagi

Plt Bappeda Litbang Kab Tebo, kanan, saat hearing LKPJ Bupati TA 2025 dengan Komisi III DPRD/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Badan perencanaan pembangunan (Bappeda) beri penjelasan di pangkasnya dana pinjaman pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo yang di ajukan ke pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) dari usulan awal sebesar Rp140 milyar untuk membiayai dua kegiatan yakni di dinas PUPR dan RSUD STS, menjadi Rp100 milyar. 

Pelaksana tugas (Plt) Bappeda Kab Tebo, Arief Budiman menjelaskan, secara teknis, fisibility study (FS) saat hari ini masih berproses di dinas PU. Finish nya belum bisa di sampaikan, namun yang jelas plafon pinjaman kita berkurang pekerjaannya pun menyesuaikan dan bukan hanya di dinas PU, di RSUD STS juga di lakukan penyesuaian. 

Ditegaskan Arif, bahwa PT SMI tidak mempertimbangkan soal volume dan pekerjaan tapi plafon anggaran di kurangi maka pembangunan yang kita usulkan menyesuaikan, dan tadi dalam hearing LKPJ kinerja Bupati Tebo 2025 dengan Komisi III DPRD Tebo juga sudah kami sampaikan,"katanya, Selasa 7 April 2026.

Semua jalan itu kalau anggarannya tersedia, adalah prioritas tapi anggaran kita yang jauh berkurang khususnya infrastruktur, kalau di PU ada DAK jalan, DAU SG, sekarang semuanya habis, dengan kondisi seperti ini bukan hanya Tebo tapi semua daerah mengalami hal yang sama,"ucap Arif. 

Arif menyebutkan, Pemda Tebo dan PT SMI, berkomunikasi terkait dengan plafon pinjaman. " Yang menentukan plafon pinjaman karena PT SMI tidak berdiri sendiri berkoordinasi dengan Kemenkeu terkait kemampuan daerah yang lebih tau berapa transfer ke daerah.

" Makanya plafon pinjaman Kab Tebo dari Rp140 milyar, Kemenkeu berpendapat dalam kajian mereka Tebo hanya layak dapat Rp100 milyar, jadi tidak terkait dengan volume pekerjaan. 

Kajian teknis dinas PU dengan anggaran seperti itu sudah pasti ada berkurang, mungkin hilang. " Untuk mekanismenya, yang sudah di bahas dengan DPRD di APBD Murni 2026 pinjaman kita Rp140 milyar, tapi dalam perjalanannya APBD di tetapkan ternyata hasil analisa Kemenkeu tidak Rp140 milyar lagi. 

" Kalau mekanisme penyusunannya nanti di tengah-tengah sebelum pembahasan Perubahan APBD, maka harus di Sekwan di bahas. " Karena pergeseran anggaran itu adalah perubahan peraturan kepala daerah (Perkada), mekanismenya tidak di bahas dengan DPRD tapi hanya dengan pemberitahuan saja,"ungkap Arif meyakini. 

Reporter
ARDI

Dinas PUPR Kab Tebo Pastikan Gedung BLK Senilai Lebih Kurang Rp1 Milyar Dibangun Tahun Ini

Plt Kadis PUPR Kab Tebo, Moch Adrian, ST/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, belum bisa melaksanakan proses tahapan lelang pembangunan gedung balai latihan kerja (BLK), di karenakan terkendala dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) terbaru belum di cetak pasca perubahan nomenklatur. 

Hal tersebut di katakan oleh pelaksana tugas (Plt) kepala dinas (Kadis) PUPR Kab Tebo, Moch Adrian, bahwa untuk saat lelang pembangunan gedung BLK belum di laksanakan, namun setelah DPA terbaru selesai baru bisa di masukan dokumennya ke unit layanan pengadaan (ULP) untuk di lakukan lelang perencanaannya. 

Namun Adrian memastikan pelaksanaan pembangunan gedung BLK pada tahun 2026 ini,"katanya saat di konfirmasi duasatu.net, Selasa 7 April 2026.

Adrian menjelaskan, pengadaan untuk pembangunan gedung BLK tersebut pos pembiayaannya ada di dinas PUPR Kab Tebo melalui APBD tahun 2026 senilai lebih kurang Rp1 milyar,"katanya singkat. 

Reporter
ARDI

Kadisnakertrans Kab Tebo, Perselisihan KSPSI Dengan PT TAL Tempuh Jalur PHI

Gambar: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dinas tenaga kerja, transmigran, koperasi dan usaha kecil menengah (Disnakertrans, Kop & UKM) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi sampaikan perkembangan terbaru persoalan perselisihan antara karyawan dengan manajemen pt tebo alam lestari pasca Camat, Polsek Sumay dan kepala desa (Kades) Semambu membuka blokade jalan yang di lakukan oleh warga dilanjutkan dengan menemui Bupati Tebo belum lama ini. 

Kepala dinas (Kadis) Nakertrans, Kop & UKM Kab Tebo, Didel Karyadi di temui sejumlah wartawan, Senin 6 April 2026 mengatakan, bahwa kami sudah beberapa kali melakukan pertemuan dan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi II DPRD, dan PT TAL maupun serikat pekerja KSPSI selalu tidak menemukan hasil yang terbaik. 

Sesuai dengan yang di rencanakan, kami sarankan tetap untuk ditindaklanjuti melalui pengadilan hubungan industrial (PHI), supaya jelas titik terang permasalahannya,"ungkap Didel. 

" Apakah nanti dimenangkan oleh serikat pekerja atau pihak perusahaan, karena selama ini menjadi masalah,"lanjutnya.

Didel melanjutkan, dokumen yang telah di serahkan ke Disnakertrans, Kop & UKM Kab Tebo, sudah di ambil kembali oleh serikat pekerja, KSPSI dengan alasan akan menempuh jalur PHI,"ucapnya singkat.  

Reporter
ARDI

Senin, 06 April 2026

Pemkab Tebo Tahun Ini Bakal Bangun Gedung BLK, Disini Lokasinya

Gambar: Ilustrasi

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Unit pelaksana teknis daerah (UPTD) pada dinas tenaga kerja transmigrasi, koperasi dan usaha kecil menengah (Disnakertran Kop-UKM) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi tahun 2026 ini rencananya bakal membangun gedung balai latihan kerja (BLK). 

Kepala dinas (Kadis) Nakertran Kop-UKM Kab Tebo, Didel Karyadi, ditemui di kantornya, Senin 6 April 2026 mengatakan, bahwa sebelumnya kami telah melakukan pengecekan bersama dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), dan bidang aset pada badan keuangan daerah (Bakeuda), mengajukan dua alternatif untuk lokasi pembangunan gedung BLK. 

" Lokasi yang pertama di belakang kantor dinas sosial pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (Dinsos P3A) atau di depan antara kantor dinas komunikasi informasi (Diskominfo) dan kantor dinas kependudukan catatan sipil (Disdukcapil) Kab Tebo komplek perkantoran Pemkab Tebo. 

" Kemudian yang kedua lokasinya di Paal 16 jalan lintas Tebo-Bungo sebelah kiri arah menuju Bungo, luasnya sekitar 50 ribu meter persegi, namun Bupati lebih cenderung memilih lokasi untuk BLK tersebut yang lebih dekat agar mudah di pantau setiap hari yaitu di kompleks perkantoran Pemkab Tebo,"kata Didel. 

Didel melanjutkan, bahwa lahan bakal gedung BLK di komplek perkantoran Pemkab Tebo luasnya lebih kurang 5 ribu meter persegi, sesuai dengan Kemenaker Nomor 8/2017 yaitu minimal harus 5 ribu meter persegi luasannya. 

" Apabila luas lahan gedung tidak sesuai dengan Kemenaker No 8/2017, untuk kedepannya nanti kita akan sulit mengajukan atau mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat, karena tidak sesuai dengan standar BLK,"ucap Didel. 

Lanjutnya, untuk teknis pelaksanaan pembangunan gedung BLK, ranahnya di dinas PUPR Kab Tebo dan informasi kemarin menyebut sekitar habis lebaran ini akan di lakukan proses lelang perencanaannya terlebih dulu,"tutup Didel. 

Sementara itu hingga berita ini di tulis kepala dinas PUPR Kab Tebo, belum berhasil terkonfirmasi. 

Reporter
ARDI

Segini Usulan DAK Non Fisik Dinkes Kab Tebo Untuk Tahun 2026 Yang Disetujui Pemerintah Pusat

Gambar: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- 
Usulan dana alokasi khusus (DAK) Non Fisik untuk dinas kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi untuk tahun anggaran 2026 di setujui oleh pemerintah pusat

Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Kab Tebo, Riana Elizabeth, membenarkan, bahwa usulan DAK Non Fisik tahun 2026 ini yang di setujui oleh pemerintah pusat adalah Rp7 milyar untuk program Dinkes, dan Rp12 milyar Puskesmas se Kab Tebo. 

Dijelaskan Riana, seharusnya dari usulan awal itu sebesar Rp37 milyar yang Rp3 milyar untuk kegiatan KB." Namun yang di setujui hanya Rp12 milyar untuk kegiatan Puskesmas dan Rp7 milyar kegiatan di Dinkes Kab Tebo,"katanya, Senin 6 April 2026.

Riana memaparkan, bahwa anggaran Rp12 milyar di Puskesmas semuanya adalah untuk kegiatan operasional lapangan dan pembinaan, tidak boleh di pergunakan buat pembelian barang," ungkapnya. 

DAK Non Fisik Dinkes dan Puskesmas se Kab Tebo untuk sementara waktu belum bisa di pergunakan karena sedang dalam pergeseran anggaran, namun efektifnya kemungkinan dapat di gunakan sekitar sebulan ke depan atau Mei 2026,"ujar Riana. 

Sementara dilansir duasatu.net, kepala badan perencanaan pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Tebo Provinsi Jambi Himawan Susanto mengatakan, sampai saat ini Pemkab Tebo telah mengusulkan dana alokasi khusus (DAK) non fisik untuk tahun 2026 senilai kurang lebih Rp37 milyar," ujarnya, Jum'at 29 Agustus 2025 lalu. 

Himawan menyebut, usulan anggaran program pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo melalui sistem informasi aplikasi kolaborasi perencanaan dan informasi kinerja anggaran (Krisna) DAK Non Fisik itu di bagi dua urusan yaitu dinas kesehatan (Dinkes), dan dinas pengendalian penduduk dan keluarga berencana (Disdalduk & KB). 

" Untuk Dinkes Kab Tebo sebesar kurang lebih sebesar Rp34 milyar termasuk dana bantuan operasional kesehatan (BOK) di dalamnya dan Disdalduk dan KB sekitar Rp3 milyar," kata Himawan. 

Sampai saat ini usulan DAK non fisik yang melalui sistem informasi aplikasi Krisna baru Dinkes dan Disdalduk Kab Tebo," ucapnya singkat.

Reporter
ARDI

 




 





Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional