Oknum Kades Intervensi Terhadap Kerja Jurnalis Saat Peliputan, SMSI Kab Lebak Angkat Bicara - Media Online : www.duasatu.net

Senin, 17 Agustus 2026

Oknum Kades Intervensi Terhadap Kerja Jurnalis Saat Peliputan, SMSI Kab Lebak Angkat Bicara

Ketua SMSI Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Deni Ismayadi/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Deni Ismayadi, angkat bicara terkait insiden yang terjadi pada Minggu 16 Agustus 2026 di Kecamatan Malingping. Insiden tersebut menyangkut dugaan sikap arogansi seorang kepala desa (Kades) yang melakukan intervensi terhadap kerja jurnalis saat melakukan peliputan.

Menurut Deni, tindakan menantang dan bersikap arogan kepada siapapun, terlebih kepada insan pers, merupakan sikap yang tidak pantas dilakukan oleh seorang pejabat publik.

“Sikap seorang Kades tidak pantas menunjukan arogansi apalagi menantang berkelahi kepada siapapun, terlebih insan pers yang bekerja untuk mengungkap kasus,” ujarnya, Senin 17 Agustus 2026.

Deni menilai, ketika ada persoalan yang di sorot media, seharusnya Kades mengedepankan sikap bijaksana. Hak jawab dan klarifikasi adalah jalur yang benar ketika di konfirmasi wartawan.

“ Ketika terjadi masalah sebaiknya Kades lebih bersikap bijaksana dan mengedepankan hak jawab atau klarifikasi ketika dikonfirmasi wartawan,” kata lagi.

Deni meminta agar setiap persoalan di selesaikan sesuai prosedur hukum dan tidak dengan intimidasi.

“ Apabila ada persoalan mengenai dugaan penyelewengan anggaran pekerjaan seharusnya sampaikan penjelasan yang objektif, jangan malah melakukan intervensi. Itu terlalu arogan, tidak pantas sikap kepala desa seperti itu. Negara ini negara hukum, semua ada prosedurnya,” tegasnya.

Oleh karena itu, Deni mengutuk keras tindakan oknum kepala desa tersebut dan meminta yang bersangkutan segera menyampaikan klarifikasi atau hak jawab di media.

“ Saya minta yang bersangkutan segera klarifikasi dan minta maaf. Jangan sampai kepercayaan publik kepada pemerintah desa justru rusak karena ulah oknum,” pungkasnya.

Hingga berita ini di tulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kades yang bersangkutan terkait insiden tersebut.

Reporter
A ABDULROHIM

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda