Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan, kepada wartawan mengatakan, bahwa berdasarkan data adi badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Prov Jambi, untuk dua hari kebelakang Sabtu-Minggu kemarin, ada peningkatan jumlah luas lahan terbakar.
Perhari Sabtu pagi masih sekitar 71 hektar dan Minggu 23 Agustus 2026 kemarin, sudah mencapai 94,76 hektar luas lahan yang terbakar,"ungkap Joko, Senin 24 Agustus 2026.
Sampai dengan saat ini dari luas lahan tersebut sudah terpadamkan, ini data dari bulan Januari s/d 23 Agustus 2026," lanjutnya.
Sementara untuk titik hotspot dikatakan Joko, di Kab Tebo, sampai hari ini dan data malam tadi, perhari ini ada sekitar 60 titik hotspot, tapi ini perlu dilakukan ground chek, karena tidak semua titik hotspot jadi fire spot, "kata Joko.
" Kami sudah melakukan pengecekan di lapangan melibatkan seluruh Satgas Karhutla. Sedang fire spot yang sudah terpadamkan tersebut menurut yang di sampaikan Joko, dalam dua hari terakhir di angka 23 dari 71 sekarang ada 94.
" Untuk saat ini kita fokus kepenanganan kebakaran lahan yang ada di Kab Tebo, terjadi di beberapa Kecamatan, dan titik rawan masih di Kec Sumay, beberapa desa yang menjadi pantauan kita, desa Pemayungan, Suo-Suo, Muara Sekalo dan Semambu,"imbuh Joko.
Selain itu ujar Joko, di Kab Tebo masih tetap menjadi pengawasan oleh dinas terkait untuk segera mengeluarkan informasi standar pencemaran udara, apa di Tebo nanti ada himbauan untuk penggunaan masker, beberapa sudah ada melakukannya, dan untuk kegiatan sekolah nanti akan di tindaklanjuti oleh dinas terkait,"ucapnya.
Reporter
ARDI
