Fahmi Pengurus KNPI Ini Tegaskan, PETI di Kab Tebo Harus Dibasmi - Media Online : www.duasatu.net

Minggu, 16 Agustus 2026

Fahmi Pengurus KNPI Ini Tegaskan, PETI di Kab Tebo Harus Dibasmi

Fahmi, pengurus DPD KNPI Kab Tebo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Organisasi masyarakat (Ormas) komite nasional pemuda indonesia (KNPI) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, berharap aparat penegak hukum (APH) dan pemerintah daerah (Pemda) dapat bersinergi dalam pemberantasan penambang emas tanpa izin (PETI). 

Hal tersebut di tegaskan oleh dewan pengurus daerah (DPD) KNPI Kab Tebo, Fahmi, khusus terkait konflik aktivitas PETI yang terjadi di desa Teluk Langkap, Kecamatan Sumay, belum usai, pasca di razia atau di tertibkan kini mulai beroperasi kembali. 

" Saya berharap mewakili KNPI Kab Tebo, semua bisa menyatu dan bersinergi antara APH dan pemerintahan harus sama-sama, tidak bisa semuanya terlepas dengan pihak kepolisian,"lanjut Fahmi, Jum'at 14 Agustus 2026.

Pemerintah daerah (Pemda) Tebo hari ini sudah mengeluarkan surat edaran (SE) tentang larangan PETI, terkait dengan keberadaan yang ada di desa Teluk Langkap. " Saya berharap semua bisa bersinergi pemerintah dan penegak hukum khususnya,"kata Fahmi.

Fahmi mengungkapkan, tentang aktivitas khususnya di desa Teluk Langkap, sejauh ini ada indikasi bahwa hari ini razia, tapi surat perintah (Seprint) nya sudah bocor duluan bahkan sampai beredar ke pekerja PETI. 

" Maka dengan adanya indikasi ini saya berasumsi ada oknum, kenapa begitu akan razia PETI rakitnya sudah bubar duluan. Sehingga tidak di temukan orang sedang bekerja atau beraktivitas di lapangan,"kata Fahmi. 

Terkait dengan SE Bupati Tebo, kami selaku masyarakat berterimakasih yang mana ini bisa membantu untuk sama-sama memberantas tindakan ilegal, apa pun bentuknya itu tidak di benarkan dan merusak lingkungan, itu benang merahnya,"ucap Fahmi. 

Sejauh ini SE Pemda Tebo tentang larangan aktivitas PETI, ujar Fahmi, poin-poinya tidak dilaksanakan dan di jalankan khususnya di desa Teluk Langkap, yang ada ini di benturkan antara masyarakat dengan pekerja, akhirnya dampak sosial yang harus kita pertimbangkan sehingga terus bergejolak dan tidak pernah clear-clear. 

Sementara terkait keributan di desa Teluk Langkap, Fahmi bilang, sebenarnya sering terjadi cuma tidak pernah di publish, yang terakhir sudah dilaporkan ke Polres Tebo, ada juga hari ini di arahkan ke restortive justice (RJ). 

" Dan saya juga berharap secara pribadi kepada pihak kepolisian, tidak hanya di Teluk Langkap saja, dimana pun yang namanya PETI harus di basmi. " Kalau di berantas secara keseluruhan tidak bisa menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Tebo, tapi semua pihak harus di libatkan," tegas Fahmi. 

Reporter
ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda