Ketua DPRD Tebo, Khalis Mustiko, SH di dampingi Wakil ketua I DPRD Ihsanuddin, SP dan Asisten III Himawan Susanto/foto: dok duasatu.net
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Tim badan anggaran (Banggar) DPRD dengan tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi telah merampungkan pembahasan rancangan pra kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUAPPAS) tahun 2027.
Ketua DPRD Kab Tebo, Khalis Mustiko, menjelaskan, bahwa pimpinan dan anggota Banggar serta TAPD sudah menyelesaikan pembahasan KUA PPAS tahun 2027.
Disitu beberapa kita bahas termasuk asumsi pendapatan asli daerah (PAD) kita sekitar Rp24 milyar seperti di sampaikan tadi oleh TAPD.
" PAD tersebut sebagian besar dari opsen pajak (pungutan tambahan menurut persentase),"kata Khalis Mustiko, Selasa 11 Agustus 2026.
Terkait piutang pajak yang belum tertagih oleh pemerintah daerah (Pemda) Tebo, Khalis memastikan akan di lakukan pendalaman waktu penyampaian nota pengantar, kita akan hearing dengan organisasi perangkat daerah (OPD) mana yang belum tertagih,"kata Khalis.
Khalis kembali menyampaikan, bahwa kalau PAD sebesar Rp24 milyar dari opsen pajak, otomatis nantinya total pendapatan kita naik dari sebelumnya Rp900 menjadi Rp970 milyar.
Transfer ke daerah (TKD) asumsinya masih sama dengan tahun 2026 tidak ada penambahan atau pengurangan, sebesar Rp816 milyar. "Apabila di kaitkan belanja pegawai menurut perhitungan TAPD melebihi dari 30℅.
" Cuma informasi dari tiga menteri, Kemenkeu, Kemendagri dan Men-PAN RB, bahwa ada relaksasi untuk tahun 2027, sesuai dengan keputusan Menteri Keuangan (Kepmenkeu) No198/2026 tentang belanja pegawai," ungkap Khalis.
Selain itu Khalis memastikan asumsi tunjangan perbaikan pegawai (TPP) 2027 masih sama dengan tahun 2026, kecuali TKD kita bertambah, TPP juga akan ada perubahan.
Terkait dengan pinjaman daerah, Khalis bilang juga di bahas dalam KUAPPAS, angsuran sesuai dengan pokok pinjaman, namun kita sesuaikan, karena proyek belum selesai, berapa angkanya belum bisa di pastikan.
Reporter
ARDI
