Penggunaan Banpres tersebut untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang ada di Kab Tebo, untuk mengalokasikan atau menggunakan dana tersebut yang intinya sesuai dengan SE, untuk operasional penanggulangan Karhutla, pengadaan Sarpras, alat pelindung diri (APD) atau pakaian pemadam kebakaran,"ujar Joko, ditemui dikantornya, Senin 2 November 2026.
" Kemudian lanjut Joko, pengadaan selang ada juga kendaraan operasional yang kita adakan untuk penanganan Karhutla di Kab Tebo pada tahun ini. Selain itu power suplay atau water tank, kemudian mobil juga kendaraan roda dua untuk patroli dan monitoring penanganan Karhutla serta antisipasi dapat digunakan buat tahun-tahun mendatang.
BPBD sendiri sudah diperintahkan untuk menganggarkan dengan alokasi dana sekitar Rp6,6 milyar, kita harapkan sesuai surat perintah atau SE yang sudah di edarkan dengan harapan dapat menangani kejadian Karhutla di Kab Tebo dalam waktu singkat dan cepat serta tetap mengutamakan keselamatan keamanan dari personil yang ada terkait penanganan Karhutla di Kab Tebo,"ucap Joko.
Sementara itu selain BPBD, kepala dinas (Kadis) pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarmat), Riswan Pasaribu menuturkan, terkait Banpres untuk Kab Tebo ada beberapa OPD yang dapat bantuan, salah satunya ialah Damkar.
" Untuk kita dinas Damkar, dialokasikan sebesar Rp2,3 milyar, dari anggaran itu ungkap Riswan, akan dibelikan satu unit armada water suplay, kendaraan bermotor roda dua, dan alat-alat yang di perlukan untuk dilapangan seperti selang dan lain-lain.
Riswan menegaskan, bahwa Damkar juga masuk dalam Tim Satgas Karhutla Kab Tebo, jadi memang kita siaga selalu untuk menangani Karhutla disamping tugas kita diluar permukiman.
" Kalau untuk realisasi Banpres harus selesai dalam tahun ini, tidak boleh lagi ada pembayaran di tahun 2027, harus di selesaikan dan kita upayakan dalam dua bulan ini,"tegas Riswan.
Selain BPBD dan Damkarmat Kab Tebo, penerima Banpres untuk penanganan Karhutla, ialah dinas kesehatan (Dinkes) Kab Tebo. Kadinkes Tebo Riana Elizabeth menjelaskan, bahwa untuk Dinkes kita mendapatkan anggaran Banpres sebesar Rp1 milyar yang akan kita gunakan untuk membeli obat-obat inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Kemudian vitamin, tabung oksigen beserta regulator dan selang oksigennya.
" Kita juga akan beli oksigen yang fortable bisa langsung dipakai dan di bawa kemana-mana. Riana berharap semoga dengan adanya bantuan ini kebutuhan masyarakat terpenuhi, karena memang kemarin kasus ISPA kita sempat meningkat.
Dengan adanya bantuan ini kita beli obat-obat ISPA, tabung oksigen, harapannya kebutuhan masyarakat terpenuhi. Namun untuk pelaksanaan Banpres ini, kami masih menunggu petunjuk setelah pergeseran ini menunggu petunjuk selanjutnya, pada prinsipnya kami siap," pungkas Riana.
Reporter
ARDI
