TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Sikap manajemen pt tebo alam lestari (TAL) makin ugal-ugalan. Pasalnya para pekerja perusahaan itu telah di wanti-wanti tiga kali melakukan aksi mogok kerja sejak pekan lalu. Menurut informasi dari pimpinan PT TAL karyawan dianggap mengundurkan diri apabila tak mengindahkan instruksi pada intinya wajib kerja pada 16 Februari 2026.
Dikatakan peserta aksi unjuk rasa (Unras) bahwa karyawan dan pekerja PT TAL yang berlangsung di Disnakertrans Kab Tebo, aksi mogok yang dilakukan pekerja sudah diberitahukan kepada pihak Disnakertrans dan manajemen PT. TAL melalui surat resmi.
" Waktu mogok kerja, kami mendapatkan tekanan dan kecaman dari perusahaan. Perusahaan memanggil dan menyurati memaksa untuk bekerja saat aksi mogok berjalan,"ungkap, seorang kerani administrasi afdeling, Setya Eka Perwira, Rabu 18 Februari 2026.
Perusahaan telah memanggil atau menyurati sebanyak tiga kali. Terakhir manajemen menerbitkan surat pada 14 Februari 2026, dalam pointnya adalah memanggil karyawan wajib bekerja dan menjalankan tugas dan tanggungjawab seperti semula,"lanjutnya.
Setya menyebut dalam surat perusahaan itu di point 4 perusahaan akan memberi sanksi atau tindakan bagi yang tidak bekerja atau tidak masuk kerja pada hari Minggu 16 Februari 2026. Dan dianggap telah mengundurkan diri dari perusahaan. Inilah yang saya maksud tindakan tekanan dan ancaman perusahaan, kepada karyawan yang mogok kerja,"imbuhnya.
Tindakan manajemen tersebut dianggap sewenang-wenang. Padahal aksi mogok kerja tuntutannya normatif, berlandaskan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku,"ujar Setya.
Sedangkan keputusan itu memperuncing konflik pekerja dan perusahaan, pasca di keluarkannya anjuran dari pihak dinas tenaga kerja dan transmigrasi. Untuk dapat diketahui dalam aksi demonstrasi pekerja PT TAL itu, pihak dinas tenaga kerja dan transmigrasi telah mengundang manajemen PT TAL.
Sementara menurut Kadis Nakertrans, Didel Karyadi bahwa perwakilan perusahaan tidak menghadiri undangan pemerintah kabupaten Tebo. " Undangan sudah kita sampaikan ke pihak PT. TAL. Tetapi tidak ada perwakilan perusahaan hadir memenuhi undangan hari ini," kata Didel, dikantornya. (ARDI)
