Rony memastikan bahwa sampai saat ini badan pemeriksa keuangan (BPK RI) belum turun ke lokasi turap didesa Pagar Puding yang di biaya BNPB senilai Rp20,4 milyar di kerjakan oleh pemenang tender pt pulau bintan bestari (PT PBB) kerja sama operasi (KSO) pt selaras restu abadi (PT SRA).
" Cuma pemberkasannya sudah kita sampaikan ke BPK,"ujar Rony.
Lebih lanjut Rony menyebutkan, bahwa sisa dari pagu pembangunan turap Pagar Puding tersebut tersisa sekitar Rp1 milyar lebih yang sekarang masih berada di rekening kas umum daerah (RKUD) namun di setorkan kembali atau tidak masih dalam proses.
" Yang jelas sisa Rp111 lebih sisa dari kontrak kita kembalikan,"kata Rony.
" Kita masih ada waktu kalau memang bisa ditinggal yang 5 persen atau yang Rp111 juta sisa dari kontrak, apabilt tidak bisa, ya sekalian bakal di setorkan ke kas daerah.
Dikatakan Rony, setelah sisa pembayaran nanti di kembalikan, cuma apa sumber dananya dari hibah yang ada di RKUD sekarang, atau dianggarkan oleh Pemda melalui anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Tebo, tapi sampai saat ini belum tau karena masih berproses," ucapnya. (ARDI)
