SERANG,DUASATU.NET- Sebaran abu vulkanik gunung anak Krakatau terpantau mencapai ketinggian sekitar 50 ribu kaki atau 15.200 meter diatas permukaan laut (MDPL). Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah barat dan tenggara.
Informasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan citra satelit dan pemodelan sebaran abu vulkanik (VAAC/VONA) pada Minggu 06 September 2026.
Danrem 064/MY Banten Brigjen TNI Daru Cahyadi Soeprapto menyampaikan, awan abu vulkanik pada lapisan atas terdeteksi menerus hingga ketinggian FL500 atau sekitar 50 ribu kaki. Awan abu tersebut bergerak ke arah barat.
“ Pada lapisan menengah, sebaran abu terdeteksi hingga ketinggian FL200 atau sekitar 20 ribu kaki. Pergerakannya berasal dari arah selatan menuju tenggara,” ungkap Brigjen TNI Daru dalam keterangan tertulisnya, Minggu 6 September 2026.
Berdasarkan prakiraan selama 18 jam, abu vulkanik pada lapisan atas tetap bergerak dominan ke arah barat. Sementara pada lapisan menengah, abu diperkirakan bergerak ke arah tenggara.
“ Untuk itu masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak paparan abu tipis, khususnya kawasan pesisir Selat Sunda, Banten, dan Lampung, diimbau meningkatkan kewaspadaan. Warga disarankan menggunakan masker, seperti N95 atau masker medis, serta kacamata saat beraktivitas di luar ruangan,” imbaunya.
Warga juga diminta menutup rapat penampungan air bersih dan makanan untuk mencegah terpapar debu vulkanik.
Di sisi lain, sektor penerbangan diminta mewaspadai sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan di wilayah Selat Sunda dan sekitarnya hingga ketinggian 50 ribu kaki. Maskapai dan otoritas penerbangan diimbau menyesuaikan rute penerbangan apabila diperlukan.
Reporter
A ABDULROHIM
