TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Diduga informasi telah bocor duluan, inspeksi mendadak (sidak) gabungan ke lokasi pabrik minyak kelapa sawit (PMKS) PT SMS, pada Rabu malam 29 Sept 2026 malam, tak satu pun ditemukan truk pengangkut crude palm oil (CPO).
Sidak dilakukan sekitar pukul 22.50 Wib malam tersebut melibatkan PPNS balai pengelola transportasi darat (BPTD) Jambi, Komisi III DPRD, DLH-Hub, Satlantas Polres Tebo dan gerakan mahasiswa kabupaten tebo (Gemakato) ProvJambi. Kegiatan ini tindaklanjut hasil RDP terkait dugaan kendaraan over dimension over load (ODOL) yang melintasi jalan kabupaten.
“Malam ini menindaklanjuti hasil RDP dan aduan terkait ODOL. Sangat disayangkan, kami tidak menemukan satu pun truk pengangkut CPO untuk diperiksa dan di timbang,” ujar tim Sidak di lokasi.
Ketua Umum Gemakato Jambi, David Jaya, menduga Sidak telah bocor.
“Sidak malam ini zonk. Kami menduga informasi Sidak telah bocor karena tidak ditemukan satu pun truk CPO yang beraktivitas. Padahal pemeriksaan ini penting untuk membuktikan apakah angkutan tersebut mematuhi aturan sekaligus untuk melindungi jalan Kab Tebo,”ucapnya.
Ketua Komisi III DPRD Tebo, Dimas Cahya Kusuma,memastikan pihaknya mendorong PT SMS menggunakan jalur khusus untuk operasional angkutan CPO, sehingga tidak mengganggu masyarakat maupun berpotensi merusak ruas jalan Kab Blok E - Pal 12.
Dalam Sidak, pihak PT SMS juga disebut tidak memberikan informasi mengenai kontrak angkutan CPO.
Manajer Operasional PT SMS menyatakan angkutan tersebut bukan armada perusahaan, melainkan pihak buyer. Saat ditanya kapan truk CPO kembali beroperasi, ia mengaku tidak mengetahui karena pengangkutan bergantung pesanan buyer dan tidak berlangsung setiap hari.
Sidak tersebut merupakan tindak lanjut hasil RDP Komisi III DPRD Tebo bersama Gemakato, OPD terkait dan pihak PT SMS sebelumnya, terkait aktivitas angkutan CPO yang diduga melanggar ketentuan tonase saat melintasi jalan Kabupaten Tebo.
Reporter
ARDI
