Bendungan yang jebol/foto: Ist
TEBOJAMBI, DUASATU.NET- Bendungan irigasi yang selama ini menjadi sumber utama pengairan sawah, jebol mengalami kebocoran parah hingga tidak mampu lagi menampung air, ratusan hektar sawah di Desa Betung Bedarah Timur, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, terancam tidak dapat ditanami di musim tanam tahun 2026.
Perwakilan masyarakat Desa Betung Bedarah Timur, Ali Amin, menjelaskan, kebocoran pada bendungan irigasi sudah cukup besar sehingga debit air tidak lagi mengalir ke lahan persawahan warga.
“ Petani terancam tak bisa menggarap lahannya tahun ini karena bendungan irigasi bocor cukup besar. Kerusakan tak bisa di perbaikii swadaya oleh petani maupun masyarakat,”ucap Ali Amin.
Sekitar ±533 hektare sawah yang selama ini mengandalkan bendungan tersebut mengalami kekeringan. Padahal, bendungan tersebut fungsi vital sebagai penampung air terutama saat musim kemarau,"lanjutnya.
Ali Amin menyebutkan, masyarakat dan petani telah berupaya melakukan perbaikan sementara. Namun keterbatasan biaya membuat upaya tersebut belum membuahkan hasil.
Selain itu petani dan masyarakat sudah berupaya semampunya, tapi belum ada bantuan turun. Sementara musim tanam 2026 ini sudah dekat,” katanya.
Dijelaskan Ali Amin, Pemerintah Desa Betung Bedarah Timur telah mengambil langkah dengan mengajukan proposal permohonan bantuan kepada Bupati Tebo guna perbaikan bendungan irigasi yang bocor tersebut.
“Pemdes sudah menyurati dan mengajukan proposal ke Bupati, karena ini sifatnya mendesak dan menyangkut hajat hidup petani,” imbuh Ali.
Tentunya masyarakat berharap Bupati Tebo segera merespon, memberi solusi konkret, agar bendungan irigasi dapat diperbaiki secepatnya dan petani tidak kehilangan musim tanam yang berpotensi berdampak pada ketahanan pangan dan ekonomi warga. (REDAKSI)
