TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Warga
soroti statement kepala dinas (Kadis) perindustrian, perdagangan, koperasi dan usaha kecil menengah (Disprindagkop-UKM) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Mardiansyah, terkait dengan kelangkaan lequid petroleum gas (LPG) 3 Kg subsidi.
Kinerja Disprindagkop Kab Tebo di nilai belum maksimal, mengingat harga LPG subsidi 3 Kg adalah kebutuhan warga sehari-hari, di tengah kelangkaan yang terjadi saat ini, tak jarang harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain karena stok di pangkalan maupun pengecer kosong.
Mirisnya lagi, LPG 3 Kg di dapat justru harganya melambung tinggi. Untuk wilayah pusat Kota Tebo, harga gas melon 3 Kg dilaporkan mencapai Rp25-40 ribu/tabung jauh di atas harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Terhadap kondisi tersebut, salah seorang warga Kab Tebo Hafizan Romi Faizal, Senin 26 Januari 2026 menegaskan, bahwa Disprindagkop Kab Tebo jangan cuma ber statement soal harga LPG, tapi harus turun melihat kondisi yang di alami warga di lapangan,"ujarnya.
Romi mendesak Disprindagkop Kab Tebo melakukan pengawasan ketat terhadap pangkalan LPG subsidi 3 Kg hingga di tingkat pengecer. Berharap kepada dinas terkait bertindak tegas dalam menangani adanya dugaan permainan mafia gas sehingga pendistribusiannya benar-benar tepat sasaran dapat di rasakan oleh masyarakat,"tegasnya. (ARDI)
