Kadis Prindagkop Kab Tebo, Mardiansyah/foto: dok redaksiduasatu
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Warga di Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi jelang memasuki puasa ramadhan tahun 1447 H-2026 M, keberadaan lequid petroleum gas (LPG) 3 Kg atau gas melon subsidi pemerintah mulai sulit di dapat di pangkalan maupun di tingkat pengecer.
Kepala dinas (Kadis) perindustrian perdagangan koperasi dan usaha kecil menengah (Disprindagkop UKM) Kab Tebo Mardiansyah mengatakan, dalam menyikapi persoalan LPG subsidi 3 Kg di lapangan ada beberapa hal yang sudah kami tindaklanjuti.
" Saya bersama bidang perdagangan turun langsung ke beberapa pangkalan LPG dan toko-toko pengecer, memang di lapangan ada di temukan harga di tingkat pengecer jauh dari yang kita harapkan," imbuhnya, Jum'at 23 Januari 2026.
Persoalan ini langsung di tindaklanjuti dengan memanggil lima agen LPG di Kab Tebo, kami mengimbau dan menegaskan kepada agen, agar selalu mengawasi pangkalan yang merupakan bawahan dan kewenangan mereka, jangan sampai harga gas subsidi ini tidak sesuai yang kita harapkan dan tidak tepat sasaran," tegas Mardiansyah.
"Kita sudah sampaikan himbauan kepada agen pada tanggal 18 Desember 2025 kemarin, dimana untuk harga eceran tertinggi (HET) di pangkalan di wilayah yang jauh itu menempati angka Rp20 ribu/tabung.
Untuk yang di dalam kota Rp19 ribu/ tabung. Artinya HET di pangkalan ada yang Rp19 ribu dan Rp20 ribu, ini yang sudah kita tetapkan dan sampaikan kepada agen,"kata Mardiansyah.
" Kalau ada pangkalan yang menjual LPG subsidi 3 Kg diatas HET nanti akan kita sikapi, dari hasil rapat kemarin dengan agen sudah mengimbau minta agen agar betul-betul melakukan pengawasan dan monitoring terhadap pangkalan mereka, menjual sesuai dengan HET.
Riza salah seorang pedagang mengaku sudah beberapa minggu ini kesulitan mendapatkan LPG 3Kg, harga/tabung bisa Rp35 ribu jika beli di warung atau pengecer, kalau di pangkalan sering kosong,"katanya.
Dari paal 12 kami mencari sampai kearah pasar meski jauh dan mahal demi kebutuhan mau tak mau asal ada, tapi kalau bisa pemerintah tolong carikan solusinya biar masalah gas ini cepat teratasi karena cukup berdampak bagi kami para pedagang," pungkas Riza. (ARDI)
