LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Rumah aspirasi milik Bupati Lebak, Hasbi Asyidiki Jayabaya, yang berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Desa Kaduagung Timur, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten, mendadak disegel oleh pemilik bangunan yang juga ayah kandungnya, Mulyadi Jayabaya.
Informasi tersebut dikutip dari berbagai sumber, melaporkan bahwa penutupan dilakukan setelah muncul dugaan lokasi tersebut kerap digunakan sebagai tempat verifikasi bagi pejabat yang ingin mendapatkan promosi jabatan atau mutasi, yang diduga berkaitan dengan praktik jual beli jabatan.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Selasa (10/3/2026) siang, rumah aspirasi tersebut terlihat sepi tanpa aktivitas seperti biasanya. Pintu gerbang tampak terkunci menggunakan gembok dan pada tembok bangunan tertulis kata “ditutup”. Di area tersebut hanya terlihat spanduk kemenangan Hasbi Asyidiki Jayabaya pada Pilkada 2024.
Mulyadi Jayabaya yang akrab disapa JB membenarkan bahwa bangunan tersebut telah ditutup olehnya. Ia mengaku mengambil keputusan tersebut setelah menerima sejumlah laporan terkait aktivitas yang dinilai tidak semestinya terjadi di tempat itu.
“Betul, rumah aspirasi itu saya tutup karena sering dipakai hal-hal yang tidak benar,” tegas JB.
Menurut JB, dirinya kerap menerima laporan mengenai kedatangan sejumlah pejabat pemerintah ke lokasi tersebut dengan menggunakan kendaraan dinas berpelat merah. Selain itu, beberapa tokoh masyarakat juga melaporkan bahwa pihak yang ingin bertemu dengan Bupati Lebak harus terlebih dahulu berkomunikasi dengan relawan yang mengelola rumah aspirasi tersebut.
JB juga menyoroti keberadaan relawan politik yang masih aktif setelah pelaksanaan Pilkada. Mantan Bupati Lebak itu menilai relawan seharusnya membubarkan diri setelah proses politik selesai.
“Di berbagai daerah, setelah selesai pilkada para relawan itu harus membubarkan diri, bukannya terus eksis,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan relawan yang terus berada di sekitar kepala daerah berpotensi mengganggu kewibawaan pemerintahan.
Sementara itu, Ketua Tim Aspirasi Hasbi Jayabaya, Iman Pribadi, mengaku baru mengetahui kabar penutupan gedung tersebut dari pemilik bangunan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya sebelumnya sudah menerima informasi bahwa bangunan tersebut akan dikosongkan karena rencananya akan disewakan kepada pihak bank oleh pemiliknya, Mulyadi Jayabaya.
“Iya itu ditutup karena memang sudah lama mau dijadikan bank, jadi sudah lama diminta untuk dikosongkan,” kata Iman saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (10/3/2026).
Iman juga membantah tudingan bahwa rumah aspirasi tersebut digunakan sebagai tempat praktik jual beli jabatan. Menurutnya, aktivitas di lokasi itu hanya sebatas pertemuan masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi.
“Tudingan itu tidak benar. Jual beli jabatan apa? Paling hanya ada yang datang bersilaturahmi atau menyampaikan aspirasi. Intinya kami hanya jadi sasaran tembak saja,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bangunan tersebut sepenuhnya milik Mulyadi Jayabaya, sehingga pemilik memiliki hak penuh untuk menutup atau mengambil kembali tempat tersebut.
“Rumah itu murni miliknya Pak JB, jadi memang hak beliau untuk mengambil kembali,” pungkasnya. (A ABDULROHIM)
