Halalbihalal di Lingkup Pemkab Lebak Ricuh, Bupati Sindir Wabup Mantan Napi - Media Online : www.duasatu.net

Senin, 30 Maret 2026

Halalbihalal di Lingkup Pemkab Lebak Ricuh, Bupati Sindir Wabup Mantan Napi

Wabup Lebak, Amir Hamzah/foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET-Halal bihalal di lingkup pemerintah kabupaten (Pemkab) Lebak, Provinsi Banten, pada Senin 30 Maret 2026 yang seharusnya menjadi ajang silaturahmi dan saling memaafkan usai Idulfitri 1447 H/2026, di warnai kericuhan. 

Peristiwa di picu pernyataan yang di sampaikan dalam sambutan Bupati Lebak Hasbi Assadiky Jayabaya, menyebut bahwa wakil bupati (Wabup) Amir Hamzah sebagai mantan narapidana (Napi) di hadapan pejabat dan pegawai aparatur sipil negera (ASN). 

Ucapan tersebut sontak membuat acara menjadi tidak nyaman. Amir Hamzah yang hadir dalam kegiatan itu sempat berdiri dan berusaha mendekati Bupati untuk mengingatkan agar menjaga etika dalam forum resmi. Namun, langkahnya dihalangi oleh sejumlah pegawai yang menenangkannya dan mengajaknya keluar dari ruangan.

“ Saya langsung berdiri untuk mengingatkan Bupati agar bisa menjaga etika, namun saya di halangi dan di ajak keluar dari acara,” ungkap Amir Hamzah saat ditemui sejumlah wartawan, di kediamannya, Senin 30 Maret 2026.

Mengaku sudah tak nyaman

Amir Hamzah mengaku pernyataan yang menyebut dirinya mantan Napi bukan kali pertama di sampaikan oleh Bupati. Ia menyebut ucapan tersebut sudah berulang kali di sampaikan dalam berbagai kesempatan.

“Ucapan menyebut saya mantan Napi bukan pertama kali, namun sudah sering,” imbuhnya.

Ia mengaku merasa tidak nyaman dengan pernyataan tersebut, apalagi disampaikan dalam forum resmi di hadapan banyak pegawai pemerintah.

Istri Amir Hamzah Ikut Bereaksi

Istri Wabup, Susi Amir Hamzah, juga mengaku merasa sakit hati atas ucapan yang dilontarkan Bupati Lebak kepada suaminya di depan banyak orang.

“ Saya sebagai istri tentu sangat sakit hati atas ucapan Bupati,”cetusnya.

Dengan peristiwa tersebut kini menjadi perbincangan di lingkungan Pemkab Lebak dan masyarakat setempat, karena terjadi dalam acara resmi pemerintah yang seharusnya berlangsung dalam suasana silaturahmi dan kebersamaan pasca Idulfitri.

Hingga berita tulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Lebak terkait polemik tersebut.

Reporter
A ABDULROHIM

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda