TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dinas lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo berupaya dongkrak pendapatan asli daerah (PAD) di sektor perizinan para pemilik kelompok tani (Poktan) yang memiliki lahan di atas seratus hektar di kuasai perorangan.
Hal tersebut dikatakan Kadis LH-Hub Kab Tebo, Eriyanto, salah satu program kita saat ini melakukan sosialisasi ke para pemilik Poktan. Biasanya Poktan ini lahannya luas bisa diatas seratus hektar di kuasai oleh satu orang, tapi dalam prakteknya kita temui lahan yang seluas itu di pecah-pecah jadi milik pribadi.
" Kita sudah tau dan menyadari, memang regulasi kepemilikan pribadi, kewajiban membayar PBB nya menjadi kecil," lanjutnya.
Tentu ini akan kita sosialisasikan kepada para pemilik tunggal yang lahannya di pecah-pecah agar mereka mendaftarkan perizinannya sesuai dengan aturan yang ada," ucap Eriyanto, ditemui di kantornya Jum'at, 10 Juli 2026.
" Kita akan arahkan agar mengurus izin persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (PKKPR) sampai Amdal dan izin lingkungannya. Kalau PKKPR itu, tanah di gunakan untuk usaha komersil ada kewajiban yang diberikan ke negara dalam bentuk pembayaran penghasil negara bukan pajak (PNBP), akan di keluarkan ketika memulai proses perizinannya.
Bagi daerah,tadinya surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT) biasa, kategori ke pemilikan pribadi tersebut akan naik statusnya jadi pajak potensial atau (P2).
" Untuk itu kita cari sumber PAD di Kab Tebo dengan kondisi efisiensi saat ini, kewajiban kami adalah mencari solusi mengurangi beban belanja daerah yang semakin besar akan kebutuhan.
Sejauh ini satu persatu data para pemilik Poktan di Kab Tebo sudah digali dan kita juga bekerjasama dengan pemerintah desa, karena mereka lebih memahami itu. Seperti di Tanjung Dani, menurut desa, ada kemudahan Pemdes dengan adanya mereka, kita setuju bisa membantu desa.
Namun Pemda dan negara juga harus di perhatikan yaitu melalui PNBP, SPPT PBB sehingga PAD meningkat dari pribadi menjadi pajak potensial,"ujar Eriyanto.
Sosialisasi di lakukan dengan berkunjung ke masing-masing Poktan memberikan arahan, terutama kepada kordinatornya. Ada beberapa Poktan sudah kita lakukan sosialisasi yaitu desa Tanjung Dani, Kec Sumay, Sungai Aro, Kec Tebo Ilir dan Aburansos Kec Tebo Tengah,"kata Eriyanto.
Reporter
ARDI
