Pertama adalah kepala dinas (Kadis) pemberdayaan masyarakat desa (PMD) Kab Tebo, Abdul Malik, di ketahui selepas rapat penyelesaian Kades ternyata hingga sore hari sengaja masih bertahan di dalam ruang Sekda untuk menghindari kepungan warga dan anggota BPD yang menunggu di ruang tunggu.
Sementara sejumlah wartawan masih sabar menunggu untuk mewawancarai Sekda terhadap hasil rapat penyelesaian Kades dan BPD. Setelah lama menunggu mendadak Kadis PMD keluar dari ruang rapat Sekda menyelinap berlari terbirit-birit demi menghindari kepungan warga.
Berkaitan dengan hal itu, Kadis PMD Kab Tebo, A Malik via sambungan telepon, Kamis 9 Juli 2026, menyebutkan, alasan dirinya berlari dari ruang rapat Sekda, dia bilang daripada saya digebuk orang ramai, paling kamu cuma bisa melihat saja.
" Kamu mau cegah juga tidak bakalan sanggup," imbuhnya.
" Orang-orang itu sudah pada ribut mencari saya, dengan kondisi ramai seperti itu lebih baik menghindar,"ucap Malik singkat.
Lalu kejadian kedua adalah pada saat wartawan sedang mewawancarai Sekda, tetiba muncul ketua BPD Iskandar yang juga mantan kepala BPKAD Tebo di masa era pemerintahan Bupati Sukandar-Hamdi berupaya menyelinap di belakang Sekda, namun di halang-halangi oleh petugas Satpol PP.
Sampai akhir wawancara, Iskandar terus di pepet oleh Satpol PP ketika berupaya untuk sampaikan aspirasinya terkait pe nonaktifkan Kades hingga Sekda masuk ke dalam mobil dinasnya.
Reporter
ARDI
