Warga desa Sungai Rambai didepan ruang Sekda Tebo, menunggu kejelasan hasil rapat/foto: dok duasatu.net
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Puluhan warga desa Sungai Rambai, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Jambi, datangi kantor Bupati melakukan protes terhadap kisruh yang telah lama terjadi antara kepala desa (Kades) dan badan permusyawaratan desa (BPD), menuntut agar Kades segera di non aktifkan, Rabu 8 Juli 2026.
Ketua BPD Sungai Rambai, Iskandar, menegaskan, terkait persoalan ini awalnya sudah dibentuk tim beberapa waktu lalu oleh pemerintah, akan di rapatkan untuk menentukan tindakan laporan kami namun ditunda sampai hari senin.
Namun setelah hari Senin, lanjut Iskandar saya minta informasi dari Kadis PMD, Abdul Malik, namun Malik tidak ikut rapat, tapi Kabid dan Sekdis yang ikut dia bilang tunggu saja,"ucap Iskandar.
Setelah itu akhirnya keluar berita, kisruh antara Kades dengan ketua BPD, jadi setelah itu sambung Iskandar, saya desak muncul rapat hari ini di ruang Sekda, memang Kadis PMD janji mau sampai-sampai hasil rapat tersebut kepada kami, tapi dia tidak mau ditemui.
Akhirnya kami ke Polres Tebo, karena masyarakat mau demo, karena menghargai Kapolres, tidak jadi demo, setelah besoknya, Kadis PMD janji lagi kembali untuk rapat namun juga tidak jadi, dijanjikan lagi jari Rabu ini,"ungkap Iskandar.
" Tapi rapat Rabu 8 Juli 2026 cuma ketua BPD hadir ke ruang Sekda, ujar Iskandar, karena ini terkait laporan masyarakat, saya datang sendiri, tapi masyarakat tau mereka nyusul kesini. Maksud rapat hari ini untuk menentukan apa dan hasilnya itu apa, malah di tunda lagi menunggu hasil audit Inspektorat.
"Apabila hari ini tidak ada keputusan kami tidak akan bekerja lagi. Dalam rapat tadi Kades kembali tidak hadir cuma via zoom. "Kami mendesak hari ini Kades segera di non aktifkan," tegas Iskandar.
Sementara Sekda Tebo, Sindi, berujar, bahwa hari ini adalah menindaklanjuti rapat yang sebelumnya, mengundang Kades dan Ketua BPD.
" Karena Kades sedang dirumah sakit Padang, rapat lewat zoom, kita tawarkan dengan Kades supaya masyarakat pelayanan tetap berjalan. Bagaimana pun kepentingan masyarakat adalah yang utama,"tegas Sindi.
Sindi bilang, Kades prinsipnya kita jalankan, namun anggota BPD tidak setuju, karena ada yang harus diaudit, kita suruh audit dulu. Nanti dari hasil audit itulah untuk menentukan nasib Kades.
Selain itu Sindi tak menampik, BPD telah menyampaikan surat pemberhentian Kades Sungai Rambai ke Bupati, kita tunggu saja hasil auditnya,"ucapnya meyakini.
Pantauan di kantor Bupati, usai rapat, Kadis PMD A Malik yang ternyata masih bertahan di dalam ruang rapat Sekda, menyelinap langsung lari terbirit-birit keluar demi menghindari kepungan masyarakat dan anggota BPD.
Reporter
ARDI
