TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Sejak tetapkannya status siaga bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, 4 Mei 2026 ini, kami terus memantau situasi perkembangan potensi adanya Karhutla," ujar kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Tebo, Joko Ardiawan, Rabu 15 Juli 2026.
Sampai dengan saat ini di bulan Mei ada 7 titik hotspot terpantau melalui satelit SNPP, 6 dari NOAA. Pada bulan Juni ada 14 titik hotspot terpantau dari satelit SNPP dan 6 dari NOAA, kemudian di bulan Juli dari SNPP 1 titik hotspot juga dari NOAA 1,"jelas Joko.
Perkembangan titik hotspot ini kata Joko, akan tetap kita pantau terus, kami juga selalu berkoordinasi dengan Manggala Agni dan badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG).
Lebih lanjut Joko mengungkapkan, sampai dengan bulan Juni 2026 kemarin Kab Tebo terdampak Karhutla lebih kurang 2,5 hektar namun pada bulan Juli ada titik api yang terpantau dan sudah di lakukan penanganan di bantu oleh regu pemadam kebakaran dari pt tebo alam lestari (PT TAL) di luar konsesi PT TAL di desa Semambu Kec Sumay.
" Memang Kec Sumay termasuk memiliki 4 desa yang kita pantau terus karena kategori rawan bencana Karhutla,"ucap Joko.
Joko menambahkan, untuk informasi yang kemarin kami terima, memang ada kebakaran lahan di desa Pemayungan, Kec Sumay, menurut laporan dari lapangan hasil ground chek luasan yang terdampak dari kebakaran tersebut kurang lebih 1 hektar, dan kondisi terkini api sudah padam.
" Untuk itu kami selalu menghimbau kepada masyarakat agar tetap siaga dan waspada, karena di musim kemarau saat ini akan rawan bencana kekeringan dan potensi Karhutla di Kab Tebo. " Jangan sampai nanti ada terdampak lebih luas lagi, kita himbau kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar,"pinta Joko.
Reporter
ARDI
