Kembali Terjadi Karhutla Diantara Lahan Konsesi PT TAL dan Warga Semambu, Tebo Jambi - Media Online : www.duasatu.net

Selasa, 04 Agustus 2026

Kembali Terjadi Karhutla Diantara Lahan Konsesi PT TAL dan Warga Semambu, Tebo Jambi

Lahan yang terbakar pada Senin 3 Agustus 2026, di desa Semambu Kec Sumay/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kembali kebakaran lahan terjadi diantara konsesi pt tebo alam lestari (PT TAL) dengan lahan warga desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Senin 3 Agustus 2026 kemarin. 

Berkaitan hal tersebut melalui sekretaris badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Ahmad Rony, membenarkan, memang kami sudah mendapat laporan ada Karhutla di desa Semambu di area masyarakat pada Senin 3 Agustus 2026. 

" Ada dua titik lahan terbakar, pertama seluas 0,5 hektar yang kedua 5 hektar semuanya sudah di tangani bersama masyarakat dan satgas pemadam kebakaran PT TAL,"kata Rony.

Lanjut Rony, menurut laporan, kebakaran lahan di areal masyarakat, yang turun melakukan pemadaman ialah satgas regu pemadam kebakaran (RPK) PT TAL, artinya berada dalam tanggung jawab PT TAL walaupun di luar konsesi mereka. 

Rony menyebutkan, bahwa kondisi terakhir lahan yang terbakar tersebut apinya sudah padam. 

Ditegaskan Rony berdasarkan maklumat Kapolda Jambi, pembakaran hutan dan lahan merupakan perbuatan kejahatan, bisa dikenakan sanksi hukum. Terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan dapat dikenakan sanksi hukum berat di proses berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku. 

" Ancaman yang dikenakan pasal 308 UU 21 No1/2023 tentang KUHP baru di tuntut pidana penjara paling lama 9 tahun, dan di ayat 2, di tuntut pidana penjara paling lama 12 tahun. Kemudian dalam ayat 3 dapat dituntut pidana paling lama 15 tahun penjara,"tegas Rony. 

Sementara, Safar salah seorang warga melalui sambungan telepon mengatakan, bahwa yang terbakar adalah lahan baru di kelola PT TAL tanamannya berumur sekitar 8 bulan sehingga merambah kemana-mana sampai ke belukar lahan warga kemitraan yang belum di kelola tapi jumlah luasnya sampai kini belum di sensus atau di hitung cuma jumlah tanaman terbakar sekitar 100 batang," ungkapnya singkat.

Reporter
ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda