Penjelasan Plt Kepala SMKN 1 Tebo Terkait Siswanya Yang Diduga Terlibat Geng Motor Beberapa Waktu Lalu - Media Online : www.duasatu.net

Selasa, 27 Oktober 2026

Penjelasan Plt Kepala SMKN 1 Tebo Terkait Siswanya Yang Diduga Terlibat Geng Motor Beberapa Waktu Lalu

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Diketahui pada sebelumnya tim gabungan Polres Tebo bersama Polsek Tebo Tengah berhasil mengamankan siswa diduga Gengster, di SMKN 1 Tebo, sekira pukul 10.30 Wib pada Jum'at 23 Oktober 2026.

Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Tebo, Joni Aprizal, menjelaskan, sebenarnya pihak kepolisian yang belakangan, setelah kami mendapat video viral di salah satu lebih link media sosial tiktok pihak sekolah langsung memanggil siswa dan orang tuanya. 

Lanjut Joni Aprizal, kemudian diberi pembinaan, pemahaman dan sebagainya kepada siswa tersebut meskipun dilakukan pada malam hari atau diluar jam sekolah tetapi dia tetap berstatus sebagai siswa SMKN 1 Tebo. 

" Setelah diberikan pembinaan ungkap Joni Aprizal, kami meminta kepada siswa tersebut untuk menjemput kerumahnya senjata tajam (Sajam) yang digunakan sesuai dalam video viral itu untuk dapat di kumpulkan disekolah. 

" Kemudian siswa dan orang tuanya di berikan surat peringatan berupa perjanjian, apabila perbuatan tersebut dilakukan kembali maka pihak sekolah akan merekomendasikan siswa yang bersangkutan akan dikeluarkan dari sekolah,"tegas Joni Aprizal, kepada sejumlah wartawan, Selasa 27 Oktober 2026.

Joni Aprizal melanjutkan, setelah selesai di lakukan pembinaan terhadap siswa kemudian pihak kepolisian datang ke SMKN 1 Tebo, melakukan pembinaan. 

Ditegaskan Joni Aprizal, pada awalnya bukan pihak kepolisian yang melakukan pemeriksaan di sekolah tapi pihak SMKN 1 Tebo lebih dulu, setelah semua Sajam terkumpul mungkin ada salah seorang guru memberitau ke Polsek Tebo Tengah kemudian pihak kepolisian datang mengambil tindakan lebih lanjut berupa pembinaan. 

Ungkap Joni Aprizal, siswa yang di berikan pembinaan berjumlah 9 orang diantaranya kelas 1 dan 2 sementara kelas 3 tidak ada. Menurut pengakuan siswa setelah dilakukan pembinaan, yang mengajak mereka adalah bekas siswa SMKN 1 Tebo, namunw sudah di berhentikan,"pungkasnya.

Reporter
ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda