Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan dihubungi duasatu.net, melalui via telpon, membenarkan telah terjadi kebakaran lahan pada Jum'at 23 Oktober 2026 sekira pukul 13.30 Wib, dan tim reaksi cepat (TRC) langsung turun kelokasi untuk melakukan pemadaman.
Ungkap Joko, selanjutnya baru kami ketahui bahwa ada korban, merupakan pemilik lahan yang terbakar tersebut. Dalam laporan awal tidak ada korban, tapi cuma lahan terbakar.
Setelah kami telusuri, korban yang sudah dalam kondisi meninggal adalah pemilik lahan tersebut,"ucap Joko.
Menurut informasi, lanjut Joko, korban berusaha untuk memadamkan kebun yang terbakar sendiri sebelum adanya laporan. Begitu ada laporan disampaikan kepada kami adanya korban kita turun ke lapangan membantu memadamkan lahan yang terbakar.
Joko melanjutkan, setelah diketahui ada korban, anggota TRC langsung lakukan evakuasi terhadap korban. Penyebab meninggalnya korban, sambung Joko, masih di telusuri namun tadi juga sempat ada informasi, bahwa korban berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar.
" Korban sudah dilakukan evakuasi dan langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,"terang Joko.
Sementara itu menurut salah seorang warga desa Jambu, Sahendra, menuturkan, bahwa korban yang tewas di kebun berupaya untuk memadamkan kebun yang terbakar bernama Mawardi Satrowiyoto, merupakan seorang guru di salah satu sekolah menengah pertama (SMP),"terangnya singkat.
Reporter
ARDI
