Di Kab Tebo, Penerima Bantuan Pangan, Periode Juli-Sept 2026 Meningkat
TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Periode bulan Juli hingga September 2026, pemerintah pusat melalui badan pangan nasional (Bapanas) kembali menyalurkan bantuan sosial untuk masyarakat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, yang kurang mampu berupa beras.
Kepala dinas (Kadis) tanaman pangan holtikultura dan ketahanan pangan (DTPHKP) Kab Tebo, melalui Kabid ketahanan pangan (Ketapang), Darmalinda, mengatakan, untuk periode Juli-Sept 2026 jumlah penerima bantuan beras dari Bapanas, se Kab Tebo sebanyak 41.080 penerima.
Jumlah ini meningkat dari bulan sebelumnya, Februari-Maret yaitu sebanyak 1721 penerima bantuan,"ujar Darmalinda, ditemui di kantornya, Senin 14 Sept 2026.
Meningkatnya jumlah penerima bantuan, kemungkinan pendataan dari awal pada saat kita melakukan penyaluran ada situasi di bawah yang layak dan tidak menerima, setelah didata ulang kembali ternyata terdapat penambahan data sebanyak 1721 penerima,"katanya.
Darmalinda menegaskan, penyaluran Juli-Sept ini hanya berupa beras sebanyak 10Kg/bulan untuk satu orang, jadi 3 bulan 30Kg/penerima bantuan.
Sementara periode bulan sebelumnya bulan Februari-Maret, berupa beras 10Kg dan minyak goreng (Migor) 2 liter untuk dua bulan jadi yang diterimanya beras 20Kg Migor 2 liter.
" Terjadinya perubahan jumlah penerima bantuan tersebut, diakui Darmalinda, sudah pasti ada warga yang protes, mungkin sebelumnya mereka dapat, tidak dapat lagi. " Kemarin sudah menetapkan kalau kami sebagai dinas hanya pendampingan, untuk data nanti berkoordinasi dengan dinas sosial.
Lanjutnya, kami memberi bantuan ini berdasarkan DTSEN, hanya mendampingi penyalurannya sebatas mana. " Kalau jumlah tersalurnya yang jelas untuk Kab Tebo, sudah tersalurlan adalah Kec VII Koto Ilir dari pemantauan kami sudah 100 persen, kemudian Tebo Ilir, Tengah Ilir, Muara Tabir, Sumay.
Selanjutnya yang baru tersalurkan pada minggu kemarin, kata Darmalinda, Kec Tebo Ulu, salah satu desanya Sungai Rambai, Pagar Puding dan beberapa desa lainnya. Karena memang pada penyaluran ini kami koordinasi dengan badan urusan logistik (Bulog) lebih mendahulukan yang jauh, mungkin berkaitan dengan transportasi.
" Mungkin setelah selesai yang jauh baru yang dekat disalurkan, karena Bulog ini Bungo Tebo yang harus dijangkau,"ucap Darmalinda meyakini.
Reporter
ARDI

















