Hindari Kerusakan Jalan Dibiayai Utang Pinjaman Pemda Tebo, PT SMS Harus Beralih Ke Jalan TMMD - Media Online : www.duasatu.net

Sabtu, 12 September 2026

Hindari Kerusakan Jalan Dibiayai Utang Pinjaman Pemda Tebo, PT SMS Harus Beralih Ke Jalan TMMD

Kadis LH-Hub Kab Tebo, jalan dibiayai pinjaman daerah/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-Diketahui sebelumnya bahwa seluruh fraksi DPRD Kabupaten Tebo, dalam penyampaian pandangan akhir terhadap APBD Perubahan tahun 2026, dengan tegas melarang penggunaan jalan di lalui truk pengangkut crude palm oil (CPO) PMKS pt selaras mitra sarimba (PT SMS) melebihi tonase untuk di tindaklanjuti oleh pemerintah agar tidak merusak jalan yang sedang di perbaiki dibiayai dari utang pinjaman daerah senilai Rp46 milyar. 

Kepala dinas (Kadis) lingkungan hidup dan perhubungan (DLH-Hub) Kab Tebo, Eryanto, mengatakan, terkait alternatif penggunaan jalan untuk angkutan CPO PT SMS yang melebihi tonase ini Bupati sebelumnya sudah membicarakannya dengan owner perusahaan tersebut. 

Karena pada itu saya juga tidak mengikuti, kenapa usulan alternatif jalan akan digunakan tidak dijalankan mungkin owner pada waktu itu lagi sibuk, selain itu untuk perbaikan jalan yang di bangun melalui TMMD tidak sedikit biayanya,"ujar Eryanto, Jum'at 11 September 2026.

Saya berfikiran kalau ada skemanya menjelang perbaikan jalan bisa di laksanakan dia harus ada deposit, kalau di pertambangan itu reklamasi, apabila ada kerusakan Pemda bisa menindak lanjuti, kita berharap ada win-win solution yang terbaik bagi mereka. 

" Saya akan menyampaikan ke Bupati untuk kembali mengundang ownernya lagi supaya segera ada titik temu yang baik saling menguntungkan bagi mereka maupun Pemda, karena kita sedang membangun jalan yang dibiayai pinjaman daerah. 

Membangun jalan itu kalau sudah terjadi juga pasti kelasnya naik, tapi walaupun kelasnya naik harus dibicarakan bersama daya tahan jalannya seperti apa yang bisa menyampaikan dinas PU. 

" Perusahaan wajib untuk mencari jalan alternatif, itulah salah satu zona nyaman berusaha, mereka sudah ada jalan TMMD di samping pabrik, jalur tersebut nanti jadi hidup kedepan harapan kita. 

Memang sebelum keluar jalan lintas ada pemukiman, itu suasananya jadi berbeda cuma tetap harus mereka fasilitasi, karena pemukiman ini sudah lama nanti bahasanya pasti mengganggu. Bahasa mengganggu ini harus di sosialisasikan secara intens. 

Eryanto menegaskan, kalau Pemda menyarankan PT SMS wajib mencari alternatif jalan, tapi kita tidak tau persiapan kemampuan perusahaan, karena jalan TMMD itu masih mentah dan perlu perbaikan yang membutuhkan finansial lebih besar. 

" Tapi itu resiko mereka membangun pabrik di jalan yang tidak layak mereka lewati. Apabila mereka melewati jalan TMMD itu zona aman, makanya PT SMS tinggal sosialisasi di daerah yang ada pemukimannya, efeknya nanti sudah pasti akan ramai,"ucap Eryanto. 

Reporter
ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda