Duasatu.net- Rapat Paripurna penyampaian pendapat akhir Fraksi DPRD Tebo Senin 13 Maret 2020 di intrupsi oleh Wakil pimpinan (Wapim) DPR Syamsurizal biasa di panggil Iday.
"Iday minta kepada Pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo agar pembangunan Kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (KPTSP) senilai Rp.7 Milyar di komplek perumahan dinas di KM.4 di hentikan untuk sementara, "mumpung pembangunannya belum di mulai "tegasnya.
"Menurut Iday, sangat tidak tepat jika di lakukan di tengah suasana mewabahnya covid-19. Selain itu kata Iday, lokasi gedung tidak tepat karena berada di tengah perumahan dinas Pemda. Kita tidak masalah, justru mumpung belum di bangun kita minta untuk di carikan lokasi lain.
Jangan menjadi catatan sejarah kelam selama pak Sukandar 13 tahun menjabat bupati. Yang tadinya tidak bermasalah jadi bernasalah dan pada paripurna DPR mendatang akan saya tanyakan lagi kepada Pemkab "imbuh Iday.
Menanggapi interupsi Iday, Bupati Tebo Sukandar berujar bahwa kita sudah siapkan anggaran untuk penanggulangan covid-19. Anggaran covid-19 tidak mengganggu kegiatan yang berkaitan dengan infrastruktur masyarakat.
Justru interupsi Iday usai paripurna di tepis oleh Sukandar, saat di konfirmasi awak media, bahwa presiden telah mewanti-wanti agar setiap daerah meningkatkan pelayanan masyarakat. Sambung Sukandar, karena kita belum punya gedung pelayanan yang bagus seperti Kabupaten lain, ini kita lakukan jauh sebelum terjadinya covid-19.
"Kita hanya ingin memindahkan PTSP dan pelayanan KTP di sana, adapun pertimbangannya semata-mata hanya untuk perekonomian masyarakat di sekitar Tebo tujuannya agar semua orang bisa bertransaksi jual beli karena di sana sudah banyak pusat perdagangan dan rumah sakit ini di buat supaya wajah kota Tebo menjadi ramai "ungkap Sukandar. (nur)
