Kesbangpol Kab Tebo Beberkan Hasil Tim Kemhan RI Turun Ke Lokasi Konflik Lahan Warga Puntikalo dan TNI-AD - Media Online : www.duasatu.net

Jumat, 14 November 2025

Kesbangpol Kab Tebo Beberkan Hasil Tim Kemhan RI Turun Ke Lokasi Konflik Lahan Warga Puntikalo dan TNI-AD

Kementerian pertahanan tinjau titik lokasi pembangunan Batalyon TP 844 dengan warga desa Puntikalo/foto: redaksiduasatu


TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Pemerintah Kabupaten Tebo kembali memfasilitasi hasil rapat inventarisasi konflik lahan warga desa Puntikalo Kecamatan Sumay dengan TNI-AD Batalyon TP 844, Jum'at 7 November 2025 lalu, dan pada Kamis 13 November Pemkab Tebo turun ke lokasi sosialisasi ke masyarakat mendampingi tim Kemhan ke titik pembangunan Yonif TP. 

Kepala badan kesatuan bangsa dan politik (Kesbangpol) Kab Tebo, Sugiyarto di hubungi duasatu.net via sambungan telpon, Jum'at 14 November 2025 menjelaskan, bahwa dalam pertemuan sosialisasi pembangunan Batalyon TP 844 bersama dengan tim kementerian pertahanan (Kemhan RI) dan warga desa Puntikalo berjalan alot. 

Meskipun harus merelakan lahannya, ujar Sugiyarto, sementara ini pembangunan Batalyon TP 844 tersebut akan di bangun di lokasi yang tidak terkena lahan permukiman warga. 

" Untuk lahan permukiman warga desa Puntikalo nanti akan diselesaikan lagi di tahap berikutnya dengan duduk bersama kembali mencari solusinya,"ungkap Sugiyarto. 

Pembangunan Batalyon TP 844 tersebut kata Sugiyarto meliput, kantor, markas, asrama, dan fasilitas lainnya. Ada 16 item yang di bangun apabila lokasi lahan tidak bermasalah. 

Selain itu Sugiyarto mengatakan, untuk 15 sertipikat lahan warga yang masuk dalam pembangunan Batalyon belum di sentuh, tapi bergeser dilakukan perubahan. Awalnya sudah di tentukan titiknya, karena beririsan lahan warga makanya agak digeser,"ucapnya meyakini. 

Diberitakan pada Jum'at 7 November 2025 lalu, Dandim 0416 Bungo-Tebo Letkol Inf Dedy Pungky Irawanto, menyatakan, masih ada sekitar 15 tanah yang bersertipikat di atas aset milik TNI.

Oleh karena itu kami butuh kerjasama dari BPN Kab Tebo untuk memvalidasi urutan sertipikat, karena sebelumnya ada penyerahan bukti dari KNIL (Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger) kepada pemerintah Indonesia sehingga kita perlu data, dimana sebenarnya yang mis perlu disinkronkan, kita berharap segera tercapai solusinya. 

Terkait hal ini Pungky membenarkan, tim dari kementerian pertahanan (Kemhan) nanti akan ada disparitas data perubahan lokasi, bangunan pertama konsep awal gambarnya masih ada yang beririsan di lokasi dengan sertipikat masyarakat.

" Harapan kami supaya pembangunan tetap berjalan perlu adanya survei ulang untuk pemetaan sebelum di buat gambar kembali sambil menunggu penyelesaian masalah ini clear," pungkasnya. (ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda