Kepala dinas kesehatan (Kadinkes) Kab Tebo melalui Kabid pencegahan dan pengendalian penyakit (P2P) Ari Setiawan, mengungkapkan, bahwa jumlah penyakit ISPA di Kab Tebo dari tahun 2025/2026 terdapat peningkatan sebanyak 3418 kasus pada periode yang sama, Januari dan minggu kedua bulan Agustus.
Kondisi ini apabila dibanding pada tahun sebelumnya pada 2025 terdapat 14.454 kasus, sedangkan di periode yang sama pada tahun 2026 ini sebanyak 17.872 kasus,"beber Ari Setiawan, di konfirmasi Jum'at 21 Agustus 2026.
Ari melanjutkan, Puskesmas dengan sebaran ISPA tertinggi di Kab Tebo, antara lain Pulau Temiang Kec Tebo Ulu, Tuo Pasir Mayang, Kec VII Koto Ilir dan Rimbo Bujang IX,"ungkapnya.
" Untuk ketersediaan obat sendiri dan penanganan ISPA, sampai dengan kondisi sekarang ini di akui Ari, cukup aman dan tersedia.
Saran kami bagi masyarakat adalah untuk kesiapan maupun pencegahan ISPA, terkait dengan Karhutla dan lain sebagainya, tegas Ari, kurangi aktivitas fisik di luar ruangan terutama kelompok berisiko seperti Balita, ibu hamil (Bumil) lanjut usia (Lansia) ataupun masyarakat dengan faktor penyakit Paru.
" Gunakan masker jika beraktivitas dengan kondisi asap meningkat atau untuk menghindari Polutan debu agar dapat menutup ventilasi ruangan apabila asap di luar pekat agar polusi tidak masuk kedalam rumah,"imbuh Ari.
" Kepada warga sementara ini di minta untuk tidak membersihkan pekarangan atau membakar sampah supaya dihindari dulu agar tidak menambah debit Polutan di udara sekitar,"pinta Ari.
Dikatakan Ari, perlu pengenalan gejala awal seperti batuk, pilek, iritasi, penyakit tenggorokan, perih dimata berair dan sebagainya. "Apabila ada kondisi yang lebih memburuk seperti sesak nafas dan sebagainya cepatlah mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat," ucap Ari Setiawan.
Reporter
ARDI
