TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Ketua
badan anggaran (Banggar) Khalis Mustiko juga merupakan ketua DPRD Tebo sebelumnya menskor pembahasan rancangan kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUAPPAS) tahun 2027 bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), Senin 27 Juli 2026 lalu.
Selain itu dalam rapat Banggar DPRD Tebo tersebut juga di bahas soal asumsi atau perkiraan terhadap pendapatan asli daerah (PAD) tahun 2027 mendatang.
Berkaitan dengan hal tersebut kepala badan keuangan (Bakeuda) Kab Tebo, Hendry Nora melalui pesan singkat whatsapp, menjelaskan, bahwa PAD Tebo tahun 2027 di perkirakan meningkat sebesar Rp24,6 milyar.
Peningkatan PAD tahun 2027 terdiri atas kenaikan pajak daerah sebesar Rp5,9 milyar, retribusi sebesar Rp14,5 milyar dan PAD lainnya yang sah sebesar Rp3,6 milyar tulis Hendry Nora, Kamis 30 Juli 2026.
Kemudian untuk transfer ke daerah dana desa (TKDD), dana alokasi umum (DAU), dana alokasi khusus (DAK) dan dana bagi hasil (DBH) Hendry Nora, bilang masih menggunakan estimasi angka yang lama karena peraturan menteri keuangan (PMK) TKDD tahun 2027 belum terbit," tulisnya via whatsapp singkat.
Sementara di lansir oleh media ini pada sebelumnya, disampaikan Hendry Nora via WhatsApp, Sabtu 11 Juli 2026, PAD Kab Tebo sampai dengan tanggal 10 Juli 2026 lalu sudah mencapai 65,46℅ dari total target PAD sebesar Rp122. 241.883.341,93.
" Capaian ini sebagian besar bersumber dari pajak daerah yang sudah mencapai 72,23℅ dari target pajak daerah sebesar Rp44.921.350.344,00 serta retribusi daerah yang sudah mencapai 57,89℅ dari target retribusi daerah sebesar Rp44.317.639.437,00.
" Kita optimis capaian PAD dan serapan belanja daerah akan terus meningkat di bulan berikutnya, mengingat sejumlah kegiatan yang bersumber dari dana spesifik, khususnya DAU yang ditentukan penggunaannya yaitu bidang pendidikan dan kesehatan saat ini tinggal menunggu penyaluran dari pemerintah pusat.
Reporter
ARDI
