Progres Pengerjaan Jalan Riged Beton Dibiayai Dari Pinjaman Utang Pemkab Tebo Diklaim Dinas PU Sudah 38 Persen - Media Online : www.duasatu.net

Minggu, 27 September 2026

Progres Pengerjaan Jalan Riged Beton Dibiayai Dari Pinjaman Utang Pemkab Tebo Diklaim Dinas PU Sudah 38 Persen

Batchingplane PT SRA/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Progres pekerjaan pengecoran jalan reged beton dibiayai dari pinjaman utang pemerintah kabupaten (Pemkab) Tebo melalui pt sarana multi infrastruktur (SMI) senilai Rp46 milyar, dikerjakan oleh rekanan selaras restu abadi (PT SRA) diklaim sudah mencapai 38 persen," ujar kepala dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR) Tebo melalui Kabid Bina Marga, Nusa Suryadi, Jum'at 25 September 2026.

Ungkap Nusa, pekerjaan masih berlanjut namun potensi untuk kenaikan progres pekerjaan, kemarin ada kendala suplai pasir, dikarenakan debit air sungai Batanghari terlalu surut, dalam sehari suplai pasir cuma dapat beberapa mobil saja, tapi tidak berpengaruh terhadap pekerjaan. 

Selain pasir sambung Nusa, batu split juga sedikit mengalami kendala dari Muara Bungo, ternyata selama ini mereka juga menyuplai untuk Provinsi tetangga, meski demikian sampai saat ini masih lancar, meski begitu kita harus antisipasi untuk mencari vendor lain. 

Sejauh ini pengecoran jalan riged beton masih dikerjakan sebelah, dengan sistem buka tutup agar tidak terjadi kemacetan keluar masuk kendaraan. Rencananya akan dilakukan join pekerjaan didekat penurunan, sekitar 300 meter ke arah SMP Sari Mulya, Kec Rimbo Ilir. 

Sementara itu cor jalan riged beton yang di simpang tugu Blok E Alai Ilir sampai ke simpang Sadermo, Nusa bilang, proses pekerjaannya tinggal sedikit lagi selesai. 

" Dua titik cor jalan riged beton yang sedang dikerjakan sebelah kanan dari arah Paal 12 hingga ke simpang tugu Blok E, diperkirakan perhari Kamis 24 Sep 2026 kemarin sudah mencapai 5300 meter,"kata Nusa. 

Nusa melanjutkan, mengingat dalam seminggu terakhir ini sudah dua kali terjadi hujan, antisipasi kita tidak mungkin kerja, namun saat hujan reda harus digedor, kalau perlu lembur tinggal melihat progres perhari itu kalau minus harus tambah waktu kerja. 

Dalam pengerjaan ini diakui Nusa, kontraktor sudah mengambil down payment (DP) sebesar 20 persen atau sekitar Rp9 milyar, karena beberapa waktu lalu pihak PT SMI turun ke Tebo, namun sekarang belum ada termyn lagi karena ada beberapa administrasi yang harus kami lengkapi kalau nanti sudah lengkap, akan ditransfer ke badan keuangan daerah (Bakeuda) Tebo. 

Reporter
ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda