Media Online : www.duasatu.net: SERBA-SERBI
Tampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SERBA-SERBI. Tampilkan semua postingan

Jumat, 14 November 2025

Aksi Damai, Aktivis Ini Tuntut Transparansi dan Pengawasan Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Banten

Aktivis aksi damai di halaman Perum perhutani KPH Prov Banten/foto: dok A Abdulrohim

SERANG,DUASATU.NET- Organisasi masyarakat (Ormas) koalisi investigasi jaringan masyarakat (Kejam) Provinsi Banten gelar aksi damai di halaman perum perhutani KPH sebagai bentuk keprihatinan dan desakan atas dugaan lemahnya pengawasan kawasan hutan di Kecamatan Cihara dan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak menjadi lokasi aktivitas penambangan batu bara ilegal yang menimbulkan kerusakan lingkungan serius, Kamis 13 November 2025.

Aksi damai, mengacu sejumlah payung hukum nasional, UU keterbukaan informasi publik, UU pemberantasan tipikor dan jaminan kebebasan masyarakat menyampaikan pendapat di muka umum sebagaimana tercantum dalam Pasal 23 Ayat (2).

Dalam pernyataannya, Koalisi Kejam menilai ada kejanggalan dan lemahnya pengawasan Perum Perhutani KPH Banten terhadap kawasan hutan yang mereka kelola. Audiensi sebelumnya, pihak Perhutani mengakui razia terhadap aktivitas ilegal sering tidak membuahkan hasil dan belum ada pelaku yang tertangkap tangan.

Koalisi mempertanyakan pernyataan pihak Perhutani yang menyebut Gunung Pinang sebagai milik perorangan. Mereka menuntut kejelasan status kepemilikan melalui sertifikat atau dokumen resmi jika benar kawasan tersebut tidak masuk dalam wilayah hutan Perhutani.

Menurut hasil investigasi lapangan Koalisi Kejam, aktivitas tambang ilegal menyebabkan kerusakan lingkungan yang luas, meliputi perusakan lahan, rusaknya ekosistem, pencemaran udara, hingga jatuhnya korban jiwa.

“ Tambang ilegal bukan sekadar persoalan ekonomi, tetapi kejahatan terhadap lingkungan dan kemanusiaan. Setiap lubang tambang adalah luka bagi bumi, dan setiap korban jiwa adalah bukti lemahnya pengawasan negara,” ujar perwakilan Koalisi Kejam dalam orasi mereka.

Dalam aksi tersebut, Koalisi Kejam Prov Banten mendesak Perum Perhutani KPH Banten melakukan evaluasi menyeluruh atas pengawasan kawasan hutan. Aparat penegak hukum menindak tegas seluruh pelaku dan pihak terkait tambang ilegal.

Pemerintah daerah dan pusat menjamin keterbukaan informasi publik sesuai amanat UU No14/2008. Seluruh pihak menghentikan praktik yang merugikan masyarakat dan lingkungan.

Adi Muhdi alias Acong, selaku komandan lapangan (Danlap) aksi, menegaskan bahwa Koalisi Kejam tidak puas dengan jawaban yang diberikan pihak Perhutani. Ia menyebut Perhutani tidak mampu menunjukkan bukti-bukti pendukung, termasuk denah lokasi terkait kawasan Gunung Pinang.

“Karena jawabannya tidak memuaskan, Koalisi Kejam akan turun aksi dengan massa yang lebih banyak lagi,” tegas Acong.

Aksi ini menjadi sinyal kuat bahwa masyarakat sipil menuntut peran aktif negara dalam menjaga kelestarian hutan dan menindak tegas praktik tambang ilegal yang semakin meresahkan. (A ABDULROHIM) 

Kamis, 23 Oktober 2025

Pertambangan Tanpa Izin, Aktivis Ini Bilang: Masyarakat Harus Diberi Perlindungan dan Solusi Hidup Layak

Aktivis lingkungan Lebak, Ahmad Rohani/foto: dok Ahmad Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Aktivis lingkungan asal Lebak, Ahmad Rohani, angkat bicara terkait maraknya aktivitas tambang tanpa izin di wilayah selatan Banten. Ia menegaskan bahwa penegakan hukum tidak boleh hanya bersifat represif, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan perlindungan terhadap masyarakat kecil.

“Boro-boro untuk mengurus izin, untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari saja sudah sulit,” ujarnya, Rabu (22/10/2025).

Menurut Rohani, banyak warga yang menambang bukan karena niat melanggar hukum, melainkan karena desakan ekonomi. Karena itu, pemerintah seharusnya hadir memberikan penyuluhan, pendampingan, dan alternatif mata pencaharian, bukan sekadar melarang.

“Kalau tambang rakyat dilarang, maka harus ada solusi kehidupan lain. Jangan hukum justru membuat orang terlantar. Hukum seharusnya melindungi rakyat, bukan menyesatkannya,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah membedakan antara investor besar dan penambang tradisional, sebab masyarakat kelas bawah sering kali tak mampu mengurus perizinan yang rumit dan mahal.

“Presiden kita sudah bilang, rakyat jangan dipersulit. Maka negara harus hadir agar masyarakat tetap bisa hidup layak tanpa terbebani aturan yang tidak berpihak,” pungkas Rohani. (AHMAD ABDULROHIM) 

Selasa, 07 Oktober 2025

Aktivis Lebak Ini Sesalkan Sikap Oknum Guru Halangi Tugas Wartawan dan LSM

Foto: dok A Abdulrohim

LEBAKBANTEN,DUASATU.NET- Ketua lembaga swadaya masyarakat nusantara indah lingkungan (LSM NIL) Kabupaten Lebak, Michael, menyayangkan tindakan seorang oknum guru di SMK Negeri 1 Cibeber yang diduga menghalangi wartawan dan anggota LSM saat melaksanakannya tugas jurnalistik.

Menurut keterangan Michael, peristiwa terjadi saat mendatangi sekolah untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait kegiatan revitalisasi SMK Negeri 1 Cibeber yang dibiayai oleh dana APBN.

Namun, niat baik tersebut mendapat hambatan dari seorang guru bahasa inggris bernama Lalang, dengan alasan sedang waktu istirahat, melarang wartawan dan LSM untuk melihat serta menanyakan informasi anggaran kegiatan revitalisasi tersebut.

Michael menegaskan bahwa tindakan demikian tidak sepatutnya dilakukan oleh tenaga pendidik, karena justru bertentangan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas publik, terutama jika menyangkut pengelolaan dana negara.

“ Kami menilai tindakan oknum guru tersebut mencederai semangat keterbukaan informasi publik. Wartawan dan LSM memiliki hak untuk melakukan pemantauan serta klarifikasi terhadap penggunaan dana APBN,” tegas Michael. 

LSM NIL Lebak meminta pihak finas pendidikan (Disdik) Prov Banten dan Kepala SMK Negeri 1 Cibeber untuk segera memberikan klarifikasi resmi serta memastikan tidak ada lagi tindakan penghalangan terhadap kegiatan jurnalistik atau sosial kontrol publik di lingkungan sekolah,"kata Michael, Selasa 7 Oktober 2025. (A ABDULROHIM) 

Selasa, 23 September 2025

Pemprov dan Perusahaan Tambang Bicara Jalan Khusus Dalam Diskusi Bersama SMSI Jambi

Foto: dok SMSI Prov Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Seminar dan diskusi yang digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi pada Senin (22/9/2025) tidak hanya membahas terkait Digital Marketing, SEO dan Kecerdasan Buatan (AI)  saja.

Akan tetapi, pada sesi ke-2, SMSI Jambi sengaja mengangkat tema yang cukup menarik terkait Manfaat Jalan Khusus Batu Bara Jambi. 

Acara dipandu oleh moderator Pirma Satria, Pemred Jambi Ekspres yang juga sekretaris SMSI Jambi, dihadiri Ketua SMSI Mukhtadi Putra Nusa, para pengurus dan sejumlah pemimpin redaksi dan jurnalis media siber di Jambi.

Diskusi ini mengundang narasumber dari perwakilan pemerintah yaitu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jambi Johansyah, dan Direktur Utama perusahaan tambang yang sedang membangun jalan khusus PT Sinar Anugerah Sukses, Ridony Gurning.

Dalam diskusi ini, Johansyah mengatakan ada tiga investor yang telah menyatakan komitmen membangun jalan khusus batu bara di Jambi yaitu PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) sepanjang 108 kilometer, PT Putra Bulian Properti (PT PBP) Sepanjang 105 kilometer dan PT Inti Bangun Sarana (IBS) sepanjang 101 kilometer.

Pemerintah katanya harus melibatkan pihak swasta karena dana yang dibutuhkan untuk membuat jalur logistik tambang itu tidak lah murah. “Jika ditotal semua bisa lebih dari Rp 4 Triliun, kita (APBD) tidak mungkin sanggup,” kata Johansyah.

Di sisi lain, apabila jalan khusus tak juga selesai, maka berbagai dampak ‘akan’ bahkan ‘telah’ terjadi. Ia mencontohkan Dana Bagi Hasil (DBH) Minerba untuk Jambi terus menurun selama 2023-2024 seiring produksi batu bara Jambi yang tak mencapai target, salah satunya akibat masalah transportasi.

Belum lagi, pemerintah dan masyarakat harus menghadapi kerusakan infrastruktur yang tak terbendung akibat truk batu bara yang masih menggunakan jalan umum, angka kecelakaan yang tinggi, keresahan dan gangguan sosial dan dampak ekonomi lainnya. 

Sejauh mana mana progres jalan khusus di Provinsi Jambi? Johansyah menjawab sekarang ada dua perusahaan yaitu PT IBS dan PT SAS yang menunjukkan progres. Meski memiliki kendalanya masing-masingm dua perusahaan ini  telah mengantongi izin. Sementara itu, PT PBP progresnya terbilang belum terlalu menggembirakan karena juga menghadapi beberapa persoalan di lapangan, termasuk pembebasan lahan.

*Komitmen Perusahaan Tambang*

Lantas bagaimana dengan komitmen investor? Ridony Gurning, Dirut PT SAS, sebuah perusahaan tambang batu bara yang kini sedang membangun jalan khusus, mengaku masih memegang komitmen untuk menyelesaikan jalur logistik mereka sepanjang 108 kilometer dari Sarolangun hingga ke Terminal Untuk Kepentingan Sendiri (TUKS). 

Memang sempat ada beberapa faktor dan kendala di masa lalu sejak mengantongi izin tahun 2015, namun di masa manajemen yang sekarang, infrastktur jalan khusus PT SAS terus menunjukkan progres yang signifikan. “Pada prinsipnya, kita tetap pada komitmen membuat jalur logistik demi keberlangsungan bisnis  ini,” kata Ridony. 

Diakuinya memang tak semua perusahaan tambang berani membangun jalurnya sendiri, namun PT SAS tak ingin terus ‘menumpang’ di jalur publik, menjadi saingan angkutan lain yang membawa hasil pertanian, peternakan, perkebunan. “Kita tak ingin menganggu angkutan yang lain, yang lain harus bayar mahal gara-gara kita, itu tentu tidak boleh,” lanjutnya.

Penyelesaian jalan khusus pasti akan memberi dampak dari sisi bisnis karena terkait dengan kemampuan perusahaan meningkatkan target produksi.Namun dampak domino lain tak bisa pula diabaikan, mulai dari kenaikan pendapatan daerah bersumber dari DBH maupun pajak, hingga peluang kerja bagi masyarakat dan peluang usaha/investasi di sektor terkait lainnya. 

Disinggung soal isu lingkungan yang sempat mendera PT SAS di kawasan Aur Kenali. Ridony memastikan semua telah dirancang sedemikian rupa dengan rekayasa teknologi terbaik. Salah satunya proses crushing batu bara, sebagai sumber utama debu dan kebisingan, ditiadakan di lokasi TUKS PT SAS. “Kita lakukan (crushing) di tempat dimana masyarakat tidak ada, di area tambang sana, kalau mau ini (jalan khusus) terwujud,  ya pasti kita lakukan segalanya (antisipiasi dampak lingkungan),” lanjut Ridony. 

Alumni Teknik Pertambangan ITB ini juga menanggapi pertanyaan peserta diskusi terkait aktivitas pekerjaan underpass jalan khusus di Aur Kenali yang kini dihentikan.  “Sepenuhnya itu adalah keputusan Gubernur yang tentu kami hormati, jika ditanya apa yang PT SAS lakukan? Kami juga menunggu arahan lanjutan dari pemerintah, sesuai keputusan terakhir saat dialog bersama warga di Rumah Dinas Walikota,” jawab Ridony. 

Terpisah, Ketua SMSI Jambi Mukhtadi Putra Nusa usai acara diskusi, mengucapkan terimakasih kepada semua narasumber yang hadir hari ini. “Kita sempat berpikir mereka (PT SAS) tidak akan hadir, karena panitia mengirim undangan untuk menjadi narasumber hari ini, sebelum keluar keputusan penutupan aktivitas di Aur Kenali Selasa lalu,  tapi ternyata hari ini beliau tetap hadir dan kami sangat mengapresiasi hal tersebut,” ujar Mukhtadi.

Ia juga mengucapkan terimakasih kepada Johansyah yang telah memaparkan data-data terupdate terkait bisnis tambang batu bara di Provinsi Jambi, termasuk progres jalan khusus yang kini jadi kosentrasi pemerintah untuk segera diselesaikan, guna mendorong investasi yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Provinsi Jambi. (*)

Ketua SMSI Provinsi Jambi Mukhtadi Buka Seminar dan Launching Website Keanggotaan SMSI

Ketua SMSI Provinsi Jambi Mukhtadi Putranusa/foto: dok SMSI Prov Jambi

Website Keanggotaan Dilaunching : Wujud Komitmen SMSI Jambi Bangun Ekosistem Media yang Lebih Tertata

JAMBI,DUASATU.NET- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi kembali mengadakan kegiatan penting untuk edukasi insan pers di Jambi. Pada Senin (22/9/2025) digelar Seminar dengan tajuk Peningkatan Kapasitas dan Peran Strategis Media Siber Dalam Pembangunan Provinsi Jambi. 

Tak hanya itu, terdapat dua rangkaian acara penting yakni Pengukuhan Forum Pemred SMSI Jambi dan Launching Website keanggotaan SMSI Provinsi Jambi. 

Ketua SMSI Provinsi Jambi Mukhtadi Putranusa menyampaikan hari ini adalah momentum bersejarah bagi SMSI Jambi. 

"Kita tidak hanya mengukuhkan forum para pemimpin redaksi, tetapi juga membuktikan bahwa SMSI terus bergerak, beradaptasi, dan menghadirkan inovasi di tengah perkembangan media yang semakin dinamis, "sebut Mukhtadi. 

Forum Pemred akan menjadi ruang silaturahmi, bertukar gagasan, sekaligus memperkuat posisi media siber di Jambi agar lebih profesional, berimbang, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Mukhtadi juga menyadari, tantangan media hari ini bukan hanya soal kecepatan informasi, tetapi juga bagaimana menjaga kredibilitas dan keberlangsungan usaha media. 

"Karena itu, pelatihan pengembangan kapasitas yang kita adakan bersama trainer berpengalaman merupakan langkah nyata SMSI dalam meningkatkan kualitas anggota, baik dari sisi manajerial, konten, maupun pemanfaatan teknologi digital, " sebut pria yang memenangkan Press Card Number One PWI ini. 

Pada kesempatan ini diadakan dialog mengenai pembangunan jalan khusus batubara. Sebagai insan pers, media punya peran strategis untuk menyampaikan informasi yang jernih, mengedukasi masyarakat, sekaligus menjadi mitra kritis dan konstruktif bagi pemerintah dan pelaku usaha.

"Jalan khusus batubara bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga menyangkut hajat hidup masyarakat Jambi, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun lingkungan," sebutnya.

Masih kata Mukhtadi, yang tidak kalah penting, hari ini juga diluncurkan Website Keanggotaan SMSI. 

"Platform ini adalah wujud komitmen SMSI Jambi dalam membangun ekosistem media yang lebih tertata, transparan, dan terverifikasi. Dengan adanya website ini, keanggotaan SMSI dapat lebih mudah diakses, diverifikasi, dan tentu semakin memperkuat integritas organisasi kita, "tuturnya.

Adapun seminar pada termin pertama menghadirkan praktisi Media CEO-Co-Founder ProPS Ilona Juwita. Lalu dilanjutkan pada termin kedua oleh Asisten II Setda Provinsi Jambi Johansyah terkait manfaat pembangunan jalan khusus batu bara bagi Provinsi Jambi. 

Sebelumnya, Ketua Panitia Pelaksana Seminar SMSI Provinsi Jambi Nanang Meiriadi berharap dengan mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini, khususnya kepada para peserta yang hadir, baik pemilik media maupun jurnalis. 

"Semoga langkah kecil yang kita lakukan hari ini akan memberi dampak besar di masa depan, " sampai Nanang. (*)

Sabtu, 16 Agustus 2025

Sambut HUT RI Ke-80, DPC Partai Gerindra Tebo Bagikan Bendera Merah Putih Ke Warga dan Pengendara

Ketua DPC Gerindra Tebo, Parda Ritonga, S.Pd.I didampingi Bendahara, Wahyudi, A.md bersama anggota DPRD Ateng Jaelani dan sekretariat/foto: dok DPC Gerindra Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Dijalan lintas Tebo KM 7 di depan kantor Dewan pimpinan cabang (DPC) partai Gerindra Kabupaten Tebo Provinsi Jambi, Jum'at 15 Agustus 2025 pengurus partai besutan Prabowo Subianto ini tampak membagi-bagikan bendera merah putih kepada warga dan para pengendara yang lewat. 

Ketua DPC partai Gerindra Kab Tebo, Pardamean Ritonga mengatakan, bahwa aksi membagi-bagikan bendera kepada warga dan pengendara ini di lakukan dalam rangka menyambut dan meriahkan peringatan kemerdekaan republik indonesia ke-80. 

" Kegiatan ini merupakan instruksi langsung dari Ketum Partai Gerindra, bapak Prabowo Subianto, Presiden RI,"ucap Parda. 

Dalam kegiatan membagikan bendera tersebut selain Ketua dan bendahara umum (Bendum), Parda Ritonga dan Wahyudi bersama sekretariat DPC Gerindra turut di ikuti oleh anggota DPRD Tebo fraksi Gerindra, Ateng Jaelani. 

" Pembagian bendera bukan cuma sekedar simbolis kecintaan kepada tanah air tapi bentuk nyata komitmen partai Gerindra dalam menanamkan semangat nasionalisme dan menjaga nilai-nilai kebangsaan yang akan terus hadir di tengah masyarakat,"ujar Parda. 

DPC Gerindra Kab Tebo dibawah komando Parda siap melanjutkan perjuangan membangun Indonesia yang kuat bersatu dan berdaulat dibawah kepemimpinan presiden Prabowo Subianto. (ARDI) 

Sabtu, 09 Agustus 2025

Bakal Siapkan Big Data, SMSI Jambi Verifikasi Ulang Keanggotaan Berbasis Technologi Terkini

Pengurus SMSI Provinsi Jambi/foto: dok SMSI Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jambi terus membuat terobosan-terobosan untuk kemajuan dan kematangan organisasi.  Dalam rapat dan pertemuan rutin, Jumat (8/8) di Soto Betawi Adjib Jambi,  Mayang Ujung,  beberapa ide muncul dalam kongko-kongko ala SMSI tersebut. Apa itu?

Diantaranya akan mendata dan mem-verifikasi ulang keanggotaan SMSI dengan technologi digital terkini untuk mempermudahkan masyarakat dan mitra kerja bisa melihat dan menyimak anggota SMSI diseluruh kabupaten kota.

‘’Ini yang harus kita lakukan, sehingga masyarakat atau mitra kerja bisa melihat dan memantau langsung keanggota SMSI yang ada di provinsi Jambi, mana yang aktif dan mana yang tidak aktif. Sehingga anggota yang tergabung di SMSI tak tersentuh dengan kata "media abal-abal," kata Mukhtadi Putranusa, Ketua SMSI Jambi.

Selain itu, jelas Mukhtadi, ini bagian dari cara SMSI untuk menunjukkan kematangan organisasi, membawa para  anggota menuju media yang benar-benar profesional.

SMSI dengan technologi digital ini akan diluncurkan pada Sepetember 2025 nanti. Dalam peluncuran itu juga disertai dengan seminar semi pelatihan yang bertajuk "Memanfaatkan technologi untuk kemajuan perusahaan media".

Selain dua agenda tersebut juga disepakati rencana kunjungan ke Hongkong-Macau dan Shenzen yang semula apa awal September ditunda dengan berbagai pertimbangan, diantaranya mengikuti kampanye pemerintah untuk berhemat dan mengencangkan ikat pinggang menunda dulu berpergian ke luar negeri.

Meskipun demikian, kata Mukhtadi untuk pengganti  penundaan itu maka pengurus SMSI akan menggantikan dengan wawasan lingkungan dan cinta alam yang asri yakni dengan cara wisata ke Kabutaten Kerinci.

Sementara itu, Sekeretaris SMSI Jambi, Pipin menyampaikan SMSI juga akan mengaktifkan Sayap Organisasi SMSI yakni Forum Pimred, karena kepengurusan forum Pimred belum sepenuhnya terisi dan antinya juga akan dikukuhkan di tengah acara peluncuran SMSI tekhnologi Digital tersebut. 

Sebelum melakukan rapat, pengurus SMSI Provinsi Jambi juga melakukan diskusi dengan anggota DPD RI Sum Indra. (REDAKSI)

Jumat, 01 Agustus 2025

Dari Hulu ke Hilir: Saatnya Jambi Menjadi Pusat Industri Bernilai Tambah

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S. IP., M.APAkademisi UIN STS Jambi

JAMBI,DUASATU.NET- Infrastruktur Hilirisasi: Kunci Masa Depan Komoditas JambiP Provinsi Jambi bukan hanya dianugerahi kekayaan alam yang melimpah, tetapi juga posisi geografis yang strategis dalam konektivitas ekonomi Sumatra. Di atas tanahnya tumbuh subur komoditas unggulan seperti kelapa sawit, karet, kelapa, kopi, coklat dan pinang yang menyerap ratusan ribu tenaga kerja. 

Di bawah perut buminya, terpendam cadangan batubara dalam jumlah besar yang menjadikan Jambi sebagai kontributor signifikan dalam penyediaan energi nasional. 

Namun demikian, kekayaan ini belum sepenuhnya diterjemahkan menjadi kemakmuran yang berkelanjutan. Jambi masih terjebak dalam paradoks daerah penghasil: ekspor bahan mentah, impor barang jadi, dan menyaksikan nilai tambah dinikmati oleh daerah atau negara lain.

Di sinilah urgensi hilirisasi muncul sebagai solusi strategis. Hilirisasi bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan keniscayaan dalam menjawab stagnasi ekonomi berbasis ekstraksi. 

Namun, hilirisasi tidak bisa berdiri sendiri. Upaya ini memerlukan prasyarat utama yang menjadi fondasi: infrastruktur yang bukan sekadar fisik, tetapi juga mencakup sistem logistik, energi, konektivitas digital, kelembagaan, dan sumber daya manusia.

Potensi Komoditas dan Nilai Tambah yang Belum Optimal

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada tahun 2023, Jambi memiliki lebih dari 1 juta hektare lahan sawit dengan produksi CPO sekitar 3,7 juta ton. Produksi karet mencapai 553.823 ton dari lebih 600 ribu hektare lahan. Sementara batubara tetap menjadi primadona ekspor dengan capaian 11,5 juta ton per tahun. 

Komoditas kelapa dan pinang di wilayah pesisir seperti Tanjung Jabung Barat juga menunjukkan tren positif, dengan luas lahan kelapa lebih dari 60 ribu hektare dan pinang mencapai 19.217 hektare yang sebagian besar diekspor ke India dan Timur Tengah. Selain itu, komoditas perkebunan seperti kopi dan coklat turut memperkuat struktur agrikultur Jambi, terutama di wilayah dataran tinggi seperti Kerinci dan Merangin, meskipun kontribusinya terhadap ekspor masih relatif kecil dibandingkan komoditas utama lainnya (opendata.jambiprov.go.id.).

Namun sebagian besar dari kekayaan ini masih dijual dalam bentuk bahan mentah, dengan minimnya fasilitas pengolahan lanjutan di dalam wilayah Jambi. Kondisi ini membuat multiplier effect ekonomi daerah sangat terbatas, memperlebar kesenjangan antara potensi dan realisasi kesejahteraan masyarakat.

Kesenjangan Infrastruktur: Realitas Hambatan Hilirisasi

Gagasan hilirisasi tidak akan berjalan tanpa dukungan infrastruktur yang memadai. Jalan produksi, pelabuhan ekspor, kawasan industri, jaringan listrik dan air baku, hingga infrastruktur digital adalah elemen vital. Saat ini, dari total 1.270 km jalan provinsi, hanya sekitar 68 persen dalam kondisi mantap (Dinas PUPR Provinsi Jambi, 2024). Kondisi jalan yang belum optimal berdampak langsung pada biaya logistik, keterlambatan distribusi, dan rendahnya efisiensi produksi sektor hilir.

Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., dalam sidang DPRD pada 29 Juli 2025 menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi dalam satu tahun terakhir dan beberapa tahun ke depan mengutamakan pembangunan infrastruktur ke sentra-sentra produksi unggulan di kabupaten/kota. Strategi ini diambil sebagai respons terhadap keterbatasan anggaran, dengan prioritas infrastruktur pada sektor pertanian, perkebunan, industri, dan kawasan perkotaan yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Langkah konkret Pemprov terlihat dari dorongan terhadap pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung sebagai gerbang ekspor baru, serta Kawasan Industri Kemingking di Muaro Jambi yang dirancang sebagai simpul pengolahan kelapa sawit, karet, kelapa, pinang, dan batubara. Namun, pasokan listrik menjadi hambatan serius. 

Kebutuhan energi kawasan industri diperkirakan mencapai 250 MW, sementara kapasitas terpasang baru sekitar 150 MW (PLN UID S2JB, 2023). Keterbatasan ini perlu segera diatasi melalui sinergi lintas sektor dan investasi infrastruktur energi.

Inisiatif Kawasan Industri & Hambatan Energi

Komitmen Provinsi Jambi dalam mendorong hilirisasi komoditas tercermin jelas dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) 2023–2043, yang menetapkan lima kawasan industri strategis: Ujung Jabung (4.445 hektare), Kemingking (2.639 hektare), Muara Sabak Barat, Lontar Papuyu, dan Taman Rajo. Secara spasial, kawasan-kawasan ini dirancang saling terhubung, membentuk jejaring ekonomi berbasis sumber daya unggulan. 

Ujung Jabung diproyeksikan menjadi pusat logistik berbasis pelabuhan samudera, sementara Kemingking disiapkan sebagai sentra hilirisasi industri yang terintegrasi dengan simpul tol dan kedekatannya dengan Kota Jambi.

Namun demikian, terdapat kesenjangan yang signifikan antara rencana di atas kertas dan realisasi di lapangan. Banyak fasilitas dasar seperti jalan kolektor primer, pelabuhan pengumpul, dan jaringan transmisi listrik dan pengolahan limbah B3 masih dalam tahap perencanaan jangka menengah. Selain itu, persoalan klasik seperti status lahan yang belum tuntas, tumpang tindih peruntukan ruang, serta potensi konflik sosial akibat minimnya partisipasi masyarakat lokal menjadi ancaman laten yang perlu diantisipasi sejak dini.

Salah satu isu krusial adalah konektivitas antarwilayah, yang menjadi prasyarat mutlak bagi berfungsinya kawasan industri. Rencana pembangunan jalan tol Jambi–Rengat dan jalur kereta logistik Muaro Jambi–Ujung Jabung merupakan inisiatif strategis yang perlu segera direalisasikan. Tanpa dukungan infrastruktur konektivitas yang solid, efisiensi logistik akan terganggu, dan daya saing kawasan industri terancam stagnan.

Pengembangan Pelabuhan Ujung Jabung dan Kawasan Industri Kemingking diharapkan dapat menjadi katalis hilirisasi komoditas unggulan Jambi, mulai dari kelapa sawit, karet, kelapa, pinang, hingga batubara ke dalam industri bernilai tambah tinggi. 

Namun hambatan tak hanya bersifat spasial dan legal-formal; persoalan energi juga menjadi tantangan utama. Kebutuhan daya kawasan industri diperkirakan mencapai 250 megawatt (MW), sementara pasokan listrik aktual di wilayah ini baru berkisar 150 MW, sebuah defisit yang menghambat masuknya investasi hilir secara signifikan (opendata.jambiprov.go.id).

Padahal secara agregat, PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mencatatkan kapasitas daya sebesar 3.673 MW pada pertengahan 2025, dengan beban puncak siang hari sekitar 1.247 MW, malam hari 1.537 MW, dan cadangan daya mencapai 1.137 MW (antaranews.com). Sayangnya, distribusi daya masih belum merata dan belum diarahkan secara prioritas untuk mendukung kawasan industri yang sedang tumbuh. Namun pengembangan kawasan industri tidak bisa dilepaskan dari dimensi sosial dan ekologis yang menyertainya.

Rencana Spasial dan Tantangan Implementasi

Transformasi hilirisasi membutuhkan SDM yang adaptif dan siap menghadapi tantangan industrialisasi modern. Namun hingga kini, belum tampak adanya strategi komprehensif dalam membangun politeknik industri, balai latihan kerja (BLK), atau pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan kebutuhan kawasan industri. 

Tanpa langkah konkret dalam menyiapkan tenaga kerja lokal, kawasan industri berisiko menjadi enclave ekonomi, yaitu kawasan industri yang tumbuh tertutup dan tidak menyatu dengan lingkungan sosial-ekonomi sekitarnya, sehingga manfaatnya tidak dirasakan langsung oleh masyarakat lokal. Menyerap tenaga kerja dari luar, tanpa memberi dampak signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.

Di sisi lain, dampak ekologis dari industrialisasi perlu menjadi perhatian serius. Kawasan seperti Taman Rajo dan Kemingking memiliki sensitivitas tinggi terhadap lingkungan karena berdekatan dengan aliran sungai utama dan jalur pipa energi. Tanpa dokumen AMDAL yang ketat dan pengawasan independen yang kredibel, biaya sosial dan lingkungan dari proses hilirisasi dapat melampaui manfaat ekonominya.

RTRW Provinsi Jambi 2023–2043 telah menetapkan lima kawasan industri strategis:

• Ujung Jabung (~4.445 Ha)

• Kemingking (~2.639 Ha)

• Muara Sabak Barat (~1.407 Ha)

• Lontar Papuyu

• Taman Rajo

Kondisi ini menunjukkan bahwa hilirisasi tidak bisa berdiri sendiri sebagai agenda pembangunan. Ia memerlukan sinergi lintas sektor, keterpaduan antara perencanaan spasial dan kebijakan energi, serta komitmen nyata dalam menuntaskan hambatan dasar yang selama ini menghambat transformasi struktural ekonomi daerah. 

Dalam konteks Jambi, keberhasilan industrialisasi tidak hanya ditentukan oleh luas lahan atau peta kawasan industri, tetapi juga oleh keberanian dalam mengeksekusi kebijakan secara progresif dan inklusif.

Oleh karena itu, langkah selanjutnya yang tak kalah penting adalah memastikan bahwa pembangunan infrastruktur disertai dengan tata kelola yang solid, penyediaan SDM yang kompeten, serta keberpihakan terhadap masyarakat lokal. Kawasan industri yang tumbuh seharusnya tidak menjadi enclave, melainkan menjadi jantung pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan. 

Dari sinilah, hilirisasi tak lagi menjadi sekadar slogan, melainkan menjadi jalan konkret bagi Jambi untuk naik kelas dari produsen bahan mentah menjadi pusat produksi bernilai tambah tinggi di Sumatra dengan fondasi infrastruktur yang kokoh, terhubung, dan siap menghadapi masa depan.

Penutup: Hilirisasi Membumi, Bukan Sekadar Di Atas Kertas

Jambi berada pada titik kritis transformasi ekonomi. Visi hilirisasi yang tercermin dalam dokumen RPJMD dan RTRW harus dibumikan melalui langkah konkret: percepatan pembangunan infrastruktur dasar, penyelesaian status lahan, penyiapan SDM lokal, serta integrasi antara investasi dan keberlanjutan lingkungan.

Pembangunan kawasan industri tidak boleh hanya menjadi proyek fisik, tetapi harus menjadi katalis perubahan struktural ekonomi rakyat. Dengan tata kelola yang progresif dan inklusif, Jambi berpeluang besar naik kelas bukan sekadar sebagai lumbung komoditas mentah, tapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis nilai tambah dan daya saing berkelanjutan.

Hilirisasi bukan hanya strategi pembangunan, tetapi fondasi kemandirian ekonomi alternatif dari ekspor mentah. Keberhasilannya sangat bergantung pada:

• Percepatan infrastruktur logistik dan energi

• Penyelesaian status lahan secara adil

• Keterlibatan masyarakat dan pelaku lokal

• Peningkatan SDM berbasis kebutuhan wilayah

• Tata kelola ekologis yang transparan dan inklusif

Dengan komitmen politik yang kuat dan sinergi lintas sektor, Jambi memiliki peluang besar untuk bertransformasi: bukan lagi sebagai lumbung bahan mentah, tetapi sebagai pusat ekonomi hijau bernilai tambah, inklusif, dan berkelanjutan. (ARD) 

Kamis, 27 Maret 2025

H-4 Arus Mudik di Jalinsum, Labura Padat Merayap

Kondisi Jalinsum di Kab Labura H-4 lebaran Idul Fitri 1446/2025


LABURASUMUT,DUASATU.NET- H-4 minggu terakhir puasa ramadan, jalan lintas Sumatra (Jalinsum) tepatnya di Aek Kanopan Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) mulai dipadati kendaraan arus para pemudik. 

Menjelang Idul Fitri 1446/2025 jalan lintas sudah mulai padat merayap, dan pantauan media ini Kamis 27 Maret 2025, volume arus mudik kendaraan mengalami peningkatan sejak pukul 05.00 WIB pagi. 

Petugas lalu lintas Polsek Kualuh Hulu terus mengurai kemacetan dengan menertibkan kendaraan yang parkir di bahu jalan. Sejauh ini arus mudik sudah mulai di dominasi kendaraan roda empat atau mobil pribadi berplat nomor polisi (Nopol) luar seperti BM, BH, BG dan B. 

Kendaraan plat Nopol luar daerah tersebut menandakan gelombang arus mudik sudah mulai ramai oleh para perantau yang akan pulang kekampung halamannya. 

Sampai sejauh ini, walaupun padat tetapi seluruh kendaraan dapat berjalan dengan lancar, aman dan terkendali. (IFNU SUNGKOWO) 

H-4 Masjid Agung Al Ittihad Muara Tebo Biasa Dijadikan Rest Area Sepi Pemudik

Pemudik Asal Banten, M Imam Fahrozi/foto: redaksiduasatu


TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Masjid Agung Al Ittihad Muara Tebo Kabupaten Tebo Provinsi Jambi yang biasanya kerap di jadikan rest area oleh para pemudik tampak sepi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya hanya beberapa kendaraan yang sengaja mampir untuk beristirahat. 

Petugas masjid agung Al Ittihad Muara Tebo, Maes mengatakan, bahwa dari H-7 hingga H-4 sekarang gelombang arus mudik berkurang tidak seperti tahun-tahun lalu, mungkin karena jalan Tol Jambi Palembang sudah selesai perjalanan lancar sehingga pemudik jarang mampir. 

Mungkin puncak arus mudik nanti akan terjadi pada H-2 atau H-1, lebih banyak lagi yang mampir di Masjid Agung Al Ittihad," katanya, Rabu 26 Maret 2025 malam. 

Maes menyebut, para pemudik yang mampir di Masjid Agung Al Ittihad menurun hingga 60 persen, biasanya H-4 parkiran Masjid penuh dengan kendaraan sekarang ini hanya separonya. 

Selain itu Maes mengimbau kepada para pemudik yang beristirahat di Masjid Agung Al Ittihad untuk sama-sama menjaga kebersihan dan kesopanan,"tutupnya.

M Imam Fahrozi, seorang pemudik asal Kota Serang Prov Banten akan menuju Mandailing Natal Medan Sumatra utara (Sumut), M Imam Fahrozi menuturkan, bahwa selama dalam perjalanan dari pulau Jawa melalui Tol Trans Sumatra diakuinya cukup lancar. 

Kebetulan lanjut Imam, kami ada tiga keluarga konvoian menggunakan dua kendaraan mobil. Imam mengaku istirahat di Masjid Agung Al Ittihad cukup nyaman dengan parkiran yang luas, fasilitasnya banyak, begitu juga dengan jajanannya. 

" Ini pengalaman pertama mudik dan beristirahat di Masjid Agung Al Ittihad Kab Tebo sejak ada Tol Jambi dan kondisi jalan termasuk bagus tidak terlalu banyak berlubang,"tutup Imam. (ARD) 

Minggu, 23 Maret 2025

Ombudsman RI: Puasa Ramadhan Momentum Kepedulian Sosial Melayani Kelompok Rentan

Foto: dok Ombudsman RI

PURWAKARTA,DUASATU.NET- Ribuan  warga kaum dhuafa dan anak yatim piatu dari 3 desa yakni Desa Neglasari, Desa Bojong, Desa Lingasari Kecamatan Darangdan, Kabupaten Purwakarta Propinsi Jawa Barat mendapatkan santunan dalam acara bertajuk gerakan santunan untuk 1700 an anak yatim piatu dan dhuafa yang diselenggarakan oleh pengurus masjid Endan Andansih dan komunitas peduli anak yatim piatu serta kaum dhuafa. 

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Endan Andasih dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk anggota Ombudsman RI, Hery Susanto, dan Kepala BPKP RI, Muhammad Yusuf Ateh. 

Acara ini menjadi momentum berharga dalam memperkuat solidaritas sosial di bulan suci Ramadhan. Kehadiran para tokoh dari berbagai sektor semakin menguatkan pesan kepedulian dan gotong royong dalam membantu sesama, sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan dari kaum dhuafa dan anak yatim piatu. 

“ Kegiatan ini selaras dengan prinsip kesalehan sosial untuk peduli terhadap sesama, bukan hanya dalam bentuk ibadah individual, tetapi juga aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Hery. Acara yang digelar pada Sabtu, 22 Maret 2025, pukul 16.00 ini, dihadiri  pengurus Yayasan Endan Andasih, Ketua Yayasan H. Endang Usman dan Ketua dewan pengawas Iwan Setiawan.

Hery menekankan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah ritual, tetapi juga momen untuk memperkuat kesalehan sosial.

“ Kesalehan individual itu penting, tetapi lebih sempurna jika diiringi dengan kesalehan sosial. Ombudsman RI mengapresiasi kegiatan ini karena sejalan dengan nilai-nilai Pancasila,” tambahnya. 

Ia juga menyinggung tentang ajaran agama Islam yang menekankan pentingnya zakat, infak, dan sedekah sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.

Acara ini diawali dengan kajian islami yang disampaikan oleh KH Agus Gustolani yang mengangkat tema menumbuhkan semangat menuntut ilmu dan menyikapi perbedaan dengan bijak. 

Selain itu, motivator Teh Nanda Dinda juga memberikan inspirasi kepada para peserta dengan pesan tentang pentingnya belajar sejak dini dan menikmati proses menuju kesuksesan. Kehadiran para tokoh ini semakin memperkaya nilai spiritual dan edukatif dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Bang Onim, seorang pejuang kemanusiaan asal Indonesia yang aktif di Gaza Palestina, turut menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya kepedulian sosial. 

“ Kita harus terus menanamkan semangat berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan, apa yang di lakukan hari ini bukan hanya bermanfaat bagi penerima, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi kita semua,” ujarnya. 

Kehadirannya memberikan perspektif lebih luas tentang pentingnya solidaritas, baik dalam skala lokal maupun global.

Hery mengingatkan, negara memiliki tanggung jawab dalam melindungi kelompok rentan, sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 34 ayat (1) UUD 1945 yang menyatakan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar di pelihara oleh negara. 

“ Ombudsman RI mendukung implementasi kebijakan sosial ini, agar mereka yang berhak menerima bantuan benar-benar mendapatkan haknya,” tegasnya. Menurutnya, penanganan fakir miskin tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi juga memerlukan sinergi antara masyarakat, organisasi sosial, dan dunia usaha.

Yayasan Endan Andasih sebagai salah satu penyelenggara kegiatan ini telah lama aktif dalam berbagai program sosial yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Ketua Yayasan Endang Usman menekankan, kegiatan seperti ini harus terus di galakkan untuk menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan peduli. 

“Kami berharap kegiatan ini bisa menginspirasi lebih banyak pihak untuk turut serta dalam aksi sosial demi kesejahteraan bersama,” ungkapnya.

Di akhir acara, ribuan anak yatim piatu dan kaum dhuafa menerima santunan berupa kebutuhan pokok dan bantuan finansial. Para penerima manfaat mengungkapkan rasa syukur mereka atas kepedulian yang diberikan, Siti salah satu warga menyampaikan, Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami, terutama di bulan Ramadan, semoga kebaikan semua pihak yang terlibat dibalas oleh Allah SWT.”

Sebagai bentuk tugas, fungsi dan kewenangannya, Ombudsman RI berperan aktif dalam memastikan transparansi dan efektivitas program sosial yang menyentuh masyarakat.

“ Kami mendukung kebijakan yang berpihak ke masyarakat kecil, kedepan, Ombudsman RI akan memperkuat pengawasan terhadap implementasi program bantuan sosial, agar tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat sosial,” pungkas Hery. (REDAKSI)

Selasa, 18 Maret 2025

140 Bus Mudik Gratis Pulang Basamo Tujuan Sumbar, Diinisiasi Anggota DPR-RI Melintas di Kab Tebo

Bus mudik gratis pulang basamo 2025 tujuan Sumbar/foto: redaksiduasatu


TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Di inisiasi oleh Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat (Sumbar) yang terpilih kembali menjadi anggota DPR-RI periode 2024-2029, ratusan bus mudik gratis bagi warga Padang yang tinggal di perantauan mulai di berangkatkan sejak Minggu 16 Maret 2025.

Joko sopir Bus PO Sumex berujar, rombongan mudik gratis yang di inisiasi oleh anggota DPR-RI asal Padang Andre Rosiade ini berangkat dari Jakarta pada Minggu 16 Maret sebanyak 140 bus dengan tujuan Padang Sumbar. 

Para pemudik asal Padang ini yang tinggal di Jakarta dan Lampung," ujar Joko sang sopir, Senin 17 Maret 2025.

Sementara itu, Fio salah satu pemudik dari Jakarta asal Solok menuturkan, bahwa mudik gratis ini di tanggung oleh anggota DPR-RI asal Sumbar Andre Rosiade. 

Fio mengaku senang dengan adanya mudik gratis bisa ditampung semua untuk pulang kampung," ucapnya singkat. (ARD) 

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional