TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Miris, hari gini jenjang pendidikan tinggi islam di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi di nodai oleh tangan-tangan kotor yang di duga di tilap oleh oknum kampus dengan memanfaatkan program kartu indonesia (KIP) kuliah, dari pemerintah untuk para mahasiswa yang berprestasi dan tidak mampu.
Informasi yang berhasil di himpun bahwa bantuan pendidikan yang seharusnya full di dapat dan di terima mahasiswa kurang mampu diduga dipotong, parahnya lagi KIP di simpan oleh pihak kampus institut agama islam (IAI) Kab Tebo.
Kritik dan kecaman keras di ungkap oleh aktivis gerakan mahasiswa kabupaten tebo (Gemakato), Rengki Delfika, bahwa tindakan yang diduga di lakukan pihak kampus kepada mahasiswa penerima KIP selama ini, mereka hanya mendapat SPP gratis dari beasiswa yang harusnya di terima setiap pencairan sebesar Rp6,5 juta.
" SPP cuma Rp2jt an, artinya Rp4,5 juta lagi dari sisanya di duga digelapkan oleh kampus,"kata Rengki, Minggu 4 Januari 2026.
" Aktivis Gemakato ini meminta pihak kampus untuk segera mengembalikan hak mahasiswa yang diduga di potong, karena di dalamnya juga ada hak anak yatim dan orang kurang mampu.
Terhadap hal ini Rengki pun meminta kepada pihak pemerintah atau yang berwenang untuk segera mengaudit dan memeriksa manajemen kampus," pungkasnya.
Menanggapi persoalan tersebut, rektor IAI Kab Tebo, Nurhuda, Minggu 4 Januari 2025 melalui pesan whatsapp maupun sambungan telpon, hingga berita ini di tulis belum berhasil di hubungi. (ARDI)
