Kepala dinas (Kadis) Perindagkop & UMKM Kab Tebo melalui Kabid koperasi, Iswandi, menjelaskan, untuk melakukan evaluasi pendataan terhadap koperasi yang tidak sehat baik itu simpan pinjam maupun koperasi petani atau perkebunan dan lainnya sebenarnya banyak, namun kami mengalami banyak kendala dan keterbatasan selain mobilitas kendaraan, anggaran dan juga sumber daya manusia (SDM).
"Itu kendala besar kami selain kendaraan, dana dan SDM juga terbatas," ungkap Iswandi, Jum'at 17 April 2026.
Dijelaskan Iswandi, ketika pengurus koperasi tidak di datangi akan cuek tapi setelah ketemu mereka akan banyak bertanya tapi ketika kita mau turun ke lapangan kendaraannya tidak ada, ini yang menjadi kendala.
" Untuk melakukan evaluasi dan pendataan koperasi ini identiknya lebih banyak di lapangan,"kata Iswandi.
Dikatakan Iswandi, menyangkut koperasi tidak sehat, detailnya lebih kepada data, perlu hati-hati karena mungkin akan ada yang melaksanakan rapat anggota tahunan (RAT) atau melapor nanti bakal jelas, jadi saat ini belum bisa sampaikan, kami perlu waktu sedikit,"ujarnya.
Diketahui bahwa evaluasi dan pendataan koperasi tidak sehat ini sebelumnya di sampaikan oleh partai demokrat padq Senin 13 April 2026 lalu dalam rapat paripurna (Rapurna) pandangan akhir fraksi DPRD terhadap laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) bupati Tebo tahun anggaran 2025.
Reporter
ARDI
