Status Siaga Karhutla di Kab Tebo di Perpanjang Untuk Yang Ketiga Kalinya - Media Online : www.duasatu.net

Rabu, 30 September 2026

Status Siaga Karhutla di Kab Tebo di Perpanjang Untuk Yang Ketiga Kalinya

Foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menyebutkan, perkembangan titik hotspot sampai dengan kemarin dan malam tadi Selasa 29 Sep 2026 sudah dirilis oleh badan meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) terpantau di beberapa Kecamatan. 

" Yaitu Kec Tebo Tengah, Sumay dan Muara Tabir, namun kami sudah melakukan pengecekan di lapangan dan sudah dilakukan penanganan dititik hotspot tersebut dan ground chek," kata kepala BPBD Kab Tebo, Joko Ardiawan, Rabu 30 Sep 2026.

Bilang Joko, kalau hari ini seandainya masih di temukan titik hotspot dilakukan pemadaman sekaligus pendinginan. 

" Terkait dengan keadaan yang sekarang dan beberapa hari kedepan, berdasarkan informasi BMKG Jambi, prakiraannya akan ada hujan di Kab Tebo, untuk tiga hari mulai dari hari ini besok dan lusa.

" Kita tetap meningkatkan kewaspadaan dan menghimbau jangan melakukan pembukaan dengan cara membakar, buanglah sampah pada tempatnya, agar terhindar dari potensi kebakaran," imbau Joko. 

Potensi akan terjadinya potensi hujan ungkap Joko, yang ini merupakan informasi dari BMKG, memang beberapa waktu lalu sudah melakukan operasi modifikasi cuaca, juga merupakan upaya untuk pemadaman terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Prov Jambi. 

Lanjut Joko, kita tetap mengamati itu untuk tetap berkoordinasi dengan BMKG terhadap potensi cuaca di Kab Tebo, hari ini maupun kedepan. 

Joko juga menegaskan, untuk perpanjangan kedua status siaga Karhutla di Kab Tebo sampai hari ini,hasil koordinasi kami dengan BMKG dan BPBD Prov Jambi, kami perpanjang untuk tahap ketiga, dari awal bulan Oktober s/d akhir Oktober 2026.

Namun apabila nanti ada situasi yang stabil di pertengahan masa status siaga darurat Karhutla akan kami koordinasikan dan minta petunjuk kembali dengan BMKG untuk penetapan status selanjutnya,"tutup Joko. 

Reporter
ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda