Dinas PUPR Kab Tebo Ungkap Soal Penggunaan Rp80 Milyar Dana Pinjaman Dari PT SMI - Media Online : www.duasatu.net

Senin, 05 Januari 2026

Dinas PUPR Kab Tebo Ungkap Soal Penggunaan Rp80 Milyar Dana Pinjaman Dari PT SMI

Plt Kadis PUPR Kab Tebo, Sardi, ST/foto: dok redaksiduasatu

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Rencana penggunaan dana pinjaman pt sarana multi infrastruktur (PT SMI) rencananya untuk menyelesaikan perbaikan jalan utama beberapa tempat di Kabupaten Tebo, ruas utamanya jalan paal 12 sampai jalan 21 Rimbo Bujang,"ujar pelaksana tugas (Plt) Kadis pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), Sardi, Senin 5 Januari 2025.

Ruas utamanya jalan paal 12 jalan 21 Rimbo Bujang, tetapi nanti tergantung kecukupan dananya, jadi di ruas jalan 21 itu di alokasikan kurang lebih Rp72 milyar,"katanya lagi. 

Kemudian satu ruas lagi lanjut Sardi adalah jalan utama di Kec VII Koto Ilir tepatnya di depan kantor Kecamatan karena lintasan produksi dari dalam melalui penyeberangan karena jalan tersebut sering rusak, di satu sisi akses pelayanan publik di kantor Camat, makanya itu kita tangani dananya kurang lebih sebesar Rp8 milyar. 

" Penanganan untuk jalan 21 kita mulai dari ujung reged beton yang sudah di kerjakan beberapa tahun lalu, nanti di bagian awal dari paal 12 sampai Blok E Alai Ilir beberapa titik di lakukan penanganan reged beton tapi untuk unit 15 arah Rimbo Bujang yang kondisinya masih relatif bagus hanya di overlay," ucap Sardi. 

Sardi menegaskan, fokus penanganan jalan tersebut hanya di dua ruas saja meskipun di ruas jalan Kabupaten itu sebenarnya tiga ruas, Paal 12 Blok E dan Blok E jalan 21, tetapi kalau masyarakat secara umum taunya jalan 21.

Lebih lanjut ungkap Sardi, mengenai perencanaan jalan tesebut sudah di rencanakan pada tahun sebelumnya, ruas jalan itu sudah pernah kita usulkan dari dana alokasi khusus (DAK) dan dana inpres jalan daerah waktu itu tapi karena belum full akan kita tangani dengan menggunakan dana pinjaman PT SMI ini. 

" Pada tahun 2025 di perubahan kemarin perencanaannya yang sudah ada kita review kembali dan disesuaikan karena jalan Inpres daerah cukup mahal jadi kurang efektif namun data awalnya kita pakai dan desainnya ada sedikit perubahan di sesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. (ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda