Karhutla Dikawasan Hutan Tabir Kejasung, Tebo Jambi Fokus Pemadaman Penyebab Belum Diketahui - Media Online : www.duasatu.net

Kamis, 10 September 2026

Karhutla Dikawasan Hutan Tabir Kejasung, Tebo Jambi Fokus Pemadaman Penyebab Belum Diketahui

Pemadaman kawasan hutan beberapa waktu lalu/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kesatuan pengelolaan hutan produksi (KPHP) Tebo Timur Unit X, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, melalui Kasi perlindungan hutan (Linhut) Suhirman, mengatakan, bahwa kebakaran lahan yang terjadi beberapa waktu yang lalu di desa Teluk Pandak, Kecamatan Tebo Tengah di kawasan hutan produksi (HP) Tabir Kejasung seluas 50 hektar saat ini penyebabnya belum dapat diketahui," ucapnya via telpon, Rabu 9 Sept 2026.

Awal mula api membakar kawasan HP tersebut belum dapat di ketahui, apakah ada campur tangan manusia tidaknya dari luas lahan 50 hektar yang terbakar itu, namun pastinya di luar luasan 20 hektar yang dikelola kelompok tani hutan (KTH) Tanah Tumbuh tapi masih dalam kelompok hutan Tabir Kejasung dan di kuasai oleh masyarakat," tegas Suhirman. 

Sementara vegetasi lahan yang terbakar menurut Suhirman, ada jenis tanaman karet, di bawahnya di tanami sawit kalau di perhatikan berdasarkan foto, karena pada waktu itu saya tidak turun langsung ke lapangan tapi Ka KPH. 

Turunnya Ka KPH kelapangan bukan untuk melakukan penindakan secara hukum tapi hanya memantau sampai dimana api apa masih hidup atau sudah padam selanjutnya diupayakan untuk di lakukan pendinginan jangan sampai terjadi seperti dua minggu lalu sudah di padami kita tinggal, hidup lagi,"ujar Suhirman. 

" Makanya kata Suhirman, kawasan hutan sekarang di pantau terus oleh KPH, jangan sampai kebakaran tersebut terjadi lagi. 

Sejauh ini ungkap Suhirman Karhutla yang terjadi di kawasan hutan didesa Teluk Pandak belum ada di lakukan penindakan secara hukum, lantaran terjadinya kebakaran secara tiba-tiba api sudah merambat ke kawasan hutan yang 50 hektar. 

Sedangkan KTH Tanah Tumbuh menjaga jangan sampai terjadi kebakaran ke lahannya tapi masih juga merembet apalagi kejadiannya hingga malam hari tidak dapat dipertahankan atau dicegah, apalagi kita mau melakukan penindakan hukum tidak ada lagi yang disalahkan," imbuh Suhirman. 

Reporter
ARDI

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda