Media Online : www.duasatu.net: Hukrim
Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hukrim. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Oktober 2026

Kebakaran Meluluhlantakkan Pasar Unit 6 Desa Tirta Kencana, Kab Tebo, 4 Unit Armada Dikerahkan

Pasar unit 6 Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Empat unit armada dinas pemadam kebakaran dan penyelamat (Damkarmat) Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, diantaranya dua unit Pos Rimbo Bujang, satu unit dari Pos Mako dan satu Pos Tebo Ulu, dikerahkan untuk berjibaku memadamkan kebakaran yang meluluhlantakkan kawasan Pasar unit 6, desa Tirta Kencana, Kecamatan Rimbo Bujang, sekira pukul 20.30 Wib malam, Sabtu 31 Oktober 2026.

Api yang berkobar dan membumbung tinggi mengundang perhatian warga setempat berupaya melihat langsung proses pemadaman kebakaran yang di lakukan oleh petugas Damkarmat agar tidak meluas dan merembet ke bangunan lainnya. 

Melalui pesan whatsapp, kepala dinas Damkarmat Kab Tebo melalui Kabid Damkarmat, menyebutkan, bahwa empat unit armada diantaranya dua unit dari Pos Rimbo Bujang, satu unit Pos Mako dan satu lagi dari Pos Tebo Ulu, di kerahkan untuk memadamkan kebakaran tersebut," tulisnya. 

Hingga berita ini ditulis Damkarmat Kab Tebo belum dapat menyampaikan keterangannya terkait dengan penyebab kebakaran maupun kerugian para korban, petugas masih berupaya melaksanakan pemadaman dilokasi," tutupnya.

Reporter
ARDI

Kamis, 29 Oktober 2026

Kejari Tebo Lakukan Penyidikan Dugaan Korupsi HTR Tahun 2010, Koperasi Maju Bersama: Itu Perdata

Salah satu Areal HTR Koperasi Maju Bersama dari tanaman karet beralih jadi tanaman kelapa sawit/foto: dok istimewa

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kejaksaan negeri (Kejari) Tebo melalui seksi tindak pidana khusus melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi dalam pembiayaan pada areal izin usaha pemanfaatan hasil kayu pada hutan tanaman rakyat (HTR) koperasi maju bersama (KMB),"ungkap Kasi Pidsus Novy Saputra, ditemui sejumlah wartawan, Kamis 29 Oktober 2026.

Saat ini kami sedang melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan juga laporan. " Untuk saksi sudah cukup lumayan banyak yang kamin periksa cuma masih ada lagi yang akan dilakukan pemeriksaan,"lanjutnya.

Disampaikan Novi, sebelumya juga telah melaksanakan pemeriksaan setempat terhadap objek lahan HTR, yang kami lakukan Jum'at dan Sabtu lalu, kami chek kelapangan dengan mengajak orang-orang yang memang pada waktu itu mengetahui kejadiannya. 

Novy melanjutkan, saat ini kita masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi maupun keterkaitan dengan BPK RI," ucapnya singkat. 

Terpisah Ketua KMB, Azri, mengatakan, KMB ini mendapat izin dari perubahan hutan produksi (HP) menjadi HTR, melalui pengurusan KMB mendapat izin seluas 2.263,74 hektar pada tahun 2010.

Lebih jauh ucap Azri, pada waktu itu ada program pembiayaan dicanangkan oleh badan layanan umum (BLU) Pusat pembiayaan pembangunan hutan (P2H) Kemenhut, waktu itu kita coba ajukan pinjaman pembiayaan kepada kementerian. 

Lanjut Azri, pada waktu itu Kementerian melakukan evaluasi cek kebenaran lokasi, setelah itu BLU membuat satu perjanjian akta notaris di Muara Bungo, tentang pinjaman dana bergulir untuk luas lahan sekitar 300 hektar per hektar sekitar Rp48 juta untuk digunakan staking, pembibitan dan pemeliharaan. 

Azri menyebut pada waktu itu ada 4 kali penyaluran dan itu dilakukan evaluasi oleh Kemenhut, P2H dan KLH dan Dishut Kab Tebo. Setelah dievaluasi, dan di laksanakan maka turun lagi pembiayaan. 

" Kemudian pada tahun 2019 terang Azri, seharusnya kita sudah melakukan pembayaran terhadap pinjaman, tapi oleh anak buah ada masalah dilapangan tidak disetorkan ke koperasi sebanyak dua kali, lima juta dan enam juta rupiah yang di setorkan ke Kementerian,"katanya.

Namun selanjutnya timbul penagihan piutang oleh Kementrian maka kita belum sempat melakukan pembayaran. " Waktu itu bilang Azri, Kemenhut melimpahkan ke kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) Prov Jambi, kita membuat kesepakatan untuk membayar utang pokok sekitar Rp1,4 milyar, kalau tidak di bayar akan disita. 

Ketika kita akan menyelesaikan itu ada panggilan dari Kejari Tebo, karena adanya laporan dari masyarakat bahwa adanya indikasi dugaan tindak pidana korupsi dalam pembangunan HTR. Diakui Azri, dia sudah dua kali dipanggil dan saya jelaskan mekanismenya, tapi saya tidak melihat dari mana mensreanya bisa lari ke korupsi, sementara ini murni utang piutang, Perdata. 

Saat ini ramahnya sedang berjalan yang di lakukan proses pemeriksaan lokasi, 300 hektar yang dibangun ada atau tidak begitu juga izinnya dan ini sedang di lakukan oleh BPK RI,"imbuh Azri. Kemarin beberapa hari lalu, saya mendampingi BPK RI untuk cek lokasi, ternyata semua lokasi dan pohon karetnya pun ada, cuma kesalahan dari koperasi belum setor terkait piutang berdasarkan akta notaris No 90/2010.

Beber Azri, pinjaman yang sampai ke kita itu sekitar Rp1,4 milyar, tambah bunga total yang harus kami kembalikan sekitar Rp2,5 milyar. "Kalau saya melihat persoalan ini perdata murni karena berdasarkan akta notaris, perjanjian, tidak ada mensrea korupsinya. 

Ucap Azri, kalau memang saya korupsi bersyukur juga, artinya bisa korupsi Rp2,5 milyar tapi inikan tidak ada, justru saya sampaikan ke pihak Kejari Tebo, silahkan lakukan pemeriksaan bagaimana akhirnya nanti dan mereka sudah cek lokasi, dari 300 hektar yang dibiayai cuma 150 hektar dan itu masih ada. 

" Kalau perdata, ini yang sedang kita upayakan sekarang bagaimana untuk mengembalikan piutang kepada negara secepat mungkin,"pungkas Azri. 

Reporter
ARDI

Rabu, 28 Oktober 2026

Inspektorat: Laporan Hasil Audit DD Sungai Rambai di Serahkan Ke Polres Tebo Minggu Depan

Kepala Inspektorat Kab Tebo, Nafri Junaidi, SH, MH/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Inspektorat Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, menyatakan bahwa hasil audit terhadap dana desa (DD) tahun 2025, Sungai Rambai Kecamatan Tebo Ulu, rampung pada akhir bulan Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan oleh kepala Inspektorat Kab Tebo, Nafri Junaidi, di temui dikantornya pada Rabu 28 Oktober 2026, bahwa kami sedang berupaya untuk menyelesaikan proses audit DD Sungai Rambai. 

" Kita saat ini sedang menyusun laporan final terhadap DD Sungai Rambai, dan di upayakan prosesnya selesai dalam bulan Oktober 2026 ini, "lanjut Nafri Junaidi. 

Nafri menyebutkan, apabila tidak ada halangan lain, dalam minggu depan laporan tersebut sudah diserahkan ke Polres Tebo. 

" Iya insyaallah dalam bulan Oktober 2026 ini selesai langsung diserahkan ke Polres Tebo,"kata Nafri singkat. 

Reporter
ARDI

Jumat, 23 Oktober 2026

Tr*g*s di Tebo Jambi, Seorang Warga Diduga T*w*s Saat Sedang Padamkan Kebunnya Yang Terbakar

Kondisi korban padamkan kebun yang terbakar/foto: dok BPBD Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Tragis seorang warga desa Jambu, Kecamatan Tebo Ulu, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, di ketemukan tewas mengenaskan di dalam kebunnya yang terbakar dalam posisi terlungkup, dengan pakaian yang dikenakan setengah terbakar dibagian depan, Jum'at 23 Oktober 2026.

Kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Kab Tebo, Joko Ardiawan dihubungi duasatu.net, melalui via telpon, membenarkan telah terjadi kebakaran lahan pada Jum'at 23 Oktober 2026 sekira pukul 13.30 Wib, dan tim reaksi cepat (TRC) langsung turun kelokasi untuk melakukan pemadaman. 

Ungkap Joko, selanjutnya baru kami ketahui bahwa ada korban, merupakan pemilik lahan yang terbakar tersebut. Dalam laporan awal tidak ada korban, tapi cuma lahan terbakar. 

Setelah kami telusuri, korban yang sudah dalam kondisi meninggal adalah pemilik lahan tersebut,"ucap Joko. 

Menurut informasi, lanjut Joko, korban berusaha untuk memadamkan kebun yang terbakar sendiri sebelum adanya laporan. Begitu ada laporan disampaikan kepada kami adanya korban kita turun ke lapangan membantu memadamkan lahan yang terbakar. 

Joko melanjutkan, setelah diketahui ada korban, anggota TRC langsung lakukan evakuasi terhadap korban. Penyebab meninggalnya korban, sambung Joko, masih di telusuri namun tadi juga sempat ada informasi, bahwa korban berusaha memadamkan api di lahan yang terbakar. 

" Korban sudah dilakukan evakuasi dan langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,"terang Joko. 

Sementara itu menurut salah seorang warga desa Jambu, Sahendra, menuturkan, bahwa korban yang tewas di kebun berupaya untuk memadamkan kebun yang terbakar bernama Mawardi Satrowiyoto, merupakan seorang guru di salah satu sekolah menengah pertama (SMP),"terangnya singkat. 

Reporter
ARDI

Terkait Pemasangan Pipa PT Montd'Or Oil Tungkal Ltd di Kunangan, Satreskrim Polres Tebo Periksa Sejumlah Saksi Pelapor

Kuasa hukum dampingi saksi pelapor, usai diperiksa/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dugaan pengerusakan dan penyerobotan lahan milik Marzuki oleh PT Montd'Or Oil Tungkal Ltd dan kontraktor pelaksana PT Olindo Nusa Surya, berlokasi di desa Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, terus bergulir. 

Leornardus Siahaan, kuasa hukum pemilik lahan, usai mendampingi para saksi kliennya, mengatakan, bahwa saksi dari pihak kami telah memenuhi panggilan dan pemeriksaan di Satreskrim Polres. 

Lebih jauh Leo mengungkap, bahwa dari keterangan yang disampaikan oleh saksi klien kami, kepemilikan tanah Marzuki adalah sah sesuai dengan surat jual beli yang dimilikinya. 

Namun ungkap Leo, sebelum para saksi klien kami mendatangi Polres Tebo untuk dimintai keterangannya, di duga ada seseorang menemui para saksi mencoba dengan maksud agar jangan hadir dalam pemeriksaan di Satreskrim Polres Tebo. 

" Saksi yang kami hadirkan ke penyidik Satreskrim Polres Tebo, berjumlah empat orang, semuanya sudah diperiksa untuk menberikan keterangan sebagaimana mestinya,"ujar Leo, Kamis 22 Oktober 2026.

Leo menyebutkan, bahwa saksi kunci pada saat itu penjual tanah bernama Hadirin, sebagaimana di ketahui klien kami telah membeli tanah tersebut dari Hadirin. Sementara seseorang mengaku membeli tanah dari Hadirin juga berinisial AL, namun luas lahannya sudah di selesaikan. 

" Yang kami tau sambung Leo, pada tahun 2015, klien kami pernah di laporkan ke Polres Tebo, dan sudah ada penyelesaian, kami heran juga bisa ada sengketa lagi dilahan tersebut," tutup Leo. 

Reporter
ARDI

Senin, 12 Oktober 2026

Kuasa Hukum Marzuki Resmi Laporkan PT Montdor Oil, PT Olindo dan Kades Kunangan Ke Polres Tebo

Kuasa hukum Marzuki, Leopardus Siahaan, SH/foto: duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Kuasa hukum Marzuki, Leonardus Siahaan, SH dan Adlinsyah SH, resmi melapor PT Montdor Oil, PT Olindo dan oknum pemerintah desa (Pemdes) dalam hal ini kepala desa (Kades) Kunangan, Kecamatan Tebo Ilir, ke Polres Tebo, Senin 12 Oktober 2026.

Leonardus Siahaan, usai resmi melapor para terlapor, menegaskan, terkait dengan yang kita sampaikan sebelumnya bahwa, itikad baik dari PT Montdor Oil, PT Olindo ataupun pihak Pemdes Kunangan yang tidak menghiraukan somasi yang kita layangkan. 

" Hal ini sesuai dengan tenggang waktu somasi yang di layangkan bahwa hari kita telah melakukan laporan di Polres Tebo, atas dugaan pengerusakan dan penyerobotan oleh tiga terlapor tersebut," ucap Leo. 

Leo melanjutkan, terlapor pertama adalah PT Montdor Oil, terlapor kedua PT Olindo dan terlapor ketiga Kades Kunangan. 

Dari tindaklanjut kita ucap Leo, semoga laporan yang kami layangkan segera di tindaklanjuti oleh Polres Tebo 

"Mengingat dari kemarin klien kami sudah beberapa kali ditemui oleh pihak perusahaan maupun Pemdes Kunangan, tidak memberikan izin, namun mereka masih berani melakukan aktivitas dilahan klien kami,"tutupnya.

Reporter
ARDI

Selasa, 06 Oktober 2026

Kebakaran Melanda Pabrik Percetakan di Kawasan Pasir Gadung, Cikupa, Tangerang Banten

Pabrik percetakan yang terbakar/Foto: Raefudin

TANGERANG,DUASATU.NET- Pabrik percetakan kemasan plastik dan kertas PT Respati Kemasindah yang berada di jalan raya Otonom, Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, terbakar, sekira pada Selasa 6 Oktober 2026.

Menurut laporan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) dan dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Damkarnat) Kab Tangerang, menyebutkan, bahwa dalam peristiwa kebakaran tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa, karena seluruh karyawan langsung berhamburan menyelamatkan diri saat api mulai membesar dan terdengar rentetan suara ledakan.

Berdasarkan dalam rekaman video yang di bagikan, setidaknya terdapat dua bangunan ambruk dalam peristiwa kebakaran tersebut. 

Petugas Damkar, sedang berupaya melakukan pemadaman dan melokalisir agar tidak merembet kebangunan lainnya. Untuk sementara penyebab belum dapat diketahui. 

Reporter
RAEFUDIN

Jumat, 02 Oktober 2026

Carry Pickup Nyungsep Ke Semak Belukar di Jalan Lintas Tebo-Bungo KM 11

Mobil Carry Pickup yang nyungsep di KM 11 jalan lintas Tebo-Bungo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Sebuah mobil pickup warna putih jenis carry bernomor polisi (Nopol) BH 8471 KP membawa barang dagangan di duga mengalami kecelakaan (Laka) tunggal, melompati trotoar hingga terperosok ke semak belukar di jalan lintas Tebo-Bungo KM 11 Kecamatan Tebo Tengah, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, Jum'at 2 Oktober 2026, sekira pukul 13.00 Wib. 

Diketahui mobil carry pickup tersebut di kemudikan oleh Margono, warga dari Kab Muara Bungo tersebut mengaku mengantuk sehingga hilang kendali meluncur masuk kedalam semak belukar. 

Margono mengatakan, dia baru saja berjualan dari Pasar Muara Tebo, akan pulang ke Muara Bungo, pada saat dalam perjalanan diakuinya sudah terasa sedikit mengantuk karena masih dalam kondisi sadar dipaksa terus berjalan, tetiba mobil sudah keluar jalur arah berlawanan masuk kedalam semak belukar. 

Pada saat berkendara, sesaat sebelum terperosok, pas dilokasi kebetulan sedang tidak ada kendaraan lain dari arah yang berlawanan,"ujar Margono singkat. 

Pantauan di lokasi tampak petugas kepolisian dari Polsek Tebo Tengah sedang melakukan identifikasi dan evakuasi kendaraan, beruntung dalam kecelakaan tersebut tak ada korban jiwa dan sang sopir sama sekali tidak mengalami luka. 

Reporter
ARDI

Kamis, 01 Oktober 2026

Pencuri Sawit Kabur, Diduga Kelelahan Saat Kejar Pelaku, Security PT Tebo Alam Lestari M*n*ngg*l Dunia

Empat orang diduga pelaku pencuri sawit PT TAL, sebelum kabur/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Dugaan aksi pencurian buah sawit terjadi pada Kamis 1 Oktober 2026 sekira pukul 02.00 Wib dini hari, di areal perkebunan pt tebo alam lestari (PT TAL) desa Semambu, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, 

Menurut keterangan petugas keamanan PT TAL, Riko, mengungkapkan, di ketahui pada saat itu kami sedang berada di pos sekitar kebun, terlihat empat orang terduga pelaku sedang melansir buah sawit menggunakan tiga unit sepeda motor. 

Riko menyebutkan, buah sawit yang dicuri oleh para pelaku yang berhasil di amankan sekitar 6 pikul (kwintal) namun sayangnya para pelaku kabur semua pada saat kami sedang mengamankan barang bukti (BB) ke mobil. 

" Meski demikian keempat pelaku sudah sempat didokumentasikan, foto-foto wajah mereka sudah dapat diketahui," lanjut Riko, dihubungi via sambungan telpon, Kamis 1 Oktober 2026.

Selain BB berupa buah sawit, tiga sepeda motor milik terduga pencuri berhasil di amankan,"kata Riko. 

" Mereka keempat terduga meninggalkan sepeda motornya kabur berlarian ke dalam perkebunan sawit, sempat dikejar, namun disitulah terjadi komandan kami,"ungkap Riko. 

Sementara itu manajer PT TAL, Haris Sibuea, dikonfirmasi via telpon, Kamis 1 Oktober 2026 membenarkan, telah terjadi dugaan pencurian brondolan buah sawit tersebut, nami unt kerugian belum dapat diketahui. Selain itu Haris juga tak menampik para pelaku kabur. 

Haris menegaskan, bahwa kasus dugaan pencurian brodol sawit ini telah dilaporkan kepada Polsek Sumay. 

Reporter
ARDI

Restoratif Justice PN Tebo Ditolak Korban, Terdakwa Dikenakan Pasal 448 Ayat 1

Juru bicara PN Tebo, Rudy M Pardosi/foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Sesuai dengan pembaharuan hukum acara pidana terbaru, KUHP dan KUHAP, maka peralihan dari acara biasa yang awalnya di periksa oleh tiga orang majelis di perbolehkan dan diatur hukum acara terbaru, diperiksa menjadi acara singkat oleh hakim anggota karena jabatannya," ujar juru bicara (Jubir) pengadilan negeri (PN) Tebo, Rudy M Pardosi, Rabu 30 September 2026.

Rudy melanjutkan, bahwa peralihan itu dapat dilihat pasal 205 yang ayat 1 itu pada dasarnya majelis hakim dalam memeriksa perkara sudah mengupayakan mekanisme keadilan restoratif, namun berdasarkan laporan yang kami terima korbannya tidak bersedia untuk melakukan kesepakatan perdamaian. 

" Korban tidak bersedia melakukan kesepakatan perdamaian, maka di lanjutkan dengan pasal 205 ayat 2 tentang pengakuan bersalah dari pihak terdakwanya, dari 205 ayat 2 ada syaratnya. 

" Ketika syaratnya semua sudah terpenuhi maka bisa dialihkan ke pemeriksaan acara singkat diperiksa oleh hakim tunggal yaitu hakim anggota dua karena jabatannya untuk memeriksa perkara sebagaimana disebutkan dalam surat edaran mahkamah agung (SEMA) No1/2026 tentang implementasi KUHP dan KUHAP terbaru," kata Rudy. 

Sedangkan ancaman tindak pidana yang didakwakan dipasal 448 ayat 1, pidana penjara 1 tahun dan kategori denda, kategori 2,"pungkas Rudy. 

Reporter
ARDI

Kamis, 17 September 2026

Beredar Video Warga, Hasil Cor Jalan Lingkungan Desa Tuo Ilir, Kab Tebo, Begini Kondisinya

Kondisi cor jalan lingkungan desa Tuo Ilir, Kec Tebo Ilir, Kab Tebo/foto: Ist

TEBOJAMBI,DIASATU.NET- Beredar video hasil pengecoran jalan lingkungan di Desa Tuo Ilir, Kecamatan Tebo Ilir, Kabupaten Tebo mengungkap dugaan pelanggaran mutu beton f’c = 14,5 MPa (K175). Proyek Dinas PUPR Tebo senilai Rp953 juta lebih itu terlihat tidak menggunakan batu split.

Padahal untuk pekerjaan 1 M³ mutu beton rendah f’c = 14,5 MPa (K175) pun, standar SNI mewajibkan komposisi 1:2:3. Artinya 3 bagian wajib batu split sebagai penahan beban tekan.

Video yang direkam warga pada malam hari, adukan yang dituang ke bekisting hanya berupa campuran semen dan pasir halus yang sangat encer. Tidak terlihat satu pun agregat kasar batu pecah 10-20mm. Di detik 17, warga bahkan dengan mudah membenamkan tangan ke dalam adukan.

“ Praktis ini cuma adonan pasir semen, bukan beton. Mana split-nya? Kalau tidak ada split, K175 dari mana? Ini untuk jalan poros beban 12 ton,” kata warga.

Sementara kondisi adukan yang encer mengindikasikan kelebihan air (water-cement ratio tinggi) yang akan membuat beton keropos dan retak dalam hitungan minggu.

Hingga berita ini ditulis, PPTK kegiatan berinisial Feb, Rabu 16 September 2026 via pesan WhatsApp, sepertinya belum berkenan untuk menjelaskan hilangnya batu split tersebut dan volume rigid yang dihasilkan dari anggaran Rp953 juta.

Reporter
ARDI

Rabu, 16 September 2026

Ka BKSDA Jambi: K*m*tian Anak Gajah di Kab Tebo Dalam Penyelidikan Balai Gakkumhut Sumatera

Foto: Ist

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Seekor anak gajah ditemukan sudah dalam kondisi mati mengenaskan, di desa Muara Sekalo, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi, pada Agustus 2026 yang lalu. 

Terkait hal itu di hubungi melalui sambungan telpon, Kapolsek Sumay, AKP Irvan Pane, yang turut melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) enggan mengomentari terhadap kematian anak gajah di desa Muara Sekalo. 

" Itu kewenangan balai konservasi sumber daya alam (BKSDA) kami tidak bisa berkomentar,"katanya singkat, Rabu 16 September 2026.

Sementara itu kepala balai KSDA Prov Jambi, Himawan Sasongko, dalam pernyataan resminya via pesan whatsapp, Rabu 16 September 2026, menyatakan bahwa kematian gajah sudah dilakukan nekropsi dan pengambilan sampel serta uji lab utk EEHV (hasilnya negatif), namun masih ada uji toksikologi sedang berlangsung. 

Sudah di laporkan sejak tanggal 24 Agustus 2026, cek lapangan dan Nekropsi atau pengambilan sampel pada tanggal 25 Agustus lalu. 

Sedangkan untuk proses penyelidikannya dilakukan oleh balai penegakkan hukum kehutanan (Gakkumhut) Sumatera," tulis Himawan Sasongko, singkat. 

Reporter
ARDI

Senin, 14 September 2026

Proyek Rp3,2 Miliar di Labura Diduga LPA Spek A Diganti, Lebih Banyak Material Abu Dari Batu Split

Proyek pengaspalan jalan Aek Kanopan-Bandar Manis senilai Rp3.276.200.000 dibiayai DBH sawit/foto: dok Ifnu Sungkowo

LABURA,DUASATU.NET- Proyek pengaspalan jalan Aek Kanopan-Bandar Manis senilai Rp3.276.200.000 dibiayai dari dana bagi hasil (DBH) sawit TA 2026 diduga dikerjakan asal-asalan. Material lapis pondasi agregat LPA yang dihampar disinyalir tidak sesuai spesifikasi kontrak dan justru diakui petugas sendiri lebih banyak abunya.

Pantauan dilapangan, Senin 14 Sept 2026 di jalan perkebunan sinar mas Kanopan Ulu, Kec Kualuh Hulu, material yang diratakan motor grader di dominasi tanah dan abu. Padahal dalam RKS, LPA Kelas A wajib bergradasi batu pecah 1,5 inci s/d No.4.

Pengakuan mengejutkan datang dari petugas lapangan proyek bermarga Manurung. Saat dikonfirmasi di lokasi, ia tidak menampik adanya ketidaksesuaian.

" Abunya agak banyak. Batunya sikit," ucap Manurung.

Lebih parah lagi, dari pihak Dinas PU Labura melalui perwakilannya mengakui material yang dipakai bukan LPA Kelas A.

" Itu bes spek B,"ujar petugas dari Dinas PU.

Pernyataan ini kontradiktif dengan papan proyek yang terpasang. Jika yang di kerjakan Spek B, maka jelas terjadi penyimpangan terhadap kontrak dan spek teknis yang seharusnya.

Mirisnya lagi proyek milyaran pekerjaan dan petugas tidak profesional dengan tidak terlihat adanya pengujian mutu material dan pengawasan dari konsultan supervisi maupun PPK saat material datang.

Dalam video yang diambil awak media juga photo lapangan, terlihat jelas kondisi pondasi sangat lunak. Bekas ban alat berat dalam dan material mudah tergerus. Warga khawatir jalan yang baru dibangun akan cepat rusak dan anggaran Rp3,2 Miliar terbuang percuma.

Proyek ini dikerjakan CV Tujuh Bintang Gemilang dengan konsultan supervisi CV Wastu Cipta Consultant. Hingga berita ditulis, PPK dan Konsultan belum memberikan klarifikasi resmi.

Pakar konstruksi Hutajulu menilai, "jika pondasi sudah menggunakan material di bawah spek, maka usia jalan tidak akan sampai 1 tahun. Ini pemborosan uang negara," ujarnya via pesan singkat.

Warga mendesak Bupati Labura, Inspektorat, dan Aparat Penegak Hukum segera turun, menghentikan pekerjaan, dan mengaudit proyek ini sebelum terlambat.

Reporter
IFNU SUNGKOWO

Rabu, 09 September 2026

Pasca Rakit Dompeng Dibakar, Warga Puntikalo Diduga Di*nc*m Akan di B"n*h, Korban Lapor Pelaku Ke Polres Tebo

Rakit dompeng yang berhasil dieksekusi oleh Polres Tebo belum lama ini di Puntikalo/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Pasca
satu orang pekerja penambang emas tanpa izin (PETI) di serahkan oleh warga desa Puntikalo Kecamatan Sumay ke Polres Tebo dan dua unit rakit di eksekusi pihak kepolisian, terjadi dugaan pengancaman terhadap salah satu warga Puntikalo. 

Usai melaporkan peristiwa dugaan pengancaman tersebut ke Polres Tebo, Boby Hartanto, warga desa Puntikalo mengatakan, bahwa seseorang lakukan pengancaman terhadap orang tuanya. 

Boby menyebutkan, menurut keterangan orang tuanya, ada sekitar lima orang yang melakukan pengancaman, tapi kita fokusnya cuma satu orang. " Orang tersebut mengancam mau membunuh orang tua saya,"ungkap Boby. 

Ancaman diduga menurut Boby akibat aktivitas rakit dompeng PETI pada beberapa waktu yang dibakar massa di perbatasan antara desa Teluk Langkap-Puntikalo. 

Ungkap Boby, emak saya memang menentang aktivitas PETI, pada dasarnya dia terserah mau dompeng dimana asal jangan di Sungai Batanghari yang masuk ke dalam desa Puntikalo,"tegasnya.

Lanjut Boby, dia mau dompeng di kebun dan tanah dia, silahkan tapi asal jangan di sungai Batanghari yang ada di Puntikalo. Harapan kita karena ini sudah pengancaman, tolong laporan saya di tindaklanjuti oleh pihak kepolisian,"
pintanya.

Selain itu Boby menyatakan, ancaman di lakukan sudah berkali-kali, kita ada bukti terhadap ancaman tersebut," pungkasnya.

Terpisah Kapolres Tebo melalui Kanit Reskrim, William Simbolon membenarkan, telah menerima laporan seorang masyarakat desa Puntikalo, dan terhadap pelaporan itu pasti  akan kami tindaklanjuti,"ucapnya.

Sementara itu William mengatakan, kami dari pihak Polres Tebo, mewarning stop melakukan aktivitas PETI, siapapun orangnya tidak ada yang kebal hukum," katanya.

Untuk menindaklanjuti laporan ini, kami akan melakukan penyelidikan terlebih dulu siapa-siapa saja yang terlibat dalam pengancaman tersebut akan di lakukan pemeriksaan,"ujar William. 

Reporter
ARDI

Minggu, 30 Agustus 2026

Sejak Januari-Agustus 2026 Luas Lahan Terbakar di Sebabkan Karhutla di Kab Tebo, 96,81 Hektar

Kepala BPBD Kab Tebo, Joko Ardiawan/foto: dok duasatu.net

TEBOJAMBI,DUASATU.NET- Luas lahan terbakar dari Januari s/d Kamis tanggal 27 Agustus 2026 kemarin adalah 96,81 hektar hampir tersebar di seluruh Kecamatan di wilayah yang ada di Kabupaten Tebo, Provinsi Jambi,"ungkap kepala badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) Tebo, Joko Ardiawan. 

" Itu tersebar di lahan masyarakat maupun perusahaan di Kab Tebo," lanjutnya. 

Joko menjelaskan, bahwa kami saat sedang menindaklanjuti instruksi menteri dalam negeri (Mendagri) No1/2026, pada intinya adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), melarang pembukaan lahan dengan cara membakar. 

"Ini fokus khusus kepada Bupati, dalam instruksi No1/2026 itu di sampaikan bahwa agar untuk di lakukan sosialisasi kemudian melakukan penanganan dan mencegah Karhutla yang ada di wilayah Kabupaten masing-masing," jelas Joko, Sabtu 29 Agustus 2026.

" Instruksi tersebut tegas Joko, lebih kepada mengutamakan pencegahannya, kalau untuk peraturan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku,"tutupnya.

Reporter
ARDI

Selasa, 25 Agustus 2026

Karhutla Tiap Hari Makin Menggila, Damkarmat Kab Tebo Berhasil Tangani Sejumlah Kebakaran Lahan di Beberapa Kecamatan

Kebakaran lahan di jalan Imam Bonjol unit 2 Kec Rimbo Bujang pada Selasa 25 Agustus 2026 dini hari/foto: dok Damkarmat Kab Tebo

TEBOJAMBI,DUASATU.NET-
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Tebo, makin menggila, setiap hari selalu ada saja lahan yang terbakar, seperti di laporkan oleh dinas pemadam kebakaran dan penyelamat (Damkarmat) Tebo, pada Minggu 23 Agustus 2026 di Pelayang Kec Tebo Tengah dan Mengupeh, Kec Tengah Ilir, di susul, Senin 24 Agustus 2026 di BBI Paal 10 Kec Tebo Tengah lalu di Jalan Serdang Unit 10 Kec Rimbo Ulu, dan hari ini Selasa 25 Agustus 2026 di jalan Imam Bonjol Unit 2 Kec Rimbo Bujang. 

Kadis Damkarmat Kab Tebo melalui Kepala bidang (Kabid) Damkarmat, Habibie mengatakan, Minggu 23 Agustus kemarin sekitar jam 1.18 Wib, mendapat laporan kebakaran lahan di pinggir jalan di desa Pelayanan Paal 16 Kec Tebo. Kemudian kami mendapat laporan lagi pada jam 02.25 Wib terjadi kebakaran lahan seluas 1 hektar di desa Mengupeh Kec Tengah Ilir, dapat kita tangani.

Kemudian Habibie melanjutkan, sekira pukul 11.27 Wib terjadi kebakaran lahan dengan luas 1/4 hektar di jalan Serdang unit 10, Kec Rimbo Ulu pada Senin 24 Agustus 2026, api berhasil dipadamkan, dan dihari yang sama sekira jam 02.28 Wib siang mendapat laporan, di balai benih ikan (BBI) Paal 10, Kec Tebo Tengah, juga terjadi kebakaran lahan, kebetulan pos BPBD berada di Paal12," ungkapnya, di temui di kantornya, Senin 24 Agustus 2026.

Sementara itu Kabid Damkarmat Habibie melalui sambungan telpon mengabarkan, pada Selasa 25 Agustus 2026 sekira pukul 03.59 Wib dini hari kembali terjadi kebakaran lahan dengan luas lebih kurang 1 hektar, di jalan Imam Bonjol unit 2 Kec Rimbo Bujang, dan api berhasil di jinakkan,"ucapnya. 

Dari sejumlah kebakaran lahan tersebut penyebab dugaan kebakaran lahan belum di ketahui dan masih dalam penyelidikan,"tutupnya.

Reporter
ARDI

 









Ad Placement

Politik

Pendidikan

Nasional